
Happy Reading 🌹🌹
Terlihat wanita dengan perban di kepala dan beberapa sikunya duduk menyandarkan punggungnya.
"Kamu." Ucap Rex dan Mawar bersamaan.
"Maaf Nyonya saya tidak sengaja menabrak Anda, Saya akan bertanggung jawab dengan membiayai seluruh pengobatan Anda." Jawab Rex to the point.
"Ah, tidak perlu Tuan. Apakah ini takdir kita dipertemukan lagi." Jawab Mawar bahagia.
Rex menaikkan sebelah alisnya dan menatap datar ke arah wanita yang tengah tersenyum ke arahnya.
"Takdir yang sial." Jawab Rex datar.
Mawar merasa sangat kesal, tetapi dia harus menahan amarahnya dan tetap bersandiwara di depan Rex.
"Apakah Anda bisa mengantar saya pulang Tuan, Saya tadi di rampok dan kabur meninggalkan mobil beserta tas Saya." Ucap Mawar dengan nada memohon.
"Sebentar." Rex segera menelfon seseorang dan mematikannya dengan cepat.
Mawar berharap jika Rex menyetujuinya agar cepat menjerat Rex.
Terlihat pintu rawat Mawar dibuka oleh seseorang, "Antar Nyonya ini pulang dengan selamat." Ucap Rex dan kemudian berlalu dari ruangan tersebut.
Mawar melebarkan kedua matanya, bagaimana bisa ada seorang pria sekejam Rex. Dengan mudahnya meninggalkan dirinya dengan pria lain.
"Ini semakin menarik, aku suka." Ucap Mawar dalam hati dengan tersenyum sinis yang tipis.
Rex yang melihat Celine berjalan keluar dengan Dokter Isam kembali membuat hatinya bergemuruh.
Segera Rex berjalan dengan cepat dan mencekal pergelangan tangan Celine, Rex menyeret Celine tanpa sepatah katapun.
Bahkan rintihan Celine tidak dia hiraukan, cengkraman Rex sangat kencang sehingga membuat pergelangan Celine sakit.
Rez membuka pintu dengan kasar dan mendorong Celine masuk kedalam mobil, Rex berjalan memutar menuju kursi pengemudi.
Segera Rex meninggalkan area Rumah Sakit, dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi sehingga membuat Celine takut.
"Rex, berhenti." Ucap Celine dengan nada gemetar.
"Berhenti!!!" Celine berteriak bahkan air matanya sudah membasahi kedua mata dan pipinya.
Rex langsung berhenti, Celin langsung keluar dari mobil tanpa sepatah katapun. Rex turun menyusul istrinya.
"Apa yang kamu lakukan!" Seru Rex yang masih tidak terima.
Celine menatap tajam kearah mata suaminya, "Tinggalkan aku." Lirih Celine.
Hati Rex berdenyut nyeri, "Sampai mati aku tidak akan mengabulkannya Celine." Jawab Rex geram.
Hari telah berlalu.
__ADS_1
Hubungan Rex dan Celine semakin dingin, meskipun mereka satu atap seperti orang asing.
Celine bahkan lebih sering tidur di Rumah Sakit, dia menyibukkan diri dengan bekerja daripada sakit memikirkan hubungannya dengan Rex.
Begitupun Rex dia tidak pernah datang maupun menghubungi Celine, Rex hanya memantau semuanya melalui pengawal bayangannya.
"Apa Dark sudah bergerak?" Tanya Jackson pada Rex.
"Ya, dia mulai keluar. Apa yang akan kita lakukan." Jawab Rex dengan menghidupkan sebatang rokok.
"Apa kamu ada masalah?" Tanya Jackson yang melihat Rex kembali merokok.
"Ya, Celine." Jawab Rex singkat.
"Kenapa?" Tanya Jackson penasaran karena kebucinan Rex di atas rata-rata darinya.
Rex akhirnya menceritakan kejadian di Rumah sakit dan kecelakaannya. Bahkan wanita yang dia tabrak tempo hari terus muncul di hadapannya dan semakin memperkeruh hubungannya bersama Celine.
Celine semakin dingin dan menutup dirinya dari Rex, membuat Rex frustasi memikirkannya.
"Selidiki wanita itu Rex." Ucap Jackson kemudian.
Rex terdiam, dia tidak pernah terfikirkan untuk menyelidiki wanita tersebut.
"Selidiki dia, kemungkinan dia utusan Dark. Jika memang benar kita akan memulai permainannya." Lanjut Jackson tersenyum licik.
Rex segera menyuruh anak buah yang mereka susupkan dalam klan Dark untuk datang ke markas.
