Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Dave dan Rose : Mata Iritasi


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Dave yang turun di loby bersama Gabriel, menghentikan langkahnya ketika di panggil oleh resepsionis.


"Maaf Tuan, ada titipan makan siang seperti biasanya." Ucap resepsionis dengan sopan.


"Buang saja atau untukmu." Jawab Dave acuh.


Gabriel hanya diam, dia teringat teman Putri tadi datang ke kantor ini.


"Apakah ini yang memberi gadis kecil dengan suara paraunya?" Tanya Gabriel menyela.


"Eh, benar Tuan. Gadis cantik belia yang mengantarkannya." Jawab resepsionis cepat.


Gabriel mengambil kotak makan dari tangan resepsionis tersebut, "Untukku saja." Jawab Gabriel yang kemudian berlalu meninggalkan Dave.


Dave mendengus kesal, "mulai besok langsung antarkan ke dalam ruanganku." Perintah Dave tiba-tiba.


Resepsionis itu hanya berkedip cepat yang kemudian menunduk paham perintah atasannya.


Dave segera berlalu dari loby itu, entah perasaannya menjadi kesal karena bekal yang diberikan untuknya di ambil oleh Gabriel.


Gabriel segera masuk ke dalam mobilnya dan menaruh kotak bekal itu di samping kursi depan, sejenak Briel menghirup udara dalam-dalam.


"Apa yang aku lakukan, kenapa juga aku merasa marah dengan sikap Dave. Tentu saja terserah Dave mau membuang atau memberikan kepada orang lain." Runtuh Briel pada dirinya sendiri.


Briel mengendarai mobilnya menuju taman, dia akan memakan kotak bekal itu di sana dengan suasana yang baru.


"Ck, kekanak-kanakan sekali." Briel kesal ketika membuka kotak makan siang itu.


Terlihat didalamnya adalah bento versi Rose, yang tentunya tidak seindah bento asli.


Briel tetap memakannya meskipun awalnya kesal, ada perasaan yang aneh menjalar dalam hatinya. Mengingat Briel yatim piatu tanpa sadar dirinya terharu.


"Si*al, apakah mataku mulai sakit." Umpat Briel dengan menyeka air matanya kasar.


Tubuh dan hati Briel mungkin merespon apa yang tengah berada di otak Briel, Briel merasa terharu karena mendapatkan bekal makan siang seperti anak-anak TK yang lainnya. Briel belum pernah merasakannya atau dia melupakan masa kecilnya.


Tidak ada yang tahu kehidupan masa lalu Briel, termasuk Agung ayah Sky. Yang mengangkat pria itu menjadi anak.


Dari kejauhan Dave menyipitkan matanya, "Apa makanannya seenak itu atau sebaliknya? Kenapa pria kanebo itu sampai menangis." Ucap Dave pelan di dalam mobil.


Ya, setelah keluar dari perusahaan. Secara implusif Dave mengikuti mobil Gabriel hingga mobil yang dia untit itu berhenti di parkiran taman kota.


📩 Makan siang hari ini bento versi Rose yang cantik tiada tara. Semangat bekerja.

__ADS_1


Lagi dan lagi, Dave mendapatkan pesan dari Rose.


"Apa dia berniat membuat aku gemuk?" Ucap Dave lirih yang masih memandangi pesan dari Rose.


Dave membalas pesan Rose meskipun hanya dengan satu huruf saja dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan taman tersebut.


HP Rose bergetar di dalam saku celananya, terlihat gadis itu nampak mengucek matanyanya guna meyakinkan dirinya jika dia tidak salah lihat.


Rose mencubit pipinya hingga mengaduh kesakitan, "Auu.. sakit. Berarti ini nyata." Rose berteriak kegirangan dengan memeluk HP sembari meloncat-loncat di tempat.


"Muach... aku akan mendapatkanmu Pak Dave." Ucap Rose setelah mencium hpnya.


Para maid yang ada di rumahnya kaget dan terheran melihat tingkah Nona Mudanya, apakah gadis itu terkontaminasi ketidakwarasan karena memikirkan bumi itu bulat atau datar.


...**...


"Kenapa baru kembali Briel?" Tanya Sky yang melihat jam di tangannya menunjukkan pukul dia.


"Tadi saya makan siang dulu Tuan dan jalanan macet." Jawab Briel.


