Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
PROMO NOVEL BELENGGU HASRAT BUJANG LAPUK (AUTOR : OKTAVIA HAMDA ZAKHIA)


__ADS_3


Dua bulan telah berlalu, Liora tidak pernah berhenti meneror dan mengancam sang bujang lapuk, sehingga akhirnya mau tidak mau Morgan memenuhi permintaan gila dari wanita tersebut.


Asalkan wanita itu tidak lagi menganggu ketenangan sang ayah, bahkan bujang lapuk itu mengajukan sebuah syarat yang membuat Liora kesal.


Inginnya menikah dengan mengundang beberapa media, tapi ternyata Morgan tidak mau pernikahan yang dijalani menjadi boomerang.


Oleh karena itu, Morgan menikahi wanita yang selalu mengejar-ngejar dirinya secara siri, dan keputusan yang dia ambil membuat sang keponakan kembali kecewa.


Hal tersebut membuat pria matang itu memutuskan untuk melakukan, sebuah operasi demi hasratnya pada seorang gadis yang direnggut paksa.


Tanpa disadari semua orang Morgan menutupnya dengan operasi vasektomi, sehingga dia harus mendapat cacian dari wanita yang dinikahi oleh bujang lapuk tersebut.


Bahkan rasa mual di dalam diri bujang lapuk semakin menjadi, sampai membuat semua yang ada di mansion dibuat heran, dengan sikap dinginnya pada Liora yang hanya sebatas istri siri.


Sial! Sampai kapan aku harus mengalami hal seperti ini? Semua ini gara-gara 'dia' yang tidak pernah, berhenti mencari masalah denganku! Sampai-sampai aku membawa keponakanku kecewa karena keputusan yang ku' ambil. Tidak semudah itu kau menaklukkan hatiku Liora, kendatipun aku tidak akan tertipu oleh akal busukmu lagi.


Sementara itu, di kamar lain atau lebih tepatnya di kamar pribadi Liora, wanita itu merasa pernikahan yang dia impikan, tidak semudah dipikiran ibu hamil tersebut.


Mengingat wanita itu mati-matian menahan amarah pada Morgan yang berstatus sebagai suaminya, sehingga dia sendiri merasa tersiksa dan berpikir dapat menaklukan hatinya.


Akan tetapi, siapa yang menyangka pria impiannya semakin jauh, bahkan terang-terangan berkata jijik, semua dilakukan Liora telah menjadi sia-sia.


Pada saat dia akan mengambil air putih, di tengah jalan wanita itu berpapasan dengan Morgan, bahkan Liora bisa melihat begitu sangat jelas, sorot mata dingin dan juga kebencian di dalam diri pria itu.


“Ada apa?" Suara nada dingin itu, membuat Liora tidak bisa berkutik. Namun, di mansion ini juga tidak bisa melawan sorot mata dingin.


Hanya pada saat pria itu, tidak ada di mansion, ibu hamil tersebut lebih leluasa, mengambil kendali para pelayan di mansion.

__ADS_1


“Tidak ada." Sahutan yang diucapkan oleh Liora, membuat Morgan enggan melirik wanita tersebut.


Tanpa diketahui oleh Liora, sebenarnya Morgan begitu sangat geram, dengan tingkah laku wanita itu, begitu berani menyiksa dan menghasut mereka.


Untung saja kepala pelayan yang selama ini mengabdi keluarga Smith tidak pernah, termakan hasutan itu justru dia sendiri memberi perintah untuk mengawasi Liora.


Bukan itu saja, Morgan menyuruh wanita itu untuk menemuinya di ruang kerja, ada suatu hal yang ingin dibicarakan oleh pria matang tersebut.


Tidak berselang lama, begitu melihat Liora masuk ke dalam ruang kerja pribadinya, pria matang tersebut menyuruh wanita yang berstatus istri, untuk tidak menekan beberapa pelayan di mansion miliknya.


“Kenapa, ada yang salah denganku?" protes Liora, tanpa takut sorot mata dingin Morgan.


“Kau sudah melewati batas … lupa satu hal yang tidak pernah kau lakukan? Jangan pernah meracuni pikiran para pelayanku, sampai mereka berpikir anak itu adalah milikku, padahal sejatinya aku sama sekali tidak pernah menyentuhmu. Apa kau paham!"


