
Happy Reading 🌹🌹
Setelah kejadian di hotel Sky selalu membuat Putri berada di sisiNya, setiap hari Sky mengajak istrinya berangkat dan pulang ke kantor bersama.
"Mas, aku bosan jika di dalam kantor tidak ada pekerjaan." Keluh Putri yang sudah cemberut ketika perjalanan ke kantor.
"Sayang, kamu tinggal tidur di kamar pribadi jika lapar tinggal pesan makanan jika inginnhiburan nyalakan televisi." Jawab Sky enteng.
Putri semakin mendelik kesal, "Jika aku tidur Mas jangan menggangguku." Ucap Putri.
"Tergantung sayang." Jawab Sky
"Tergantung apa, tergantung buaya muara muaramu itu." Kesal Putri dengan meremasnya.
"Kamu sudah tidak sabar, kita akan ke hotel sebentar." Sky semakin menggoda istrinya.
"Mas!!" Teriak Putri dengan memukul paha Sky dengan keras.
Sky mengaduh merada ngilu karena tidak sengaja ujung buayanya terkena bogem dari istrinya, "Kamu ingin membuat suamimu cepat impoten sayang." Ucap Sky dengan meringis.
"Apa sakit?" Cicit Putri dengan wajah shock.
"Sakit sekali... kamu harus mengobatinya." Jawab Sky cepat.
Putri mengangguk, tangannya terulur mengelus pundak suaminya dengan wajah khawatir.
Sedangkan Sky sudah merencanakan seribu akal bulusnya dalam peranjangan.
...**...
Dengan cepat Doni menarik seluruh dokumen yang di perlukan untuk kepindahak Bintang ke luar negeri. Tidak mudah untuk mengurusnya jika seperti masyarakat pada umumnya.
Meskipun harus merogoh kocek yang paling dalam, tetap Doni lakukan agar Bintang bisa menjalani rumahtangga pada umumnya.
"Ini dokumen yang kamu perlukan untuk kepindahan Bintang, segera urus semuanya dan ingat lindungi Bintang kami apapun yang terjadi." Kata Doni kepada Jackson yang kini tengah duduk berhadapan di ruang kerja Doni.
"Baik Pah, Jackson akan menjaga istri Jackson dengan baik." Jawab Jackson cepat.
Jackson dan Doni sudah mulai akrab, meskipun terkadang Doni cuek dan sinis terhadap dirinya tetapi Jackson tetap menerimanya.
__ADS_1
Karena Jackson sadar, jika pertemuannya dengan Bintang sejak awal sudah sangat salah. Wajar jika seorang Ayah akan sangat sakit dihati dan marah mengetahui pelakunya menjadi keluarga.
Segera Jackson keluar dan menelfon Rex, Jackson mengirim dokumen kepada Rex melalui email. Untuk dokumen fisiknya akan mereka serahkan ketika sudah sampai di negara tujuan.
"Segera urus semuanya dengan cepat Rex, agar kita bisa membasmi Dark dan antek-anteknya." Ucap Jackson yang tengah berdiri dengan memasukkan sebelah tangannya kedalam saku.
"Baik, aku urus hari ini juga. Aku akan menjemputmu dengan Celine." Jawab Rex di sebrang sana.
"Tidak perlu Rex, aku dan Bintang akannterbang menggunakan jet pribadi Gandratama yang jelas lebih aman daripada pesawat komersil. Jemput saja aku di bandara." Jelas Jackson pada rekannya.
"Baik, aku akan hubungi segera jika sudah selesai." Ucap Rex yang akhirnya panggilan itu terputus.
Rex segera membuka email dan mengirimkan pada kedubes untuk perpindahan Bintang, dengan cepat akhirnya Bintang dapat masuk kenegaranya dalam waktu dua hari.
Kembali lagi, semua karena kekuatan uang dan jabatan. Meskipun Jackson tidak menduduki jabatan pemerintahan tetapi Jackson merupakan salah satu sponsor terkuat di negara tersebut.
Rex menelfun Jackson kembali, mengajarkan jika dua hari lagi mereka bisa datang. Dan Rex akan membuat pengamanan lebih ketat di bandara agar Dark tidak dapat menyentuh keduanya.
Setelah Jackson mendapatkan kabar dari Rex, segera Jackson menemui Ayah mertuanya dan memberikan informasi tersebut.
