
Happy Reading 🌹🌹
Sky mencoba merayu istrinya, saat ini Sky tengah memeluk Putri dari belakang.
"Sayang, jangan marah. Saat ini Bintang tengah di datangi pria yang membuatnya hamil." Ucap Sky yang menjelaskan keadaan di kediaman Wiratama.
Putri berbalik dan menghadap ke arah suaminya, "Sayang hati-hati, jika nanti kepala jagoanku benjol bagaimana." Ucap Sky yang kaget melihat pergerakan istrinya itu.
Plak
Suara pukulan Putri di lengan suaminya, "Kenapa pria itu datang menemui Bintang Mas? Apa mereka akan menikah? Bagaimana respon Papa dan Mama, apa mereka merestui mereka? Ap..."
Sky sudah pusing mendengarkan pertanyaan istrinya, dia menghentikan ucapan Putri dengan sebuah ciuman yang hangat.
Sudah dua malam Sky berakhir tidur di sofa kamarnya, hanya dapat memadang punggung mulus istrinya.
Selama dua malam pula Sky di siksa istrinya karena ketika akan tidur, Putri bertelanjang dan hanya mengenakan pakaian dalam saja.
Sungguh kekejaman yang nyata, lebih baik Sky dicabut bulunya lagi daripada menahan hasratnya yang selalu di pancing oleh istri nakalnya itu.
"Bolehkah aku melakukannya sayang, aku ingin menengok jagoan kita." Ucap Sky yang sudah melepas ciumannya.
Putri mengangguk dengan agresif Putri mencium bibir Sky dan jari-jari lentiknya membuka kemeja yang masih melekat di tubuh suaminya.
Sky tidak ingin kalah, dia merobek kaos tipis yang dikenakan oleh Putri, "Mas, kamu merobek kaos yang baru aku beli." Ucap Putri yang melepas tautan bibirnya.
"Aku akan menggantinya sayang," Jawab Sky yang sudah membuka celananya dengan tergesa.
Putri terkekeh, tangannya memegang senjata suaminya sehingga membuat Sky menggeram karena menahan desahannya.
Tangan Putri masuk kedalam ****** ***** Sky, "Sa... yang aku sudah tidak kuat." Ucap Sky dengan meremas buah favoritnya.
Sky dan Putri melakukan penyatuan pagi menjelang siang itu dengan penuh gelora, hingga mereka sama-sama mencapai puncak.
"Terima kasih sayang." Ucap Sky dengan mencabut biaya dari sarangnya.
Sky melihat istrinya langsung tertidur hanya tersenyum tipis, Sky segera bangkit dari peraduan mereka dan menuju kamar mandi untuk bersiap-siap pergi keluar menyiapkan sesuatu.
Sky meninggalkan Putri yang masih tertidur di mansion Gandratama, Putri yang meraba disampingnya tidak ada orang begitu panik mencari keberadaan Sky.
"Kemana Sky pergi... Ah, aku harus segera menemui Bintang." Ucap Putri pelan.
Segera Putri bersiap-siap dan pergi menggunakan taxi, karena sopir pribadi keluarga Gandratama tengah ijin libur karena anaknya sakit.
"Pak kita berhenti di toko roti ya," Ucap Putri pada sopir taxi tersebut.
__ADS_1
Sopir taxi segera mengantarkan ke tempat tujuan yang di inginkan Putri, Putri berganti taxi dari toko roti ke mall, dan juga deretan penjual makan kaki lima.
Entah kenapa Putri merasa masih gadis yang berjalan-jalan ketika hari libur sekolah tiba.
Sky yang sudah pulang ke mansion segera menuju ke kamarnya, tidak ada istrinya di atas kasur. Sky melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan setiap sudut ruangan tersebut. Tidak ada.
Dengan panik Sky segera turun ke lantai satu untuk menanyakan maid "Pergi kemana Istriku?" Tanya Sku cepat.
"Tidak tahu Tuan, tadi saya hanya melihat Nyonya Putri pergi dengan membawa tas kecil menaiki taxi." Jawab maid dengan menundukkan kepala.
Segera Sky lari menuju ruang CCTV, terlihat istrinya memasuki taxi yang sudah menunggu di depan gerbang mansion.
Sky segera menyuruh seseorang untuk melacak plat nomor taxi tersebut, tapi nihil. Ternyata sopir tersebut hanya mengantarkan sampai toko roti selebihnya tidak tahu.
Sky frustasi kemana istrinya pergi, kemudian dia teringat jika Putri menginginkan tidur bersama Bintang dan mengelus perutnya.
