Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Happy Ending


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


5 tahun kemudian


"Langit!!!!" Seru Mikayla dengan mata yang berkaca-kaca.


"Apa." Jawab Langit dengan wajah datar.


Mikayla yang merasa dirinya tidak di anggap melemparkan buket bunga yang dia genggam di tangan kecilnya.


Langit mendelik kesal dengan perilaku sepupunya, "Dasar cengeng." Ucap Langit yang kemudian berlalu meninggalkan Mikayla.


Mendengar suara tangisan anak perempuan di taman, membuat kedua gadis dengan kucir kuda berlari menghampirinya.


Ya, dia adalah anak kembar dari Gabriel. Bernama Jessi dan Jessica.


"Tata ada apa?" Tanya Jessi dengan suara cadelnya.


"Huaa... Langit tidak mau bermain denganku." Adu Mikayla kepada gadis kembar tersebut.


"Sudah kak, ayo bermain bersama kami." Ajak Jessica kepada Mikayla.


Dengan sesenggukan Mikayla menganggukkan kepalanya, dan bermain dengan kedua gadis kembar itu.


Jessi dan Jessica adalah anak kembar identik, dia menurun dari gen sang Ayah. Sifat keduanya beda tipis hanya saja Jessica lebih cerdas daripada Jessi sang adik.


Jessica lahir lebih dulu daripada Jessi, hanya berselisih menit. Jessica dengan wajah tenang dan datarnya sedangkan Jessi selalu menampilkan wajah ceria dan cerewetnya.


Sedangkan Loise, kembaran dari Mikayla tengah asik berduel otak dengan Sky.


"Skak mat!" Seru Loise dengan senyum lebarnya.


Sky yang sekali lagi kalah, hanya mengacak rambutnya frustasi.


"Ayah kalah lagi?" Ucap Langit yang datang dari arah taman.


"Ekhm.. tidak, Ayah hanya mengalah dengan Loise." Elak Sky yang tidak ingin harga dirinya jatuh.


Loise hanya memutar bolanya malas, dia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan kedua pria tersebut.


"Loise! Tunggu, kita belum selesai bermain!" Seru Sky yang tidak terima dengan kekalahannya.


Loise hanya melambaikan tangannya tanpa menoleh kebelakang.


"Ishh, dasar anak itu." Umpat Sky kesal.


Langit hanya bersedekap dada dan menggelengkan kepalanya pelan. Langit juga meninggalkan Ayahnya seorang diri di dekat kolam renang dengan papan caturnya.


"Kamu mau kemana Langit."


Tidak ada jawaban dari Langit.


"Oh astaga, kenapa aku di kelilingi dua bocah yang menyebalkan." Gerutu Sky yang menendang kaki meja pelan.


...**...


Sedangkan Putri dan Bintang tengah berbelanja di salah satu mall besar di kotanya.


"Apa kamu akan membeli semuanya Put?" Tanya Bintang yang tengah memilih baju bayi.


Terlihat Putri nampak berfikir, "Sepertinya iya." Jawab Putri ragu-ragu.


"Baiklah kita ambil semuanya, memiliki anak perempuan lebih menyenangkan daripada laki-laki." Ucap Bintang dengan memasukkan beberapa potong baju di keranjang.


"Benar, di rumah aku merasa berada di tengah-tengah antara Kutub Utara dan Kutub Selatan." Keluh Putri kepada saudaranya.


Bintang tergelak, dia tidak dapat membayangkan setiap hari bertemu dengan Sky dan Langit.


"Kau tahu Put, Louis sangat dingin dan kaku. Aku dan Jackson juga bingung anak itu menurun sifat siapa." Adu Bintang kepada Putri.

__ADS_1


"Tentu saja sifat kalian berdua, apa kamu tidak ingat bagaimana kamu dulu juga suamimu." Jawab Putri dengan terkekeh pelan.


Bintang memantulkan bibirnya, dia berfikir ada benarnya juga ucapan Putri. Apakah dulu suaminya seperti itu atau dia sendiri.


Suara benda jatuh membuyarkan lamunan Bintang, terlihat Putri terduduk di lantai dengan air ketuban yang sudah keluar.


"Pengawal!!!" Seru Bintang yang langsung menyingkirkan belanjaan mereka.


Segera para pengawal menggendong Putri menuju mobil dan di ikuti Bintang. Terlihat wajah Putri pucat pasi, "Ini sangat sakit sekali daripada Langit." Ucap Putri dengan nafas tersengal-sengal.


"Tahan Put, tahan." Jawab Bintang panik.


Saat ini Putri tengah mengandung anak kedua yang berjenis kelamin perempuan.


Putri menjambak rambut Bintang dengan spontan, "Argghh.. lepaskan.. sakit Put." Teriak Bintang yang menahan tangan Putri.


"Huh.. huh.. sakit Bin." Ucap Putri.


"Sebentar lagi kita akan sampai nona." Ucap sang sopir.


Bintang merogoh tasnya mencari HP untuk menghubungi Sky, dengan posisi rambutnya masih di jambak oleh Putri.


"Cepat ke Rumah Sakit! Putri mau melahirkan!!" Teriak Bintang menyalurkan emosinya kepada Sky.


"Oke.. oke.. tahan, jangan sampai lahiran di dalam mobil lagi!" Ucap Sky langsung mematikan sambungan telfonnya.


"Aku akan membalasmu Sky!" Umpat Bintang yang kesal.


Melihat sang Ayah berlari keluar mansion dengan kencang, membuat Langit mengikuti dengan langkah kecilnya.


"Ayah, mau kemana!" Teriak Langit.


