Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Baby Mikayla


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Tangis bayi menggelegar memekakkan telinga di ruangan dengan suasana lembab dan remang-remang itu.


"Si*al, hentikan tangisan bocah itu!" Seru Dark kepada babysitter Louise.


"Dia haus Tuan dan Tuan Muda tidak mau meminum susu formula ini." Jelas babysitter yang berusaha menenangkan bayi Louise.


"Sum*pal mulutnya dengan apapun yang penting dia tidak berisik!" Jawab Dark masa bodoh.


Babysitter mengangguk cepat, dia takut jika sampai Louise mendapatkan kekerasan. Babysitter lebih rela dirinya dihajar yang penting Louise selamat.


Babysitter Louise menimang dengan pelan didalam hati dia menangis memanjatkan do'a agar Tuhan menyelamatkan semuanya dari pria jahat sejenis Dark ini.


"Terimakasih Tuhan, tampan bertahanlah kita pasti akan di selamatkan Dadymu." Ucap babysitter berbisik ketelinga bayi yang sudah mau meminum susu formula tersebut.


Sedangkan babysitter Mikayla, masih lari dari kejaran anak buah Dark. Karena ketika dirinya kabur ada salah satu yang melihatnya.


Tentu anak buah Dark mengenalinya dengan cepat, karena dia sedang memakai baju kerjanya yang sama dengan babysitter Louise.


Kini babysitter Mikayla tengah berada di dalam ruko yang menjual baju bekas. Dia harus menghemat uang yang hanya dapat dia bawa ketika kabur.


Babysitter Mikayla membeli beberapa potong baju dan memotong rambutnya dengan gunting yang ada di toko itu tanpa memperdulikan rapi atau tidak yang paling penting keduanya terbebas dari kejaran orang jahat itu.


"Nona bisa menjual rambut panjang itu di potong rambut sebelah dengan harga mahal, karena sangat panjang dan indah." Ucap pemilik toko yang sedang menggendong Mikayla.


"Baik Nyonya, Terima kasih." Jawab babysitter Mikayla sopan.


Segera babysitter Mikayla membayar baju yang dia beli dan pemilik toko memberikan baju bekas bayi karena melihat baby Mikayla yang lucu.


Dengan senang hati babysitter itu menerimanya, dan berlalu dari toko itu untuk menjual rambutnya


Kini babysitter sudah menumpang sebuah truck untuk pergi menjauh dari pusat kota menuju pedesaan. Dia akan kembali jika suasana sudah membaik, ya babysitter itu bertekad memantau semuanya melalui berita televisi.


"Nyonya kita sudah sampai." Ucap supir truck yang membangunkan babysitter Mikayla.


"Terima kasih Tuan atas tumpangannya." Ucap babysitter Mikayla.


"Apakah Nyonya akan tinggal disini selamanya?" Tanya sang sopir yang melihat barang bawaan babysitter Mikayla banyak.

__ADS_1


"Iya, kami mencari suasana yang tenang." Kolah babysitter tersebut.


"Ayo aku antar di tempat saudaraku, dia menyewakan rumah dengan murah karena harus pindah ke kota." Sopir truck turun dan membantu membawa barang-barang tersebut.


Cukup jauh mereka berjalan kaki, karena seukuran truck tidak muat memasuki gang itu.


Terlihat rumah yang sederhana dan sangat layak di tinggali, babysitter melangkah masuk dan memperkenalkan dirinya kemudian menceritakan kenapa dia ingin menetap di desa itu.


Babysitter Mikayla harus banyak mengarang cerita demi menutupi identitas keduanya, karena merasa terharu pemilik rumah itu memberikan banyak diskon kepadanya.


Bahkan kebun dan toko miliknya di serahkan kepada babysitter Mikayla agar dapat merawatnya.


"Di sini agak susah untuk mendapatkan sinyal, karena memang desa paling ujung. Tetapi untuk listrik masih aman meski terkadang mati lampu hingga berhari-hari." Jelas pemilik yang mengantarkan babysitter Mikayla di kamarnya.


"Hem, kapan kalian ke kota? Maaf bukan bermaksud mengusir." Tanya babysitter Mikayla.


"Kami berangkat hari ini, di dalam gudang penyimpanan makanan masih cukup ada siaa bahan makanan yang kami awetkan. Masaklah daripada harus membeli di luar sana."


