
...Jangan lupa like dan tabur bunganya teman-teman....
...Maaf jika banyak tulisan yang typo selama ini....
Happy Reading 🌹🌹
Setelah Gabriel memberi kabar kepada keluarga Gandratama dan Wiratama, tidak berselang lama Putri sadar.
Terlihat mata gadis itu bergerak dan mengerjabkan matanya perlahan-lahan.
Sky yang mengetahui jika istrinya tersadar tersenyum cerah.
"Sayang... akhirnya kamu sadar." Ucap Sky dengan memeluk tubuh Putri.
Putri memejamkan matanya sejenak, karena kepalanya masih terasa berat.
"Sayang apanya yang sakit hem, Brilliant segera panggilkan dokter." Ucap Sky dengan panik yang melihat istrinya memejamkan matanya lagi.
Segera Gabriel keluar dan sedikit berlari untuk memanggil kan dokter agar melihat keadaan Putri.
Segera seorang dokter pria muda dan juga beberapa suster mengikuti langkah Gabriel, dengan cepat Gabriel membuka pintu ruangan Putri.
Dengan cekatan dokter muda tersebut memposisikan dirinya yang akan memeriksa keadaan Putri.
"Stop! Mau apa tanganmu di dada istriku." Seru Sky yang melihat tangan dokter ingin menempelkan stetoskop.
"Saya hanya akan mengecek detak jantungnya saja tuan." Jawab sangat dokter muda itu.
Sky berdecih, "Jangan berani tanganmu menyentuh kulit istriku, biarkan saja suster yang memeriksanya." Ucap Sky mendelik kesal.
Gabriel menutar bolanya malas, dengan sikap atasannya yang penuh drama tersebut.
"Sky diamlah." Jawab Putri lemas.
"Oh, maafkan aku sayang. Aku disini... cepat kalian tunggu apalagi segera periksa istriku."
Segera seorang suster mendekat untuk memeriksa detak jantung dan juga denyut nadi Putri, dengan cekatan suster tersebut menuliskan ke laporan pemeriksaannya dan di serahkan kepada dokter muda itu.
"Keadaan Nona Putri masih lemah tuan, dimohon agar menjaga pikiran dan juga perasaannya. Kemudian untuk sementara beberapa hari Nona Putri harus dirawat di Rumah Sakit ini terlebih dahulu agar kami dapat mengawasi perkembangannya." Jelas sang dokter muda tersebut dengan lugas.
__ADS_1
Setelah dokter dan suster meninggalkan ruangan Putri, Sky segera mendudukkan dirinya di kursi samping brangkat Putri.
"Sayang, kamu mau makan apa?" Tanya Sky dengan menggenggam tangan istrinya.
Putri melepaskan genggaman itu, dia bahkan membuang wajahnya ke arah yang berlawanan dimana Sky berada. Masih sakit, kesal dan sedih mengingat perilaku Sky selama ini.
Sky paham jika istrinya masih marah dengan dirinya, "Gabriel keluarlah dan juga ganti dokter wanita untuk memeriksa Putri selanjutnya." Ucap Sky dengan nada datar.
Gabriel mengangguk dan segera keluar dari ruangan itu, memberikan ruang kepada dua insan yang tengah menyelesaikan masalah mereka.
Tinggal di ruangan itu Sky dan Putri, tidak masih ada satu gadis yang mereka lupakan keberadaannya. Rose masih tertidur pulas di sofa dengan dengkuran halusnya.
"Sayang... aku minta maaf." Ucap Sky yang menyentuh lengan istrinya.
Putri menolak lagi sentuhan itu, "Memang kamu punya salah apa." Jawab Putri ketus.
"Aku salah karena tidak mendengarkan penjelasanmu dan langsung mendiamkan mu begitu saja... maafkan aku istriku." Jawab Sku dengan perasaan menyesal.
"Apa pentingnya penjelasanku, teruskan saja bermain dengan pikiranmu." Jawab Putri yang masih ketus kepada suaminya.
Sky menghela nafasnya berat, Sky berdiri dan naik ke atas brangkar yang sempit itu.
"Turun! Atau aku tendang kamu." Seru Putri yang semakin kesal dengan suaminya.
"Pergilah keluar kota atau tersesat di gurun sahara sekalian. Aku tidak akan mencarimu." Ucap Putri yang masih ingin mengomel.
