
Happy Reading 🌹🌹
Diwaktu yang sama, Sky-Gabriel, Putri-Rose, dan Dave tengah menuju ke Rumah Sakit yang sama.
Lima menit yang lalu.
HP milih Gabriel berdering, dengan memasang headset portable Briel mengangkat panggilan dari salah satu anak buahnya.
"Hallo," Ucap Gabriel dingin.
" Tuan, tawanan kita mengalami kontraksi bahkan ada air beserta darah yang keluar dari area intimnya." Jelas anak buah di sebrang telfon.
"Segera larikan ke Rumah Sakit terdekat, lima belas menit aku akan sampai dengan Tuan Sky." Ucao Gabriel tegas.
Segera Gabriel memutar mobilnya menuju ke arah Rumah Sakit.
Sky yang sadar jika ini bukan jalan pulang segera bertanya kepada Gabriel, "Kita mau kemana lagi Briel?"
"Tuan, Nona Grace akan melahirkan." Jawab Gabriel tenang.
"Lalu, apa hubungannya denganku. Cepat putar arah, aku ingin segera pulang." Perintah Sky kepada Gabriel.
"Ba..."
Belum juga Gabriel menjawab, kedua HP milik Gabriel dan Sky berdering secara bersama-sama.
Gabriel segera menepikan mobil yang tengah dia lajukan, sedangkan Sky segera mengangkat panggilan milik Rudi karena Sky yakin ini perihal penting.
"Hallo om," Jawab Sky.
"Sky, apakah kamu akan ke Rumah Sakit Y?" Tanya Rudi di sebrang telfon.
"Iya om, Gabriel memutar jalan." Jawab Sky
"Sky, jangan terjebak dengan permainan Dave kali ini. Dave memanfaatkan wanita yang bernama Grace dengan cara meminumkan obat percepat kontraksi kandungan. Ingat jangan sampai jatuh kedalam permainannya saat ini Om dan Tante Lila tengah menuju ke Rumah Sakit Y." Jelas Rudi kepada Sky dengan tenang.
"Baik om," Jawab Sky yang kemudian mengakhiri panggilan mereka.
Sedangkan terlihat Gabriel tengah mengintruksikan kepada beberapa anak buahnya untuk menjaga Putri lebih ketat lagi.
Sky yang mendengar menjadi panik, "Kenapa dengan istriku Briel?" Tanya Sky.
"Sky, Putri tengah sakit. Saat ini dia juga menuju ke Rumah Sakit Y dengan temannya bernama Rose." Jawab Gabriel juga panik.
Tanpa menunggu perintah Sky, Gabriel segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan cukup tinggi. Karena mengingat waktu masih siang hari, dimana jalan raya masih banyak kendaraan berlalu lalang.
"Cepat Briel, aku ingin melihat keadaan istriku!" Seru Sky yang tidak sabaran.
"Ck, baru dengar dia sakit saja kamu sudah kesetanan. Sok-sokan mendiamkannya." Gerutu Gabriel sepanjang jalan.
__ADS_1
"Diamlah Briel, atau akau akan memberikanmu obat kecubung." Jawab Sky dengan wajah merengut kesal.
"Kecubung... kecubung... kecubung... akan aku bakar semua pohon kecubung di dunia ini." Gerutuan Gabriel semakin menjadi.
Sky menggigit kukunya dengan gemas, dia menyambungan informasi yang di dapatkan dari Om Rudi dan juga anak buahnya.
Dave ingin menjebak Sky seakan-akan peduli dengan wanita lain, kemudian Putri melihat kejadian tersebut dan membuat istrinya menangis. Datanglah Dave sebagai pahlawan.
Cih, permainan yang kuno sekali. Baiklah aku akan membuat permainan ini berbalik 360°.
Terlihat Lila dan Rudi masih berada di jalan raya, mereka terjebak kemacetan yang parah dan panjang.
"Pah, bagaimana ini." Ucap Lila dengan nada khawatir.
"Tenanglah Mah, Papa sudah menelfon Sky." Jawab Rudi menenangkan istrinya.
"Tapi Pah... apa Mama berlari saja sampai Rumah Sakit Y." Ucap Lila memberikan ide.
"Jangan macam-macam Mah, jarak Rumah Sakit Y masih cukup jauh. Ingat rematik Mama." Jawab Rudi menatap ke arah istrinya.
