Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Bintang dan Jackson : Terbongkar Rencana Dark


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Di dalam ruangan dengan musik yang keras, di temani oleh minuman keras dan beberapa makanan ringan.


Ruangan yang tidak jauh dari asap rokok juga wanita sexy, terlihat Rex tengah duduk bersandar di sofa di sampingnya ada Mawar yang bergelayut dengan memeluk pinggang Rex.


"Kenapa disini hanya kita berdua sayang," Tanya Mawar kepada Rex.


"Apa kamu tidak ingin berduaan saja denganku." Bukannya menjawab Rex melemparkan pertanyaan.


"Tidak, tentu saja aku ingin berduaan denganmu setiap saat dan setiap waktu." Jawab Mawar dengan tersenyum lebar.


Aku tidak sudi menghabiskan waktu ku barang sedetikpun denganmu jika bukan karena misiku.


"Ayo kita bersenang-senang hari ini sa...yang." Ucap Rex dengan berbisik di tengah Mawar.


Mawar yang mendengar suara Rex sedikit mendesah di telinganya membuat hasratnya terpancing, Mawar mendekatkan wajahnya agar dapat mencium Rex.


Rex yang melihatnya menjauhkan wajahnya "Kita bersenang-senang dulu." Rex berjalan mengambil sebotol minuman keras di meja.


Mawar merengut tetapi dia tidak boleh gegabah, tidak ingin membuat rencananya bersama Dark gagal.


Mawar dan Rex saling menuangkan minuman, bahkan mereka sudah habis satu botol.


"Oh, sayang kenapa kepalaku pusing." Ucap Mawar dengan mata yang sudah merem melek.


"Mungkin kamu sudah mabuk, aku akan panggil wanita yang lain." Ucap Rex.


"No, jangan sayang. Aku masih kuat aku akan menemanimu minum, aku tidak ingin ada wanita lain disini." Mawar menahan paha Rex yang akan berdiri meninggalkan dirinya.


"Apa kamu yakin?" Tanya Rex melihat wajah Mawar yang sudah memerah.


"Hemm... ayo kita lanjutkan minumnya." Mawar sudah meraba paha Rex.


Rex menyeringai, terlihat ruangan Rex dan Mawar terbuka pelan. Jackson memakai pakaian gelap agar tidak terlihat oleh Mawar yang sudah mabuk.


"Masukkan ini." Jackson duduk dan melemparkan sebungkus obat.


Rex tidak bertanya, dia memasukkan obat itu di dalam gelas Mawar.


"Itu siapa? Apa aku benar-benar sudah mabuk sayang." Tanya Mawar yang mulai duduk gelisah di tempatnya.


"Aku tidak melihatnya, mungkin itu hanya lemari atau apa begitu. Apa kamu berhalusinasi." Jawab Rex berbohong.


"Kenapa panas sekali hari ini Rex." Ucap Mawar semakin gelisah.


Jackson keluar dan memanggil anak buahnya untuk masuk, terlihat duduk di samping Rex dengan menggunakan baju dan parfum yang sama agar Mawar tidur curiga.


"Jalankan sekarang." Perintah Rex.


"Sebentar aku akan ambilkan remote AC agar tidak gerah." Rex berjalan dan mengambil remote AC ruangan tersebut.


Pengawal pengganti Rex menggeser duduknya hingga mendekat kepada Mawar, Jackson sudah siap merekam ucapan Mawar hari ini.


Tangan pengawal tersebut meraba paha Mawar sehingga membuat Mawar mede*sah, Jackson dan Rex semakin tersenyum lebar karena mangsa mereka sudah masuk perangkap.


Pengawal tersebut semakin menyentuh setiap lekuk tubuh Mawar tetapi hanya diam, yang berbicara adalah Rex.


"Apa kamu menyukainya?" Tanya Rex yang duduk di samping Jackson.

__ADS_1


"Ahh... yeahh, aku ingin lebih Rex." Ucap Mawar dengan des*hannya.


"Apa kamu kenal dengan Dark?" Tanya Rex memulai interogasinya.


"Aku tidak kenal," Ucap Mawar tegas.


Rex memberi isyarat agar berhenti meraba Mawar, "Apa kamu yakin? Aku kira kamu kenal, berarti aku salah mendekati wanita." Ucap Rex terkenal marah.


"Kenapa berhenti Rex" Ucap Mawar yang semakin memepetkan tubuhnya.


"Aku mencari orang yang dekat dengan Dark, ternyata kamu tidak kenal. Hanya membuang-buang waktuku saja, aku pulang." Ucap Rex lagi.


"Aku kenal Dark." Ucap Mawar yang langsung duduk di paha anak buah Jackson dan langsung mencium lehernya.


"Benarkah, aku ingin bekerjasama dengan Dark untuk menghancurkan Jackson. Tetapi aku kesulitan menemuinya sebenarnya dimana dia sekarang." Tanya Rex kembali.


"Dark berada di gedung XY," Jawab Mawar yang sudah ******* bibir pengawal Jackson.


Jackson dan Rex saling melihat dan terlihat pengawal itu melepaskan ciumannya.


"Aku dengar anak Jackson sudah di tangan Dark." Ucap Rex lagi.


"Iya benar, tapi hanya anak yang laki-laki saja tidak dengan bayi satunya. Ahh.. aku tidak kuat Rex sentuh aku." Mawar melepaskan pakaiannya.


Jackson dan Rex terlihat kaget, Jackson sudah mengepalkan tangannya ingin menghajar Dark.


Rex menahannya dan memberikan perintah untuk bermain di area sensitif Mawar dan harus berhenti ketika jawaban Rex tidak di jawab.


Pengawal tersebut mengikuti perintah Rex dan Jackson, dia bermain di area sensitif dan menyentuh area yang lainnya.


