
...MESKIPUN BELUM TAMBAH BAB KARENA LAPTOP AUTOR TIBA-TIBA LELAH MINTA JAJAN....
...PADAHAL UDAH 20 BAB, MENGSAD BANGET....
...MASUKIN KE RAK DULU YA, LIKE FAVORIT....
Happy Reading 🌹🌹
Rex dan Celine sudah berdiri di altar, Celine di dampingi kedua orangtuanya sedangkan Rex hanya sendiri.
Rex dengan lantang dan yakin mengucapkan janji tali suci di hadapan pastur, sedangkan Celin didalam hatinya berkecamuk apakah dia harus senang atau sedih.
Bukan pernikahan satu pihak yang dia inginkan, melainkan sama-sama saling mencintai. Apakah Celine mulai saat ini harus belajar mencintai Rex dan melupakan Jackson.
Sedangkan orangtua Celine tidak menaruh curiga sedikitpun di pernikahan anaknya, mungkin mereka akan segera memiliki cucu.
Rex dan Celine sudah saling berhadapan, Rex membuka penutup kepala yang menutup wajah wanita yang kini sudah sah menjadi istrinya.
Cup.
Rex mengecup bibir merah Celine dengan lembut, "Mari kita mulai kisah kita sendiri Celine." Ucap Rex dengan menatap kedua netra Celine.
Seperti di hipnotis, Celine menganggukkan kepalanya dan membalas tatapan Rex.
__ADS_1
...**...
Kondisi Jackson semakin hari semakin membaik, bahkan sekarang dia sudah bisa berjalan normal meskipun terkadang masih terasa nyeri di beberapa titik tubuhnya.
"Selamat pagi Baby." Sapa Jackson yang melihat Bintang membuka kelopak matanya.
Bintang tersenyum ke arah Jackson, semenjak kejadian haru tempo hari. Hubungan Jackson dan Bintang semakin baik.
Bahkan Doni sudah tidak pernah melarang anaknya tersebut, hanya saja Doni masih bersikap dingin terhadap Jackson.
Sikap dingin Doni tidak membuat Jackson patah semangat, dia akan berusaha menjadi menantu yang di impikan Doni.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Bintang dengan suara serak khas orang bangun tidur.
Jackson mengangguk, dan membawa Bintang kepelukannya. Sudah dua malam Bintang dan Jackson tidur satu kasur karena keadaan Jackson yang sudah membaik.
"Terserahmu saja." Jawab Bintang yang kembali memejamkan matanya.
"Aku ingin menengok baby twins." Ucap Jackson dengan mengelus perut buncit Bintang.
"Menengok?" Beo Bintang yang kini mendongak untuk menatap Jackson.
"Iya menjenguk, itu... anu seperti kita membuat mereka baby." Jawab Jackson canggung.
Blush
__ADS_1
Bintang menundukkan pandangannya wajahnya serasa panas mendengar ucapan absurd Jackson.
"Kenapa diam baby, apa kamu tidak ingin menikah denganku?" Tanya Jackson dengan wajah sendu.
"Apa kamu memang tidak bisa romantis, bagaimana bisa kamu mengajak wanita menikah di atas ranjang begini." Omel Bintang yang menutupi perasaan malunya.
Bintang segera bangun untuk cuci muka ke kamar mandi, pagi-pagi sudah di suguhi pembicaraan dewasa.
Jackson menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, dia belum ada pengalaman untuk menyatakan perasaan terhadap lawan jenis. Apalagi mengajak menikah.
"Huh, Bintang buang jauh pikiran kotormu. Astaga pria itu menyebalkan sekali." Gerutu Bintang yang mengeluarkan pasta gigi dari tempatnya.
Jackson mencoba menghubungi Rex, tetapi selalu tidak aktif. Tengah malam Jackson akan mendapatkan laporan perusahaan dari Rex setelahnitu nomor asistennya tidak aktif lagi.
"Come on Rex, aku membutuhkanmu." Gerutu Jack pada Rex.
Sedangkan Rex di sebrang sana masih mengurung Celine di dalam kamar, Celine keluar jika Rex ada keperluan penting saja.
Rex mengerjakan pekerjaanya dengan cepat agar dapat bermain di ranjang panas mereka.
Jackson yang sudah pasrah menelfon asistennya, mencoba searching di simbah google.
"Kenapa banyak sekali, sebenarnya yang menulis maunya apa! Cara yang atas, tengah, atau bawah." Jackson mengomel dengan membaca kiat-kiat melamar seseorang.
...**...
__ADS_1
Maaf up dikit, autor sedang anu... keliling silaturahmi 🤣