
...Hallo teman-teman, jangan lupa tekan tombol like dan beri rating buntang 5 untuk cerita ini....
...Ayo biarkan autor berada di beranda novel populer ðŸ˜ðŸ˜...
Happy Reading 🌹🌹
Terlihat pagi telah datang, matahari terbangun dari tempat peraduannya.
Terlihat Gabriel yang masih tertidur di Sofa karena dia baru bisa tidur pukul empat dini hari.
Indera pendengaran Gabriel mulai menangkap suara sesuatu barang saling bergesekan, bahkan kini indera penciumannya menangkap aroma yang harum dan lezat.
Dapat Briel pastikan, jika Putri tengah memasak di dapur minimalis tersebut.
Putri yang tengah menyiapkan sarapan untuk mereka menatap Gabriel yang sudah terbangun.
"Kakak terbangun ya, maaf Putri sedang membuatkan sarapan." Ucap Putri yang tidak enak hati.
Bagaimana tidak enak hati, terlihat jelas wajah kusut, lelah, dan ada lingkar mata panda di wajah Gabriel.
"Ah, tidak. Aku terlalu nyenyak saja tidur disini." Elak Gabriel pada Putri.
Nyenyak pantatmu
"Oh, yasudah. Kakak segera cuci muka sarapannya sudah siap." Jawab Putri sembari tersenyum.
Gabriel hanya mengangguk, segera dia berdiri dari sofa tersebut dan melangkahkan kakinya di kamar mandi lantai satu.
Sedangkan di panti asuhan, Sky tengah bermain dengan anak-anak panti.
Senyum yang lebar dan tawa riang yang bahagia tidak pernah lepas dari pria berwajah tampan tersebut.
Pasti menyenangkan, jika rumahku banyak suara riuh anak-anak.
Apakah Putri sudah siap menjadi seorang ibu untuk anak-anakku.
Oh Sky! Kau bodoh, tentu saja istrimu mau. Tinggal kamu bilang saja ingin memiliki berapa anak. Gumam Sky dalam hati dengan senyum mesumnya.
(OMG Sky. Kamu kira kucing, sekali hamil beranak banyak 😑)
Tapi senyum itu perlahan surut, dia teringat jika Gabriel tengah berada di rumahnya menemani Putri.
Ketika Gabriel membalas pesannya, Sky bertanya keberadaan Istri dan juga asistennya tersebut.
Sky segera berpamitan kepada anak-anak panti, dan berjalan menuju tempat duduk yang berada di bawah pohon kecubung.
Segera dia mengeluarkan benda pipihnya, dengan tersenyum dia mulai mengetikkan pesan singkat kepada Gabriel.
__ADS_1
Sedangkan saat ini Gabriel sudah keluar dari kamar mandi setelah mencuci muka dan juga gosok gigi.
Putri yang melihat asisten suaminya keluar segera mengajaknya untuk sarapan, "Kak Briel, ayo sarapan." Ucap Putri sembari tersenyum.
Terlihat gadis muda dengan balutan celana jeans biru, baju berwarna putih dengan model kerah V, rambut tergerai indah, dan tidak lupa polesan make up tipis.
Sungguh pagi yang membahagiakan bagi Gabriel.
"Baik," Jawab Gabriel.
Gabriel berjalan mendekati meja makan, saat akan duduk hpnya bergetar menandakan ada pean masuk.
Segera Gabriel membukanya, lagi... lagi bos menyebalkannya berulah.
📩 Jangan berani memakan masakan istriku, atau aku patahkan lehermu.
Glek
Gabriel menelan ludahnya, san tangannya terulur mengelus tengkuknya sendiri.
Putri yang sudah duduk di ruang makan menatap heran, karena asisten suaminya tidak segera duduk.
"Kenapa kak?" Tanya Putri polos.
"E... eh, tidak apa-apa Put. Kamu sarapan dulu saja, aku masih kenyang." Jawab Gabriel terbata.
"Semalam kita pulang hanya mampir beli roti dan air putih kak, ayo cepat sarapan keburu dingin." Paksa Putri pada Gabriel.
"Aku lupa Put, jika aku harus menjalani diet mulai hari ini." Jawab Gabriel dengan tersenyum kaku dan matanya melebar sehingga membuat alisnya naik.
