
Happy Reading 🌹🌹
Setelah kepergian Bintang, tertinggal Dila dan Reni.
"Apa kamu berfikir Bintang sepicik itu terhadap kita?" Tanya Reni dengan nada dingin.
Dila menoleh kearah Reni, "Apa kamu akan membelanya juga!" Seru Dila pada Reni.
Reni menampar pipi sebelah Dila, "Kamu sadar! Kamu datang di antara pertemanan ku dengan Bintang. Sekarang kamu mencoba menghancurkan kami. Aku mencoba diam dan pura-pura bodoh di depanmu agar kamu dapat berfikir dengan otakmu. Tetapi... sudahlah memang benar apa kata orang tuaku. Berteman dengan orang miskin atitude lebih mengerikan daripada miskin harta." Jawab Reni dengan tegas dan lugas.
Reni ikut meninggalkan taman itu, kini tertinggal Dila yang berada di taman tersebut.
Dila merosot ke tanah, dan berteriak frustasi. Kenapa semuanya jadi meninggalkan dirinya, padahal tidak ada yang ingin berteman dengannya kecuali Bintang dan Reni.
...**...
Putri yang masih di dalam kelas, tidak mengetahui kedatangan saudaranya di kampus tersebut.
Putri terlihat memiliki lebih banyak teman, tetapi hanya sekedar kata teman. Karena menurut Putri yang tulus berteman dengannya hanya Rose saja.
HP Putri bergetar, tertera di layarnya adalah Rose. Segera dia menyinhkir dari keramaian dan mengangkat telfon dari Rose.
"Putrii!!!!!!." Teriak Rose dari sebrang telfon.
Putri secara otomatis menjauhkan HPnya dari telinga. Karena suara Rose yang menggelegar tersebut.
"Ya! Kenapa kamu berteriak. Telingaku sakit," Jawab Putri kesal.
Rose yang berada di sebrang telfon merengut kesal, "Kenapa kamu jadi sombong sekali, tidak memberikanku kabar sama sekali." Jawab Rose ketus.
Rose mendengar kepindahan Putri dari bagian akademik juruannya. Bahkan setelah dia menonton siaran langsung dari acara pengangkatan Putri menjadi CEO. Gadis tersebut juga tidak memberinya kabar apapun.
"Maaf, apa kamu setelah kuliah ada waktu Rose? Ayo kita pergi keluar." Ajak Putri pada temannya.
"Ekhm... apa kamu sedang menyogokku Nona?" Tanya Rose dengan suara berubah menjadi seorang pria.
Putri tergelak dengan tingkah sahabatnya, "Ya. Aku berusaha menyuap temanku dengan segelas milkshake coklat." Jawab Putri dengan suara yang di rubah menjadi centil.
Rose tergelak, sungguh tidak menyangka jika keturunan Wiratama sekonyol itu.
"Baiklah, aku akan menjemputmu Nona. Aku rasa banyak pria tampan di jurusanmu." Jawab Rose dengan sisa kekehannya.
"Baiklah, aku tunggu." Jawab Putri dengan terkekeh kecil.
Sungguh Rose adalah wanita pemuja pria tampan, dimana ada pria tampan pasti akan di klaim Rose sebagai type idealny.
...**...
Sky dan Gabriel sudah berada di kantor, meskipun berita tentang pernikahan Sky sudah menyebar luas. Tetapi tidak melunturkan pesonanya.
__ADS_1
Terlihat Gabriel dan Sky tengah serius mengerjakan pekerjaan yang sudah menumpuk karena menyiapkan puncak pertunjukkan lalu.
Pintu ruangan Sky terbuka begitu saja tanpa mengetuk maupun mengucapkan salam.
"Sky!!!" Seru Aji dan Suryo bersamaan.
Sky yang melihat kedua sahabatnya hanya mendesah pelan, mereka pasti akan mengintrograsinya karena tidak mengajak mereka bermain.
"Saya permisi dulu Tuan," Ucap Gabriel pada Sky.
Secepat kilat Suryo mengunci pintu ruangan Sky, agar kedua manusia kaku tersebut tidak lari dari introgtrasi mereka.
Gabriel hanya mendesah malas, karena mereka hanya akan menanyakan perihal yang tidak penting.
"Ayolah kita duduk dulu, hari masih siang tidak perlu terburu-buru untuk pulang." Ucap Suryo yang menyeret Gabriel untuk duduk.
Begitu juga Aji, dia memaksa Sky untuk berdiri dari kursi kebesarannya agar pindah di sofa.