Setelah melihat kepergian pemilik rumah dan sopir truck, babysitter merebahkan dirinya dengan baby Mikayla yang berada di sampingnya.


Babysitter menatap langit-langit kamarnya dan menerawang jauh apa yang tengah terjadi kepada baby Louise dan juga majikannya. Tidak terasa air matanya menetes membayangkan kejadian yang baru saja menimpanya.


...**...


Bintang teringat baby twins diculik kembali meringkuk menangis dengan memeluk baju anak-anaknya.


"Louise... Mikayla..." Ucap Bintang dalam tangisannya.


Maid yang menemani Bintang di kamar besar itu hanya dapat menggigit bibir mereka agar tidak pecah tangisnya.


Melihat kondisi Bintang yang masih sama sejak dirinya sadar, bahkan Jackson kembali dengan wajah angkernya yang sudah cukup lama hilang kini kembali.


Bintang terus menangis bahkan tangisnya begitu menyayat hati, dia terus memanggil nama anak-anaknya.


Jackson sudah berdiri di depan pintu kamarnya dan memberi kode kepada maid agar keluar, para maid segera keluar dan memberi ruang kepada majikannya.


Jackson menutup pintu dengan pelan, Bintang masih menangis di atas tempat tidur mereka. Jackson melepaskan jas dan sepatunya kesembarang arah, dia naik ke tempat tidur dan memeluk istrinya dari belakang.


Jackson hanya diam mendengar Bintang menangia, bahkan Bintang semakin terisak didalam dekapan suaminya. Seakan keduanya tengah menikmati sakit yang sama.

__ADS_1


...**...


Terlihat Rex yang sudah kembali pulang di apartemen, dia melihat ke dalam kamar tidak ada Celine disana.


Rex melangkah masuk kedalam kamar, terdengar suara gemericik air pasti Celine tengah membersihkan dirinya.


Rex melepas jasnya di sandaran sofa dan melepaskan kemeja putihnya. HP milik Rez berdering terlihat nomor Mawar di layar.


Segera Rex mengangkatnya.


"Hallo" Jawab Rex dengan suara sexynya.


"Hallo Rex, apakah kamu baik-baik saja." Tanya Mawar basa basi kepada Rex.


"Bagaimana keadaanmu, maaf mengacaukan hari ulang tahunmu. Aku akan menggantinya." Ucap Rex tidak menjawab pertanyaan Mawar.


Mawar yang berada di sebrang telfon terlihat bahagia, Rex mengajaknya bertemu lagi.


"Aku takut wanita jahat itu menjambakku lagi Rex." Jawab Mawar dengan nada seakan sedih dan menjelekkan Celine.


Rex mengepalkan tangannya, kamu wanita ib*lis.


"Tidak akan Mawar, wanita itu tidak akan menganggu kita." Ucap Rex meyakinkan wanita ular itu.


"Benarkah Rex kamu dapat memastikan itu. Baiklah aku ingin nanti kita dinner romantis." Jawab Mawar yang semakin tidak tahu malu.


"Baiklah, terserah kamu ingin dinner dimana. Aku akan kesana." Ucap Rex mengikuti permainan Dark dan Mawar.


"Aku akan kirim alamatnya Rex, baiklah selamat bertemu nanti malam." Mawar memutus sambungan telfonnya.


Rex hanya memasukkan HP miliknya kedalam saku celana, terlihat tubuh telanjang menghadap ke arah jendela dengan senyum yang sulit di artikan.


Tanpa Rex sadari sejak tadi ada hati wanita yang semakin tersakiti mendengar pembicaraan Rex dengan Mawar.


Ya, dia Celine. Mungkin karena Rez terlalu fokus dengan telfonnya tidak mendengar Celine sudah selesai mandi. Celine menutup pelan dan kembali membuka pintu kamar mandi seakan-akan dirinya tidak tahu pembicaraan menjijikkan itu.


Rex menoleh dan melihat Celine masih diam seribu bahasa dengannya, bahkan Celine berlalu begitu saja dari hadapannya untuk masuk ke ruang ganti baju.


Rex meraup wajahnya dengan kasar, bagaimana dia harus menjelaskan semuanya. Tetapi Rez juga ingin Celine tetap aman.

__ADS_1


...**...



__ADS_2