
Happy Reading 🌹🌹
Mobil yang dikendarai Rex telah sampai didepan gerbang mansion Wiratama.
"Turunkan aku." Ucap Bintang dingin.
"No, Baby. Aku akan menemui Ayahmu." Jawab Jackson yang memeluk pinggang Bintang dengan posesif.
Setelah pergulatan bibir yang di dominasi oleh Jackson, dengan mantap pria tersebut akan meminta restu kepada kedua orang tua Bintang.
"Mau apa kau! Jangan macam-macam dengan keluargaku!" Seru Bintang dengan tatapan tajam.
"Aku akan melamarmu, kita akan menikah dan aku tidak ingin ada penolakan Baby." Ucap Jackson tegas.
"Jangan gila! Kamu pikir aku mau menikah dengamu," mana mungkin aku merebut tunangan orang lain. Lanjut Bintang dalam hati.
"Why? Apa kamu ingin melahirkan baby twins tanpa Ayahnya." Jawab Jackson tak kalah tajam. menatap Bintang.
"Aku sudah menemukan Ayah baru untuk anakku, jangan pernah memikirkan mereka. Mereka akan bahagia dengan keluarga barunya." Jawab Bintang dengan sengit.
"Akan aku patahkan leher pria itu Baby, kau jangan memancingku." Jawab Jackson geram.
"Patahkan saja jika kamu mampu Jack, aku berterima kasih untuk hari ini. Selanjutnya jangan pernah menemuiku meski kita bertemu tidak sengaja dimasa depan, anggap saja kita orang asing." Jawab Bintang panjang lebar mengutarakan perasaan yang selama ini dia pendam.
Jackson mengepalka kedua tangannya dengan nafas yang memburu, wanita ini membuat dirinya emosi.
"Aku hari ini akan melepasmu Baby, tidak dengan hari esok." Jawab Jackson dengan menekan perasaan marahnya.
Jackson segera mengecup perut yang sudah membuncit tersebut dengan sayang, kemudian beralih dia mengecup bibir sexy Bintang.
Bintang melotot dan mengusapnya kasar, "Jangan pernah menyentuhku Jack, sangat menjijikkan." Desis Bintang yang kemudian membuka pintu mobil Jackson dan menutupnya keras.
Jackson memandang pungguh Bintang dengan nanar, bahkan matanya sudah berkabut. Apa dia benar-benar tidak layak bersanding dengan Bintang, bahkan pertemuan awal hingga saat ini hanya ucapan tajam yang di lontarkan oleh Bintang.
Rex tidak mengeluarkan sepatah katapun, dia melihat dari sepion tengah kemudian melihat jika Bintang sudah hilang di balik gerbang mansion tersebut.
Segera Rex menjalankan mobil tersebut untuk kembali ke apartemen, di sepanjang perjalanan hanya ada keheningan.
Sedangkan Bintang berjalan masuk ke mansion dengan mengusap kasar air matanya, sungguh sakit jika mengingat perbuatan Jackson padanya. Dimana pria itu ketika dirinya dirundung oleh orang-orang di luar sana.
__ADS_1
Beruntung mansion tersebut sepi, hanya beberapa maid dan penjaga saja yang tengah bekerja seperti biasanya, dengan cepat Bintang masuk kedalam kamar dan mengunci pintunya.
Terlihat Bintang melempar tasnya di atas kasur dengan sekuat tenaga menyalurkan perasaan sakitnya, kini dia luruh kelantai dan menumpahkan air mata yang sudah dia tahan sejak tadi.
Dengan memukul-mukul dadanya yang terasa sesak Bintang menangis dan meraung meratapi kisah cintanya... perasaannya.
"Arggg.... kenapa Jack, kenapa!!! Kenapa harus aku.. aaaaa," Ucap Bintang di sela-sela tangisnya.
Sedangkan Jackson, begitu mobil terparkir segera dirinya keluar terlebih dahulu tanpa berkata apapun kepada Rex.
Dengan langkah lebar dan badan tegap Jackson segera melangkah kearah lift dan menuju ke unit apartemennya.
Jackson membuka apartemennya dan berlalu menuju kamar pribadinya, sedangkan Rex tergopoh-gopoh mengikuti langkah Jackson.
Rex tahu, jika Jackson tengah terluka perasaannya saat ini. Rex tidak ingin Jackson melakukan perbuatan bodoh yang merugikannya.
Terdengar suara teriakan yang menggema di kamar dengan pencahayaan temaram tersebut, suara benda berjatuhan dan juga kaca pecah mengiringi isakan dan teriakan itu.
