Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Roti Gosong


__ADS_3

...Hallo readers...


...Autor ingatkan, jika komentar kritik dan saran kalian ingin autor tanggapi....


...Maka berkomentarlah dengan baik dan benar, autor membalas pasti melihat rekam jejak komentar kalian juga....


...Jika isi komentar kalian di novel lain juga hanya menghujat dengan kalimat yang pedas, sampai matipun tak akan autor tanggapi....


...Meski kita hanya saling mengenal lewat platform NT, tetapi apa yang kita ketik jika membuat orang sakit hati hanya akan membuat dosa bertambah....


...Oleh karena itu, autor menekankan dari awal gunakan bahasa yang baik....


...Autor juga sadar masih banyak kekurangan dalam penulisan novel ini, manusia tempatnya salah. Maka dari itu autor membutuhkan para pembaca untuk memberikan kritik dan saran....


...Jika tidak bisa berkarya setidaknya hargailah karya orang lain....


...Sebenarnya buat autor untuk pembenci kaya gitu mah gak masalah, biasanya haters akan membaca trus sampai karya tamat karena apa? Ya karena ingin mencari kesalahan terus....


...Udahlah, readers autor pasti pada pinter-pinter dan sopan-sopan. Hanya segelintir readers yang baru mampir kaya gitu....


Happy Reading 🌹🌹


Sudah satu minggu lalu, Bintang diperbolehkan untuk pulang kerumah dan menerima rawat jalan.


Sedangkan Putri tetap satu rumah dengan Sky, karena seribu satu alasan yang digunakan Sky untuk menjerat istrinya agar tidak jauh dari jangkauan pandangannya.


Semakin hari hubungan keduanya semakin dekat dekat tetapi tidak jauh dengan adu mulut karena perilaku Sky yang selalu membuat Putri ingin jungkir balik.


Seperti pagi ini Sky sudah membuat ulah di dapur, niat hati ingin membuatkan sarapan roti bakar untuk mereka berdua.


Putri yang mendengar suara gaduh di lantai satu, segera berjalan menuruni anak tangga.


"SKY!!!" Seru Putri yang terlihat melotot kearahnya.


"Good morning sayangku." Jawab Sky tanpa merespon tatapan Putri.


Dengan langkah lebar Putri mendekat kearah Sky, dan memukul pundaknya dengan keras.


"Apa yang kamu lakukan!! Lihat kekacauan yang kamu buat pagi ini." Seru Putri yang tengah memijat pelipisnya.


"Aku membuatkan sarapan untukmu, roti bakar special pakai cinta." Jawab Sky terdengar menggelikan ditelinga Putri.


"Apa kamu akan membuat roti bakar untuk satu komplek?" Tanya Putri yang menahan geram.


"Tidak, untuk apa aku membuatkan mereka." Jawab Sky cepat.


"Sky lain kali jangan pernah menyentuh dapur, aku yang akan membuat sarapan seperti biasanya. Mengerti." Ucap Putri mengultimatum Sky.


Kedua pundak Putri menurun, dia mengedarkan pandangannya. Irisan kubis, tomat, ham, dan pecahan telur berserakan di mana-mana.


Roti yang gosong sudah menumpuk ditempat sampah.



Sumber : google


"Sudah ayo sarapan, aku ada rapat hari ini." Ucap Sky dengan mengambil satu botol susu dari dalam lemari pendingin.


Putri mengikuti langkah Sky dengan gontai. Dia sudah membayangkan bagaimana lelahnya hari ini.

__ADS_1


Dikediaman Wiratama juga tengah menikmati sarapan mereka.


Sejak Bintang masuk ke Rumah Sakit, dia tidak mengalami mual-mual maupun acara ngidam. Seakan buah hatinya mengerti bagaimana keadaan Ibunya.


"Sayang, jangan lupa diminum susunya. Agar kandunganmu semakin kuat." Ucap Bulan kepada Bintang.


"Iya Mah." Jawab Bintang singkat.


"Hari ini, Papa antar ya. Nanti pulangnya juga Papa jemput dengan Putri." Ucap Doni yang kini menatap anaknya.


"Iya Pah, nanti aku akan menjemputnya di kelas." Jawab Bintang dengan tersenyum.


Setelah mengetahui fakta jika dirinya bukan anak kandung keluarga Wiratama, dirinya berjanji akan menjadi anak yang baik untuk kedua orangtua angkatnya.


Apalagi Putri, anak kandung mereka. Tidak pernah mengungkit asal usul dirinya. Seakan mereka adalah saudara yang lahir dari rahim yang sama.


Ketika dirinya masih di Rumah Sakit, kedua orang tuanya melakukan tes DNA dengan Putri agar memperkuat bukti jika dia adalah anak kandung mereka.


Bintang sangat bahagia dengan kehidupannya saat ini. Jauh di lubuk hatinya, dia merindukan seseorang yang membuat dirinya jatuh sejatuh jatuhnya.


"Bintang." Panggil Bulan dengan menggoyangkan lengan anaknya.


"Eh, ada apa Mah?" Ucap Bintang yang kaget.


"Kenapa kamu melamun, tidak baik pagi-pagi melamun." Ucap Bulan.


"Tidak Mah, ah iya. Kapan Hp Bintang dikembalikan?" Tanya Bintang yang menatap kedua orangtuanya secara bergantian.