"Jadi, ada yang ingin kalian jelaskan?" Tanya Suryo dengan tingkat kepo level maksimum.
Sky dan Gabriel hanya mengangkat bahu mereka dengan bersedekap dada.
"Ck, kalian kenapa bermain sendiri?" Tanya Suryo frustasi.
Suryo salah satu sahabat Sky selain menyukai petualangannya dengan wanita, tetapi juga menyukai kerusuhan.
"Hem, berarti benar jika Putri adalah anak dari Tante Bulan. Pantas saja aku pernah melihat wajahnya." Aji bertanya sekaligus menjawab pertanyaannya sendiri.
Sky menoleh ke arah asistennya, seakan tatapannya menguliti Gabriel hidup-hidup.
Aji melihat kedua pria kaku tersebut, dan muncullah ide jailnya.
"Iya sebenarnya aku sangat tertarik, kamu tahu Putri adalah gadis yang polos dan aku yakin dia pasti lebih raurrr di atas ranjang." Jawab Aji dengan senyum mesumnya.
"Hey, jangan begitu. Putri istri dari sahabat kita." Ucap Suryo yang belum paham situasi.
Aji serasan ingin menjitak kepala Suryo, "Apa kamu tidak tertarik dengan Putri?" Tanya Aji.
"Emm... tertarik misal dia masih sendiri, apa kamu tidak lihat ketika di acara yang di siarkan langsung kemarin. Gila... dia sangat cantik dan sexy." Seru Suryo dengan gemas.
Siapa yang tidak gemas terhadap Putri, gadis yang masih muda, cantik dan juga sexy jika dia berdandan dengan benar.
Sky hanya diam, dengan segala umpatan dan sumpah serapahnya.
"Benar Tuan, Nona Putri memang sangat cantik. Bahkan masakannya juga sangat lezat." Jawab Gabriel tanpa sadar.
Sky semakin membelalakkan matanya, "Apa kamu pernah memakan masakan Putri? " Tanya Sky datar.
"Pernah, ketika aku menginap di rumah Tuan Sky. Nona Putri memasakanku banyak makanan. Bahkan membawakan aku bekan." Jawab Briel dengan tersenyum lebar.
__ADS_1
Dalam hati Aji semakin tergelak, melihat wajah Sky yang sudah emosi dan cemburu tersebut.
"Ajak aku kerumah Sky jika kamu mau kesana Briel, aku juga ingin mencicipi masakan adik ipar." Jawab Aji dengan gembira.
"Suyo, ayo kita pulang. Apa kamu masih ingin di sini?" Ajak Aji pada rekannya, dia sudah cukup menggoda Sky.
"Tapi aku belum selesai bertanya," Jawab Suryo.
Segera Aji menarik salah satu lengan Suyo dan menyeretnya keluar, sehingga seperti adegan adik yang tengah di paksa untuk pulang karena sudah maghrib.
Pintu ruangan Sky sudah tertutup lagi, tinggallah Gabriel dan Sky.
Gabriel mengusap tengkuknya yang merinding, "Kenapa aku merinding ya, apa karena ada setan." Ucap Briel lirih.
"Ya, dan aku setannya." Jawab Sky dingin.
Gabriel tersentak kaget ketika dirinya menoleh ke arah bosnya.
"Aku sudah bilang padamu untuk tidak memakan, masakan Putri. Kenapa masih kamu makan!" Ucap Sky datar dan dingin.
Gabriel segera berdiri, dia melangkah perlahan menjauh dari Sky.
Sku juga sudah berdiri dan mendekat ke arah Gabriel.
"Tu... tuan...
" Muntahkan sekarang!" Ujar Sky kini tangannya sudah berada di leher Gabriel.
"Uhuk... uhuk... Tuan...
" Ayo muntahkan, kembalikan masakan istriku!!" Seru Sky.
Sky kini bahkan sudah siap memasukkan jarinya ke dalam mulut Gabriel agar asistennya itu memuntahkan masakan Putri.
Gabriel langsung mengigit lengan Sky, dan berlari keluar dari ruangan eksekusinya tersebut.
"Briellll...." Seru Sky dengan mengibas-ngibaskan tangannya yang di gigit oleh Gabriel.
Gabriel lari terbirit-birit menuju tangga darurat, dia belum ingin mati karena tingkah konyol atasannya.
...**...
...Jangan lupa like dan vote bintang lima nya....
Visual Aji dan Suryo.
Coba nonton Goblin, pasti ngakak di adegan mereka berdua.
__ADS_1
Autor belum bisa move on dari paman2 itu 😆😆