Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Perkelahian


__ADS_3

...Jangan lupa dukungan untuk autor, tinggalkan like dan komentar kalian....


...Sesajen juga boleh, udah hari Senin nih 😂😂...


Happy Reading 🌹🌹


Terlihat Dave masih memeluk erat tubuh kecil Putri, dia enggan melepaskannya.


Perasaan yang sekian tahun dia tahan, kerinduan yang sudah membeku. Kini dia akan curahkan seluruhnya.


Putri masih menangis terisak didalam pelukan pria yang sudah dia tunggu sekian tahun lamanya.


Seakan takdir mempermainkan Putri, terjebak pernikahan dengan pria asing. Dipertemukan dengan keluarganya, di buru seseorang yang menginginkan kematiannya.


Dave tidak kuasa menahan tangis, mereka terlihan terduduk di atas tanah yang gersang itu.


Terlihat matahari sudah akan kembali ke peraduannya, dan di gantikan oleh rembulan.


Dave melepaskan, dan melihat wajah gadis yang dia dambakan. Ibu jarunya menghapus sisa air mata yang membasahi pipinya.


"Maafkan kakak." Ucap Dave lirih.


Putri mengangguk cepat bahkan air matanya kembali menetes, dia langsung memeluk tubuh Dave lagi.


Hatinya sedang rapuh saat ini, dia membutuhkan sandaran. Putri yang sudah mulai mencintai suaminya harus menerima kenyataan pahit dengan kedatangan seorang wanita yang mengaku tengah hamil anak hasil hubungan badan mereka.


Semakin hancur sudah hatinya saat ini, terlebih datangnya pria masa lalu Putri. Selama ini yang dia nantikan kehadirannya, ternyata selama ini berada di dekatnya.


...**...


Sedangkan saat ini Sky, tengah murka di dalam ruangannya.


Setelah Sky keluar dari cafe tadi siang, segera dia berlari untuk mengejar kepergian Dave dan Putri.


Tetapi bagaikan semesta mendukung pertemuan keduanya, Sky tidak dapat mengikuti mobil Dave.


Terlihat ruangan Sky yang sudah porak-poranda, Gabriel hanya dapat menghela nafas.


Dia juga frustasi dengan keadaan keduanya, terlebih bosnya. Kenapa dia tidak menghindar atau menolak wanita lain yang meneluk tubuhnya di hadapan istrinya.


"Bagaimana Brie?" Tanya Sky dengan dada yang naik turun dan nafas yang memburu.


"Belum ada informasi tuan," Jawab Briel yang belum mendapatkan kabar dari pihak kepolisian.


"Mereka becus bekerja tidak hah!! Sudah berapa jam mereka mencari keberadaan satu mobil saja!" Seru Sky yang menatap nyalang ke arah Gabriel.


"Maaf Tuan, kita harus mengukutu prosedur dari kepolisian. Sebentar lagi pasti akan mendapatkan hasilnya." Jawab Briel dengan tenang.


"Aargggghhhhh!!!" Sky berteriak dengan menjambak rambut belakangnya.


"Bagaimana jika Putri tahu jika Dave adalah pria yang selama ini dia tunggu Briel, aku ingat pertama kali menciumnya dia menangis. Pasti dia menunggu Dave, bagaimana jika Putri lari kepelukan Dave, Briel. Bagaimana!!!" Teriak Sky yang sudah menangis di hadapan asistennya.


Untuk pertama kalinya, dia menangisi seorang wanita selain Mamanya.


Gabriel tertegun, melihat Sky menangisi seorang wanita.

__ADS_1


Keterkejutannya tersadar dengan suara notifikasi masuk di Hpnya.


"Tuan, keberadaan Nona sudah temukan. Mereka ke arah panti dimana Nona Putri di besarkan." Jelas Gabriel.


Segera Sky berlari keluar ruangannya, Gabriel segera mengikutinya. Karena hari akan beranjak petang.


Terlihat Sky dengan tampang acak-acakan, sungguh wibawanya terjatuh dengan tampilannya.


Jika sampai Sky sadar dengan tampilannya saat ini, Gabriel yakin dia akan pingsan.


Mata sembab dan wajah berminyak, rambut tidak tertata rapi, lengan kemeja yang di gukung sampai disiku, dasi yang sudah kendor dan dua kancing meja terbuka.


Sky langsung menyambar kunci di tangan Gabriel, dia tidak sabar untuk menjemput istrinya.


Gabriel gelagapan, dengan segera dia masuk di kursi penumpang. Dia langsung memasang seat belt dan berpegangan di gagang pegangan dalam mobil.


Sky melajukan mobilnya dengan kecepatan maximal. Sedangkan Gabriel yang berada di belakang segenap jiwa merapalkan seluruh doa yang dia ketahui.


Tubuh Gabriel seakan terombang-ambing, bukan di lautan namun di jalan raya.


Sky bagaikan pembalap profesional dadakan.


Setelah melalui senam jantung, mobilbyang di kendarai Sky masuk ke area taman.


