Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Kacang Lupa Kulitnya


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Seorang wanita tengah memantau kediaman Wiratama dari dalam mobil.


Dia adalah Intan, tidak ada embel-embel nama Wiratama di belakang namanya.


Setelah Intan mendarat sampai negerinya, segera dia mencari kontrakan dan membeli mobil bekas untuk dapat membawanya.


Agar dapat memantau sendiri pergerakan keluarga Wiratama.


Bahkan dia sudah mendengar guncangan yang terjadi pada perusahaan Wiratama.


"Sebentar lagi semuanya akan menjadi milikku." Ucapnya dengan tersenyum lebar.


Terlihat mobil hitam masuk di kediaman mewah tersebut, ternyata adalah Bintang yang tengah di bopong oleh pengawalnya.


Setelah kejadian di kampus dan dia berlari, dirinya kembali pingsan.


"Heh, gadis itu. Hanya aib bagi keluarga Wiratama." Ucapnya lagi.


Segera Intan menyalakan mobilnya untuk menuju perusahaan Wiratama, dia ingin melihat gedung raksasa yang akan sebentar lagi dia pimpin.


Sedangkan di kediaman Wiratama, Bulan panik karena anaknya pingsan.


Segera dirinya menelfun dokter keluarga untuk memeriksa keadaan Bintang dan kandungannya.


...**...


Di perusahaan Gandratama.


Terlihat Sky dan Gabriel tengah sibuk menyelesaikan berkas-berkas penting agar dapat menjalankan proyek baru.


"Briel, bagaimana penyelidikanmu mengenai Grace?" Tanya Sky tanpa melihat kearah Gabriel


"Sudah terkumpul semuanya Tuan, apakah Anda akan mengeksekusi Nona Grace saat ini juga." Jawab Gabriel dengan menatao kearah Sky.


"Ya, secepatnya. Aku tidak ingin Putri salah paham." Jawab Sky dengan membaca laporan-laporannya.


"Baik Tuan." Jawab Gabriel.


Segera Gabriel menelfun bawahannya, menanyakan perihal keberadaan Grace saat ini.


...**...


Setelah selesai kuliah, saat ini Putri dan Rose tengah berjalan menuju kelas Bintang


"Kamu mau ngapain sih nyamperin nenek lampir itu?" Tanya Rose heran.


"Tidak apa-apa, hanya ingin bertemu saja." Jawab Putri.


Mengenai fakta bahwa Putri adalah anak kandung dari keluarga Wiratama belum dipublikasikan, kedua orangtuanya menyembunyikannya terlebih dahulu karena saudari tiri Ayahnya belum muncul.


Sampai saat ini, semua orang menganggap jika Bintang adalah anak angkat karena ada video yang beredar beberapa tempo lalu.


"Ck, bukannya dia sudah lama tidak berangkat? Pasti dia malu karena ketahuan anak pungut dan bermain panas di atas ranjang." Ucap Rose mencebik kesal.


Langkah Putri terhenti, dia menoleh ke arah Rose. Apakah dirinya melewatkan sesuatu.

__ADS_1


"Bagaimana kamu tahu jika Bintang bukan anak kandung Wiratama?" Tanya Putri penuh selidik pada Rose.


"Heh, itu berita yang menggemparkan. Setelah video panasnya di posting seseorang dengan nama anonim, selang beberapa jam disusul juga dengan video dimana Bintang menangis dan mengatakan jika hanya dia keturunan Wiratama." Jelas Rose panjang, kemudian menunjukkan video yang dia simpan sebelum di hapus.


"Aku tidak tahu, aku hanya fokus divideo panas tersebut." Jawab Putri jujur.


Segera Putri menarik tangan Rose untuk memercepat langkah mereka, dengan nafas ngos-ngosan.


Putri segera masuk ke kelas Bintang untuk mencari keberadaannya, beruntung tidak ada dosen yang tengah mengajar karena Putri langsung menerobos masuk.


Tidak ada Bintang, padahal dirinya sendirinyang mengantarkan Bintang menuju kelasnya.


Segera Putri menghampiri kedua wanita yang sangat dia ingat, mereka ikut melabraknya waktu itu.


"Kemana Bintang?" Tanya Putri to the point.


Kedua wanita tersebut menoleh, "Mana kami tahu." Jawab Reni ketus.


"Kalian adalah temannya, pasti tahu dimana Bintang berada." Jawab Putri dengan nada kesal.


"Pergi sana, kami tidak ada hubungannya lagi dengan wanita muraha seperti dia. Apalagi ternyata dia hanya anak pungut." Jawab Dila dengan senyum mengejek.


Putri mengepalkan kedua tangannya, dia menatap kearah kedua wanita itu dengan wajah yang kesal.


"Kenapa? Mau marah, kalian cocok menjadi teman. Sama-sama miskin dan murahan." Jawan Reni dengan senyum sinis.


Satu tamparan dilayangkan kearah Reni, Putri sangat kesal karena ucapannya.


