
...Maaf belum bisa crazy up, untuk saat ini autor hanya dapat update 2 bab setiap harinya....
...Karena autor benar sedang sibuk-sibuknya....
...Semoga readers, selalu setia menanti kelanjutan cerita disetiap babnya. โคโค...
Happy Reading ๐น๐น
Diruangan yang remang-remang, seorang pria parubaya tengah menatap tajam kearah pria yang tengah masuk kedalam mobil.
"Apakah perlu saya ikuti mereka Tuan?" Tanya sang asisten kepada bosnya.
"Tidak perlu, kita akan lihat sampai dimana dia bermain-main dengan Bintang. " Jawab Doni tanpa mengalihkan perhatiannya kearah jalan.
Setelah Doni memberi peringatan kepada Bintang, dia masuk keruang kerjanya yang dimana sudah ada sang asisten Zidan.
Ketika dikantor, Zidan menyerahkan laporan bagaimana perilaku Bintang dari duduk dibangku Sekolah Dasar hingga sekarang.
Ketika Sekolah Dasar sikap Bintang sangat baik, bahkan seperti anak-anak yang lainnya.
Sekolah Menengah Pertama, Bintang mulai sedikit berubah. Dia sering mengejek teman sekelasnya jika anak itu kurang pintar maupun miskin. Tetapi dia tidak segan menghajar anak orang kaya, jika mereka sudah keterlaluan membully orang lemah. Setidaknya dalam diri Bintang masih memiliki hati nurani.
Perilaku Bintang semakin menjadi di Sekolah Menengah Atas, karena dia disekolah elit sehingga persaingan sangat terasa. Entah dari segi fisik dan kekayaan.
Hingga puncaknya saat ini, seolah Doni kehilangan jati diri anaknya.
Setelah acara pernikahan Putri dan Sky, ternyata Bintang pergi keclub malam. Dia menghilangkan perasaan sedihnya dengan bersenang-senang disana.
Menghabiskan malam panas dengan seorang pria, dan itu membuat Bintang menjadi kecanduan bercinta dengan lawan jenis.
Meskipun begitu, Bintang selalu memakai pengaman dan meminum pil KB. Karena dia masih memiliki rasa takut dengan kedua orangtuanya terutama Papanya.
Seharusnya hari ini Doni dan Bulan datang kerumah Sky, tetapi mereka urungkan mengingat dilaporan Zidan jika Bintang dan Putri sempat bersitegang.
...**...
Sedangkan dikediaman Sky, nampak hening. Putri makan sendiri diruang makan, sedangkan Sky kembali kekamarnya.
Sky yang kesal segera meninggalkan istrinya, dia akan mendiamkan Putri. Sedangkan gadis yang didiamkan juga ikut mendiamkan Sky.
Tiga puluh menit yang lalu....
"Ayo makan dulu." Ajak Putri pada Sky yang terlihat turun kelantai satu.
Tanpa menjawan, Sky melangkankan kakinya dimeja makan.
Terlihat sayur asem yang belum pernah dia lihat, serta lauk pauk yang sederhana. Dia menatap Putri kemudian kembali lagi kehidangan yang ada diatas meja.
"Apa kamu yakin memberikanku makanan ini?" Tanya Sky dengan wajah datarnya.
Putri mengangguk mantap, "Apakah ada masalah?"
"Kau menyuruku makan sayuran sampah ini!" Seru Sky yang menatap tajam kearah Putri.
__ADS_1
"Sumpah." Beo Putri.
"Ini sayur asam. Lihat, aku juga menggoreng ayam, tempe, dan ikan asin tidak lupa sambal." Jelas Putri pada suaminya.
"Nafsu makanku hilang melihat sayur tidak jelas itu!" Segera Sky meninggalkan Putri sendiri.
Putri yang ditinggalkan sendiri, hanya mencebik kesal.
"Awas saja kamu, jika kamu tau rasanya sayur asem, ikan asin, dan sambel. Perpaduan yang kenikmatannya hqq ini." Gerutu Putri dengan tangannya sibuk mengambil nasi beserta sayur dan lauk pauknya.
Waktu menunjukkan pukul satu malam, tetapi ada sepasang mata yang masih terjaga.
Dia adalah Sky, karena aksi mogoknya kepada Putri. Malah dirinya yang tersiksa, padahal dalam bayangannya Putri pasti akan memaksanya untuk makan bersama.
Sky hanya menggulingkan tubuhknya kekanan dan kekiri, sesekali dia duduk, telentang, membaca buku, menonton TV.
"Arghh... aku sudah tidak tahan." Ucap Sky dengan melempar remote TV diatas kasurnya.
Sky membuka pintu kamarnya perlahan, dia mengintip apakah Putri sudah tidur. Terlihat kamar istrinya lampu sudah padam.
