Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Pembicaraan diatas ranjang


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sky dan Putri makan dengan tenang, tidak ada pembicaraan yang berarti selama mereka makan.


"Kenapa tanda merahnya sudah tidak ada?" Tanya Sky kepada Putri yang baru sadar jika maha karyanya hilang.


"Oh, ini aku tutupi dengan foundation agar tidak kelihatan." Jawab Putri jujur dengan meraba lehernya.


"Kenapa harus di tutupi, apa kamu malu dengan maha karya yang aku buat untukmu." Jawab Sky mulai posesif.


"Tidak nyaman jika memakai scraft di luar rumah. Apalagi cuaca panas." Keluh Putri pada Sky.


"Alasan, ini dirumah bukan di luar. Kenapa harus di tutupi. Sedangkan tadi aku lihat memakai scraf, apa jangan-jangan kamu ingin menggodaku." Ucap Sky dengan wajah mesumnya.


"Tidak sayang, untuk apa aku menggodamu." Jawab Putri gugup.


"Ayo kita bicarakan hal yang serius setelah ini, aku tunggu di kamar." Ucap Sky dengan bergegas naik ke lantai dua meninggalkan Putri sendirian di dapur.


Putri mengangguk tanpa menjawab, dia berhenti sejenak untuk mencuci piring bekas makanan mereka.


Otak Putri sudah traveling, kenapa membicarakan hal yang serius harus berasa di dalam kamar. Bukankah di ruang TV maupun sekarang juga bisa.


Apa Sky akan membuat tanda lagi di leher jenjangnya, tidak! ini sudah banyak aku tidak mau lagi. Jerit Putri dalam hati.


Sky dengan gelisah duduk dan berdiri kemudian berjalan di dalam kamarnya, dia akan meminta haknya.


Tetapi Sky juga tidak ingin terlalu memaksa Putri jika dia belum siap, setidaknya Sky ingin menjebol gawang Putri agar tidak di ejek oleh Gabriel sialan itu.


"Ayolah Sky, berfikir untuk membujuknya." Gumam Sky pelan.


Satu jam...


Dua jam...


Sky segera berdiri dari kamarnya dan berjalan ke lantai satu, sudah tiga jam dirinya menunggu Putri tetapi tidak masuk ke dalam kamar juga.


Terlihat Putri sedang mengepel lantai, dengan sedikit menunduk di dalam bayangan Sky. Putri saat ini sedang dalam gaya menungging atau biasa (***** *****) gaya favorit sejuta umat.


Sky menjambak rambutnya frustasi, tidak bisa di biarkan lama-lama. Buaya Sky bisa mati kelaparan atau lebih parahnya buaya Sky impoten dini.


"Kenapa kamu malah beres-beres rumah." Ucap Sky dari tengah tangga dengan tangannya yang bersedekah dada karena tengah memakai boxer.


Putri segera menoleh, dia menelan ludahnya susah payah. Apakah aku sudah mulai melayaninya di atas ranjang.

__ADS_1


"Sebentar lagi selesai, aku akan menyusul sayang." Jawab Putri lembut dengan melemparkan senyum.


"Aku beri waktu sepuluh menit, jika tidak segera datang ke dalam kamar jangan salahkan aku." Ucap Sky penuh ancaman.


Putri mengangguk cepat, kemudian Sky berbalik dan menuju kamarnya dengan wajah cemberut sedetik kemudia tersenyum lebar.


...**...


Saat ini, Bintang tengah berbaring di atas kasurnya. Karena setelah pulang dari kampus, dia langsung masuk kedalam kamar dan mengunci diri.


Bintang tidak pernah menyanhka jika Dila, teman yang selama ini dia anggap sahabat merendahkannya.


Jika Bintang dapat mengubah takdir, Bintang ingin sekali mengulang masa lalu agar tidak mengenal pria brengsek itu terlebih Dila.


Bulu mata lentik bergoyang-goyang, kelopak matanya mulai terbuka. Bintang mengerjakan netranya karena terbangun.


Untuk sesaat, masih terasa hening karena Bintang belum bergerak sama sekali. Hanya matanya saja yang saat ini sudah terbuka.


