Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Aku Tidak Mengizinkanmu Mati


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di dalam kamar dengan nuansa putih terlihat seorang gadis dengan mengenakan baju hamilnya tengah menempelkan salah satu telinga di pintu kamarnya.


"Ishh... Papa dan Mama berbicara apa sih dengan Jackson. Tidak mungkin jika Papa menghajarnya bukan atau menggantungnya di pohon cabai?" Gumam Bintang yang kesal karena hanya suara-suara yang kurang begitu jelas dia dengar.


Sejak semalam Bintang merasa tubuhnya kurang enak badan dan puncaknya tadi pagi, ketika dia dipanggil untuk turun sarapan tetapi tidak ada jawaban darinya.


Sehingga Doni dan juga dua penjaga mansion mendobrak pintu kamar Bintang dengan. paksa, terlihat tubuh yang mengigi, keringat dingin sebesar jagung, dan wajah yang pucat.


Salah satu maid segera menelfon dokter pribadi untuk segera datang, beruntung Bintang hanya demam biasa dan di beri vitamin untuk memperkuat imun tubuhnya.


Setelah kepergian dokter, Doni berjalan mendekat kearah Bintang sembari berkata "Papa akan bertemu dengan pria itu, dan akan Papa hajar hingga mati jika membuatmu sakit dalam waktu yang lama." Doni kemudian melenggang pergi dari kamar Bintang.


Bintang terpaku dengan ucapan Papanya, dia meremaaas selimut tebal yang tengah menutup hingga sebatas dada.


"Lihat Bintang, banyak yang menyayangimu. Mama yakin Jackson bahkan rela mati di tangan Papa saat ini." Ucap Bulan yang masih duduk di pinggir kasurnya.


"Mama akan mengundang Jackson datang ke mansion, jika kamu ingin bersamanya makan keluarlah... namun jika kamu tidak ingin melihatnya lagi jangan pernah membuka pintu kamarmu sedikitpun." Lanjut Bulan lagi.


Bulan kemudian mengecup dahi Bintang dan berlalu dari kamar tersebut untuk menemani suaminya sarapan.


Bulan memerintahkan maid untuk membawa sarapan milik Bintang di dalam kamarnya, sedangkan kini pintu kamar Bintang juga sudah selesai di perbaiki.


"Tenang anak-anak Momy, kita akan membuka pintu ini sedikit saja agar dapat mendengar suara di bawah sana... ya hanya sedikit bukan berarti Momy ingin bersama Dady bukan." Ucap Bintang kepada kandungannya.


Dengan perlahan, Bintang membuka pintunya dan duduk bersandar di dinding antara celah pintu tersebut.


"Foto... bersama wanita?? Siapa? Cih, lihat Dady kalian. Dia tertangkap basah foto bersama perempuan lain." Ucap Bintang dengan wajah sendu mengelus perutnya.


...**...


"Tapi saya menolaknya, bahkan saya memberitahukannya kepadanya jika saya akan melamar Bintang." Jawab Jackson dengan menatap kedua wanita Bintang secara bergantian.


"Jackson, tidak ada pertemanan antara wanita dan pria tanpa melibatkan perasaan. Jika kamu bersama Bintang di masa depan, bagaimana jika wanita itu datang lagi?" Tanya Bulan pelan.


"Kami hanya berteman, tentu saja tidak akan mempengaruhi hubunganku dan juga Bintang."

__ADS_1


Rex dan Doni yang mendengar ucapan Jackson mendengus kesal, apa pria didepannya ini tidak paham maksud ucapan dari Bulan. Tentu saja Bulan menginginkan Jackson tidak berhubungan dengan wanita lainnya meskipun seorang teman.


"Dasar pria bodoh!" Sarkas Doni pada Jackson.


Doni berdiri dan memanggil Jackson untuk berdiri di hadapannya, "Kemari kamu!" Seru Doni.


Jackson segera berdiri dan melangkah ke arah Doni.


Kini Jackson sudah berdiri tepat di depan Doni, "Apa kamu mencintai Bintang?" Tanya Doni tegas.


"Ya, saya mencintainya." Jawab Jackson tidak kalah tegas.


Bug


Satu pukulan mendatar di pipi Jackson, Rex dan Bulan tidak kaget. Kini Bulan sedikit melirik ke arah tangga tepatnya di depan pintu Bintang.


"Berdiri, apa kamu menginginkan Bintang dan anak-anaknya?" Tanya Doni lagi.