Putri memindai tampilan Gabriel, terlihan perfect. Badan tinggi, kulit sawo matang, dan proporsional.
"Kakak ingin sekurus apa? Tubuh kakak sudah bagus, tidak perlu diet lagi. Sudah ayo jangan melawak pagi-pagi." Cebik Putri yang kesal karena dia sudah sangat lapar.
📩 Jangan memandanginya terus! Akan aku ganti bola matamu dengan mata kambing congek.
Lagi... pesan dari pria menyebalkan telah masuk ke Hpnya.
📨 Baik Tuan.
Gabriel menghela nafasnya, segera dia pergi dari area meja makan yang sudah tersaji masakan lezat didepannya.
"Kak... kakak mau kemana?!" Seru Putri yang melihat Gabriel berlalu begitu saja.
"Memanasi mobil, dan menjemput Sky!" Seru Gabriel yang sudah mendekat di ambang pintu.
Dengan menghela nafas kasar, Putri mjlai memakan sarapannya.
__ADS_1
Dia sudah lama tidak makan sendirian semenjak pindah rumah dengan Sky.
Putri meletakkan sendoknya dengan kasar, dan hanya meminum susu hangat yang sudah dia buat.
Segera dia berdiri dari duduknya, nelangkahkan kaki menuju rak dapur.
Dengan telaten dan sesekali tersenyum dia memasukkan masakannya kedalam tupperwere.
Dimana merk itu adalah segalanya baik kaum ibu-ibu, jika besok Putri memiliki anak dia tidak akan pernah membawakan bekal kedalam wadah merk tersebut.
Berbicara soal anak, Putri kembali terlihat sendu. Apakah benar yang di kandung wanita itu bukan anak suaminya. Lalu apa buktinya, Putri harus mencari tahunya.
Sedangkan kini Sky tengah tergelak kencang, dia sudah membayangkan wajah asistennya tersebut.
Sky sudah tahu jika istrinya akan selalu memasak untuk sarapan, karena kejadian terakhir kali dimana dirinya memporak porandakan dapur.
Putri mengultimatum agar pria dewasa itu tidak menyentuh barang apapun yang berada di dapur.
Hukumanmu sudah berjalan Briel. Batin Sky di dalam hati.
...**...
Dikediaman Wiratama
Pagi hari sudah ada kegaduhan, siaoa lagi jika bukan Intan dan salah satu pemegang saham di perusahaan Wiratama.
"Cepat tanda tangani saja, sebelum benar-benar hancur perusahaan Wiratama." Ucap Intan pada Doni.
"Tidak! Sampai aku mati, tidak akan pernah menyerahkan perusahaan keluarga kepada siapapun!" Seru Doni
"Pak Doni, jangan egois. Banyak karyawan yang mencari nafkan di perusahaan Wiratama." Bujuk pemegang saham tersebut.
Doni menatap tajam ke arah pria botak licin tersebut, " Jangan ikut campur internal keluarga, dan kamu. Kamu ingat jika Ayah menyerahkan seluruh warisan kepada cucunya, yaitu anakku! Ini semua adalah hak anakku!" Tunjuk Doni pada Intan.
Intan membanting map yang dia pegang, "DONI! Bintang hanyalah anak asuhmu bukan anak kandungmu! Abakmu sudah meninggal, jadi tidak ada penerus keluarga Wiratama yang sah!" Seru Intan tidak terima.
Doni menyenderkan tubuhnya di sofa dan bersedekap dada, "Benarkah, lalu kemana anak kandungku?" Pancing Doni.
"Dia sudah meninggal, aku sendiri yang menyuruh orang-orang bayaranku untuk membunuh bayi yang baru lahir tersebut! Jadi, cepat tanda tangani semua surat-surat ini dan bawa anak pungut juga istrimu itu pergi dari rumah ini!" Teriak Intan dengan menggebu-gebu, dirinya tidak sadar jika membocorkan rahasia yang sudah puluhan tahun dia pendam.
Pria botak licin terperangah dengan ucapan Intan, dia sangat kaget jika wanita yang tengah bekerjasama dengannya sunggu wanita yang kejam.
...**...
Siapa yang suka cerita tentang perdudaan, bagaimana jika seorang cassanova?
Jika kedua2nya digabungkan bagaimana ya? Pasti lebih seru.
__ADS_1
Yuk kepoin cerita novel satu ini, Duda cassanova.