Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Puasa Trimester Pertama


__ADS_3

Happy Reading🌹🌹


Grace di bopong oleh salah satu anak buah keluarga Gandratama setelah sampai di depan Rumah Sakit Y.


Perawat yang melihat baju Grace bersimbah darah segera berlari dengan membawa brangkar, segera anak buah meletakkan Grace secara hati-hati.


Grace langsung dilarikan ke ruang UGD untuk melakukan pemeriksaan, semenit kemudian para perawat segera berhamburan menyiapkan ruang operasi untuk Grace.


Grace merasa nyawanya sudah berada di ubun-ubun, apakah sesakit ini untuk menjadi seorang ibu. Grace terus berteriak karena perutnya secara di remas dan juga tulang tubuh Grace serasa lepas dari tubuhnya.


"Segera bawa ke ruang operasi!" Seru sang dokter.


Dengan langkah lebar dan cepat para perawat dan juga dua orang dokter masuk ke ruang operasi.


...**...


Mobil yang di kendarai Gabriel sampai di depan Rumah Sakit Y, disana sudah ada anak buah Gandratama yang menunggu.


Dengan tergesa-gesa, Sky berlari masuk yang di susul oleh Gabriel. Karena panik Sky sampai tidak tahu dia harus berbuat apa.


Gabriel yang melihat kebingungan atasannya, segera menyeret kerah baju Sky bagian belakang dan menghampiri bagian informasi untuk menanyakan pasien atas nama Putri.


Mendengar nama keluarga Gandratama, segera suster tersebut menunjukkan arah ruangan dimana Putri tengah memeriksakan dirinya.


Sky segera berlari. Sepanjang perjalanan Sky banyak yang kaget karena kehadirannya, ada apa pria itu di Rumah Sakit. Sedangkan pasien yang masih menunggu gilirannya setelah Putri tidak kaget lagi kehadiran pria tampan tersebut.


Brak


Pintu ruangan dokter kandungan tersebut terbuka secara kasar dan paksa, Sky melebarkan matanya melihat istrinya kehabisan nafas dan tengah di peluk gadis muda seusia istrinya.


"Ya!! Apa kau ingin membunuh Putri." Seru Sky yang membuka paksa pintu ruangan itu dengan nafas tersengal-sengal.


Putri dan yang lainnya mengalihkan perhatian ke sumber suara, Rose yang tengah di tatap tajam mengendurkan pelukannya dari Putri.


"Siapa dia?" Tanya Rose yang menunduk takut dan berbisik keterangan Putri.


"Suamiku, kamukan sudah melihatnya di TV." Jawab Putri pelan.

__ADS_1


Rose menutup mulut dengan kedua tangannya, penampilannya di TV dan secara real sangat berbeda.


"Lebih tampan aslinya, aku tidak mengenali suamimu." Cicit Rose.


Putri yang mendengar Rose memuji suaminya menjadi cemberut, Putri menatap tajam kearah Sky dan memindai tampilan suaminya.


Dengan langkah lebar, Sky menghampiri Putri dan memeluknya tidak lupa ciuman yang menghujani seluruh wajah Putri dari Sky.


"Maafkan aku sayang," Ucap Sky yang kembali memeluk istrinya.


Putri meneteskan air matanya, dia menangis seperti anak kecil.


"Sayang kamu tidak apa-apa, apanya yang sakit, siapa yang menyakitimu." Sky melepaskan pelukannya dan menghujani istrinya banyak pertanyaan.


Sky menatap tajam Rose, karena tadi dia melihat gadis itu memeluk istrinya sangat erat.


Rose yang mendapatkan tatapan tajam, melangkah mundur dan menggeleng, "Bu... bukan aku." Ucapnya gagap.


"Sudah sayang, jangan menangis. Apakah sudah ada Sky junior di dalam perutmu?" Tanya Sky lembut.


"Ekhmm, maaf Tuan." Dokter kandungan berdehem agar kedua insan tersebut sadar jika bukan hanya mereka yang berada di dalam ruangan ini.


Sky melepaskan cimannya dan Putri menutup wajahnya dengan selimut yang menyelimuti bagian dadanya karena sangat malu.


"Bagaimana mana dok keadaan anak dan juga isrtiku?" Tanya Sky yang merasa tidak pernah terjadi sesuatu apapun.


