
...Sepi sekali like dan komennya, udah pada mulai jenuh ya dengan ceritanya. ehe......
...Atau pada sibuk persiapan lebaran nih, mungkin ada yang mudik, buat kuker, beberes rumah....
...Tenang teman-teman, autor sedang mempersiapkan novel baru. Untuk bulan depan karena sekarang autor sedang kejar tayang pekerjaan....
Happy Reading 🌹🌹
Setelah pulang honeymoon Sky dan Putri bertemu di luar dengan Dave. Selama hampir satu jam lamanya mereka berbincang, akhirnya Dave sudah merelakan Putri bersama Sky.
Waktu terus berjalan, seperti Sky yang kelimpungan menghadapi mama muda dengan segala macam ngidamnya.
Seperti hari ini, Sky dan Putri setelah acara honeymoon versi Sky. Mereka pulang di rumah utama Wiratama sesuai kesepakatan calon oma anaknya.
Meskipun harus melalui drama panjang agar Sky dapat menemani istrinya tidur harus di lalui, dari alasan dirinya yang ngidam, alasan dirinya diare hingga harus menumpang di toilet berjam-jam lamanya, bahkan Sky rela merendam diri dengan air es agar dirinya demam.
Saat ini Sky tengah mencari buah rambutan untuk Putri, dimana tadi pagi istrinya merengek ingin mencabut bulu kakinya.
Baru satu helai sudah membuat Sky menjerit sehingga mengagetkan seisi rumah, Sky membujuk istrinya agar ngidam yang lain.
"Hah, aku lelah. Bagaimana tidak menemukan buah berbulu itu." Ucap Sky frustasi.
Sudah beberapa tokoh buah dan pasar dia kunjungi tetapi mendapatkan jawaban yang sama, "Belum musim buah rambutan Tuan."
Ditengah kebingungannya Sky langsung memiliki ide cemerlang, dengan senyum yang entah. Segera Sky menghubungi Gabriel agar datang kerumah mertuanya.
"Briel, segera datang di kediaman Wiratama." Ucap Sky setelah Gabriel mengangkat panggilannya.
"Saya masih bekerja Tuan," Jawab Gabriel disebrang telfon.
"Berikan semua pekerjaan kantor ke sekertarsku, dan dokumen penting di mejaku. Ayahku akan datang ke kantor untuk menggantikanmu." Ucap Sky menjelaskan kepada Gabriel.
Segera Gabriel menyetujuinua, dirinya juga sudah sangat lelah karenan menggantikan Sky yang sering tidak masuk ke kantor.
Setelah menelfon Gabriel, segera Sky menelfon Mamanya. Sky yakin jika menggunakan alasan calon cucunya, Ambar akan berdecak pinggang jika sampai Ayahnya menolak.
Sky segera menghubungi Mamanya, "Hallo Mah, Putri ngidam." Ucap Sky to the point.
"Apa hubungannya kamu menghubungi Mama?" tanya Ambar kembali.
"Mah, Putri ngidam ingin mencabut bulu kaki Gabriel. Jadi Gabriel sekarang langsung ke rumah Mama Bulan, tolong bilang ke Ayah agar menggantikan aku dan Gabriel sekarang." Jawab Sky menjelaskan.
__ADS_1
"Ya baiklah, ingat selalu turuti ngidam cucu Mama." Segera Ambar mematikan sambungan telfonnya.
"Dasar Nene lampir, tidak menanyakan kabar anaknya langsung di matikan begitu saja." Gerutu Sky yang melihat layar hpnya gelap.
Sedangkan Ayah Agung, dengan wajah di tekuk di seret oleh Ambar untuk datang ke kantor Gandratama menggantikan Sky dan Gabriel.
"Mah, biarkan mereka libur satu hari. Perusahaan juga tidak akan bangkrut." Tolak Agung pada istrinya.
"Tidak bisa Yah, berapa milyar kita rugi jika atasannya selalu libur. Cepat ini demi cucumu juga." Bujuk Ambar pada suaminya.
...**...
Sudah duduk Gabriel dan Sky diruang tamu. Gabriel heran karena melihat Sky yang tengah berfikir sejak tadi.
"Tuan, ada apa sebenarnya?" Tanya Briel pada bosnya.
"Briel, kamu ingat perbuatanmu dulu kepadaku." Jawab Sky dengan nada dramatis.
Gabriel menaikkan alisnya sebelah, "Perbuatan apa tuan?" Tanya Briel kembali.
"Ingat kamu meninggalkanku ketika bertengkar dengan Dave dan kamu memegang tangan Putri mengajaknya pergi dari taman waktu itu, ingat kamu makan masakan istriku." Cecar Sky secara detail.