"Mama mau melahirkan, sekarang sudah di Rumah Sakit dengan Tante Bintang." Jawab Sky yang sudah memasuki mobilnya.


Tanpa menunggu jawaban dari Langit, Sky langsung memacu mobilnya keluar mansion.


"Opa, Mama mau melahirkan." Jawab Langit yang sudah menangis.


"Kenapa kamu menangis, ayo kita susul Ayah dan Mama." Ucap Doni dengan menggendong cucunya.


Doni memberitahu anggota keluarga yang lain, dengan cepat mereka semua menyusul ke Rumah Sakit dengan di sopir oleh Gabriel.


Sky yang sudah sampai di parkiran, langsung berlari keluar untuk masuk ke dalam Rumah Sakit.


"Sky!" Seru Bintang yang melambaikan tangan dari kejauhan.


Sky berlari menghampiri Bintang, "Dimana istriku." Ucap Sky dengan nafas tersengal-sengal.


"Diruang persalinan, ayo!" Bintang menyeret Sky menuju ruang persalinan.


"Sus, ini suaminya." Bintang menyerahkan Sky kepada seorang perawat.


"Mari Tuan," Perawat membuka ruang persalinan diikuti Sky.


"Mas." Panggil Putri lirih.


"Sayang," Sky menghampiri dan mengecup seluruh wajah istrinya.


Terlihat nafas Putri tersengal-sengal, tangannya meremas lengan suaminya dengan erat.


"Kita sesar saja sayang." Ucap Sky dengan wajah khawatir.


Putri menggeleng lemah.


"Dokter!" Seru Sky yang kalut


Sang Dokter terlihat melihat jam tangannya, "Mari bersiap."


Segera seluruh tenaga medis yang berada di dalam ruangan itu, memposisikan diri mereka masing-masing.

__ADS_1


Dokter menginterupsi agar Putri mengejang dengan kuat, Sky merelakan wajah dan tubuhnya menjadi sasaran istrinya.


Hingga suara tangisan bayi melengking di ruangan itu, "Selama Nyonya dan Tuan, anak kalian berjenis kelamin perempuan lahir dengan keadaan sehat dan normal." Ucap sang dokter.


Lelehan air mata tidak terbendung lagi di mata Putri, begitu juga Sky. Dia sangat bahagia sekaligus terharu dengan perjuangan istrinya.


"Terimakasih sayang." Sky mengecup bibir istrinya.


Di luar ruangan persalinan, seluruh keluarga sudah menunggu.


Terlihat pintu persalinan di buka, Sky keluar dengan rambut dan baju yang acak-acakan.


"Bagaimana Ayah, adik dan Mama bagaimana?" Cecar Langit yang menggoyangkan celana Sky.


Sky berjongkok dan memeluk putranya, "Mama dan adik selamat sayang. Sekarang Langit menjadi seorang kakak." Jawab Langit dengan menangis haru.


Seluruh keluarga bernafas lega dan penuh rasa syukur.


Terlihat ruangan kembali terbuka, Putri dan box bayi keluar dari ruangan. Seluruh keluarga mengikuti perawat yang memindahkan Putri dan anggota keluarga baru.


Sky menggendong Langit dan masih belum sadar dengan penampilannya.


"Menantu!!!" Seru Ambar yang datang paling terakhir bersama Agung.


Ambar langsung memeluk Putri dan mencium kedua pipinya, dia memandang cucu perempuannya.


"Ya, ampun. Cantik sekali. Sangat mirip denganku." Ucap Ambar dengan mata berbinar.


Seluruh keluarga yang tahu kebiasaan Ambar kepada cucunya Langit hanya memutar bolanya malas, sedangkan Putri dan Bintang hanya tertawa pelan.


"Mah, kedua anak Sky ya mirip Sky dan Putri." Jawab Sky tidak terima.


"Diam saja kamu. Mama tidak menanyakan pendapatmu." Omel Ambar kepada Sky.


Sky mencebik kesal, sedangkan Bulan yang melihat menantunya tertawa kencang.


"Ya ampun Sky, cobalah berkaca." Kata Bulan dengan memandang menantunya.


Seluruh mata keluarga memandang Sky, mereka tertawa melihat penampilan Ayah dua anak itu.


Gabriel tertawa paling kencang, hingga membuat sepatu mendarat di kepalanya.


"Oh ya Ampun, ini jadi mengingatkanku kejadian beberapa tahun lalu." Ucap Bintang dengan menahan tawanya agar tidak meledak.


"Mama coba lihat video beberapa tahun lalu, Kak Sky dan Gabriel. mabuk buah kecubung." Lanjut Bintang lagi.


Sky dan Gabriel melebarkan kedua matanya, "Jangan!" Seru keduanya.


Anak-anak yang begitu penasaran mulai merengek kepada Oma Bulan.


"Oma, tunjukkan kepada kami."


"Benar Oma, cepat cepat!"


Dengan senang hati Bulan memperlihatkan video ketika Sky dan Gabriel mabuk kecubung.


"Ayah sangat lutu!" Seru Jessi yang riang bertepuk tangan.


Sky dan Gabriel hanya bisa duduk lemas di sudut sofa, karena menjadi bulan-bulanan anak dan keluarganya.


...TAMAT...


Aktor ucapkan terima kasih kepada readers yang sudah setia mengikuti kisah Sky dan Putri selama ini.


Maaf jika masih banyak salahnya, maafkan juga selama kenal dengan autor. Autor banyak salah yang di sengaja dan tidak di sengaja.


Sampai berjumpa bulan depan di novel yang baru.


Bye-bye 👋

__ADS_1


__ADS_2