Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Persiapan Pertarungan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Rex dan Celine tengah duduk di ruang tengah apartemen mereka.


"Gantilah pakaianmu dulu Honey," Ucap Rex yang memandang tubuh istrinya semakin berisi.


"Aku tidak bau kok, sudah sekarang ceritakan semuanya." Jawab Celine setelah mengendus ketiaknya secara bergantian.


Rex segera bangun dan berlalu masuk kedalam kamar, Celine masih setia duduk di sofa dengan merebahkan dirinya.


Terlihat Rex keluar membawa pakaian wanita, Rex duduk di sebelah Celine dan membuat istrinya untuk duduk dengan benar.


"Angkat kedua tanganmu." Perintah Rex.


Celine hanya mengikutinya, Rex segera membuka baju dan membuangnya ke dalam bak sampah.


"Jangan pakai baju compang-camping lagi, seperti habis di gigit anjing saja." Omel Rex dengan mengenakan kaos rumahan milik. Celine.


"Itu trend tahun ini." Jawab Celine mendelik kesal.


"Maksudmu, baju yang hanya menutupi bagian depannya dan belakang di biarkan hanya ada satu atau dua tali? Lebih baik telanjang saja tidak ada bedanya." Ucap Rex sengit.


Celine hanya memutar bolanya malas, "Cepat ceritakan atau aku benar-benar menghajarmu." Ucap Celine yang bersedekap dada.


"Anak Jackson hilang." Ucap Rex pelan.


Celine langsung menegakkan tubuhnya "Apa! Kamu jangan bercanda Rex." Seru Celine kaget.


"Benar, memang anak mereka hilang di culik." Jawab Rex cepat.


"Siapa yang menculiknya, kapan mereka hilang?" Cecar Celine kepada suaminya dengan memegang lengan.


"Kapan terakhir kamu bertemu mereka Honey?" Tanya Rex kembali.


Celine nampak. berfikir, "Mungkin satu minggu yang lalu atau bahkan lebih, aku bertemu si kembar ketika di Rumah Sakit." Jawab Celine dengan mengingat pertemuannya dengan Bintang dan baby twins.


"Saat perjalanan pulang dari Rumah Sakit, mobil yang di tumpangi oleh kedua babysitter di tabrak oleh anak buah Dark. Kini kedua bayi itu ada di dalam genggamannya." Cerita Rex yang menatap lekat kearah Celine.


Celine terpaku mendengar jawaban dari Rex, Celine menghubungkan kejadian yang Rex ceritakan dengan surat yang dia dapatkan beberapa kali.


Apakah itu juga ulah Dark berarti wanita yang gatal itu adalah komplotan dari Dark. Celine menutup mulutnya dengan kedua tangan dengan wajah kagetnya.

__ADS_1


"Ya, kamu benar. Aku dan Jackson tengah menjalankan rencana untuk menjebak wanita itu agar membawa kami kepada Dark." Rex seakan paham apa yang sedang di pikirkan oleh istrinya.


"Ap... apa benar kalian mafia?" Tanya Celine dengan suara yang tercekat.


"Benar." Jawab Rex jujur karena sebelumnya Jackson memberi tahu kan perihal surat, Rex dapat menebak dari pertanyaan yang di ajukan Celine kepadanya.


Air mata Celline luruh, entah kenapa dengan hatinya. Hatinya merasakan takut dan sakit secara bersamaan.


Rex memeluk Celine dengan lembut, Celine semakin terisak dalam pelukan suaminya dia memukul-mukul punggung Rex "Apa kamu tidak takut mati hah! Bagaimana denganku dan anak kita nanti jika kamu celaka, kenapa tidak pernah cerita kepadaku!" Seru Celine yang masih menangis dengan memeluk Rex.


Rex diam sejenak dan melepaskan pelukannya, "Anak? Apa.." Rex mengalihkan pandangannya kearah perut Celine.


"Bodoh! Kamu mengataiku gendut baru saja, bahkan aku sering lemas karena anakmu tetapi kamu tertawa dengan wanita lain di luar sana. Aku akan menghajarmu setelah ini Rex." Jawab Celine menggebu.


Perasaan bahagia memenuhi hati Rex, secara implusif Rex menciumi seluruh wajah istrinya dan tersenyum lebar.


"Maaf, maafkan aku. Kami akan mengakhiri semuanya besok." Jawab Rex yang menatap lekat kearah Celine.