"Jika aku menghilang bagaimana denganmu dan anak kita nanti sayang... kamu tega sekali denganku." Jawab Sky merengek dengan menggoyangkan pelan tubuh Putri.
"Ck, seperti pria di dunia ini hanya kamu saja. Masih ada kak Gabriel juga dokter yang baru saja lumayan tampan." Ucap Putri tersenyum lebar.
"Kkaaauu... awas saja dokter itu akan aku pecat dan Gabriel akan aku kurung di ruang kerja. Hanya aku yang boleh bersamamu tidak dengan yang lain." Jawab Sky dengan melotot dan menggebu menjawab ucapan sangat istri.
Putri mencebik kesal, dia memiringkan tubuhnya sehingga memunggungi Sky.
Sky kembali berbaring dan memeluk dari belakang, kepala Sky disembunyikan di ceruk leher istrinya sehingga membuat Putri meremang. Tangan Sku mengusap pelan bagian perut istrinya.
"Maafkan aku sayang, aku menyesal sudah membuatmu sedih. Maafkan aku... aku hanya terlalu kecewa karena kamu tidak berkata jujur kepadaku." Ucap Sky lirih.
"Apa aku jika berkata jujur, kamu akan mengijinkannya?" Tanya Putri balik.
__ADS_1
Sky terdiam, tentu saja dia tidak akan mengijinkannya.
"Mengapa diam saja, cepat jawab aku. Apa kamu akan mengijinkan Kak Dave mengajakku pergi meskipun kami meminta ijin kepadamu." Putri menuntut jawaban dari Sky.
Sky menggelengkan kepalanya pelan, dia mengeratkan pelukannya.
"Lihat, namun tidak mengijinkannya bukan. Apa kamu tahu situasi ketika aku diajak oleh Kak Dave? Apa kamu disana dan melihat dengan mata kepalamu sendiri?" Tuntut Putri semakin menjadi.
Sky hannya menggelengkan kepalanya lagi, Sky akui memang dia yang salah terlalu merasa bahwa keputusannya selalu benar.
"Aku minta maaf sayang, aku tidak akan mengulanginya lagi. Kedepannya jika ada sesuatu seperti ini aku akan bertanya dan mendengarkan penjelasanmu terlebih dahulu." Bujuk Sky kepada istrinya.
"Apa kamu yakin tidak akan mengulanginya?" Tanya Putri memastikan.
"Iya, janji. Kamu boleh menghukumku jika aku sampai melanggar janjiku," Jawab Sku cepat.
"Baiklah, aku pegang ucapanmu. Aku juga minta maaf karena tidak meminta ijin kepadamu. Tapi kamu tetap yang salah." Jawab Putri menyesal sekaligus menyalahkan Sky.
"Iya aku yang salah sayang, maafkan aku ya." Sky mengiyakan saja daripada tambah panjang masalahnya.
"Hem," Jawab Putri malas.
Sky setengah bangun dengan tengan kiri yang menopang bobot tubuhnya, dia mencium pipi Putri bahkan tangannya tanpa sadar memencet benda kenyal yang dia rindukan.
"Achhh!" Putri merasa sakit karena pencet annya terlalu kuat tetapi bagi Sky itu sebuah desa*han yang memberi kode untuk lebih.
"Sayang, kamu menggodaku." Ucap Sky mesum.
"Untuk apa aku menggodamu sayang." Jawab Putri mendelik kesal.
Sky mendekatkan bibirnya ke arah bibir Putri, tetapi Sky terjungkal karena kaget pintu ruangan Putri di buka dengan keras.
"Sky!" Seru kedua wanita parubaya tersebut.
Setelah mendapatkan kabar dari Gabriel, kedua ibu-ibu itu langsung menelfon suami mereka untuk segera pulang. Bulan dan Ambar ner janjian akan bertemu di depan Rumah Sakit Y untuk menjenguk anak dan menantu mereka.
Dengan langkah cepat karena ingin melihat keadaan Putri sehingga membuat kedua wanita tersebut tidak mengetuk pintu dan langsung saja menerobos masuk ke dalam kamar Putri.
Keduanya berseru kepada Sky, karena melihat Putri yang sudah berada di pojok brangkar sedang pria muda itu ingin mencium orang yang tengah sakit.
__ADS_1
"Aduhh... punggungku!" Rintih Sky yang masih terbaring di atas lantai dengan mengusap-usap punggungnya.
...**...