Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Simalakama


__ADS_3

...Jangan lupa like, komen, hadiah dan rating bintang lima untuk autor remahan koya ini....


...Kasihlah bunga oii riders, jangan pelit. ...


...Autor lemess gak ada yang kasih hadiah. ...


...mode pemaksaan 😭😭...


Happy Reading 🌹🌹


Lift terbuka, Sky dan Putri telah sampai di lantai ruangan Sky berada.


Sekertaris Sky yang melihat bisnya menggendong seorang wanita menyincingkan matanya.


"Segera bawa obat keruanganku." Ucap Sky dengan melewati meja sekertarisnya tanpa berhenti maupun melihat.


"Baik Tuan," Segera dia mengambil obat P3K dan bergegas masuk keruangan Sky.


"Tuan ini kotak P3Knya," Ucaonya dengan menaruh di atas meja.


"Kenapa kamu masih disini, cepat pergi bekerja." Tergur Sky yang melihat sekertarisnya tidak segera keluar dari ruangannya.


"Kesini mendekatlah," Ucap Sky dengan memberikan intruksi kepada Putri.


"Aku bisa sendiri, ini hanya luka kecil nanti juga hilang." Jawab Putri dengan menolak halus.


"Jangan menyebalkan, segera kemari atau aku memberimu hukuman. Ingat seluruh tubuhmu semuanya milikku sebagai suamimu." Jawab Sky dengan wajah datar dan tegas.


Putri segera menggeser duduknya mendekat ke arah Sky, Sky membuka obat dan mengibati luka yang ada di wajah dan leher istrinya.


Putri sesekali mendesis karena rasa perih yang menghampiri ketika luka itu terkena obat.


Sky meniupnya pelan, dia sedikit melirik ke arah Putri yang terlihat memejamkan matanya. Imut.


Sedangkan Putri juga sesekali menatap wajah Sky yang tengah terlihat serius mengobati lukanya. Tampan.


Tanpa mereka sadari mereka saling mencuri pandang, dan itu semua di saksikan oleh Gabriel yang mengintip di sela-sela pintu yang tidak tertutup rapat.


Dasar sama-sama gengsi. Umpat Gabriel.


Cup


Sky mendaratkan kecupan di leher Putri, tubuh Putri meremang secara otomatis dia memundurkan badannya.


"Ap... apa yang kamu lakukan." Ucap Putri tergagap.


"Kamu?" Beo Sky.


Putri merutuki kebodohannya, "Sayang, apa yang sayang lakukan." Jawab Putri gugup.


"Tadi aku hanya mengecup lukamu agar cepat sembuh." Jawab Sky datar dan semakin memojokkan Putri di sudut sofa.


"Aku akan menghukummu." Lanjut Sky yang sudah tidak tahan ingin mengecap bibir istrinya.

__ADS_1


Tinggal satu inci lagi, benda kenyal itu akan bertemu tetapi terbuyarkan kedatangan Gabriel.


"Tuan, saya sudah memecatnya." Ucap Gabriel tanpa rasa bersalah sedikitmu.


Sky menoleh dan menatap penuh permusuhan ke arah asistennya tersebut.


"Sayang, mundurlah. Aku gerah." Ucap Putri dengan mendorong dada bidang suaminya.


Dalam hati Gabriel bersorak senang, dia membalas perlakuan bosnya tadi pagi yang tidak membiarkannya sarapan dengan tenang.


"Kak Gabriel duduklah." Ucap Putri.


Gabriel tersenyum dan mengangguk sebagai jawaban untuk Putri.


Ck... ck, lihatlah pria tua ini begitu senangnya di sapa oleh istriku. Umpat Sky dalam hati.


Putri melihat dua kotak makanan dan satu kotak sayur.


"Kalian baru akan makan, tapi ini sudah sore?" Tanya Putri membuyarkan lamunan kedua pria tersebut.


"Iya sayang, aku sangat lelah dan lemas dengan pekerjaan yang menumpuk." Jawab Sky dengan memelas.


Cih, dasar pria tua menyebalkan. Bilang saja cinta tidak perlu main kode-kodean. Umpat Gabriel dalam hati.


Flashback


"Apakah Nona Putri juga enak Tuan?" Tanya Gabriel bodoh.


Plak


"Apa kau ingin mati." Ucap Sky dengan menatap tajam.


"Akukan hanya bertanya, jika tidak nikmat yasudah." Jawab Gabriel cuek.


"Ck, jika nikmat sekalipun aku tidak akan membaginya denganmu." Jawab Sky tajam.


