
...Jangan lupa tekan tombol like dan berikan jejak dikolom komentar teman-teman...
Happy Reading 🌹🌹
Setelah kedatangan Grace yang tidak terduga tersebut, segera Sky mengajak Gabriel keluar untuk makan siang.
Pikiran Sky saat ini sangat penat, terlebih dia tahu bagaimana sifat Grace yang selalu ambisius tersebut.
Sebelum mobil dijalankan oleh Gabriel, dia menyerahkan map coklat kearah Sky.
"Apa ini." Ucap Sky dengan menerima amplop tersebut.
"Seluruh informasi yang kita dapatkan terkain Nona Putri." Jawab Gabriel yang mulai menghidupkan mesin mobil.
Sky segera membuka dan membaca seluruh informasi yang tengah berada ditangannya.
"Berarti, Putri masih memiliki orang tua kandung?" Tanya Sky tanpa mengalihkan perhatiannya dari kertas tersebut.
"Benar, Tuan." Jawab Gabriel singkat.
"Cari informasi tentang keluarganya, Briel." Jawab Sky yang masih senantiasa membaca tulisan-tulisan diatas kertas tersebut.
"Sudah kami coba Tuan, tetapi kami tidak dapat menemukan informasi apapun." Jawab Gabriel yang masih fokus dengan jalan raya.
"Apa kehidupan Putri sangat menyedihkan seperti ini Briel? bahkan dia tidak meniliki teman selama sekolah." Tanya Sky yang merasa sedih dengan informasi yang baru saja dia dapatkan.
"Benar, Tuan. Mereka enggan untuk berdekatan dengan Nona Putri, karena dia yatim piatu dan miskin. Jika ada anak yang ingin bermain dengannya, pasti para orang tua akan langsung memarahi anaknya dan juga Nona Putri." Jelas Gabriel panjang.
Sky yang mendengarkan jawaban dari asistennya mengepalkan tangannya kuat. Aku akan membuat hidup kalian lebih sengsara dari istriku. Geram Sky dalam hati.
"Apa ini, Dave? bukankah ini foto Dave sewaktu kecil, aku pernah melihatnya ketika dulu sering bermain diapartemennya." Ucap Sky dengan melihat kearah asistennya untuk menemukan jawaban.
"Benar, itu adalah Tuan Dave. Dia adalah teman masa kecil Nona Putri," Jawab Gabriel datar.
Apa itu alasannya, dia meminta Putri dihari pernikahan kami.
Apa, Dave menyukai Putri. Ataukah mereka adalah sepasang kekasih.
Sky mencoba menggabungan potongan-potongan puzzle tersebut.
Kenapa ketika diacara hari pernikahannya, Putri seperti tidak mengenali Dave.
Apakah mungkin Putri mencoba menutupi hubungan mereka.
Sebenarnya ada apa ini.
Geram Sky dalam hati karena frustasi memikirkan hubungan yang rumit mereka.
...**...
Saat ini Dave, Putri, dan Rose terlihat sudah duduk disalah satu bangku yang berada direstoran tersebut.
Segera pelayan menghampiri mereka dan memberikan daftar menu.
__ADS_1
Seakan biji mata Putri ingin keluar, dia tercengang dengan harga makanan yang ada direstoran tersebut.
Harga ini jauh lebih berkali-kali lipat dari harga makanan jepang tempo lalu yang disambangi oleh Sky.
"Pak, apa ini tidak terlalu berlebihan?" Tabya Putri yang sudah menurunkan daftar menunya dan menatap kearah Dave.
"Tidak, segera pesanlah. Aku sudah sangat lapar." Jawan Dave datar dengan membalas tatapan Putri.
"Ta... Tapi Pak."
"Sudahlah Putri, tidak perlu kamu risaukan harga makanan direstoran ini. Semua makanan kita yang akan menbayarkan Pak Dave, iyakan Pak?" Tanya Rose dengan menatap kearah Dave dengan tersenyum secera mentari siang ini.
Dave hanya mengangguk tanpa menatap lawan bicaranya.
Putri segera memesan makanan dan minuman yang menurut dia sudah paling murah direatoran tersebut.
...**...
Dikediaman Wiratama.
Saat ini Zidan tengah menyerahkan laporan-laporan perusahaan kepada Doni.
Doni yang beberapa hari lalu, memikirkan masalah putri kandungnya. Sehingga membuat pekerjaannya banyak yang terbengkalai, meakipun sudah ada Zidan yang menggangikannya.
"Apa kamu belum bisa menemui Bu Siti." Tanya Doni dengan mengecek lembaran demi lembaran laporan tersebut.
"Belum Tuan, bahkan Bu Siti benar-benar menghindari saya." Jelas Zidan keoada bosnya.
"Tuan, apakah anda yakin benar-benar tidak memiliki musuh?" Tanya Zidan hati-hati.
"Tetapi tidak mungkin jika bukan musuh anda, sampai rela menukar bayi anda tuan." Jawab Zidan dengan tenang.