"Lalu dimana bayi satunya." Tanya Rex lagi.


"Lalu apa rencana Dark sekarang," Tanya Rex lagi.


Mawar tidak menjawab dia tidak mungkin membocorkannya, tetapi dia ingin di sentuh Rex. Mawar menjadi gila dengan hasratnya yang memuncak.


"Dia ingin menikahi Bintang istri Jackson sayang, dua hari lagi mereka bertemu di gedung XY." Jawab Mawar dengan membuka pakaian pengawal Jackson.


"Apakah sudah puas dengan jawabannya Jack." Bisik Rex kepada Jackson.


"Cukup, aku akan keluar." Jackson berdiri untuk pulang ke mansion.


Sedangkan Rex teringat amplop coklat dan menanyakan kepada Mawar.


"Apa kamu mengancam Celine dengan mengirimkan surat." Tanya Rex lagi.


Mawar menjawab semua pertanyaan Rex dengan jujur, karena benar-benar dia ingin segera making love dengan Rex.


Rex yang mendengarkan jawaban dari Mawar merasa geram, "selesaikan" Rex langsung keluar dari ruangan tersebut.


Sedangkan pengawal yang di tinggalkan oleh kedua bosnya segera bermain penuh peluh bersama Mawar di ruangan tersebut.


Rex yang menuruni anak tangga menangkap sosok wanita yang sangat dia cintai tengah duduk bersama seorang pria di depan bartender.


Rex menyincingkan matanya, tidak mungkin jika Celine berada di club malam. Rex memutuskan untuk menghampiri sepasang manusia itu.


"Apa kamu lupa jalan pulang." Ucap Rex yang sudah berada di belakang tubuh Celine.


Celine yang tengah berbincang dengan Dokter Isam menoleh ke arah sumber suara, terlihat Rex berdiri tegap dengan mata menatap tajam ke arahnya.

__ADS_1


"Oh, Honey. Kenapa kamu ada disini?" Celine tidak menjawab melainkan melemparkan pertanyaan.


"Jawab pertanyaanku Celine." Geram Rex yang menelisik pakaian Celine.


Terlihat pakaian Celine yang ketat dan juga sobek-sobek di beberapa bagian.


"Ayo duduk, aku hanya minum saja di sini dan melihat orang menari." Tunjuk Celine ke arah lantai dansa.


"Ayo pulang." Rex menggenggam tangan Celine dengan erat.


Grep


Dokter Isam memegang tangan Celine yang satunya, "Celine akan kembali ke Rumah Sakit bersamaku." Ucap Dokter Isam berbohong.


"Dia istriku, lepaskan tanganmu." Ucap Rex tegas.


"Istri? Apa kamu memiliki suami Celine?" Tanya Dokter Isam dengan nada remeh.


"Suamiku sedang sibuk bekerja Isam, tidak mungkin memiliki waktu untuk bersenang-senang." Jawab Celine menyindir.


"CELINE!!!" Teriak Rex sehingga membuat beberapa pengunjung memperhatikan mereka.


Terlihat wanita yang sangat Celine kenal, dia adalah wanita yang sedang dekat dengan suaminya.


"Lihat kekasihmu mencarimu, jadi lepaskan tanganku." Ucap Celine dengan senyum miringnya.


Celine menghempaskan cekalan Rex darinya dan Dokter Isam melepaskan tangannya sendiri karena dia cukup sadar diri.


"Kau"


"Baby, kenapa kamu meninggalkanku." Ucap Mawar yang datang menghampiri Rex dan mencium pipinya di hadapan Celine.


Hati Celine semakin kebas terhadap Rex, Celine menatap tajam kearah Rex dan juga Mawar.


Rex mendorong Mawar agar menjauh dan tidak membuat semuanya semakin runyam.


"Kamu kenapa sayang, apa kurang puas permainan panas kita hari ini? Aku akan melayani dengan senang hati." Mawar tidak tahu jika yang menyentuhnya adalah anak buah Jackson yang lain bukan Rex.


"Aku rasa kita harus kembali ke Rumah Sakit Celine, kamu harus periksa apakah kamu masih sehat tidak tercemar virus." Ucap Dokter Isam dengan memasang wajah jijiknya.


"Apa kamu bilang! Aku sehat tidak mungkin menyebarkan penyakit!" Seru Mawar.


"Kenapa kamu marah-marah, aku tidak menyebut namamu. Oh god, jangan merasa tokoh utama disini." Jawab Dokter Isam semakin membuat jengkel Mawar.


"Benar juga Isam, daripada di Rumah Sakit. Bagaimana jika di apartemenku saja, kamu bisa mengeceknya secara langsung di atas ranjang yang besar dan empuk." Ucap Celine dengan mengibaskan rambutnya.


Tanpa ba bi bu, Rex langsung menyeret Celine untuk pulang meskipun Celine trus memberontak dan kesusahan mengikuti langkah Rex.


Rex mendorong Celine hingga memepet ke tembok, dan mencium bibir Celine dengan ganas. Celine memberontak dan menampar Rex.


Air mata Celine sudah menetes membasahi kedua mata dan pipinya, "Kamu breng*sek Rex! Aku benci kamu!! Kamu tidur dengan wanita lain kemudian datang kepadaku, kamu sangat menjijikkan!!!" Seru Celine meluapkan prasangkanya.


...**...


MAAF TIDAK BISA CRAZY UP.


AUTHOR SEDANG MENGIKUTI PELATIHAN MENULIS ONLINE SELAMA SATU BULAN KEDEPAN, AGAR SEMAKIN BAIK UNTUK CERITA DAN TULISAN AUTHOR KEDEPANNYA.


__ADS_1


__ADS_2