Karena sinar mobil asing yang datang, membuat kedua manusia berbeda lawan jenis menyipitkan matanya untuk mengetahui siapa yang tengah datang.


Terlihat seorang pria yang bertubuh tegap dan gagah keluar dari dalam mobil dengan terburu-buru.


Langkahnya semakin mendekat ke arah mereka, tetapi Putri maupun Dave masih belum mengetahui siapa pria tersebut karena silau lampu mobil.


"Sayang," Ucap Sky dengan nafas memburu.


Putri sekian detik menegang, tetapi sekilas kejadian tadi siang terlintas di ingatannya.


"Pergilah," Jawab Putri dingin.


"Sayang, maafkan aku. Aku bisa jelaskan." Ucap Sky yang sudah memegang pergelangan tangan istrinya.


Putri menghempaskan tangan Sky dengan kasar, dengan segera dia berdiri dari duduknya.


"Apa lagi yang akan kamu jelaskan! Tentang keberhasilanmu menghamili wanita lain?" Jawab Putri dengan nada sinis.


"Bukan! Dia hamil bukan anakku, percayalah sayang." Ucap Sky dengan nada bergetar.


Bukan ini yang dia rencanakan, membuat wanita yang dia cintai sakit hati.


"Apa kamu pikir, bayi bisa tumbuh dengan sendirinya jika tidak ada sumber bibitnya!" Seru Putri yang sudah menangis.


Hatinya sangat sesak, kenapa ketika dia akan mencoba menggapai kebahagiaan. Lagi dan lagi, takdir seakan enggan untuk memberinya kesempatan menggapainya.


"Benar aku dulu pria brengsek! Tetapi setelah mengenalmu aku tidak pernah lagi berhubungan dengan wanita manapun!" Teriak Sky yang merasa frustasi dengan keadaan.


Dave yang melihat pertengkaran mereka hanya diam dengan wajah datarnya.


"Tuai perbuatan yang sudah kamu lakukan selama ini. Didalam kandungan wanita itu tumbuh benihmu, bertanggung jawablah." Ucap Putri dengan nada gemetar.

__ADS_1


Sky menggeleng, "TIDAK! Aku tidak akan pernah bertanggung jawab atas apa yang bukan milikku." Ucap Sky penuh penekanan.


"CUKUP! Lepaskan Putri dan berbahagialah dengan wanita tersebut Sky." Ucao Dave menyela perdebatan keduanya.


Sky menatap tajam kearah Dave, rahangnya mengetat dan tangannya terkepal kuat.


Buk


Suara hantaman terdengar, Sky memberikan bogem ke wajah Dave.


"Kamu tidak perlu ikut campur urusan rumah tanggaku Dave." Ucap Sky penuh penekanan.


Dave meraba sudut bibirnya, terlihat berdarah. Tanpa ba bi bu Dave membalas hantaman Sky.


"Tidak akan Sky! Semua akan kembali pada tempatnya!" Seru Dave pada Sky dengan menatap tajam.


Sky menarik kerah kemeja Dave dengan tatapan nyalang, "Apa makhsud ucapanmu." ucap Sky dingin.


"Jangan pura-pura bodoh Sky, bagaimanapun Putri adalah jodohku sejak kecil." Jawab Dave dengan kekehan kecil.


Sky yang tidak terima ucapan Dave, secara membabibuta memukul wajah Dave.


Terjadilah ajang perkelahian antara kedua pria tersebut.


Bagaikan dua singa jantan yang memperebutkan satu singa betina


Putri berteriak untuk menisahkan keduanya, sedangkan Gabriel masih sibuk dengan aksi muntah-muntahnya.


Setelah Sky memarkirkan mobilnya, Gabriel langsun turun dan mengekuarkan seluru isi perutnya.


"Kak Gabriel!!" Seru Putri.


Gabriel menoleh, dengan sisa tenaganya dia mendekat kearah kedua pria yang sudah menyengsarakan hidupnya hari ini.


Gabriel berusaha memisahkan mereka, tetapi justru dirinya yang terkena pukulan. Beberapa kali mencoba hasilnya nihil.


Gabriel memejamkan matanya "BERHENTI!!!!" Suara Gabriel menggelegar.


Seketika gerakan Sky yang akan menghajar Dave yang berada di bawah tubuhnya terhenti.


"STOP! Jika kalian masih ingin berkelahi aku akan pulang dengan Putri. Ayo Putri kita pergi, tinggalkan kedua pengacau ini." Briel langsung menyeret Putri untuk masuk kedalam mobil Sky, dan pergi meninggalkan area taman.


...**...


Halo ini autor.


Maaf readers bab kedua telat up, satu hari ini autor tidak sempat bermain Hp.


Autor sibuk dengan pekerjaan kantor yang menumpuk.


Maaf yang sudah menunggu lama.


...**...


PROMO NOVEL

__ADS_1


SILAHKAN MAMPIR NOVEL TEMAN AUTOR, SELAGI MENUNGGU BAB SELANJUTNYA.



__ADS_2