
...Jangan lupa like dan komentarnya....
...Beri rating lima untuk novel autor ini....
Happy Reading 🌹🌹
Setelah Rose pergi, kini tengah duduk Putri dan Grace yang saling berhadapan.
Keheningan sejenak menemani mereka, hingga datang seorang pelayan yang datang menyajikan minuman pesanan Grace.
"Ada apa Nona menemuiku?" Tanya Putri sopan.
"Baiklah, aku tidak akan banyak berbasa-basi. Tinggalkan Sky." Ucap Grace dengan nada serius.
Putri melebarkan matanya, "Apa aku tidak salah dengar? Kenapa aku harus meninggalkan suamiku." Jawab Putri dengan melempar pertanyaan kembali.
Grace menyerahkan isi chatting-nya dengan Sky, selama ini. Putri segera menerima dan membacanya.
Mata hitamnya bergerak lincah membaca kata demi kata uang tertera di dalam chat tersebut, tidak lupa juga waktu kapan mereka melakukan chat.
Mata Putri memanas, baru satu hari lalu Sky menginginkan pernikahan seperti pasangan normal lainnya.
Baru tadi pagi mereka sudah selayaknya pasangan yang tengah mencoba PDKT.
Dengan tangan gemetar, dia meletakkan Hp dan meremas tangannya di bawah meja.
Sejenak dia memejamkan mata, bagaikan belati menembus jantungnya. Dia sudah benar-benar jatuh hati kepada suaminya.
"Itu hanya chat dari masa lalu." Ucap Putri dengan tenggorokan yang tercekat dan bergetar.
"Memang benar, ini chat masa lalu. Tapi kamu lihat... ini adalah masa depan kami." Jawab Grace dengan menjeda ucapannya dan mengelus perut buncitnya.
Bagaikan di hantam batu, bahkan saat ini Putri merasa ingin pingsan dan berharap semuanya mimpi.
"Itu urusanmu dengan suamiku, kamu datang ke sini untuk meminta pertanggung jawaban dariku. Padahal kalian yang melakukannya." Jawab Putri tajam.
Grace mengepalkan tangannya, bagaimana bisa gadis di depannya membalikkan ucapannya.
"Sky terlalu lama, aku sudah berusaha menemuinya tetapi dia menolak kenyataan. Maka dari itu, aku datang menemuimu." Jelas Grace dengan memendam kekesalannya.
Putri tersenyum sinis ke arah Grace, "Suamiku saja tidak mengakui anak dalam kandunganmu, dan kamu berharap aku juga akan percaya." Jawab Putri yang mencoba kuat di dapan wanita dewasa tersebut.
Tanpa mereka berdua sadari, seluruh ucapan mereka di dengar oleh Dave.
__ADS_1
Karena posisi duduknya yang memunggungi Putri, sehingga tidak ada yang mengenalinya.
Terlebih lagi, ketika Dave masuk ke dalam cafe. Putri tidak melihatnya karena kedatangan Grace.
Tersungging senyum lebar yang tercetak jelas di wajah Dave, dia menyesap sedikit kopi pahit yang dia pesan.
Entah apa yang tengah dia rencanakan saat ini, yang jelas. Dia akan mengambil Putri dari sisi Sky tanpa menyakiti siapapun.
Sedangkan kini terlihat Putri telah berdiri dan membawa barang-barangnya, "Aku harap Anda menyelesaikan sendiri dengan suamiku." Jawab Putri sopan.
Putri melangkah pergi melewati Grace, dengan mengumpulkan keberanian. Grace segera berdiri dan menghadap ke arah Putri.
"Tolong, tinggalkan suamiku! Aku sedang mengandung buah hati kami, aku tahu kamu begitu mencintai suamiku. Kendati begitu, itu hal yang tidak pantas." Ucap Grace dengan suara keras.
Putri yang sudah memegang gagang pintu cafe berhenti membeku, terdengar bisik-bisik para pengunjung yang memandang sinis dan jijik di hadapan Putri.
"Ck, kasihan sekali istrinya."
"Masih muda tetapi belajar menjadi pelakor."
"Aku yakin, dia hanya gadis miskin yang ingin cepat kaya."
"Apa dia tidak memiliki hati, istri dari selingkuhannya sedang hamil."
Putri melepaskan pegangannya dan berbalik menghadap Grace dengan pandangan yang tidak terbaca.