"Tuan bisa lihat di layar monitor, ini adalah calon anak Tuan dan Nyonya." Ucap dokter kandungan tersebut.


"Jangan bercanda! Bagaimana anakku bisa sebiji benih sawi itu," Ucap Sky mendengus kesal karena anaknya hanya setitik hitam biji sawi.


"Bayi Tuan dan Nyonya baru berusia lima minggu, ini adalah kantung bayinya. Dari setitik kecil itu akan berkembang menjadi bayi pada umumnya. Memang seperti itu prosesnya." Jelas sang dokter kandungan kepada kedua pasangan tersebut.


Putri hanya mangut-mangut mengerti ucapan sang dokter, tetapi Sky masih tidak terima dengan setitik hitam tersebut.


Bagaimana bisa Sky junior dari setitik hitam itu, padahal kedua orangtuanya tampan dan cantik, aku tinggi dan juga gagah tidak lupa otakku cerdas. Apa dia menurun dari ibunya yang pendek dan tidak seberapa pintarnya itu. Gumam Sky dalam hati dengan melirik ke arah Putri.


"Baiklah dok, lalu apa kita boleh berhubungan?" Tanya Sky yang tidak tahu malu.

__ADS_1


Putri mencubit tangan Sky karena dia sangat malu dengan pertanyaan suaminya, sedangkan Rose mengibas-ngibaskan tangannya serasa oksigen diruangan itu habis.


"Ah, panas sekali. Aku harus keluar mencari oksigen." Ucap Rose lirih.


Segera Rose keluar ruangan tersebut dan di ikuti oleh Gabriel yang sudah tidak kuat dengan tindakan bosnya.


"Silahkan duduk dulu Tuan dan Nyonya." Ucap sang dokter ketika gel yang di atas perut Putri sudah di bersihkan oleh perawat.


"Begini Tuan, selama trimester pertama. Kalian tidak boleh melakukan hubungan secara intens dan durasi lama. Jika memang ingin berhubungan setidaknya hanya boleh satu kali satu hari dan tidak boleh lama juga kasar." Jelas sang dokter kepada Sky dan Putri.


"Apa lebih baik selama trimester pertama tidak berhubungan dok?" Tanya Putri.


"Iya lebih baik tidak berhubungan terlebih dahulu Nyonya, trimester pertama berjalan selama tiga bulan masa kehamilan." Jawab sang dokter kandungan.


Sky menoleh ke arah Putri, terlihat tatapan mengiba dan memohon kepada istrinya.


" Baik dok, Terima kasih penjelasannya. Kapan saya balik periksa kandungan lagi?" Tanya Putri lagi.


"Dua minggu setelah ini silahkan datang lagi Nyonya, sekarang akan saya resepkan obat dan juga vitamin agar Nyonya tidak mual." Dokter tersebut segera menuliskan resepnya dan menyerahkannya kepada Putri.


" Terima kasih dokter, " Ucap Putri yang kemudian berdiri dan melenggang pergi dari ruangan tersebut.


Sky menyusul Putri, dia merengek seperti anak kecil. Sudah hampir satu bulan buayanya libur dan sekarang ditambah tiga bulan lagi, ah Sky akan gila.


"Sayangggg..." Rengek Sky kepada Putri.


"Apa sih, sudah sana pergi saja bekerja. Kamu senangkan pergi keluar kota dan keluar negeri, kamu bisa jauh dariku dan juga anakku." Ucap Putri dengan mengusir Sky.


"Aku minta maaf sayang, maafkan suamimu ini. Itu juga anakku, kamu ingat aku selalu menyuolai bahan bakunya hingga kamu berteriak keenakan." Ucap Sky yang masih membujuk istrinya.


Putri berhenti dan menatap tajam suaminya, enak sekali pria itu sudah mendiamkan dan meninggalkannya hampir satu bulan ini. Tiba-tiba datang meminta haknya.


"Kamu yang menyuplai bahan baku, tetapi aku yang mengalami morning sickness dan juga membawanya ke mana-mana belum lagi aku melahirkan dan menyusuinya nanti, jadi ini anakku kamu hanya penyumbang benihnya saja. Sudah sana jauh-jauh dariku seperti sebelumnya." Cecar Putri kepada suaminya.


Perdebatan Sky dan Putri terhenti, karena mendengar suara ribut-ribut di luar.


...**...

__ADS_1


__ADS_2