"Ya, saya ingin bersama mereka." Jawab Jackson mantap.


Bug


Doni segera mengambil tongkat golfnya dan menghajar habis Jackson.


"Kamu menginginkan anakku dan kedua cucuku, tetapi kamu tega meninggalkan mereka menderita disini sendiri. Bahkan dengan bahagianya kamu bertemu dengan perempuan lain, sedangkan Bintang berusaha mempertahankan kandungannya. Mati saja kau!!!"


"Papa!!!" Teriak Bintang yang sudah tidak kuat melihat Jackson mendapatkan pukulan dari Papanya.


Bintang terus menguping pembicaraan di bawah sana, bahkan ketika Jackson di berikan pertanyaan oleh Papanya. Ada perasaan bahagia dan sedih secara bersamaan, bahagia ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan sedih karena harus ada wanita lain di antara mereka.


Bintang tersentak kaget karena mendengar suara Bulan yang mulai histeris, bahkan Rex sempat memohon untuk menghentikan Doni.


Dengan perasaan yang berdegup kencang, Bintang memberanikan diri untuk melihat lebih jelas apa yang terjadi di luar sana.


"Baby twins do'akan Momy dan Dady ya." Ucap Bintang yang kini sudah berdiri.


Bintang melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya, Doni mendengar suara pintu terbuka dia semakin membabi buta memukul Jackson.

__ADS_1


Bintang terbelalak kaget dengan pemandangan di luar sana, matanya berkabut dan hatinya sakit melihat pria yang sudah terkapar tidak berdaya di lantai.


Melihat Papanya akan memukul lagi tanpa sadar Bintang berteriak, dengan sedikit tergesa-gesa dia menuruni anak tangga.


Jackson yang melihat Bintang turun dengan susah payah, bahkan terlihat air mata pada wanita dia cintai membuat Jackson tersenyum.


"Bintang... Bintang... akhirnya kamu datang sayang." Gumam Jackson lirih.


Bintang melangkah mendekat tetapi mata Jackson sudah tertutup rapat dengan menitikan air matanya.


"Jackson!!! Bangun Jack, aku tidak mengizinkan kamu mati terlebih dahulu. Jackson!!!." Seru Bintang yang menopang kepala Jackson di pahanya.


Dengan posisi bersimbuh Bintang mencoba membangunkan Jackson, "Mama... Papa... tolong Jackson." Ucap Bintang dengan nada memohon.


"Biarkan dia mati, kamu bahkan tidak mencintainyakan sayang." Ucap Doni yang masih memegang tongkat golf.


Bintang menggeleng cepat, bahkan airmatanya semakin deras keluar dari mata indahnya.


"Papa... Bintang mohon, selamatkan Dady dari baby twins." Ucap Bintang memohon.


"Jika hanya karena masalah Dady dari bayi-bayimu, Papa akan menjodohkanmu dengan anak dari rekan kerja Papa." Jawab Doni lagi.


"Tidak Pah, Bintang hanya mencintai dia... Bintang mohon Pah, Mah... tolong Bintang dan Jackson." Ucap Bintang yang beralih memohon kepada Mamanya.


Bulan mengangguk, segera menyuruh Rex untuk membawa Jackson ke kamar Bintang. Segera Bulan memanggil dokter pribadi dengan membawa peralatan Rumah Sakit.


Bintang segera berjalan menyusul Rex menuju kamarnya, dengan memandang tubuh pria yang babak belur tanpa permisi Bintang menangis lagi.


Dokter dan beberapa suster yang sudah datang dan menyiapkan peralatan untuk pemeriksaan Jackson sudah siap, tenaga medis sempat shock melihat keadaan pasien bahkan sangat dokter juga tidak luput dari rasa keterkejutannya.


Tetapi mereka harus bersikap profesional, dengan cekatan dan telaten dokter memerikasa keadaan Jackson, dilakukan ronsen juga beruntung tidak ada tulang yang patah.


"Bagaimana dok keadaan suami saya?" Tanya Bintang tanpa sadar.


Orang-orang diruangan itu terkejut dengan ucapan Bintang, termasuk Rex. Tetapi Rex tersenyum tipis "Lihatlah Jack, wanitamu bahkan mencintaimu sama besarnya cintamu kepadanya." Ucap Rex dalam hati.


...**...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan votenya temen-temen...


__ADS_2