Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Surat Kakek 2


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Rudi segera mendekati Sky yang sudah memisahkan beberapa lembar kertas tersebut.


Flashback


"Aku hamil," Ucap Mawar dengan bibir bergetar.


Gunawan membalikkan tubuhnya, "Lalu apa urusannya denganku." Jawabnya dingin.


Tangin Mawar pecah "Aku ingin mengugurkan kandungan ini... aku tidak ingin punya anak haram!" Seru Mawar dengan memukul-mukul perutnya.


"Apa kau gila!" Sentak Gunawan dengan keras.


Mawar hanya dapat menangis tergugu di atas brangkar Rumah Sakit.


"Sayang," Seorang wanita dengan paras cantik masuk kedalam ruangan.


"Ayo kita pulang sayang, kamu nanti kecapekkan." Ucap Gunawan dengan penuh kasih sayang dan tangannya mengelus perut istrinya.


"Mawar gimana mas, dia sudah tidak memiliki sanak saudara." Jawab Lina pelan.


Lina adalah istri dari Gunawan, seorang pengusaha muda yang tengah melejit namanya di kalangan pembisnis.


Mawar adalah sahabat Lina, mereka telah berteman sejak duduk di bangku SMP hingga SMA karena Mawar tidak melanjutkan jenjang pendidikannya sampai kuliah.


"Ada suster yang mengurusinya sayang, sudah ayo kita pulang." Jawab Gunawan dengan meredam rasa kesalnya.


Sungguh ingin sekali rasanya Gunawan menjauhkan istrinya dari benalu seperti Mawar. Selama Lina menjadi istrinya, Mawar sering meminjam uang bahkan barang-barang pribadi Lina.


Hingga suatu ketika, Mawar ingin meminjam sebuah tas yang dia hadiahkan kepada istri tercintanya. Tentu saja murka, siapa yang tidak marah jika sesuatu yang spesial dia pilih sendiri untuk orang terkasih tetapi di kenakan orang lain.


Sudah berulangkali Gunawan menasehati istrinya, tetapi kembali lagi. Istrinya adalah orang yang terlalu baik menurut Gunawan.


"Hikss... Lina, a... aku minta maaf." Ucap Mawar dengan menangis.


Lina segera menghampiri dan memeluk tubuh sahabatnya, sedangkan Gunawan hanya memutar bolanya malas.


Drama apa lagi yang kau mainkan. Gumanya dalam hati.


Hingga suatu ketika, Gunawan di jebak oleh Mawar. Sehingga membuat Gunawan terpaksa menikahinya meskipun sirih.


Lina, wanita yang selalu dia jaga perasaan dan hatinya harus terluka pada hari itu. Menyaksikan suami dan sahabatnya menikah yang dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.


Waktu terus bergulir, hubungan Lina dan Mawar sudah tidak sedekat dulu. Bahkan Lina selalu menolak kehadiran Mawar.


Mawar, bunga yang cantik tapi penuh duri. Definisi yang tepat Lina sematkan duri dalam pernikahannya.

__ADS_1


Meskipun Gunawan dan Mawar menikah secara sirih, dia tetap memberinya nafkah secara lahir tidak secara batin.


Jangankan bertegur sapa, Gunawan melihat wajahnya saja sudah membuat tensi darahnya naik.


Gunawan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bersama Lina istrinya. Lina merasa senang jika suaminya tidak pernah menemui Mawar.


"Aduhhh... mas perutku sakit." Ucap Lina lirih.


Gunawan panik dia segera menggendong Lina dan menuju ke Rumah Sakit.


Terlihat dirinya yang hanya mondar-mandir di depan pintu perawatan, terlihat perawat tengah keluar.


"Bagaima sus kondisi istri dan anak saya?" Tanya Gunawan khawatir.


"Istri bapak sebentar lagi akan melahirkan, ini sudah pembukaan ke tujuh pak." Jelas perawat tersebut.


"Apa saya boleh masuk," Ucap Gunawan.


"Silahkan," Jawab perawat itu ramah.


Baru gunawan ingin mendorong pintu, tersengar suara lirih memanggilnya.


"Mas Gunawan," Ucap Mawar lirih.


Gunawan menoleh, terlihat Mawar yang akan masuk ke ruang yang bersebelahan dengan Lina.


"Mas, tolong temani aku. Aku akan melahirkan anak kita." Ucap Mawar tidak tahu malu.


