
Happy Reading 🌹🌹
Melihat kedua putrinya menangis saling berpelukan, membuat Bulan dan Doni menghampirinya.
Sebenarnya ingin sekali semuanya untuk ikut merengkuh kedua tubuh gadis tersebut tetapi mereka cukup mengerti.
Bagaimanapun ini adalah masalah keluarga inti jadi mereka akan bersabar menunggu untuk mendapatkan giliran membaca kertas-kertas tersebut.
"Kenapa Nak?" Tanya Bulan pada kedua purtinya.
"Mah... Kak... kek Mah." Ucap Bintang dengan nada gemetar dan tersendat-sendat.
Bulan segera mengambil surat yang masih dipegang oleh Bintang, hatinya bagai terhimpit bongkahan batu besar.
Begitu sesak dan sakit yang tidak dapat dia gambarkan meskipun menggunakan kata-kata.
Jika orang bilang sebuah samurai menembus tubuhnya hingga tembus, sakitnya mungkin masih ratusan kali lipat.
Doni segera mengambil kertas dengan posisi berdiri, netra hitamnya secara lincah membaca kata demi kata yang di tuliskan Kakek Gunawan di kertas tersebut.
(Jangan baper ya, autor tidak dapat merangkai kata-kata melow. Tapi bagi autor udah bikin nangis)
Untuk : Kedua Bintang.
Dari : Kakek Gunawan.
Hallo, Bintang.
Jika surat ini sudah di temukan, pasti cucu kakek yang cantik sudah bertemu dengan keluarga aslimu.
Maafkan kakek memisahkanmu dengan kedua orangtuamu. Kakek melakukan semuanya agar kamu dapat merasakah kehidupan di dunia ini.
__ADS_1
Kakek tahu, kamu pasti akan mengalami kehidupan yang sulit. Tapi kakek yakin kamu cucu kakek yang kuat dan cerdas.
Ingin sekali kakek merengkuh tubuh kecilmu di dalam pelukan kakek, ingin mengucapkan berjuta kata sayang kepadamu. Apa daya kakekmu tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu semua.
Kakek hanya mampu memandangimu dari kejauhan, bahkan hanya melalui foto-foto yang di kirimkan anakbuah kakek.
Hari ini adalah hari ulang tahunmu yang ke lima tahun, kakek sangat senang. Orang jahat tersebut sudah kakek beri harta yang banyak dan pergi jauh dari negara ini.
Kakek akan menjemputmu nak, tunggu kakek datang. Kakek akan memberikan kasih sayang yang belum pernah kamu dapatkan selama usiamu sampai lima tahun.
Apa kamu tahu, kamu memiliki saudara perempuan yang tidak kalah cantik denganmu. Namanya juga Bintang, lucu ya nama kalian sama.
Mungkin nanti akan kakek pikirkan nama yang cantik untuk kalian berdua.
Kakek juga sangat menyayanginya, kakek ingin berkumpul dan bermain dengan kedua cucu kakek.
Entah kenapa, perasaan kakek tidak enak hari ini. Kakek merasa tidak akan pernah bertemu denganmu cucuku.
Karena itu, kakek menuliskan surat ini jika terjadi sesuatu kepada kakek.
Jangan lupakan kakek, meskipun Bintang belum pernah bertemu dengan kakek. Tetapi kakek sangat menyayangiku.
Selamat ulang tahun kedua Bintangnya kakek.
Bahagia selalu menyertai kalian.
Begitulah kiranya isi surat dari Kekek Gunawan untuk kedua cucunya.
Doni luruh kelantai dengan posisi bersujud, dia menangis tersedu-sedu dengan isi surat tersebut.
Menyesakkan, Doni tidak tahu begitu rasa sayangnya sang Ayah kepada kedua cucunya. Meskipun dia tahu jika salah satunya bukan cucu kandung Wiratama.
__ADS_1
Semuanya maju untuk menenangkan mereka, mereka secara bergilir membaca surat dari Kakek Gunawan.
Bahkan Lila dan Ambar sudah menangis tersedu-sedu dengan memeluk keluarga tersebut.
Lila tidak menyangka, jika rasa sayangnya kepada cucu yang dia sembunyikan sebesar ini.
Bahkan Putri dan Bintang saling berpelukan erat, Putri kecil yang dulu berfikir tidak ada yang menyayanginya selain Bu Siti ternyata kakeknya secara diam-diam selalu memandangnya dari kejauhan.
Sedangkan Bintang, dia memang tidak begitu dekat dengan Kakek Gunawan tetapi Kakek tidak pernah membentak maupun menjauhinya ketika dia dekati.
Dulu Bintang berfikir jika dia adalah cucu yang tidak di sayang, ternyata kakeknya memikul beban yang besar dipundaknya.
Bintang merasa bersyukur dan beruntung diberi kesempatan tumbuh bersama sang kakek hingga usianya lima tahun. Dia bisa bercengkrama, memeluk, mencium pipinya, bahkan menghirup aroma tubuhnya.
Bintang semakin tergugu di dalam pelukan Putri, dia sangat menyesal jika pernah meniliki prasangka yang buruk tentang kakek mereka.
Sky yang membaca suratnya, merasakan geseran kertas yang rapuh itu.
"Masih ada lembar yang lain lagi." Ucap Sky dengan perlahan memisahkan kertas tersebut.
...**...
Huh... udah nangis belom?
Kalau kurang bawang merahnya, tambahin sendiri dah. Autor tu gak kuat yang melow-melow.
Surat apa lagi ya, hemm... Kakek Gunawan banyak banget rahasianya.
...**...
Promo dua novel
__ADS_1