"Apa kalian kenal dengan wanita ini?" Rex menyerahkan sebuah foto, terlihat foto Mawar di dalamnya.
"Dia adalah wanita Dark Tuan." Jawab salah satu utusannya.
"Apa kamu yakin?" Tanya Jackson memastikan.
"Benar Tuan, dia beberapa kali datang ke markas Dark." Jawab utusan tersebut dengan yakin.
"Apa yang dia rencanakan?" Jackson semakin menuntut jawaban.
"Maaf Tuan, Saya tidak tahu. Karena ketika mereka bertemu lebih sering di dalam kamar." Jawab utusan tersebut jujur.
Rex menyunggingkan senyum yang sangat tipis, bahkan Jackson tidak sadar dengan senyuman itu.
"Bagaimana sayang, apa kamu berhasil mendekati Rex." Tanya Dark pada wanitanya.
"Sebentar lagi akan berhasil." Jawab Mawar dengan keyakinan yang tinggi.
"Bagus, setelah dia jatuh kita akan memusnahkan mereka." Jawab Dark dengan tawa yang menggelegar.
Mawar ikut tersenyum, setelah itu aku akan menghabisimu Dark.
Di Rumah Sakit
__ADS_1
Celine tengah makan siang bersama Dokter Isam di dalam ruangannya.
Setelah kejadian terakhir, Celine menjelaskan kepada Dokter Isam kenapa dia tidak dapat menerimanya. Dokter Isam mulai belajar menerima kenyataan.
Kini hubungan Celine dan Dokter Isam kembali membaik, karena Dokter Isam yang memulai mengajak berbicara dengan Celine tentang masalah yang muncul di antara mereka.
"Kenapa tidak dimakan? Apa kamu tidak suka?" Tanya Dokter Isam yang melihat Celine hanya mengaduk-aduk makanan di hadapannya.
"Hah, aku ingin seblak." Jawab Celine menaruh sendoknya.
"Hah? Sebalak, di siang yang panas ini?" Tanya Dokter Isam memastikan pendengarannya.
"Hem, tolong belikan aku seblak di sebrang jalan itu. Seblak cakar dengan level kepedasan sepuluh." Jawab Celine dengan mata berbinar.
Dokter Isam terdiam sesaat, "Celine, kapan kamu terakhir datang bulan?"
Buk
"Jangan mes*um." Umpat Celine pada pria yang ada di depannya.
Dokter Isam mengaduh dan mengusap lengannya, "Aku hanya bertanya, karena terakir kamu pingsan ada yang berbeda dari tubuhmu. Coba kamu tes saja." Jawab Dokter Isam panjang lebar.
Celine memangku dagunya sebelah tangan, dia seakan berfikir dan mengingat kapan terakhir kali dirinya mendapatkan tamu bulanan.
"Hey! Cepat periksa dan akan aku belikan seblak sesuai keinginanmu jika kamu hamil.".Dokter Isam memecah keheningan.
" Baiklah... baiklah... aku akan ke tempat Dokter Irma dulu meminta alatnya. Kamu cepat belikan aku seblak." Celine berdiri dan meninggalkan Domter Isam sendirian.
Dokter Isam termenung "Jika benar kamu hamil aku tidak akan memisahkanmu dengan pria yang kamu cintai Celine." Ucap Dokter Isam dalam hati.
Celine terlihat tengah menggigit kuku ibu jarinya, ya setelah datang ke tempat Dokter Irma meminta tespek. Segera Celine kembali ke ruangannya untuk melakukan tes.
Celine sangat takut dia akan kecewa, karena ketika kecelakaan dokter yang menanganinya tidak mengatakan apapun kepadanya dan keluarganya.
Celine memejamkan matanya dan berdoa yang terbaik untuk keluarganya.
Celine menangis dan mengulas senyum bahagia, terlihat jelas garis dua yang menghiasi alat tes kehamilan tersebut.
Tangan Celine mengelus perutnya yang terlihat rata tersebut.
Ingat ya tidak semua ibu hamil itu perutnya besar, ada yang kecil juga bahkan seperti tidak hamil. Kalau orangtua bilang perut tebal dan perut tipis gitu. Jika perut tebal hamilnya itu akan melendung gede seperti pada umumnya, jika perut tipis ya hamil sekitar empat sampai lima bulan baru kelihatan.
"Terimakasih sayang, sudah hadir." Ucap Celine dengan nada lirih hampir terisak.
Celine teringat, hubungannya dengan Rex sedang tidak baik. Apakah dia akan merahasiakan kehamilannya atau mengatakannya.
Celine takut jika Rex menolak kehadiran buah hatinya saat ini, apa yang harus Celine lakukan?
...**...
...Jangan lupa like dan komentarnya....
__ADS_1