"Ekhm, sebentar lagi Zidan datang membawa Hpmu. Mulai hari ini kamu ada di dampingi dua bodyguard yang sudah Papa siapkan untukmu." Ucap Doni dengan nada serius.


Bintang menaikkan kedua alisnya, menatap


"Kenapa Pah, Bintang sudah sehat kok." Tanya Bintang heran.


"Tidak apa-apa, untuk berjaga-jaga saja. Putri juga akan mendapatkan pengawalan sepertimu, tidak ada yang Papa dan Mama bedakan dari kalian berdua." Jawab Doni dengan nada halus.


"Baiklah Pah." Jawab Bintang pasrah, mungkin Papanya takut jika terjadi sesuatu dengan dirinya dan kandungannya.


Kini Bintang sudah berada di dalam mobil duduk bersebelahan dengan Papanya.


Terlihat dirinya membolak-balikkan Hp yang berada ditangannya.


"Ini bukan Hp Bintang Pah." Ucap Bintang dengan memperlihatkan di depan Papanya.


"Papa ganti Hpnya dengan keluaran terbaru, juga nomor yang baru." Jawab Doni dengan melihat anaknya.


"Tapi kenapa Pah, Hp Bintang juga masih baru. Kemarin belum ada dua bulan ganti terus data-data Bintang yang di Hp lama bagaimana?" Tanya Bintang protes kepada Papanya.


"Sudah Zidan salin yang berkaitan dengan keluarha dan perkuliahan saja. Tidak dengan yang lain." Jawab Doni tegas.


Bintang menatap nanar Hp keluaran terbaru yang ada di tangannya, segera dia mencoba mengecek kontak dan galeri yang ada di Hp tersebut.


Apa aku harus benar-benar melupakannya.


Doni hanya melirik dari ekor matanya san Zidan melihat sekilas dari kaca mobil.


Tak butuh waktu lama, kini Bintang telah sampai di depan kampusnya. Terlihat Putri yang melambaikan tangan kearah mobil Papanya.


"Pah, Bintang keluar dulu menyusul Putri." Ucap Bintang dengan nada yang lesu.

__ADS_1


"Iya, nanti akan Papa jemput kalian berdua." Jawab Doni yang menepuk oelan pundak Bintang.


Segera Bintang keluar dan berjalan ke arah Putri, banyak pasang mata yang menatap ke arah Bintang dengan pandangan yang sinis dan jijik.


Putri segera berlari mendekat dan melindungi Bintang, karena hanya keluarga yang tahu jika Bintang tengah hamil muda.


"Put, kenapa mereka memandangku seperti itu?" Tanya Bintang kepada saudarinya.


"Mungkin karena kamu cantik, biasa orang iri pasti sirik." Jawab Putri cepat.


"Tapi, lihat pandangan mereka. Menyeramkan." Ucap Bintang dengan sedikit menunduk


"Pandanganmu dulu lebih menyeramkan daripada mereka. Kenapa sekarang kamu takut." Jawab Putri dengan di iringi tawa.


Bintang hanya mencebikkan bibirnya kesal.


Putri sudah mengantarkan Bintang ke kelasnya, mereka berbeda jurusan jadi berbeda kelas juga.


Bintang semakin tidak nyaman, teman satu kelasnya berbisik-bisik dengan menatap sinis kearahnya.


"Wih... enaknya jadi sugar dady." Ucap seorang gadis.


"Hem, aku gak nyangka selama ini dia sok berkuasa ternyata dia anak pungut." Jawab rekan yang lain.


Teman-teman yang mendengarkan sontak menertawakannya.


"Bagaimana rasanya uh ah uh ah dengan om-om?" Tanya temannya yang menepuk pundak Bintang.


Bintang menoleh kebelakang, dia menatap heran kenapa pertanyaan itu tertuju padanya.


"Apa yang kamu makhsud? Aku tidak tahu arah tujuan pembicaraan kalian." Tanya Bintang jujur.


"Halahh, gausah pura-pura bodoh deh Bin. Lihat ini." Temannya memperlihatkan video yang beredar tempo lalu yang kini sudah hilang di media sosial.


Bintang segera merebutnya, air matanya sudah mengalir.


"Bukan!! Bukan aku!" Teriak Bintang dengan melemparkan Hp temannya.


"Ya! Itu Hpku, kau harus menggantinya dengan yang baru!" Serunya yang sudah berdecak pinggang.


Bintang tidak menggubrisnya, seakan hatinya terhantam batu gunung merapi yang memporak-porandakan hatinya.


"Jangan harap Hpmu diganti, ingat dia hanya anak pungut keluarga Wiratama!" Seru yang lain.


Satu ruangan riuh dengan suara sorakan yng ditujukan untuk Bintang.


Terlihat kedua sahabat Bintang yang tengah masuk kedalam kelas, tetapi mereka hanya melewatinya begitu saja tanpa menyapa.


Semakin hancur sudah perasaan Bintang, segera dirinya lari dari kelas. Perasaannya sangat kacau, para bodyguard yang ditugaskan segera mengejar Bintang.


Ketika masuk ke dalam kampus, Bintang dan Putri memerintahkan jika para pengawal mereka harus menjaga dari jangkauan yang cukup jauh.


...**...


...Hallo readers....


...Autor ingatkan gunakan bahasa yang baik dan benar....


...Kita junjung tinggi kesopanan dimanapun dan kapanpun....

__ADS_1


...Bocil-bocil yang mampir, jangan seenak udelnya yang nulis....


__ADS_2