Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Jalan Cinta


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Dave membuka pintu dimana Rose duduk dengan tenangnya, "Cepat keluar." Ucap Dave dingin.


"Tidak!" Jawab Rose yang kini memakai seatbelt.


Dave menghembuskan nafasnya panjang, dia membungkuk agar dapat melihat jelas wajah Rose.


"Cepat keluar, atau aku paksa." Ucapnya dengan nada penuh penekanan.


Rose menggeleng cepat, dia tidak akan mensia-siakan kejadian langka ini. Rose sudah mengklain Dave adalah kekasihnya.


"Baiklah jika kamu memaksa," Dave sudah habis kesabaran.


Segera dia memasukkan setengah tubuhnya, dan tangannya membuka paksa seatbelt itu. Tetapi Rose tidak ingin kalah, dia tetap mempertahankan posisinya.


Rose merasa dirinya akan kalah dengan keberanian yang seujung kuku, tangan Rose menangkup wajah Dave dan menciun bibir tebal itu.


Dave tersentak kaget dan berusaha menjauh dari Rose, karena ruang yang cukup sempit Rose mengalungkan tangannya keleher kokoh Dave. Gadis itu semakin liat bahkan Dave kini terbawa suasana.


Lidah mereka saling membelit, bahkan Dave sudah menjelajah seluruh rongga mulut Rose yang cerewet itu.


Rose melepas ciumannya, keduanya terlihat saling meraup oksigen sebanyak mungkin. Tanpa sadar ibu jari Dave mengelap sisa ciuman mereka.


Cup


Dave mengecup sekilas bibir Rose, "Dasar gadis nakal." Ucap Dave yang kemudian mengeluarkan tubuhnya dan berjalan ke pintu sebelah untuk menyetir.


Sedangkan Rose menundukkan kepala dan memukul-mukul jidatnya sendiri.


"Bodoh... bodoh... " Gumam Rose dalam hati merutuki kelakuannya.


Dalam perjalanan hanya ada keheningan, hingga akhirnya Dave membuka pembicaraan.


"Dimana rumahmu?" Tanya Dave yang masih fokus menyetir.


"Di jalan Cinta," Jawab Rose.


Dave menaikkan sebelah alisnya, mana ada nama jalan... jalan Cinta.


"Kamu pikir lagi dangdut, cepat katakan sebenarnya atau aku turunkan saat ini juga." Ancam Dave

__ADS_1


"Memang benar, jalan Cinta Rt 05 rw 03 nomor 10 rumahku." Sungut Rose karena pria disebelahnya tidak percaya.


Dave menghembuskan nafasnya kasar, sungguh berurusan dengan Rose membuat tenaga dan kesabarannya terkuras.


Sedan hitam telah sampai di depan gerbang rumah mewah, "Kamu mau mampir tidak?" Tanya Rose kepada Dave sebelum dirinya turun.


"Tidak," Jawab Dave singkat.


"Baiklah, selamat malam sayang." Ucap Rose genit.


"Jangan memanggilku sayang!" Kata Dave dengan tatapan tajam.


"Baiklah sayangku." Jawab Rose karena semakin dilarang semakin menantang.


Dave melihat sosok kecil itu sampai menghilang di balik gerbang rumahnya, "Oh ya ampun, aku bisa-bisa gila berurusan dengan gadis ingusan itu." Umpat Dave pelan.


Segera Dave menjalankan kembali mobilnya menuju rumahnya, sepertinya berendam di air hangat sangat nyaman setelah perdebatannya dengan Rose.


Sedangkan Rose yang sudah sampai didalam kamarnya, segera berjingkrak-jingkrak bahkan dirinya menggulingkan dirinya ke kanan dan kekiri.


"Oh ya ampun Rose, kamu sungguh nakal. Tidak masalah yang penting mendapatkan pria yang kita cintai." Ucap Rose pada dirinya sendiri.


"Baiklah ayo kita bersih-bersih badan yang sudah lengket ini, jangan sampai airnya terkena bibir." Lanjut Rose yang berbicara sendiri seperti orang gila.


...**...


Jackson baru saja keluar dari ruang kerjanya, dia tersentak kaget melihat keberadaan Celine yang menggunakan baju kurang bahan.


"Apa kamu mau ke club malam Celine?" Tanya Jackson pada teman perempuannya.


"Tidak Jack, aku hanya ingin bertemu denganmu." Jawab Celine yang kini mendekat ke arah Jackson.


"Kenapa berpakaian seperti itu," Kata Jackson heran.