Sky segera keluar dan menutup pintu, dia tidak ingin menimbulkan suara apapun agar Putri tidak terbangun.
Terlihat Sky telah membuka kulkas, dimana masih ada sisa sayur dan lauk pauk yang dimasak oleh Putri.
"Untung masih ada sisa, jika tidak aku sudah mati karena menahan lapar." Gerutu Sky lirih.
Sky segera mengambil mangkok, di isinya dengan nasi dan sayur yang sebelumnya sudah dia panaskan didalam microwife.
Satu suapan, Sky hanya mangut-mangut. Tetapi dia terus menyuapkan nasi, sayur asam, dan lauknya kedalam mulut.
Sky menyemburkan makanan yang baru saja dia suapkan kedalam mulutnya.
Putri mengambilkan air minum, dan meletakkannya sedikit keras.
Sky menelan salivinanya dengan susah payah, dia merutuki kebodohan karena ucapannya beberapa jam lalu.
Tapi dia juga sangat malu karena tertangkap basah sudah menghabiskan sayur beserta lauk pauknnya.
"Uhuk... aku sangat lapar!" Jawab Sky ketus untuk menutupi rasa malunya.
Putri hanya menampilkan ekspreai wajah yang mengejek Sky.
Putri merasa kurang nyenyak dalam tidurnya, dia berniat ingin mengerjakan tugas kuliahnya. Karena hari ini dia tidak masuk kuliah.
Tapi siapa sangka, karena ketidaksengajaannya tersebut. Putri memergoki suaminya tengah makan sendirian.
...**...
Saat ini Bintang dan Jackson telah sampai disalah satu hotel mewah.
"Ayo sayang," Ajak Jack pada Bintang.
Bintang segera mengikuti langkah Jack, bahkan mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang romantis.
__ADS_1
"Ada yang bisa saya bantu Tuan? " Tanya petugas resepsionis.
"Saya sudah memesan kamar, atas nama Jackson." Jawabnya.
Resepsionis segera mengecek, dan menyerahkan kunci kamarnya.
Jack mengandeng Bintang menuju kelift yang akan mengantarkan mereka kelantai dimana letak kamar yang mereka sewa.
"Kapan kamu memesannya sayang?" Tanya Bintang menatap heran kepada kekasihnya.
"Sebelum aku menjemputmu, aku sudah memesannya sayang." Jawab Jack dengan tersenyum.
"Apa kamu menyiapkan semuanya, bahkan sampai menyewa kamar. Bagaimana jika tadi aku menolakmu." Jawab Bintang menelisik.
"Jika kamu tolak, aku akan langsung pulang ke Amerika." Jawab Jack dengan menyunggingkan senyum tipis.
"Kamu benar-benar mencintaiku." Tanya Bintang dengan menatap lekan kedua mata Jack yang berwarna abu tersebut.
Jack merapatkan tubuhnya sehingga membuat Bintang terpojok kedinding lift.
"Akan aku buktikan jika aku mencintaimu sayang." Jawab Jack tepat didepan wajah Bintang.
Segera dia menempelkan bibirnya dan menciumnya dengam sedikit kasar, hingga suara lift terbuka.
Jack segera melepaskan tautan bibir mereka, dia menggandeng Bintang agar segera dapat melakukan anu-anu dengan bebas.
Jack segera mengunci pintu, dan ditidurkannya Bintang diatas kasur king size tersebut.
Sedikit kasar, Jack merobek baju gadis itu. Mereka seakan terbuai dan melebur dengan kenikmatan yang mereka ciptakan.
Hingga tubuh mereka tidak terhalang sehelai benang. Jack segera melakukan penyatuan.
Hentakan demi hentakan yang saling bertabrakan terdengan, suara laknat penuh kenikmatan memenuhi ruangan itu.
Peluh membasahi tubuh mereka, gadis itu sudah beberapa kali melakukan pelepasan. Berbeda dengan sang pria, dia masih belum mendapatkan puncak kenikmatannya.
Gadis itu terus menjerit keenakan, karena permainan sang pria yang sedikit kasar tapi penuh kenikmatan.
Kini posisi gadis tersebut memunggungi sang pria, penyatuan dilakukan lagi.
Semakin menjerit nikmat keduanya, hingga hentakan semakin cepat dan mendapatkan pelepasan secara beraamaan.
"I love you." Ucap Bintang pada Jack.
Jack hanya membalas senyuman, tanpa gadia itu sadari jika saat ini kehidupannya sudah diujung tanduk.
...**...
...MAAF YA TIDAK BISA MENDETAIL...
...BIAR BISA LOLOS...
...KALIAN AKU KASIH HAREDANGNYA BINTANG DULU...
__ADS_1
...jangan lupa like, dan sesajennya. Biar asapnya semakin tebal ๐นโ...
...**...