Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Memahamkan


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Putri yang sedari tadi hanya diam, dia segera menegakkan tubuhnya dan bergantian menatap kedua wanita berbeda usia tersebut.


"Maaf jika Putri kurang sopan Nyonya, terlepas dari pekerjaan Putri. Putri tidak serendah yang kalian pikirkan. Meskipun Putri bekerja di dunia malam, tetapi Putri menjaga kehormatan wanita yang seutuhnya hanya untuk suaminya kelak. Jika memang Nyonya lebih percaya perkataan dan sebuah gambar tidak masalah, meskipun Nyonya menentang pernikahan kami. Kami akan tetap melaksanakan pernikahan tersebut." Jawab Putri dengan tenang dan lugas, meskipun di sudut hati kecilnya dia sedih karena wanita yang sudah dia anggap seorang Ibu lebih mempercayai perkataan orang lain.


Sky langsung menoleh ke arah Putri setelah gadis itu selesai berbicara, tanpa sadar dia tersenyum ke arahnya.


Sedangkan Bintang mendengar ucapan dan senyum Sky mengepalkan tangannya di samping sofa.


Dengan tatapan yang nyalang, Bintang seakan tengah mebguliti tubuh Putri.


Sedangkan Ambarsari hatinya berdenyut nyeri, Putri memanggil dirinya Nyonya. Entah kenapa Ambarsari merasa sangat sedih dengan panggilan tersebut.


Agung yang melihat situasi semakin memanas akhirnya membuka suaranya, "Baiklah, besok kita akan langsungkan perbikahan Sky dan Putri." Ucap Agung tenang.

__ADS_1


Bintang membelalakkan matanya, bagaimana bisa Om Agung mengambil keputusan tersebut dengan cepat. Apa Om Agung sama sekali, tidak terpengaruh dengan gambar tersebut.


"Om! Aku tidak setuju jika kak Sky menikah dengan wanita malam itu!" Seru Bintang yang sudah berdiri dengan emosi.


"Ck, siapa dirimu menentangku menikah dengan Putri? Jangan merasa kau bisa mencampuri urusan keluargaku, kau hanya anak dari sahabat Mamaku tidak lebih!" Jawab Sky dengan tajam.


Perasaan Bintang bagai di hantam dengan keras, tanpa permisi air matanya menetes mendengar jawaban pria yang dia cintai.


Bintang segera berlari keluar, tidak ada yang mencoba menghalangi maupun mengejar kepergiannya dari kediaman Gandratama.


"Mah, ayo kita kekamar. Biarkan Sky dan Putri mengobrol dengan tenang." Ajak Agung pada istrinya.


...**...


Bintang mengendarai mobilnya dengan sekencang mungkin, dia menangis dan sesekali memukul stir mobilnya untuk melampiaskan amarahnya.

__ADS_1


"Tidak... tidak akan aku biarkan kalian bahagia." Ucap Bintang dengan tertawa lirih menutupi rasa sakit hatinya.


...**...


Didalam kamar yang bernuansa klasik tersebut, tengah duduk Ambarsari dan Agung, sudah hampir tiga puluh menit mereka hanya diam.


Agung menghela nafasnya pelan, tanganbya terulur memegang tangan istrinya. Ambarsari menoleh, sepasang netranya menatap suaminya dengan sendu.


Entah kenapa perasaannya sangat sedih, tetapi dia tidak tahu karena apa. Melihat calon menantunya memanggilnya nyonya? atau karena putranya lebih membela gadis yang akan dia nikahi?


Agung segera menbawa istrinya kedalam pelukannya, Ambarsari sesenggukan menangis meluapkan rasa sedih di hatinya.


Agung dengan sabar menepuk dan mengelus punggung istrinya, dia menyalurkan ketenangan disetiap sentuhannya.


"Mah, dengarkan Ayah. Apa yang terlihat diluar belum tentu sama dengan isinya, coba terimalah pilihan putra kita. Selama hidupnya dia tidak pernah meminta apapun terhadap kita, justru kita yang selalu menuntut kepada anak kita." Jawab Agung tenang.

__ADS_1


Ambarsari mendengarkan dan menganggukkan kepalanya, memang benar selama ini Sky hanya melakukan apa yang di perintahkan kedua orang tuanya. Mereka pula yang menginginkan putra mereka menikah, sekarang Sky sudah menemukan wanita yang dia cintai. Orang tuanya pula yang ingin membatalkannya.


Sungguh tidak adil bagi Sky.


__ADS_2