Lila hampir lupa jika dia memiliki sakit rematik karena masih muda sering mandi malam.
(Mitos atau fakta nih 😂)
...**...
Mobil Rose sudah sampai di Rumah Sakit Y terlebih dahulu, segera Rose dan Putri keluar dari dalam mobil dan masuk kedalam Rumah Sakit Y.
Putri mengangguk, segera mereka menuju ke bagian resepsionis dan bertanya alur pendaftaran untuk memeriksakan kandungan.
Setelah melalui proses awal yang cukup menguras tenaga dan kesabaran, Rose dan Putri sudah duduk di depan ruangan dokter kandungan.
"Nona Putri Dinar Wiratama." Seru seorang suster ketika memanggil giliran Putri.
Banyak pasang masa yang kaget dengan keberadaan pewaris Wiratama tersebut, pasalnya Putri saat ini tengah memakai topi dan kaca mata sehingga banyak orang tidak menyadarinya.
Segera Putri berdiri dan menggandeng Rose untuk masuk kedalam ruangan pemeriksaan.
Rose dan Putri sudah duduk di depan seorang dokter kandungan.
"Ada yang bisa saya bantu Nyonya Gandratama?" Tanya dokter tersebut.
"Emm... sa... saya ingin memastikan apakah saya hamil." Jawab Putri tergagap karena gugup.
Dokter kandungan itu tersenyum dan mengeluarkan tespek juga wadah air seni untuk diberikan kepada Putri.
"Silahkan cek dulu dengan alat ini, semoga kabar bahagia yang kita dapatkan." Jawab sang dokter kandungan.
__ADS_1
Putri mengangguk dan berdiri untuk menuju kamar mandi uang sudah di tunjukkan oleh perawat.
Dengan perasaan yang gugup, Putri menampung air seninya dan membuka alat tersebut. Putri sudah paham bagaimana cara penggunaannya karena sebelumnya Putri sudah literasi tulisan yang ada di bungkusnya.
Menunggu sekitar satu sampai dia menit, dengan tangan gemetar dan setitik air mata Putri mengambil alat kecil nanti panjang tersebut.
Tertera jelas jika dia positif hamil, dengan mengucapkan rasa syukur di dalam hati. Dengan langkah semangat empat lima Putri keluar dari dalam kamar mandi dan menunjukkan hasilnya kepada dokter kandungan.
"Silahkan Nyonya tidur di sini, kita akan memastikan usia kandungan Nyonya." Ucap sang dokter kandungan.
Putri mengangguk dan merebahkan dirinya disana, Rose mengikuti Putri kini dirinya berada di sebelah sahabatnya sudah seperti suami pengganti.
Suster mengangkat kaos Putri yang sebelumnya sudah meminta maaf, kemudian di berikan gel di atas perut Putri. Dingin dan perasaan menggelitik menjadi satu.
Dokter menempelkan alat USG diatas perut Putri, dokter tersenyum kepada Putri.
"Selamat Nyonya anda akan menjadi seorang ibu." Ucap sang dokter.
"Kyaa!!!!" Rose menjerit dan memeluk Putri dengan erat.
Putri memukul lengan Rose karena dirinya sesak tidak dapat bernafas.
"Ya!! Apa kau ingin membunuh Putri." Seru seseorang yang membuka paksa pintu ruangan itu dengan nafas tersengal-sengal.
...**...
...MAAF YA READERS JIKA ADA KATA AUTOR YANG MENYAKITI HATI KALIAN...
...AUTOR MINGGU INI BANYAK KERJAAN...
...SEHINGGA SENSITIF AUTOR REMAHAN KOYA INI...
...AUTOR SELALU BERUSAHA UNTUK UPDATE SETIAP HARI DI SELA-SELA KESIBUKAN AUTOR...
UJIAN KULIAH 1 (KURANG 2 MATKUL)
AKHIRUSANNAH
KULIAH
MENGISI KELAS HOMESCHOOLING
__ADS_1
AUTOR SETELAH UP BAB NUNGGU SATU JAM HANYA INGIN MEMBACA KOMENTAR YANG MENYUNTIKKAN SEMANGAT AGAR AUTOR TERUS MENULIS MESKIPUN HARUS RELA BEGADANG
READERS TAUKAN PEKERJAAN AUTOR REMAHAN KOYA INI, BANYAK KERJAAN YANG TIDAK TERLIHAT.