Terdengat suara ketukan pintu dari luar, ternyata adalah Bulan. Mamanya menyuruh Bintang untuk turun makan malam.


"Bintang, ayo makan dulu Nak. Kasihan babymu." Seru Bulan dari luar kamar Bintang.


Masih belum ada jawaban.


Bintang meraba perutnya yang sudah membunci dengan lembut, setitik kristal jatuh dari pelupuk matanya.


"Ayo Nak, nanti kalian sakit. Kasihan bayinya." Seru Bulan lagi yang masih berusaha membujuk Bintang untuk turun.


"Sebentar Mah," Jawab Bintang dengan suara serak karena habis menangis.


Bintang bangun dengan malas, dia berjalan ke arah kamar mandi untuk cuci muka.


"Ya ampun, kenapa bengkak sekali. Aku tidak bisa turun jika kondisi ku seperti ini pasti Papa dan Mama akan khawatir." Ucap Bintang dengan melihat kondisi wajah dan matanya yang sangat bengkak.


Segera Bintang cuci muka dan berjalan keluar kamar mandi, dia segera menelfon lantai satu untuk mengantarkan makanannya di kamar dengan alasan ngidam rebahan.


...**...


Dave terlihat melihat beberapa destinasti wisata yang cukup dekat dengan area kampusnya.


Dengan alibi makan siang selama satu bulan, Dave ingin setiap hari berkencan dengan gadis pujaan hatinya.


Banyak list tempat wisata dan beberapa restoran yang ingin Dave kunjungi dengan Putri saja.

__ADS_1


Bahkan Dave sudah menyiapkan beberapa kado maupun barang yang membangkitkan kenangan masa lalu mereka.


Tenang sayang, meskipun tubuhmu sudah di jamah oleh Sky yang terpenting tidak hamil bukan. Jika kamu hamil kita bisa gugurkan, emm jika membahayakan nyawamu kita bisa besarkan bersama-sama dan kamu harus mengandung anakku juga. Ucap Dave dengan senyum lebar dengan memandang foto Putri dari ponselnya.



...**...


Putri dan Sky sudah duduk bersila di atas kasur, karena kamar Putri sudah di rubah menjadi gudang dalam waktu satu hari.


"Ekhm, kamu ingat. Kita sudah menjalani rumah tangga yang semestinya." Ucap Sky dengan gugup.


"Iya," Jawab Putri singkat.


"Kamu yakin sudah mencintaiku?" Tanya Sky dengan wajah mupeng.


"Tadi pagi sudah aku jawab bukan," Ucap Putri dengan wajah datar.


"Iyaaaa sihh, tapi aku ingin mendengarkannya lagi." Jawab Sky dengan penuh alasan.


Putri memandang Sky heran, "Aku sudah mulai mencintaimu Sky," Jelas Putri.


"Benarkah," Ucap Sky dengan wajah ceria bahkan tubuhnya mencondong ke arah Putri.


Putri sedikit menundurkan badannya karena terlalu dengan wajah mereka.


Cup


Sky mencuri kecupan di bibir tipis Putri secepat kilat, sedangkan yang di cium berkedip cepat karena kelakuan Sky.


Putri menundukkan kepalanya karena merasa malu, pasti wajahnya sudah merah padam seperti kepiting rebus.


"Kenapa kamu menunduk, lihat aku." Ucap Sky dengan menyentuh dagu Putri sehingga membuat wajah Putri sejajar dengan wajah Sky.


Sky segera mencium bibir istrinya yang menggoda tersebut, Putri tidak menolak tetapi tidak memberikan akses kepada Sky.


Sky tidak patah semangat, sebagai mantan casanova banyak jurus yang sudah dia miliki.


Sky menahan tengkuk Putri, dan menggigit kecil ujung bibirnya. Karena merasa kaget dengan perbuatan Sky. Bibir Putri menjadi terbukan dan mendesah pelan.


...**...


...INGAT PUASA WOIII JANGAN DI BAYANGIN....

__ADS_1


...AUTOR UPDATENYA MALAM SAJA KAH...


...MULAI DETIK-DETIK MENG-ANU...


__ADS_2