Doni terdiam sejenak, dia mencoba mengingat masalalunya. Mungkin ada hal yang terlewat.
Doni meremas rambut belakangnya karena frustasi, dia merasa tidak memiliki musuh.
"Aku benar-benar tidak memiliki musuh Zi, aku mencoba mengingat masa laluku." Ucap Doni yang masih menundukkan kepala.
"Mungkin mantan kekasih Tuan." Jawab Zidan sekenanya.
"Tidak Zi, aku dan mantan kekasihku selalu berpisah dengan baik-baik." Jawab Doni datar karena memang begitu menurut segi pandangnya.
"Apakah tidak ada benda berharga, untuk mengetahui jika itu adalah putri anda." Tanya Zidan karena memang dirinya membutuhkan petunjuk.
Doni hanya menggelengkan kepalanya saja, dia benar-benar tidak tau apapun. Karena kebenaran jika Bintang bukan putrinya sudah membuat Doni shock berat.
...**...
Masih didalam mobil.
"Briel, setelah ini kita kepanti asuhan dimana Putri dibesarkan. Hubungi Sella untuk segera menyiapkan dana setiap bulannya, aku akan menjadi donatur tetap disana." Ucap Sky dengan menoleh kearah jendela mobil memandang hiruk pikuk kota.
"Baik Tuan." Jawab Gabriel.
__ADS_1
Gabriel tahu jika keluarga Wiratama sudah menjadi donatur tetap disana, tetapi untuk apa. Kenapa baru-baru ini menjadi donatur, semua itu akan diselidiki terlebih dahulu olehnya.
Mobil Sky berhenti dilampu merah, dia mencicincingkan matanya.
Netranya menangkap sosok gadis mungil yang tengah bercengkrama dengan seorang pria, hanya berdua.
Apa dia berselingkuh dibelakangku, lihat saja akan aku buat anak ingusan itu menangis. Gerutu Sky dalam hatinya.
"Briel, belokkan mobilnya ke restoran itu." Tunjuk Sky pada asistennya.
Gabriel segera membelokkan mobilnya setelah lampu tanda hijau menyala.
Segera Sky keluar dan diikuti oleh Gabriel. Sky melangkah dengan tegap dan oenuh wibawa, dengan membawa perasaan yang panas, rahangnya mengetat, dan tangan mengepal kuat didalam saku celana.
Sedangkan dua sosok manusia berbeda lawan jenis masih belum menyadari keberadaan singa jantan yang ingin mengamuk.
Dia adalah Dave dan Putri, entah apa yang mereka bicarakan sehingga membuat Putri merasa nyaman.
"Apakah aku menyekolahkanmu hanya untuk menggoda para pria." Ucap Sky yang sudah berdiri disamping meja dengan suara yang datar dan dingin.
Atensi keduanya buyar dan menoleh kesumber suara.
"Sky."
"Tuan, maaf."
Ucap Putri dan Dave secara bersamaan,tetapi berbeda ekspresi.
Sky menoleh kekiri, dia melebarkan matanya karena ternyata pria tersebut ada Dave temannya sendiri.
"Kenapa kamu bisa bersama istriku." Tanya Sky penuh penekanan.
"Ah, aku belum bisa bertemu denganmu akhir-akhir ini karena sangat sibuk" Ucap Dave dengan menampilkan wajah bahagianya tetapi tatapannya tidak kalah tajam terhadap Sky.
"Tuan, duduklah dulu. Kak Gabriel juga duduklah." Ucap Putri memotong pembicaraan kedua pria yang tengah saling menatap tajam.
Bagaikan kerbau dicucuk hidungnya, mereka segera menurut terhadap ucapan Putri.
"Kenapa kamu bisa bersama istriku." Ulang Sky pada Dave karena belum mendapatkan jawaban.
"Karena aku adalah dosennya." Jawab Dave dengan tersenyum tipis.
"What! Bagaimana bisa kamu menjadi dosen, kamu sendiri CEO." Ucap Sky sedikit menggebrak meja dan melontarkan pertanyaan yang dia anggap mustahil.
"Ekhm, Pak Dave ini dosen penulis naskah drama dikelasku Tuan. Pak Dave juga tidak setiap hari dikampus, hanya ketika ada jam kuliahnya saja." Jelas Putri yang apa adanya.
Sky menatap tajam kearah Putri, apa dia pikir aku pria bodoh tidak tahu makhsud terselubung Dave. Gumam Sky dalam hati.
"Tapi kenapa kalian hanya berdua, tidak ada seorang dosen dan mahasiswa makan siang bersama hanya membahas tugas kuliah bukan." Ucap Sky dengan senyum sinis kearah Dave.
Baru Dave akan menjawab sudah terpotong oleh Putri, " Tidak! Kami tidak hanya berdua, ada temanku juga disini tetapi dia baru kekamar mandi." Jawabnya cepat agar tidak menimbulkan salah paham.
...**...
__ADS_1
...Jangan lupa tekan tombol like setelah membaca 🌹...