"Tapi, itu sudah tuan balas. Tuan tidak ingat kita mabuk buah kecubung waktu itu. Aku rasa sudah impas." Jawab Gabriel dengan nada sengit.
Akhirnya terjadilah perdebatan yang sengit dan terkesan alot di antara kedua pria itu, hingga di kagetkan kedatangan Putri.
"Mas, Kak Gabriel." Panggil Putri dengan berjalan ke arah mereka.
"Kamu sudah bangun sayang," Tanya Sky melangkah mendekati istrinya.
Putri mengangguk, dan duduk tidak jauh dari Gabriel dan juga Sky yang sudah kembali duduk di sofa.
"Kamu membawa apa itu Put?" Tanya Briel heran.
"Ini... ini waxing. Putri tadi melihat Kak Briel dan Sky jadi ambil waxing yang sudah Putri pesan." Jawab Putri dengan wajah bahagia.
Sky menelan ludahnya susah payah, waxing bukankah digunakan untuk mencabut bulu di seluruh badan... oh ya ampun Sky! kamu harus segera lari dari situasi ini. Jerit Sky dalam hati.
"Mas, mana buah rambutannya?" Tagih Putri kini melihat suaminya.
"Ah, itu... karena buahnya sedang tidak musim jadi aku tidak mendapatkan buah rambutannya sayang." Jawab Sky dengan sedikit menjauh dari Putri.
__ADS_1
"Kamu ngidam rambutan Put?" Tanya Gabriel.
Putri menggeleng, "Tidak kak, Putri ingin mencabut bulu kaki. Karena suamiku kesakitan jadi aku menyuruhnya membeli buah rambutan. Beruntung Putri pesan alat ini." Jawab Putri dengan menunjukkan perlengkapan waxing.
Gabriel menggeser duduknya menjauh, sepertinya dia sudah masuk kedalam jebakan batman yang direncanakan oleh Sky.
Gabriel dan Sky saling melirik, seakan pandangan mereka mengatakan. Ayo kabur!
Terlihat seorang maid menghampiri mereka bertiga dengan membawa tikar, "Bi, bentangkan tikar itu di sini saja." Tunjuk Putri di lantai ruang tamu.
Segera maid tersebut membentangkan tikar tersebut di lantai, Sky dan Gabriel semakin meneteskan keringat mereka.
"Mas, ayo cepat lepas celana panjangmu. Segera berbaring disini." Ucap Putri kepada Sky yang kini sudah duduk di atas tikar.
"Sayang, bisakah ngidamnya ditunda hingga menunggu musim rambutan." Ucap Sky memelas.
Putri menggelengkan kepalanya cepat, "Apa mas fikir Putri dapat menunda melahirkan baby?" Jawab Putri yang sudah mulai emosi.
"Bisakah Gabriel saja sayang, jika nanti bulu-buluku hilang aku sudah tidak maco lagi." Jawab Sky dengan mengumpulkan Gabriel.
Gabriel yang mendengarkannyapun membelalakkan matanya, "Tidak bisa Tuan, Putri tengah mengandung anakmu. Jika aku yang memenuhi ngidam Putri berati itu anakku." Jawab Gabriel cepat.
Sky dan Putri melebarian matanya, "Dengar Mas, apa yang dikatakan Kak Briel benar. Putri tengah mengandung anak Mas jika Mas tidak mau memenuhinya yasudah, tidak akan ada jatah sampai usia anak kita lima tahun." Jawab Putri bersungut-sungut.
Sky dengan cepat berdiri dan membuka celana panjangnya hingga terlihat celana boxernya saja.
"Ayo cepat Sayang aku siap." Ucap Sky yang sudah tengkurap di atas tikar.
Briel tergelak karena Sky begitu takut dengan ancaman Putri.
"Kak Briel kenapa tertawa, segera Kak Briel juga lepas celana dan berbaring di sini." Ucap Putri menatap lekat Briel.
Briel berkedip cepat, seakan pendengarannya hari ini sedang terganggu. Sky yang tahu jika bukan dirinya saja yang menderita segera berdrama.
"Cepat Briel, apa kamu tidak dengar permintaan istriku. Awas saja jika sampai anakku besok ileran terus yang akan aku salahkan adalah dirimu." Ucap Sky dengan nada intimidasi tetapi dalam hatinya tertawa jahat.
"Tapi..." Belum juga Briel mengelak Sky sudah lebih dulu bangun dan berusaha melepas gesper yang tengah di pakai Gabriel.
"Aaaa....Kalian!!!" Seru seseorang.
...**...
__ADS_1
...Jangan lupa likenya teman-teman...