Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Memberi Restu


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sedangkan kini Jackson Tengah berusaha berpikir bagaimana caranya melamar wanita yang dia cintai


"Aku harus memulainya dari mana! Ini membuatku menjadi gila." ucap Jackson dengan mengacak-acak rambutnya.


Jackson terus berfikir hingga akhirnya dia memutuskan akan meminta restu kepada kedua orang tua Bintang, segera Jackson membersihkan diri sebelum menghadap kepada Doni dan Bulan.


Sedangkan Bintang yang sudah duduk untuk sarapan entah pagi ini dia merasa sangat sangat lapar.


"Bintang di mana Jackson?" tanya bulan yang tengah melayani suaminya.


"Masih di atas mah dia sedang mandi." jawab Bintang seperti dukun, padahal dia yang meninggalkan Jackson sendirian.


Terlihat Jackson sudah duduk di hadapan Bulan dan Doni tidak lupa Bintang yang berada di samping Mamanya.


"Apa kamu mau pulang kenegaramu?" Tanya Bulan kepada Jackson.


Bintang menoleh ke arah Bulan dan Jackson secara bergantian dengan raut wajah yang sudah berubah.


"Tidak Nyonya, saya menghadap di depan kalian. Saya ingin meminang Bintang untuk menjadi istri saya." Ucap Jackson tegas dan lugas.


Doni tersenyum miring, "Jika aku tidak mengijinkanmu, apa yang akan kamu lakukan?" Tanyanya dengan wajah yang mengintimidasi.


"Akan saya bawa kabur." Jawab Jackson ngawur.

__ADS_1


Bintang dan Bulan melebarkan matanya, bagaimana bisa pria di depan mereka nekat membawa kabur.


"Kau akan mati sebelum keluar dari mansion ini." Jawab Doni enteng.


"Aku akan mengerahkan seluruh anak buahku agar tetap hidup dengan keluar dari mansion ini." Jawab Jackson tidak ingin kalah.


"Aku tau pekerjaanmu, kamu bekerja di dunia hitam. Apa kamu yakin dapat melindungi anakku." Tanya Doni memojokkan Jackson.


Jackson diam sesaat, dia tidak memikirkan hal tersebut karena terlalu menggebu ingin membuat Bintang berada di sisinya.


Di dunia hitam, wanita adalah kelemahan mereka.


Terlihat Bintang merematt ujung baju hamilnya dan mengigit bibir bawahnya, wajahnya begitu khawatir. Apakah Jackson akan menyerah begitu saja.


"Bisa, saya akan mempertaruhkan nyawa saya demi Bintang dan tidak akan saya biarkan putri Anda lecet sedikitpun." Jawab Jackson tegas.


"Baik, buktikan ucapanmu. Besok kalian menikah." Putus Doni yang sudah berdiri dari duduknya.


"Papa."


Bintang langsung berjalan dan memeluk Papanya, Bulan yang melihat suaminya sudah luluh dan merestui Jackson sangat bahagia. Setidaknya Bintang menikah dengan pria yang mencintainya.


"Selamat Jackson," Ucap Bulan yang tersenyum ke arah Jackson.


"Terima kasih Nyonya." Jawab Jackson sopan.

__ADS_1


"Panggil saja Mama seperti Bintang dan Putri juga Sky memanggilku. Kamu juga akan menjadi menantuku." Ucap Bulan pelan.


Jackson tersenyum, "Ya Mama." Jawabnya lirih.


"Baiklah, Mama akan menyiapkan semuanya. Mama akan menelfon Putri dan Sky." Ucap Bulan dengan riang.


Segera Bulan menuju kamarnya untuk menghubungi anak dan menantunya yang tengah berlibur di Bali.


Ya kejadian memberi kejutan kepada Putri, Sky sebelumnya meminta ijin untuk membawa ibu hamil itu terbang ke pulau Bali.


Dengan wajah bagaia Bintang duduk malu-malu di samping Jackson setelah kedua orangtuanya pergi.


"Apakah aku sudah romantis?" Tanya Jackson polos.


Bintang tersenyum lebar dan menganggukkan kepalanya, sebenarnya Bintang menginginkannya lamar seperti di film-film. Tetapi mengingat Papanya masih menentang hubungan mereka, mendapatkan restu dari Papanya sudah sangat membuat Bintang bahagia.


"Benarkah?" Tanya Jackson bahagia.


Reflek Jackson memeluk Bintang di ruang tengah tersebut dan Bintang membalas pelukan Jackson.


Ekhm


Mendengar suara seseorang berdehem Jackson dan Bintang melepas sesi berpelukan.


"Ayo ikut." Ucap Doni yang kemudian melenggang pergi.

__ADS_1


"Ayo, kita ke butik." Ucap Bulan dengan tersenyum.


...**...


__ADS_2