
Happy Reading 🌹🌹
Mansion Wiratama.
Terlihat kandungan Putri sudah besar dan mendekati hari lahir. Tengah asyik di dapur bersama beberapa maid keluarganya.
Seperti perjanjian calon oma anaknya, Sky dan Putri setiap bulan selalu bergiliran menginap di mansion Wiratama dan mansion Gandratama.
"Sayang!!!!!" Teriak Sky dari dalam kamar mandi.
Tetapi tidak ada yang menyahut, Sky menyembulkan kepalanya dari dalam kamar mandi. Kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri tidak ada keberadaan Putri.
Segera Sky berjalan cepat dengan berjinjit.
"Mas!!!" Putri berteriak di depan pintu kamarnya.
Putri naik ke kamarnya karena ingin memanggil suaminya untuk sarapan, tetapi pemandangan yang selalu dia dapatkan di pagi hari membuatnya kesal.
Putri memijit pelipisnya, kebiasaan Sky tidak pernah membawa handuk ketika ke kamar mandi membuat mata Putri selalu ternoda oleh pemandangan tak senonoh itu.
Sky keluar dengan mengenakan pakaian kantornya, dan berjalan mendekati Putri yang duduk di sofa dengan wajah cemberut.
Cup
Sky mengecup bibir monyong itu, "Pakaikan dasiku sayangku." Sky mengulurkan dasi kedepan istrinya.
Putri menerimanya meskipun masih memasang wajah cemberut, Sky terkekeh melihat wajah istrinya.
"Pagi-pagi jangan cemberut sayang, apa kamu menggodaku?" Tanya Sky dengan menaik turunkan alisnya.
"Dasar mesyum." Jawab Putri kesal.
"Menunduk Mas, kamu seperti jerapah." Omel Putri pada suaminya.
Sky menundukkan tubuhnya sedikit ke arah istrinya, "Bukan aku yang terlalu tinggi sayang, tapi kamu yang tidak bisa tumbuh lagi." Kelakar Sky kepada istrinya.
Putri mencebik kesal, setiap pagi selalu ada drama seperti ini.
"Gunakan handuk yang ada di dalam kamar mandi Mas, jangan berkeliaran dengan bertelanjang seperti tuyul." Putri masih meneruskan omelannya.
"Ya... ya... Ayo kita sarapan, nanti siang aku pulang dan kita memeriksakan baby." Sky menggandeng istrinya menuju ruang makan.
"Aku belum merasakan kontraksi Mas, lagipula dua minggu lalu kita sudah memeriksakan kandungan." Jawab Putri dengan melayani suaminya.
"Ada yang ingin aku pastikan saja dengan dokternya sayang." Ucap Sky dengan memakan mendoan sambil menunggu istrinya selesai mengambilkan sarapan.
"Memastikan apa Mas? Sudah di beritahu perkiraan lahiran anak kita."
"Rahasia, aku hanya lupa menanyakannya saja kemarin sayang."
__ADS_1
Putri mencebik saja, suaminya bermain rahasia dengannya.
"Jangan sering kesal denganku sayang, aku tidak mau anak kita jadi pemarah sepertimu." Ucap Sky enteng.
Putri melotot mendengar suaminya mengatai dirinya galak, "Ya! Aku galak juga karena Mas setiap hari membuat ulah." Bela Putri pada dirinya sendiri.
Sky hanya tertawa dan memberikan kecup jauh untuk istrinya.
"Ayah dan Mama kemana sayang, kenapa tidak turun untuk sarapan." Tanya Sky dengan memakan saeapannya.
"Mama ikut Ayah ke perusahaan Mas,"
"Hemm... bagaimana kuliahmu sayang, apa ingin kamu teruskan?" Tanya Sky yang melihat ke arah istrinya.
"Apa boleh aku meneruskan kuliahku Mas?" Tanya Putri pelan.
Sky tidak langsung menjawab, dia menatap lekat ke arah istrinya. Semenjak Putri hamil Sky menyuruh istrinya untuk cuti kuliah.
"Jika kamu bisa membagi waktumu tidak apa sayang, aku tidak melarang." Jawab Sky pelan.
"Pasti kamu tahu menjadi seorang Ibu tidak akan mudah, tapi aku akan selalu mendukung setiap keputusanmu sayang." Lanjut Sky lagi.
Putri mengangkat wajahnya, kini mereka saling menatap dengan intens.
"Terima kasih." Ucap Putri dengan tersenyum ke arah suaminya.
Sky segera berjalan keluar menuju perusahaannya, disana sudah ada sang asisten yang menunggunya.
Gabriel melihat bosnya mendekat memberikan hormat dan segera melangkah mensejajarkan langkahnya dengan Sky.
"Apa jadwalnya hari ini Briel?" Tanya Sky dengan menekan tombol lift.