Gunawan hanya tersenyum sinis, dia melenggang masuk kedalan ruang rawat Lina tanpa memperdulikan Mawar.


Air mata Mawar jatuh, apakah dia benar-benar tidak dapat menggapai Gunawan.


Tidak terasa, Lina dapat melahirkan putra mereka dengan selamat begitu juga sang istri yang semakin terlihat cantik di matanya.


"Terima kasih sayang," Ucap Gunawan dengan mengecup dahi istrinya.


"Sama-sama mas, aku juga terima kasih mas Gunawan sudah menemani aku untuk berjuang melahirkan anak kita." Jawab Lina dengan tersenyum.


"Aku pamit keluar sebentar ya sayang, kamu beristirahatlah." Ucap Gunawan dengan lembut.


Lina mengangguk dan menejamkan matanya, dia sungguh lelah dengan perjuangannya.


Terluhat Gunawan memasuki ruangan Mawar, Mawar yang melihat kedatangan Gunawan sangat bahagia.


"Mas, kamu datang." Ucap Mawar dengan berseri-seri.


"Mana anakmu?" Tanya Gunawan acuh.

__ADS_1


Bagaikan diremas hatunya, Mawar sebusa mungkin mencoba tetap tenang.


"Dia tidur di dalam box bayi itu mas, anak kita sungguh cantik." Ucap Mawar penuh haru.


Gunawan menggendong bayi tersebut, dan membawanya keluar dari ruangan Mawar.


"Mas! Mau kamu bawa kemana anakku!" Seru Mawar di dalam kamarnya.


Gunawan tidak perduli dia segera menuju ruang lab yang ada di Rumah Sakit. Gunawan meminta untuk mengecek tes DNA kepada bayi perempuan tersebut.


Kondisi rumahtangga Gunawan dan Mawah bagaikan di neraka, berbeda Gunawan dan Lina bagaikan di syurga.


Sungguh ironis. Itu adalah kesalahan terbesar Gunawan tidak menuntaskan benalu sejak pertama kali tumbuh. Kini benalu semakin menyiksa inangnya.


Terhempas sebuah surat di meja kaca tersebut, baru satu bulan bayi Mawar lahir dia sudah di talak tiga kali oleh Gunawan. Gunawan memberikan Mawar hampir seperempat harta yang dia miliki.


Sangat... sangat cukup untuk menghidupi dua manusia hingga anak tersebut menikah kelak.


"Aku tidak mau mas!!" Seru Mawar yang tidak terima dengan talak yang di lontarkan Gunawan.


"Pergilah dari negara ini, harta yang aku berikan sudah sangat cukup untuk dua keturunanmu selanjutnya." Ucap Gunawan.


Gunawan melangkah pergi meninggalkan rumah tersebut baru di ambang ointu Mawar sudah kembali berbicara.


"AKU AKAN MEMBUNU DONI!" Seru Mawar yang sudah menangis histeris, bahkan bayi merah itu menangis kencang tidak di perdulikannya.


Gunawan berbalik "Jika kau menyentuh keluargaku aku tak akan segan membunuh anakmu!!!" Serunya tak kalah menggelegar.


"Dia anak kita mas! anak kita!!" Teriak Mawar.


Lina yang sudah tidak tahan dengan suara kegaduhan di rumah minimalis tersebut, segera keluar dan menitipkan Doni kecil ke sang sopir.


"Cukup! Mawar bayi itu bukan anak mas Gunawan, kamu sudah menipuku dan mas Gunawan. Ini salinan hasil tes DNA, jelas di situ dia bukan anak kandung Gunawan Wiratama. Jadi berhenti berdrama dan hiduplah bahagia." Ucap Lina dengan segala keberaniannya.


Mawar mendorong tubuh Lina, dia segera berlari ke arah mobil dan merebut paksa Doni kecil. Hingga akhirnya Mawar menabrakkan dirinya ke arah mobil dengan menggendong bayi.


"MAWAR!!!" Teriak keduanya.


Sejak saat itu, Gunawan dan Lina selalu menjaga Doni. Mawar ternyata bukan hanya licik tetapi juga nekat. hingga akhirnya Lina menghembuskan nafas terakhirnya dia berpesan kepada Gunawan harus menjaga keluarganya dan anaknya.


Flashback off


...**...


Promo novel teman autor, mampir ya.


__ADS_1


__ADS_2