"Apa yang kamu lakukan!!" Seru Dila yang melihan temannya di tampar.


Kembali Putri melayangkan tangannya ke pipi Dila, "Itu untuk membayar mulut kalian yang sembarangan berucap." Jawab Putri datar.


Reni tertegun dengan ucapan Putri, sedangkan Dila dia semakin membeci keberadaan Bintang dan Putri.


Bagaimana Putri dapat mencecar mereka seperti itu, tentu saja pertemuan dengan Bintang ketika berada di mall. Terlebih sekarang mereka bersaudara dan menjadi dekat, Bintang bercerita bagaimana selama ini mereka berteman.


"Reni, jangan kamu pikirkan ucapan gadis miskin itu." Ucap Dila yang melihat Reni hanya diam saja.


"Apa kita tidak keterlaluan terhadap Bintang?" Tanya Reni kepada Dila.


"Tidak, apa kamu tidak berfikir. Selama ini kita hanya menjadi pesuruh untuknya. Sekali-sekali kita jangan melibatkan diri dengannya." Jawab Dila dengan nada kesal.


"Tapi, selama ini Bintang juga selalu membantu kita. Dia meminjamkan uang, membelikan barang-barang mewah." Ucap Reni pada Dila.


"Ck, uang dan barang tidak seberapa. Aku bahkan bisa membelikanmu barang yang jauh lebih mewah. Dia pasti membelikan kita dengan uang hasil dia menjual tubuhnya, sudah tidak perlu di ingat-ingat."


Reni hanya diam tidak menjawab, memang ada benarnya ucapan Dila. Saat ini kasus Bintang tidak ringan.


Jika dia berdekatan dengan Bintang, dia hanya akan mendapatkan label sama dengannya. Gadis murahan.


...**...


Putri mencoba menghubungi Mamanya, menanyakan perihal Bintang.


Percuma dia bertanya kepada kedua bodyguardnya jika mereka saja menunggui dirinya di luar kelas.


"Hallo Mah, apa Bintang ada dirumah?" Tanya Putri tanpa mengucapkan salam.

__ADS_1


"Iya Put tadi pagi Bintang pingsan lagi dan dibawa pulang oleh boduguard yang menjaganya." Jawab Bulan dengan nada serak karena habis menangis.


"Putri kesana ya." Jawab Putri yang terlihat khawatir.


"Iya, hati-hati." Jawab Bulan.


Segera kedua bodyguard menggiring Putri dan Rose ke arah mobil yang tadi mereka bawa.


Rose masih mencerna keadaan ini.


Mama?


Bintang?


Bodyguard?


Kini Putri dan Rose sudah duduk didalam mobil, mereka menuju kediaman Wiratama.


"Put," Panggil Rose.


"Ada apa Rose?" Jawab Putri yang menoleh ke arah Rose.


"Apa hubunganmu dengan Bintang? Kenapa kamu menelfun seseorang memanggilnya Mama? Siapa dua bodyguard ini?" Tabya Rose yang tidak sabaran.


"Satu-satu Rose jika ingin bertanya." Jawab Putri tersenyum.


"Aaa.. aku sangat bingung dengan kejadian hari ini." Jawab Rose dengan nada merengek.


"Aku dan Bintang adalah saudara." Jawab Putri pelan.


Rose hampir tersedak ludahnya sendiri, "Apa, coba ulangi." Ucap Rose dengan pura-pura mengorek telingannya dengan jari kelingking.


"Jorok!" Seru Putri dengan mendorong lengan Rose.


"Kamu jangan bercanda Put, kan aku tahu kamu anak yatim piatu. Bagaimana bisa sekarang bersaudara dengan Bintang?" Tanya Rose yang memperjelas status Putri.


Putri menghela nafas pelan, "Tapi sekarang ceritanya sudah berbeda, ternyata kedua orang tuaku masih hidup." Jawab Putri.


"Jadi, kamu keluarga Wiratama!" Jawab Rose dengan berteriak.


"Ya! Kamu ingin membuatku tuli." Sentak Putri pada Rose.


"Maaf... maaf... aku kaget. Bagaimana bisa kamu sampai dipanti asuhan?" Tanya Rose yang mulai menginterogasi.


"Panjang ceritanya, readers akan protes jika aku mengulang lagi untuk cerita." Jawab Putri pelan.


"Ck, gak asik readersmu." Jawab Rose dengan mengerucutkan bibirnya.


"Sudah sini, aku bisikin. Biar readers tidak dengar." Ucap Putri.


Rose segera mendekatkan telinganya agar dapat mendengar dengan jelas, siapa tahu jika Putri ghibah yang lainnya.


...**...


...Hallo teman-teman, sebentar lagi umat muslim akan memasuki Bulan Suci Ramadha....


...Autor ingin mengucapkan mohon maaf lahir dan batin, jika selama autor berkarya ada salah kata yang menyakitkan hati kalian....

__ADS_1


...Semoga di Bulan Suci Ramadhan tahun ini kita mendapatkan safa'at dari Allah SWT. Amin....


__ADS_2