
Happy Reading🌹🌹
Setelah Rex menelfon Jackson, mendapatkan panggilan masuk dari anak buahnya.
"Tuan, mereka sudah bergerak. Mereka menyabotase bahan bangunan yang di gunakan pada mall." Ucap anak buah di sebrang telfon.
Rex langsung berdiri tegap dan berjalan menghadap jendela apartemennya, tangannya mengepal kuat.
"Terus awasi dia, tangkap kecoa-kecoa itu dan bawa ke tempat biasa." Ucap Rex dengan dingin.
"Baik Tuan," Jawab anak buahnya.
Sambungan telfon mati, Rex menatap jauh dengan tatapan yang tajam. Mereka kali ini kecolongan, bukan masalah rugi triliunan dolar tetapi nyawa orang-orang yang tidak bersalah menjadi korbannya.
"Aku akan membunuhmu." Desis Rex.
Rex segera berganti pakaian dengan warna yang serba hitam, dia menyelipkan senjata api juga belati kecil.
Dengan langkah lebar dan tegap Rex berjalan keluar menuju markas Jackson, terlihat aura membunuhnya sudah bangkit.
Sebelum Rex mulai bergerak terlebih dahulu mengirimkan pesan singkat pada Celine, karena tadi Celine berkata ada kecelakaan. Sudah Rex pastikan jika mereka adalah korban dari runtuhnya mall yang baru dibuka.
Segera Rex memacu kuda besinya dengan kecepatan tinggi menuju markas, terlihat beberapa kroco-kroco yang menjadi kaki tangan musuh Jackson telah terikat dengan posisi bersimpuh.
Jackson adalah ketua mafia yang terkenal dengan sebutan Black, tidak ada yang tahu pekerjaan dan nama asli Jackson, hingga seorang wanita bayaran Jackson membocorkan informasinya dengan bayaran yang fantastis tetapi berakhir di liang lahat.
Rex belum memberikan kabar kepada Jackson, karena dia merasa masih mampu menanganin orang tersebut.
__ADS_1
Setelah sampai di depan markas secara serampangan Rex memarkirkan mobilnya dan melempar kuncinya kepada salah satu anak buah.
"Dimana mereka." Ucap Rex dengan dinikuti anak buahnya.
"Ruang penyekapan tuan." Jawab mereka.
Rex memasuki lift dan turun ke bawah menuju ruang bawah tanah, dimana musuh-musuh mereka di siksa.
Rex sudah berdiri di hadapan tawanan mereka, "Apakah mereka sudah mengaku?" Tanya Rex.
"Belum Tuan, mereka tetap bungkam." Jawab salah satu anak buah yang sudah menghajar tawanan hingga babak belur.
Rex maju satu langkah dan berjongkok "Siapa yang menyuruh kalian." Ucap Rex dingin.
"Kami tidak di suruh siapa-siapa!" Seru salah satu tawanan.
"Siapa yang menyuruh kalian!" Seru Rex tidak kalah lantang.
"Kalian ingin bermain rupanya?" Ucap Rex yang sudah berdiri dengan memasukkan kedua tangannya di dalam saku celana.
"Tangkap keluarga mereka hidup-hidup dan siksa di depan hadapan mereka jika belum mengaku." Titah Rex yang meninggalkan ruangan pengap itu.
"Siap Tuan," Segera para anak buah mereka bergerak untuk menangkap seluruh keluarga para tawanan.
Para tawanan yang mendengar anak dan istri mereka di tangkap seketika tubuhnya membeku, seakan hidup mereka berada di persimpangan.
Jika mereka mengaku, nyawa mereka akan mati. Jika mereka tidak mengaku maka nyawa keluarga yang menjadi korbannya.
__ADS_1
"Tunggu!!" Seru salah satu tawanan.
Rex berhenti tanpa menghadap ke sumber suara.
"Ak... aku akan berkata jujur. Tolong... tolong jangan tangkap keluargaku." Pintanya dengan memohon.
Rex berbalik dan menatap tajam ke arah tawanan, "Apa ucapanmu bisa di percaya?" Tanya Rez sinis.
Tawanan itu mengangguk cepat, "Bisa Tuan, tapi tolong lindungi aku dan keluargaku." Pinta tawanan tersebut.
"Aku akan memperrimbangkannya. Tergantung dari jawabanmu."Jawab Rex enteng.
Para tawanan lain mengikuti, mereka tidak ingin mati lebih cepat karena keterlibatan mereka dengan Rex.
" Kami di bayar oleh seseorang yang mengaku paman Tuan Jackson, pria itu memiliki codet di bagian wajahnya dan tato mata angin di bagian lehernya. Kami tidak tahu nama aslinya, dia membayar kami setiap orang dua milyar dolar." Jelas salah satu tawanan.
Rex tersenyum miring, Rex sudah dapat memastikan jika orang tersebut adalah Dark. Musuh bebuyutan Jackson sejak di bangku kuliah dan sama-sama terjun di dunia hitam.
Dendam Dark semakin membara karena wanita yang dia cintai melemparkan dirinya di atas kasur Jackson dengan senang hati, meskipun berakhir mulut wanita itu yang menjadi penuntasan hasrat Jackson.
Belum lagi usaha transaksi yang di lakukan anggota Dark, selalu di gagalkan oleh Jackson termasuk pekerjaan dimana menjebak Bintang juga di rebut oleh Jackson dengan bayaran yang fantastis.
Sedangkan Celine yang tengah memakan mie instan tersedak setelah membaca pesan singkat dari Rex.
"Dasar!" Geram Celine dalam hati.
...**...
__ADS_1
...Maaf autor telat update, kendala hujan dan mati lampu jadi tidak ada sinyal. ...
...Jangan lupa like, vote, dan hadiah lainnya. ...