Terlebih dia melihat Sky yang berjalan dengan cepat bersama Gabriel menuju cafe tersebut.
"Lihat, bahkan kamu menghubungi suamiku untuk melihat pertengkaran kita. Aku ingin berbicara denganmu baik-baik, masa depanmu masih panjang. Tolong tinggalkan suamiku demi anak-anakku." Ucao Grace dengan disertai tangis pulu.
Sky menatap nyalang ke arah Grace, Grace yang melihat Sky akan marah segera menghambur ke pelukan pria tersebut.
"Aku akan memaafkanmu sayang, ini demi buah hati kita. Aku akan memaafkanmu." Ucao Grace.
Putri yang melihat Sky hanya diam saja, menatap nanar kearah pria tersebut.
Bagaimana bisa dia tidak membela istrinya sendiri, bahkan tubuhnya di peluk oleh wanita lain dia tidak menolak.
"Sungguh menjijikkan." Desis Putri dengan menatap tajam keduanya.
Tiba-tiba pandangan Putri gelap, dia bukan pingsan. Melainkan Dave menutup bagian kepala Putri denfan jasnya.
"Ayo kita pergi." Ucap Dave dengan memeluk pundak Putri yang sudah bergetar.
__ADS_1
Sky menatap tajam kearah punggung Dave serasa ada leser di matanya, dan melubangi punggungnya.
Sky melepaskan tangan Grace secara kasar, "Ingat perjanjianmu, kau merelakan nyawamu dengan bayi yang bukan anakku!" Ucap Sky penuh penekanan.
Tubuh Grace membatu, dia hampir lupa dengan perjanjian mereka berdua.
"Sayang, apa kamu lebih gadis itu daripada aku istrimu yang tengah mengandung anakmu!" Seru Grace pada Sky.
Banyak para pengunjung semakin panas membicarakan pertengkaran tersebut, tidak lupa juga aksi memvideo dan memotrek kejadian tersebut.
"Briel, segera selesaikan masalah ini." Perintah Sky yang segera meninggalkan cafe tersebut.
Sky langsung masuk kedalam mobilnya dan mencari keberadaan istrinya yang dibawa kabur oleh Dave.
Gabriel segera semua orang yang merekam video tersebut untuk menghapusnya, jika sampai tersebar di dunia maya akan di tuntut ke meja hijau.
Seluruh pengunjung segera menghapusnya, mereka tahu tengah berurusan dengan siapa. Lebih baik mereka pura-pura lupa ingatan daripada tidak dapat hidup di kota tersebut.
Gabriel kemudian menghadap ke arah Grace, dia memasang wajah datar dan dingin.
"Nona, Anda sudah melakukan kesalahan besar. Aku harap Anda sudah siap dengan konsekuensinya." Ucap Gabriel yang langsung melenggang pergi meninggalkan cafe tersebut tanpa menunggu jawaban Grace.
Grace hanya menghentakkan kakinya pelan, dia sangat kesal.
Dia menatap sekelilingnya, segera dia mengambil tas dan pergi dari cafe tersebut untuk pulang ke apartemennya.
Satu jam yang lalu.
Gabriel mendapatkan telfun dari mata-mata mereka, yang melaporkan jika Grace tengah masuk ke dalam cafe dan bertemu dengan Putri.
Briel segera memberitahu Sky, ketika mereka akan berangkat. Sesil mengingatkan jika ada rapat penting dengan perusahaan luar negri sehingga tidak dapat di tunda.
Selama perjalanan rapat, Sky tidak fokus dengan topik pembicaraan selama rapat. Dia dengan mudah langsung menyetujui kerjasama tersebut, dan membubuhkan tanda tangannya.
Setelah tamu dari luar negeri pergi, tanpa menunggu lama segera Sky berlari menuju basemant yang di ikuti oleh Gabriel di belakangnya.
Dengan kecepatan tinggi, Gabriel mengendarai mobilnya. Bahkan beberapa kali dia di maki-maki oleh pengendara yang lainnya karena aksi ugal-ugalan tersebut.
Sky yang di belakangnya, tidak memperdulikannya. Terpenting saat ini dia segera sampai untuk menghadang Grace agar tidak bertindak lebih jauh lagi.
...**...
PROMOSI NOVEL
__ADS_1
SILAHKAN MAMPIR SELAGI MENUNGGU UP BAB YANG AKAN DATANG