
Happy Reading 🌹🌹
"Mama... Tante... Putri dan Kak Sky dimana?" Tanya Bintang yang baru saja turun dari lantai dua.
"Tidak tahu sayang, bagaimana kandunganmu?" Tanya Ambar pada Bintang.
"Mereka sehat tan," Jawab Bintang dengan mencium pipi kanan dan kiri Ambar.
"Apa mereka menyusahkanmu beberapa hari Mama tinggal di Rumah Sakit sayang?" Tanya Bulan pada putrinya.
"Tidak Mah, mereka anak-anak yang baik." Bintang sudah duduk di sebelah Mamanya.
"Kenapa banyak bunga dirumah ini? Apa kalian akan mengadakan pesta penyambutan kepulangan Putri?" Tanya Ambar yang melihat sekeliling banyak vas berisi berbagai jenis bunga.
"Tidak Mbar, Bintang selama beberapa akhir ini ngidam untuk merangkai bunga." Jelas Bulan pada sahabatnya.
"Ngidam yang sangat bagus, tidak menyusahkan Mamanya." Ucap Ambar dengan tersenyum.
Ambar pernah hamil Sky, tahu susahnya melewati masa-masa kehamilan. Dari ngidam, pegal, dan sakitnya melahirkan.
Beruntung, Bintang di kelilingi oleh orang-orang yang baik dan juga menyayanginya. Ambar tidak dapat membayangkan jika Bintang waktu itu di usir oleh Bulan dan Doni karena terbukti dia bukan anak kandung mereka.
"Tapi Mah, Bintang selama ini tidak membeli bunga-bunga itu. Ada seseorang yang mengirimnya secara diam-diam dan sudah ada di kantor pos satpam." Ucap Bintang menyela ucapan Mamanya.
Ambar dan Bulan saling bertatapan kemudian dialihkan kepada Bintang yang masih duduk di sofa.
"Apa kamu memiliki penggemar rahasia Bin?" Tanya Ambar menyelidik.
Bintang menggeleng, dia sendiri juga tidak tahu perihal penggemar rahasia. Apa mungkin ada penggemar rahasia secara Bintang tengah hamil besar seperti ini.
"Sudah jangan di pikirkan sayang, nanti Mama hubungi Papa agar memasang CCTV di setiap sudut rumah mulai sekarang." Ucap Bulan yang tidak ingin Bintang terganggu dengan orang yang menurutnya tidak penting itu.
...**...
Disisi lain, Putri dan Sky sudah sampai di villa yang sudah di bicarakan sebelumnya.
Putri berdecak kagum, pemandangan dari kamar yang mereka tempati di vila itu langsung menuju ke arah pantai.
Terlihat deburan ombak dan juga air laut yang berkilauan karena pantulan sinar matahari. Seakan membuatnya seperti kilauan berlian.
"Suka sayang?" Tanya Sky yang sudah memeluk Putri dari belakang.
Putri mengangguk, seakan dia masuk kedalam sebuah film yang selalu dia tonton sendirian di saat Sky meninggalkannya dinas keluar kota dan luar negeri.
__ADS_1
Sky mengecup pipi istrinya dan menelusupkan wajahnya di ceruk leher Putri untuk menghiruo aroma yang selalu Sky rindukan.
"Apa disini ada makanan, aku lapar mas." Cicit Putri malu-malu.
Mendengar kata lapar dari mulut istrinya membuat Sky tidak percaya, bagaimana bisa Putri menjadi banyak makan. Padahal mereka tadi sudah singgah di warung pinggir jalan karena Putri ingin makan jengkol.
"Kamu lapar lagi sayang?" Tanya Sky memastikan pendengarannya.
Putri mengangguk, "Aku sangat lapar." Ucap Putri dengan wajah memelas.
"Ayo kita makan, ingin makan apa? Spagetty, Pizza, Steak, atau yang lain." Ucap Sky dengan menyebutkan beberapa makanan yang biasanya dia makan.
Putri menggeleng, "Aku ingin makan ayam geprek dengan pete goreng dan sambel kemangi." Jawab Putri penuh semangat.
Sky menaikkan alisnya sebelah, apa itu sambel kemangi. Kemangi saja Sky tidak tahu.
"Sayang, tapi kita mencari kemana jenis makanan itu." Ucap Sky frustasi.
"Aku ingin Mas yang memasaknya sendiri, ayamnya harus Mas yang menangkapnya kemudian mengolahnya." Jawab Putri penuh harap.
Rahang Sky seakan terjatuh, bagaimana bisa dia menangkap ayam hidup. Mereka juga sedang di pinggir pantai yang ada hanya hewan laut.
"Tapi sayang, mana mungkin disini ada ayam hidup. Lebih baik makan yang lain dulu ya, ada belut buntung, sup ikan hiu, sate ikan kembung, soto batok kerang... ayo mau pilih yang mana?" Bujuk Sky agar Putri melupakan dirinya yang menangkap ayam.