Sky hanya mengangguk, "Kenapa matamu merah, apakah iritasi?" Tanya Sky melihat mata Gabriel.


"Eh, ya Tuan." Jawab Briel cepat dan langsung menundukkan pandangannya.


"Cepat periksa Briel, aku akan memberikanmu waktu libur satu hari." Ucap Sky kepada asistennya itu.


"Mas..." Suara lembut yang mengusik pendengaran Sky.


Terlihat Putri sudah masuk ke dalam ruangannya dengan membawa sekanting keresek hitam.


"Kamu datang sayang." Sky beranjak dari duduknya dan mengecup bibir istrinya.


"Ish, dasar tidak tahu malu. Tutup dulu pintunya." Sungut Putri kepada Sky.


Sky hanya tertawa pelan, dan berjalan ke arah pintu yang kemudian di kuncinya.


Sedangkan Putri sedang menyiapkan makanan di atas meja.


"Apa yang kamu bawa sayang." Sky memeluk Putri dari belakang.


"Jangan begitu Mas," Putri merasa risih karena ada sesuatu yang menonjol.


Posisi saat ini Putri menungging karena posisi meja itu rendah, seakan tepat pusaka Sky mengenai sarangnya.


"Bolehkah, sebentar saja." Ucap Sky yang menggerakkan bagian bawahnya.

__ADS_1


"Makan siang dulu." Jawab Putri memberi alasan.


"Baiklah, setelah ini." Putri menekik pelan karena Sky tiba-tiba menggendong dirinya secara horizontal.


Sky merebahkan tubuh istrinya di sofa yang cukup lebar itu, Sky mencium bibir istrinya dengan lembut.


Putri dengan senang hati. melayani suaminya, dia melingkarkan tangannya di leher Sky dan membalas ciuman sore itu.


Tangan Sky bergerak mengelus perut istrinya, dia membuka pakaian yang di kenakan Putri terlihat dia buah semangka segar di hadapannya.


Dengan cepat Sky melahap buah semangkanya itu, membuat Putri gelisah dan mende*sah. Sky membuka pengait bra dan membuangnya ke sembarang arah.


"Apa Mas yakin melakukan di sini?" Tanya Putri dengan nafas terengah.


"Ya sayang, aku ingin melakukan sensasi yang baru." Sky segera menyergap bibir Putri dan memulai permainan intinya.


Ruangan itu penuh dengan suara erangan dan de*sahan, peluh membasahi tubuh kedua insan itu.


"Mas!!!" Putri meledakkan hasrat yang dia tahan.


Sky segera mengubah posisinya, kini Putri duduk tetapi membelakangi suaminya.


Kaki Putri tertekuk dengan tangan Sky masuk ke bawah lututnya, Sky mulai menggerakkan tubuh Putri naik-turun.


Seakan Sky tengah mengangkat barbel ketika di gym, Sky semakin meracau sedangkan Putri semakin menggila dengan posisi baru ini.


Terus Sky menghentakkan lebih salah hingga dia memegang pinggul Putri dan kakinya mengejang karena meledakkan benih-benik premiumnya.


Cup


"Terima kasih sayang, kamu semakin hot dan sexy." Ucap Sky dengan berbisik dan mengelus perut yang mulai membuncit istrinya.


Putri tidak menjawab dia hanya menyenderkan tubuhnya dengan nafas yang pendek pendek.


"Ayo kita mandi." Sky menggendong Putri setelah melepas buaya dari sayangnya.


Kali ini Sky benar-benar mandi, tidak melakukan ah ih ih di dalam kamar mandi. Cukup untuk sore ini, nanti malam dia bisa mencangkul lagi.


"Mas, apa kamu memarahi kak Gabriel?" Tanya Putri yang duduk dengan menyuapkan makanannya.


Sky menghentikan gerakannya dan menatap istrinya, "Tidak, ada apa?" Tanya Sky heran.


"Kak Gabriel keluar dari ruangan ini dengan menangis." Jawab Putri yang berpapasan dengan Briel ketika akan masuk ke ruangan suaminya.


"Tidak mungkin sayang, mata Briel hari ini merah karena iritasi." Ucap Sky dengan sok tahunya.

__ADS_1


Putri menyerengitkan alisnya, dia hanya mengangguk saja. Apakah orang iritasi mata dapat meneteskan air mata? Putri hanya dapat bermain dengan pikirannya sediri.


...**...


__ADS_2