Doni sangat senang karena ternyata menantunya memiliki pengaruh di pemerintahaan, segera Doni menyuruh Jackson dan Bintang untuk menyiapkan segalanya.
Jackson melangkah perlahan dan duduk di sisi ranjang, "Honey," Panggil Jackson dengan mencium wajah istrinya.
Bintang hanya bergerak sedikit dan kembali terlelap, Jackson hanya terkekeh oelan melihat ibu hamil tersebut.
Terlihat leher, pundak, dagu, pipi, seluruh tubuh Bintang penuh dengan tanda percintaan mereka, ya setiap malam Jackson meminta jatah kepada Bintang dengan dalil memperlancar jalannya persalinan besok.
Setelah pulang dari hotel tempo hari, Jackson langsung mengajak Bintang untuk memerikaakan kandungannya dan berkonsultasi apakah ada larangan dalam ranjang.
"Bagaimana kandungan istri saya dokter?" Tanya Jackson dengan rasa tidak sabar.
"Baik tuan, mereka sehat. Lihat pergerakan mereka di layar monitor." Jawab dokter yang tengah melakukan USG.
Mata Jackson berkaca-kaca dan menggenggam erat tangan istrinya.
"Apakah ingin mendengarkan detak jantung anak-anak Anda." Tawar sangat dokter.
Jackson mengangguk, perawat membersihkanngrl yang ada di atas perut Bintang kemudian menempelkan alat pendeteksi detak jantung.
__ADS_1
Suara detak jantung baby twins saling berlomba dengan air mata Dady mereka, bibir dan tangan Jackson gemetar karena menahan rasa harunya.
"Terima kasih Honey, Terima kasih." Ucap Jackson dengan mengecup seluruh wajah istrinya tanpa menghiraukan dokter dan juga perawat disana.
Jackson menyeka air matanya kasar setelah menyadari jika dirinya tengah di perhatikan oleh sang dokter, "eh maaf dok. Saya sangat bahagia." Ucap Jackson.
"Tidak apa-apa tuan, Anda masih normal di bandingkan kakak ipar Anda." Jawab sang dokter enteng.
Bintang terkekeh geli, pasti yang di makhsud dokter adalah Sky. Pria pecemburu dan posesif itu.
Kini Jackson dan Bintang sudah duduk di kursi berhadapan dengan dokter, dokter meresepkan vitamin untuk Bintang.
"Apakah ada yang ingin di tanyakan lagi Tuan." Ucap sang dokter.
"Apakah kami boleh melakukan hubungan badan setiap hari?" Tanya Jackson
Bintang sangat malu karena Jackson begitu frontal mengatakannya kepada sang dokter, dokter hanya terseyum dan berkata.
"Tidak ada tuan, Anda dan istri anda boleh melakukan hubungan badan setiap hati, tetapi jangan terlalu kasar dan durasi waktunya juga perlu di perhatikan agar istri Anda tidak kelelahan." Jelas dang dokter.
Jackson yang mendapatkan jawaban dari dokter tersenyum lebar, kemudian dia mengajak Bintang untuk kembali ke mansion Wiratama.
"Honey, kamu dengan sendiri dari dokterkan. Jadi jangan menolakku ketika ingin menjenguk baby twins." Ucap Jackson dengan bahagia.
Bintang memukul pelan lengan suaminya, "Dasar mesum."
"Aku hanya mesum dengan istriku,"
"Apa kamu ingin mesum dengan yang lain." Tanya Bintang dengan nada kesal.
"Tentu saja tidak Honey, pusakaku berdiri hanya ketika dekat denganmu." Jawab Jackson dengan mencubit pelan hidung istrinya.
Ya meskipun harus sedikit berbohong, Jackson sebenarnya juga bisa berdiri ketika Celine bertelanjang dada di depannya dulu. Tetapi Jackson menahannya dan menuntaskannya sendiri dengan membayangkan wajah Bintang.
"Ekh, maaf tuan dan nyonya. Kalian bisa meneruskan setelah pulang dari Rumah Sakit ini." Ucap dokter membuyarkan obrolan sepasang pengantin baru tersebut.
Bintang dan Jackson berpamitan dan menebus obat yang sudah diresepkan oleh dokter sebelum mereka meninggalkan Rumah Sakit.
Jackson dan Bintang keluar dari Rumah Sakit dengan bergandengan tangan, terlihat mereka berdua mengobrol dan sesekali tertawa bahagia.
__ADS_1
...**...