Sky menyusul langkah istrinya dengan cepat, dia menarik pergelangan tangan Putri. Terlihat istrinya sudah menangis dengan mata dan hidung yang merah.
"Jangan menangis sayang, yasudah ayo. Kita tanya dulu ke penjaga vila apakah disekitar sini ada yang memelihara ayam." Bujuk Sky kepada istrinya agar tidak menangis.
Dengan sesenggukan Putri mengangguk pertanyaan dia menyetujui usul dari suaminya.
"Mang, disini ada yang memelihara ayam tidak. Istri saya ngidam ingin makan ayam geprek." Tanya Sku kepada penjaga.
"Warung di ujung jalan sana ada yang jual ayam geprek tuan," Jawab penjaga vila dengan menunjuk arah jalan yang di maksud.
"Masalahnya, saya sendiri yang harus menangkap ayamnya mang." Jawab Sky dengan menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
Penjaga vita itu hampir saja terbahak mendengarkan ucapan dari Sky, "Saya memiliki ayam tuan, jika tuan dan nyonya mau saya antarkan ke gubuk saya." Jawab penjaga vila menawarkan ayam peliharannya.
Bagaikan mendapat ayam runtuh, segera Sky menyetujuinya dan segera menuju kerumah penjaga vila.
Menempuh perjalanan kurang lebih sepuluh menit, terlihat rumah sederhana dengan kandang ayam dan angsa di belakang rumahnya.
"Nah ini tuan ayam-ayam saya, bebas tuan dan nyonya menginginkan ayam yang mana saja." Ucap penjaga vila yang tidak melarang Sky menangkap ayamnya.
__ADS_1
Mata Putri bersinar cerah, dalam pandangannya saat ini ayam-ayam hidup itu menjadi ayam goreng yang berjalan kesana kemari.
"Mas, aku ingin ayam yang paling besar itu." Tunjuk Putri pada seekor ayam jago yang terlihat garang.
Sky menelan ludahnya susah payah, dia saja belum tentu sanggup menangkap ayam-ayam kecil itu apalagi yang diminta istrinya adalah ketua gangster per-ayaman itu.
"Tuan hati-hati, itu jagonya sangat galak. Ayam itu tidak segan-segan mematuk orang, lebih baik tuan gunakan sepatu bot ini dan juga jaket tuan agar tidak langsung terkena kulit." Jelas pemilik ayam tersebut.
Semakin menciut nyali Sky setelah mendengar ucapan penjaga vila itu, ya Tuhan ampuni dosa-dosaku selama ini. Gumam Sky dalam hati.
"Ayo mas cepat," Seru Putri yang melihat suaminya berdiam diri saja.
"I... iya sayang, sayang sebelumnya aku minta maaf ya. Jika aku tidak bisa kembali kamu jangan bersedih... ini dompetku password nya adalah tanggal pernikahan kita." Ucap Sky seakan tengah bertugas dalam medan peperangan.
Putri menerima dompet tebal itu dengan senang hati, sedangkan pemilik vila sudah menyingkir karena tidak tahan ingin tertawa mendengan ucapan Sky.
Didalam kandang, terlihat Sky tengah mengejar-ngejar ayam jago tersebut, sedangkan Putri menyemangatinya dari luar kandang.
"Ayo sayang cepat!! Aaaaa..... itu... itu sayang dekat sekali." Seru Putri yang seakan dia memainkan game PS.
Kini Sky tengah menjadi tontonan anak-anak dan para tetangga penjaga vila, mereka bahkan ada yang merekam Sky yang tengah mengejar-ngejar ayam jago.
Segera media sosial di gemparkan dengan video Sky VS ayam jago, dengan judul pria tampan mengejar ayam jago.
Tidak sering pula Sky berteriak karena di patuk oleh ayam jago tersebut, hingga akhirnya ayam jago itu ditangkap oleh Sky.
"Aku berhasillll..." Seru Sky dengan mengangkat ayam jago itu di atas dengan kedua tangannya.
Putri yang melihat meloncat kegirangan di luar kandang dengan senyum yang sangat bahagia.
Sedangkan di kediaman Wiratama dan se antero kota, dibuat tertawa terbahak dengan video amatir yang beredar di dunia dunia maya.
Bahkan Gabriel menyemburkan kopi yang tengah dia minum agar tidak mengantuk, sekian detik dia tertawa terpingkal-pingkal melihat bosnya sengsara.
Tidak berbeda pula keadaan di kediaman Wiratama, ketiga wanita itu bahkan sampai mengeluarkan air mata karena terlalu banyak tertawa.
"Aduh.... Mah pipi Bintang pegal karena banyak tertawa." Ucap Bintang yang masih tergelak kencang.
...**...
PROMOSI
__ADS_1