Rex berusaha menggedor kamar Jackson dengan keras, tetapi sepertinya Jackson menulikan telinganya untuk saat ini.
"Aku tidak akan melepaskanmu Bintang, tidak akan melepaskanmu!!!" Seru Jackson yang terisak.
...**...
Bulan yakin jika Bintang sudah bertemu dengan Jackson, dengan mengetuk pintu perlahan Bulan memanggil nama Bintang.
"Bintang... Nak, buka pintunya ini Mama sayang." Ucap Bulan pelan.
Bulan menempelkan telinganya di pintu kayu tersebut, terdengar isakan lirih yang sudah melemah. Bulan yakin jika Bintang sudah lama menangis.
"Sayang, ayo buka pintunya. Kamu nanti sakit." Bujuk Bulan lagi.
Sedangkan Doni segera menyusul istrinya ke kamar Bintang, Bulan dan Doni tadi pergi untuk menemui Putri dan Sky yang kini di kediaman Gandratama.
Tetapi Bulan begitu panik ketika mengangkat telfon dari mansion, dengan tergesa-gesa mereka pulang.
"Bagaimana Mah?" Tanya Doni pada Bulan.
"Pah, Bintang tidak membuka pintunya." Ucap Bulan khawatir.
__ADS_1
Doni segera mengetuk pintu Bintang, "Bintang, buka pintunya ini Papa dan Mama." Ucap Doni dengan nada memerintah.
"Aku ingin sendiri," Jawab Bintang dari dalam dengan nada serak.
"Apa kamu habis menangis, siapa yang membuatmu menangis. Akan ayah gantung di pohon cabai." Ucap Doni menuntut.
Bintang membuka pintunya, terlihat wajah Bintang yang berantakan dengan perut buncitnya.
Mata sembab bahkan sampai tidak terlihat bola mata Bintang.
Tangis Bintang kembali pecah, "Jackson membuatku menangis Pah..." Adu Bintang pada Papanya.
Doni tertegun, Jackson. Pria brengsyek itu bagaimana bisa bertemu dengan Bintang. Terlihat wajah Doni yang emosi.
"Papa akan menghubunginya." Ucap Doni yang segera turun ke ruang kerjanya.
Kini Bulan memeluk Bintang dan mengajaknya masuk kedalam kamar Bintang.
Bulan tengah mengelus surai hitam Bintang, "Bintang, terkadang kamu harus mengalah atau kamu akan kehilangan seseorang yang kamu sayangi dan cintai hanya karena sikap keras kepala yang kamu miliki." Ucap Bulan pelan.
"Apa Bintang kurang mengalah Mah, selama ini Bintang menghadapi kesulitan sendiri tanpa adanya dia di sisi Bintang." Ucap Bintang terbata.
"Cobalah memaafkannya sayang, Mama tahu kalian saling mencintai. Jika kamu keras kepala hanya akan saling menyakiti." Jawab Bulan.
"Aku sudah memaafkannya Mah, tetapi menerima dirinya kembali dikehidupanku sangat sulit. Sakit Mah..." Ucap Bintang dengan meremaa maju bagian dadanya.
Bulan terus mengelus punggus Bintang dan sesekali mencium pucuk kepalanya.
"Sayang, yang sakit tidak hanya kamu tetapi juga Jackson. Dia sangat mencintaimu Nak." Jawab Bulan yang tidak ingin Bintang menyesali perbuatannya.
Bintang melepaskan pelukannya dan menatap wajah Mamanya, "Bagaimana Mama kenal Jackson dan bisa berkata seperti itu?" Tanya Bintang penasaran.
"Maafkan Mama sayang, tadi siang Mama menemui Jackson dan juga asistennya. Mama dapat melihat jika pria itu sangat mencintaimu bahkan pria itu berniat ingin menghadap ke Papa dan meminangmu." Jelas Bulan pasa putrinya.
Bintang tertegun sejenak yang kemudian tertawa sinis, "Apa Mama lupa, jika pria tersebut sudah memiliki tunangan dan akan menikah? Bintang tidak akan pernah merusak hubungan orang Mah meskipun ada baby twins sekarang, Bintang mampu merawat mereka sendiri." Jawab Bintang tegas dan lugas.
Bulan melupakan satu hal penting tersebut, terakhir kali Bintang masuk Rumah Sakit karena Intan saat itu memberikan informasi jika Jackson sudah memiliki tunangan di negara asalnya.
...**...
__ADS_1