"Pukul sepuluh kita akan melakukan rapat dengan perusahaan Danuarta dan sisanya hanya. mengerjakan tugas kantor saja Tuan." Jawab Gabriel menjelaskan kegiatannya hari ini.
Sky melangkah masuk ke dalam lift dinikuti Gabriel, segera menekan angka dimana kantornya berada.
"Baiklah, aku akan pulang sebelum waktunya makan siang Briel. Hari ini ada pemeriksaan kandungan jadi nanti sisanya kamu yang handle." Jelas Sky kepada sang asisten.
"Baik Tuan," Jawab Gabriel pasrah dalam hati dia tidak ingin bertemu dengan Dave selalu CEO dari perusahaan Danuarta.
"Apa kamu takut?" Tanya Sky tiba-tiba.
"Eh, tidak Tuan. Takut kenapa?" Gabriel kembali bertanya.
"Jika kamu mencintai Rose perjuangkan Briel, jika memang bukan takdir kalian bersama. Aku yakin jodoh terbaikmu sedang di siapkan." Sky berbicara panjang lebar.
Gabriel terdiam, apakah dia harus memperjuangkan Rose. Tetapi, Gabriel tahu jika wanita itu mencintai Dave.
"Tidak ada salahnya mencoba." Sky menepuk pundak Gabriel sebelum berjalan keluar lift menuju ruangannya.
__ADS_1
Waktu berjalan cepat, kini Sky tengah dalam perjalanan pulang ke mansion untuk menjemput istrinya.
Ketika pertemuannya dengan Dave, Sky langsung masuk ke inti rapat mereka karena Sky tidak ingin mengulur waktu dan membuat Putri terlalu lama menunggu.
"Baiklah Dave, untuk pembicaraan selanjutnya aku serahkan kepada Gabriel." Ucap Sky yang sudah berdiri dari duduknya.
"Kenapa terburu-buru, kita sedang membicarakan proyek besar." Jawab Dave sedikit kesal.
"Proyekku ini lebih penting dari pada yang kita bahas Dave, kamu tidak akan mengerti karena belum menikah." Ucap Sky dengan mengedipkan sebelah matanya kepada Dave.
Dave merutuki mulutnya, seharusnya dia paham pria mesyum di depannya ini pastilah proyek bersama Putri. Sedangkan Gabriel merutuki sikap bosnya yang sangat tidak tahu malu tersebut.
Terdengar suara pintu di ketuk, tetapi tidak mendapatkan jawaban dari pemilik kamar.
"Dimana Nyonya?" Tanya Sky yang melihat maid turun sendiri.
"Maaf Tuan, saya sudah mencoba mengetuk pintu tetapi tidak ada jawaban dari dalam kamar." Jawab maid sopan.
"Terima kasih," Sky segera berlalu menaiki tangga untuk memanggil istrinya.
"Sayang..." Sky membuka pintu dan memanggil Putri.
Terlihat istrinya tengah terlelap tidur, Sky menghela nafas dan mengendurkan dasinya. Sky meletakkan jas di pinggir sofa dan membuka kancing lengan kemejanya.
Sky melangkah mendekati istrinya, terlihat Putri menggunakan gaun hamil dan posisi tidur Putri... ekhmm membuat something Sky menegang.
"Si*al, apa aku harus menyentuhnya? Tidak.. tidak, aku harus bertanya dulu dengan dokter."
"Tapi... kalau sebentar dan pelan tidak masalah bukan, pasti Putri juga mengerti."
Sky terus bermonolog pada dirinya sendiri, Sky mengguyar rambutnya kebelakang dan membuka beberapa kancing kemejanya karena merasa negara api menyerang dirinya.
Sky berjalan dan mengunci pintu kamarnya, dia langsung melepaskan sepatu, celana, dan kemejanya teronggok di lantai begitu saja.
"Tidak apa-apa hanya sebentar saja." Sky mencoba meyakinkan dirinya sendiri.
Ketika kehamilan Putri menginjak usia tujuh bulan, tengah melayani Sky di atas ranjang. Putri merasakan perutnya kram yang membuatnya harus opname dua hari.
Semenjak saat itu Sky, tidak berani menyentuh istrinya. Hanya sekedar bermain dan menuntaskan dengan sabun cair yang tersedia di seluruh toko terdekat.
...**...
...MAS SKY BARU JUGA NONGOL UDAH MESUM....
...MAAF JIKA CERITANYA MEMBOSANKAN TEMAN2....
...AUTOR BELUM SANGGUP MENGERJAKAN DUA NOVEL, RENCANA SETELAH UJIAN AUTOR AKAN KEBUT NOVEL BARU DAN NOVEL INI TAMAT 😅😅...
...RENCANA BULAN INI, APA DAYA REAL LIFE MENGURAS OTAK AUTOR UNTUK MENGHALU....
__ADS_1