Celine memegang lengan suaminya yang tengah menangkup pipinya, "Apa kamu harus ikut?" Tanya Celine lirih.


"Tentu Honey, Bintang sudah bergerak sendiri tanpa sepengetahuanku maupun Jackson." Rez mencoba menjelaskan situasinya.


Celine terdiam, jika dia di posisi Bintang pasti juga akan melakukan apa saja agar dapat berkumpul dengan anak-anaknya.


"Tentu saja, kami akan selamat dan kembali dengan baby twins." Rex memeluk kembali Celine.


...**...


Hari berganti, hari dimana Bintang akan bertemu dengan Dark untuk pertama kalinya.


Jackson masih setia memantau dari kejauhan mengamati istrinya yang masih berada di dalam mobil.


Rex sudah bersiap-siap, dia mengenakan rompi anti peluru yang sudah di siapkannya karena Celine terus mengingatkannya.


"Honey, aku pergi dulu." Pamit Rex setelah mengecup dahi Celine.


Celine mengangguk, dia mengantarkan Rex di parkiran basemant apartemennya. Celine menatap sendu kearah mobil Rex yang sudah menghilang dari penglihatannya.


"Jack apa kamu sudah siap?" Tanya Rex yang terhubung dari airphone.


"Ya, segera blokade jalan menuju ka arah sini. Kerajaan seluruh anak buah." Perintah Jackson kepada Rex.

__ADS_1


Segera Rex memberikan perintah kepada anak buahnya dan mereka sudah bersiap sejak semalam karena Bintang sudah bergerak.


Bintang yang sudah bangun segera mencuci wajahnya dengan air mineral di dalam mobil, dia tidak ingin terlihat oleh anak buah Dark.


Bintang menatap tajam kearah bangunan tua tersebut, Bintang melingkarkan tas di pinggangnya dan di isi dengan senjata yang sudah dia siapkan.


Terdengar HP Bintang berdering tertera nomer asing yang sangat dia kenal, ya siapa lagi jika bukan Dark.


"Apa kamu menerima tawaranku?" Tanya Dark to the point.


"Aku akan menemuimu, jika kamu mati tentu saja aku tidak akan menerima tawaranmu." Jawab Bintang.


"Oh, baby. Aku tidak akan mati semudah itu." Ucap Dark dengan angkuhnya.


"Jangan panggil aku dengan panggilan menjijikkan itu, apa lagi keluar dari mulutmu!" Tegas Bintang yang menatap tajam kearah bangunan terlihat seorang pria berdiri di balkon.


"Ck... ck... kamu cantik tapi mulutmu kasar sekali baby. Akan aku buat mulutmu itu mendes*ah di bawahku. Aku tunggu kedatanganmu sayang." Ucap Dark sebelum mematikan sambungan telfonnya.


Bintang menggenggam hpnya erat, seakan menyalurkan kebenciannya terhadap Dark.


Sedangkan kini Celine tengah tidak sadarkan diri, setelah mengantarkan suaminya. Celine menuju lift untuk kembali kedalam apartemen.


Baru akan melangkah, dari arah belakang Celine di bekap seseorang dengan menggunakan obat bius hingga akhirnya kesadarannya hilang.


"Ikat wanita itu dan jaga dia, jangan sampai kabur dan bawa kesini." Perintah seseorang dari sebrang telfon.


"Baik," Segera orang tersebut melakukan apa yang diperintahkan oleh bosnya.


Celine di masukkan ke dalam mobil dan membawanya ke gedung XY, ya siapa lagi jika bukan Dark.


Karena cara halus Dark tidak dapat menghancurkan Rex. Maka Dark mengambil langkah lain yaitu menculik istrinya Celine.


"Permainan yang menarik akan di mulai." Ucap Dark dengan di iringi tawanya.


"Sayang, apa kamu senang rencana kita berhasil?" Ucap Mawar bergelayut manja.


"Tentu saja sayang, semua juga berkatmu." Ucap Dark yang mencium Mawar dengan ganas.


Mawar meningkatkan tangannya di leher Dark, dan membalas ciu*man itu dengan tersenyum. Senyum yang penuh arti.


...**...

__ADS_1


...MAAF UP TELAT, AUTHOR SEDANG MENGERJAKAN UJIAN....


...DUKUNG TERUS, TINGGAL SATU BAB LAGI CERITA BINTANG, JACKSON, REX, DAN CELINE....


__ADS_2