Gabriel menyipitkan matanya, "Jangan-jangan Tuan belum meng-unboxing Nona ya?" Tanya Gabriel curiga.


Sky melempar bantal sofa ke arah Gabriel, " Urus saja urusanmu." Jawab Sky ketus.


Gabriel tergelak kencang, dia melihat wajah suram dari bosnya. Sudah di pastikan jika gadis itu masih belum di sentuh oleh Sky.


Sky ingin sekali mengumpat, tetapi tertahan karena suara ketukan pintu ruangannya.


"Masuk," Jawab Sky yang masih kesal dengan Gabriel.


Terlihat resepsionis muncul dari balik pintu, "Maaf Tuan, Putri mantan karyawan kita ingin bertemu dengan Anda." Ucapnya sopan.


"Dimana dia, suruh masuk." Jawab Sky dengan wajah berbinar.


"Sudah tiga puluh menit yang lalu tuan, dia menunggu di lobby." Jelas resepsionis tersebut.


Sky dan Gabriel membelalakkan matanya, "Kenapa kau tidak menghubungiku!" Seru Sky pada resepsionis yang masih terlihat menunduk.

__ADS_1


"Tadi saya sudah menghubungi sekertaris Anda, tetapi katanya Anda masih memiliki pertemuan. Karena melihat Putri yang sudah lama menunggu maka dari itu saya menemui Anda." Jelas sang resepsionis dengan sopan.


Sky segera keluar dan di ikuti oleh kedua orang tersebut, Sky menatap tajam sekertarisnya.


Sedangkan yang di tatap sudah gemetar ketahukan, Sky segera berlalu dan menuju lantai satu.


Sekertaris Sky mencekal lengam resepsionis, "Ada apa?" Tanyanya.


"Nona seharusnya Anda tidak perlu berbohong, seharusnya Anda menyampaikan pesan dari lantai satu. Tuan Sky sangat marah, karena yang bertemu dengan Tuan Sky kemungkinan adalah orang penting." Jelas resepsionis yang kemuduan melenggang pergi meninggalkan sekertaris itu sensirian.


Sekertaris Sky panik, "Oh my... apa yang harus aku lakukan. Aku masih ingin bekerja disini, jika aku di pecat aku akan susah mendapatkan pekerjaan di perusahaan lain."


Flashback off


"Segeralah makan, dan ini sayur apa?" Tanya Putri sembari membuka kedua kotak makan tersebut.


"Kata Tuan Sky, ini sayur yang dibawakan oleh Bu Siti." Jawab Gabriel halus.


"Ck, kau diam saja. Yang di tanyai itu aku bukan kamu." Ketus Sky pada asistennya.


Gabriel hanya menaikkan pundaknya saja.


Putri segera mengambilkan sayur tersebut untuk Sky dan Gabriel, tanpa dia tau apa nama sayurnya.


Putri yakin jika masakan Bu Siti sangat enak. Jadi dia tidak tanggung-tanggung memberikan kepada mereka berdua.


"Terimakasih Put," Ucap Gabriel dengan tersenyum karena di ambilkan sayur oleh Putri.


Sky mendengus kesal, kenapa asistennya suka sekali mencari perhatian kepada istrinya.


Apakah dia diam-diam jatuh cinta kepada Putri. Oh... tidak bisa Briel, kau harus berhadapan dengan Dave dulu baru aku. Gumam Sky dalam hati.


Tanpa Sky sadari, Sky menyendokkan nasi dan sayur yang dia bawa dengan masih menatap tajam ke arah Gabriel.


Gabriel tidak menggubris, dia menikmati makanan di hadapannya.


Putri bedehem untuk menetralkan keadaan, "Sayang, aku ke sini ingin mengajakmu kerumah Mama dan Papa." Ucap Putri.


"Ada apa, ini bukan hari Sabtu dan Minggu." Jawab Sky yang menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Tadi Bintang menelfonku, ada yang ingin di bicarakan karena penting sehingga tidak dapat melalui sambungan telfun." Jelas Putri pada suaminya.


"Baiklah, nanti kita akan menginap disana." Jawab Sky yang sudah habis melahap makanannya.


"Hem, terima kasih." Jawab Putri dengan tersenyum.


"Sama-sama," Bukan Sky yang menjawab tetapi Gabriel.


Putri terkikik geli karena tingkah asisten suaminya, dia merasa jika kedua pria tersebut sedang menabuhkan gederang perang.


Sky menatap tajam ke arah asistennya, dia ingin mengumpat tetapi sudah banyak umpatan yang dia lontarkan kepada Gabriel hari ini meskipun di dalam hati.


...**...

__ADS_1



__ADS_2