"Apa kamu tidak tergoda dengan tubuhku Jack, apa kamu tidak bernafsu terhadapku?" Ucap Celine dengan menanggalkan bajunya yang kini hanya mengenakan dalaman saja.


"CELINE!!!" Sentak Jackson.


Jackson marah bukan karena tergoda dengan tubuh temannya itu, tetapi dia tidak habis pikir dengan perbuatan Celine dengan tenangnya menanggalkan baju dan roknya.


"Apa Jack! Lihat aku Jack... aku selalu ada untukmu dari dulu, lihat aku Jack! Aku cantik, pintar, mandiri, dan seorang dokter. Apa kurangnya aku Jackson dimatamu. Tidak bisakah kamu membalas perasaanku sekali saja." Ucap Celine pada Jackson yang sudah berurai air mata.

__ADS_1


Sewaktu Celine ingin menjenguk Jackson, dia mendengar percakapan antara Jack dan Rex dimana pria itu akan menemui dan melamar seorang wanita yang entah siapa Celine tidak kenal.


Celine adalah teman sejak mereka duduk di bangku kuliah termasuk Rex, pernah sewaktu dulu Celine mengungkapkan perasaannya terhadap Jackson tetapi di tolak mentah-mentah karena Jack tidak mencintai dirinya.


Semua penolakan yang Celine terima dari Jackson tidak membuat dirinya gentar, dia terus berusaha selalu menempel pada Jack bahkan tidak segan-segan mengancam wanita yang tengah di dekati Jack. Tetapi kali ini dia kecolongan, pria yang di cintainya mencintai wanita lain.


Jackson yang mendengar ungkapan Celine hanya menghembuskan nafasnya panjang, "Aku tidak mencintaimu Celine, kita hanya teman tidak lebih." Jawab Jackson dengan tegas.


"Apa kurangnya aku Jackson!" Seru Celine yang semakin sakit hati.


"Kamu kurang menyayangi dirimu sendiri Celine," Jawab Jackson tenang.


Celine diam terpaku, dia merawat dirinya dengan baik bukankah itu juga sudah menyayangi dirinya sendiri.


"Jika begitu sentuh aku Jackson." Ucap Celine yang sudah melepas penutup gunung kembarnya.


Jackson berjalan mundur, "STOP! Celine meskipun kamu bertelanjang di depanku, aku tidak bernafsu dengan tubuhmu. Karena aku hanya bernafsu dengan kekasihku calon ibu dari anak-anakku. Cepat segera pakai pakaianmu dan pulanglah." Jawab Jackson tegas.


"Apa aku kurang sexy untukmu Jack, sebagus apa tubuh wanita itu hingga kami tidak bernafsu denganku." Ucap Celine yang makin tergugu.


"Dia sangat indah dan menggairahkan Celine, meskipun dia berpakaian minim tetapi hanya aku yang pernah melihat dan menyentuhnya pertama kali. Kamu pasti tahu apa maksud perkataanku." Ucap Jackson yang kemudian berlalu dari hadapan Celine untuk naik ke kamarnya.


Celine ambruk di ubin marmer dingin itu, tangisnya pecah bahkan terdengar menyayat hati. Beruntung awal Celine datang sudah mengusir seluruh maid dan pelayan pria dari rumah utama. Sehingga tidak ada yang menyaksikan kemolekanntubuhnya kecuali Jackson dan CCTV.


Didalam kamar Jackson menghembuskan nafasnya panjang, segera dia masuk ke kamar mandi yang sebelumnya dia sudah mengunci pintu kamarnya.


"Si*al, kenapa harus bangun kamu Jecki. Sarangmu sedang jauh, jangan menjadi murahan dengan wanita lain." Ucap Jack yang melihat Jeckinya berdiri tegak bagaikan tiang bendera.


Terpaksa Jackson mengguyur dirinya dibawah oancuran air dingin untuk merendahkan gejolak panas di dalam dirinya, dengan menggunakan sabun dia menuntaskan sesuatu yang ingin segera di tuntaskan.


"Ohh, my good... awas jika kita bertemu Baby aku akan menghajarmu sampai lemas." Gerutu Jack pada Bintang.


Jack masih berusaha mengeluarkan mayonaise nya dengan berfantasi dirinya tengah bercinta dengan Bintang.


"Ahhh..." Lenguhan panjang akhirnya terdengar dari bibir Jack.


Dengan nafas terengah-engah dia tidak akan menunda lagi untuk bertemu dengan Bintang.


Hatchi...


"Siapa yang tengah membicarakanku." Ucap Bintang setelah bersin.

__ADS_1


...**...


__ADS_2