Nihil, mertuanya bahkan tidak tahu keberadaan Putri.
"Sayang kamu kemana."
Sky segera menelfon HP milik istrinya, "Suara apa itu? Apa Putri bersembunyi." Sky segera mengikuti arah suara HP yang berdering.
Ternyata HP istrinya berada di ruang TV, Sky semakin kalut pikirannya. Karena istrinya tidak membawa HP miliknya.
Sedangkan yang di khawatirkan sudah sampai di kediaman Wiratama dengan membawa banyak belanjaan di tangannya, dengan langkah ringan dan senyum yang lebar Putri masuk ke rumahnya.
"Ya Ampun sayang!!" Bulan segera menghampiri dan memukul lengan Putri pelan dan bersiap mengomelinya.
"Kenapa sih Mama?" Putri mengaduh dan bertanya kepada Mamanya.
"Kami mencarimu sejak siang, bahkan Sky menelfon kami menanyakan keberadaanmu sayang. Kamu pergi kemana saja?" Cecar Bulan pada Putri.
Putri tersenyum dengan cengir kudanya, "Maaf Mah, Putri lupa berpamitan. Tadi Putri keluar membeli ini untuk bertemu Bintang." Jawab Putri dengan menunjukkan kantong-kanting kresek berisi makanan dan juga baju.
Bulan menghela nafasnya panjang, "Segera kabari suamimu sayang." Perintah Bulan pada anaknya.
Putri mengangguk dan meletakkan begitu saja kantong makanannyanteringgok di atas ubin.
"HP Putri." Ucap Putri panik tidak menemukan HP di dalam tasnya.
"Kenapa Put HP mu?" Tanya Bulan yang ikut panik.
"HP Putri hilang Mah, tidak ada di dalam tas. Bagaimana jika Sky menelfon Putri tapi di angkat oleh penjahat Mah." Jawab Putri panik dan segera duduk di ubin mengeluarkan semua isi tasnya.
Bulan berjongkok untuk membantu anaknya, Doni yang mendengar suara bising di ruang tengah segera keluar dari kamarnya.
__ADS_1
"Putri." Panggil Doni.
"Sebentar Pah, Putri sedang mencari HP." Jawab Putri tanpa melihat ke arah Papanya.
Doni segera merogoh HPnya dan menghubungi Sky, memberitahukan jika Putri sudah sampai di mansion Wiratama.
Sky yang mendapatkan kabar tersebut bernafas lega sekaligus kesal dengan istrinya, kenapa Putri ceroboh tidak membawa HP maupun berpanitan kepadanya.
"Pah, berikan HP nya kepada istriku." Ucap Sky kepada papa mertuanya.
"Nak, suamimu menelfon." Kata Doni yang mengulurkan HP nya ke arah Putri.
"Sayang!!!!" Teriak Sky yang siap memarahi istrinya.
Putri menjauhkan telfon Sky dari telinganya, "Maaf Mas," Ucap Putri.
"Tetap diam di sana, aku akan datang menghukummu." Ucap Sky yang langsung mematikan sambungan telfonnya.
...**...
Di dalam kamar Putri tepatnya di mansion Wiratama, terdengar suara-suara aneh yang terdengar dari kamar tersebut.
"Ahhh.... sayangg, yah seperti itu."
"Mas aku pegal."
"Sebentar lagi sayang, nah lebih kencang... ohh."
"Ahh... Mas aku sudah tidak tahan."
"Tahan sayang, ini baru sebentar. Nah seperti itu... nikmat sekali."
Sedangkan Bintang yang tidak sengaja lewat di depan pintu kamar saudaranya menggeram kesal, dirinya masih menunggu Jackson sadarkan diri tetapi mereka justru bercinta.
Brak
"Ya! Kalian tidak punya ha..."
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Tanya Bintang heran karena dia ingin memarahi kedua orang di dalam kamar tersebut.
"Ya! Tidak sopan," Desis Putri yang mendelik kesal ke arah saudaranya.
"Ak... aku kira, kalian... kalian anu." Ucap Bintang tergagap.
"Apa! Sudah Mas, tangan Putri pegal karena memijit dari tadi. Hukuman apa ini... padahal biasanya hukuman yang lain." Gerutu Putri dengan beranjak dari atas kasur.
__ADS_1
Bintang yang masih di depan pintu kamar Putri hanya terbengong, ternyata Putri tengah memijit Sky. Tetapi kenapa suara-suara mereka absurd sekali. Haiss...
... **...