“Bukankah itu sangat bagus, Sayang … jadi, tidak ada lagi yang mengklaim milikku," sahutnya dengan menyeringai licik.


“Aku menikahimu bukan untuk kau milikki, Li … kau bahkan bukan tipeku, sudah pernah ku' katakan aku sama sekali tidak tertarik denganmu!" Tanpa ragu, pria matang itu mengatakan. Bahwa dia sama sekali tidak pernah mencintainya.


Hal tersebut membuat pria matang itu, tidak segan-segan mencekik wanita yang telah menghina cinta pertamanya, “kau pikir siapa, hah? Sungguh berani mengatai penyakitan untuk cintaku … apa kau ingin tahu suatu hal? Aku bukanlah kakakku yang gampang termakan hasut murahan ini! Jangan pernah berpikir untuk menghinanya lagi, sudah untung kau ku' nikahi meskipun itu hanya untuk kandunganmu."


Napas Liora terasa tercekat, saat cekikan di lehernya mulai mengendur, dengan terbatuk-batuk wanita hamil tersebut, tidak lagi berbicara sampai saatnya tiba dia akan menaklukan Morgan.


Setelah mendapat pengusiran secara kasar, mau tidak mau dia pun lebih memilih mundur.


Suatu saat nanti, kau harus membayar mahal karena begitu terang-terangan menolak, ku' pastikan tidak ada lagi wanita yang mendekatimu, bahkan aku akan melenyapkan siapa pun yang menghalangi jalanku. Anak ini harus selalu hidup di dalam lingkaran keluargamu Morgan.


*


*

__ADS_1


*


Beberapa bulan berlalu, setelah mendapatkan identitas asli Citra, saat ini Leonard tengah memikirkan nasib gadis yang diam-diam, merasuki relung hati cinta kedua setelah mendiang mamanya.


Apakah aku salah mencintai gadis itu Ma? Jujur saja aku merasa dia berbeda dengan gadis lain. Seperti melihat mama yang begitu sangat mencintaiku, bahkan aku tidak pernah mengobrol dengannya. Meskipun ku' akui dia 'papa' dengan raga orang lain, tapi tetap saja hanya kalian yang tidak akan pernah tergantikan oleh apa pun.


Bahkan dia tidak menyadari, orang dibicarakan tiba-tiba datang menemuinya, hal tersebut membuat pria muda itu terkejut dengan kedatangannya.


“Jangan terkejut begitu … bukankah ini kedua kali kau melihatku seperti ini?" Seorang pria baya, tak lain Raymond membuat pernyataan.


Sampai membuat Leonard, berdehem pelan. Bahkan dia sedikit canggung dengan papanya, “maaf."


“Untuk?"


“Belum bisa mendekatimu, seperti saat aku kecil." Ucapan dari Leonard, membuat Raymond mengangguk paham.


“Tidak perlu merasa canggung denganku seperti ini … meskipun aku hanya orang asing, tetapi kau adalah tanggung jawabku … janjiku pada kedua orang tuamu, yaitu menjaga kalian dengan baik."


Leonard pun kembali bungkam, setelah mendengarkan pernyataan, dan membuat dia merasa bersalah pada sesosok, yang sudah begitu lama menempati raga papanya.


Tanpa disadari oleh Leonard, diam-diam Raymond yang mengubah wujud suara aslinya, menyeringai dingin begitu melihat perasaan yang sedang dialami oleh putranya.


“Kenapa tidak mengejar jika kau menyukainya?"


“Apa itu terlihat jelas di sorot mataku?" sahut Leonard, sembari balik tanya.


“Terlihat dari getsur tubuhmu … apa yang membuatmu ragu?"


Enggan menjawab pertanyaan, tapi ternyata pria muda itu, justru menutup semua pintu karena dia tidak ingin, orang lain mengetahui suatu hal yang di luar nalar.

__ADS_1


Sementara itu, Raymond tidak terlalu kaget dengan sikap dingin, bahkan tanpa sepengetahuan Leonard, dia melihat sebuah cinta segitiga di dalam diri putranya.


Lebih mengejutkan lagi, gadis yang tidak sengaja dilihat ternyata tengah mengandung, hal tersebut membuatnya semakin yakin jika gadis tersebut, takut menjalin sebuah hubungan dengan seorang pria.


__ADS_2