Pernikahan Kontrak Sang CEO

Pernikahan Kontrak Sang CEO
Edisi Dave dan Rose : Tidak Merasa Bersalah


__ADS_3

Happy Reading 🌹🌹


Sinar matahari sudah keluar dari peraduannya, banyak manusia yang memulai aktivitasnya ada pulang yang akan mulai terlelap setelah semalaman bekerja.


Dave terlihat masih di bawah selimut tebalnya, semalam Dave pulang di seret oleh Ayahnya karena kelakuan Dave yang sudah membuat istrinya selalu khawatir.


Tidur pria lajang tersebut terusik karena sinar matahari begitu banyak masuk di dalam kamarnya.


Terlihat Mama Lila membuka penutup kaca itu dengan kasar, "Bangun." Ucap Lila dengan berdecak pinggang.


Dave mulai menggeliat didalam tidurnya, bukannya bangun pria tersebut malah menutupi tubuh hingga ujung kepalanya dengan selimut.


Lila segera berjalan dan membuka paksa selimut itu, "Astaga, Dave!!" Teriak Lila yang terbelalak kaget dengan penampilan Dave.


Bagaimana tidak membuat ibu anak satu itu spot jantung, karena Dave hanya menggunakan penutup bagian bawah saja.


"Ah, Mama. Kenapa masuk kedalam kamar Dave." Ucap Dave dengan suara parau khas orang tidur.


"Ya ampun, kau... cepat mandi dan sarapan. Lihat matahari sudah meninggi tetapi pria lajang ini masih terlelap tidur seperti putri salju." Oleh Lila kepada Dave.


Dengan rasa malas, Dave berjalan menuju kamar mandi tanpa rasa malunya.


Lila yang melihat tingkah anaknya hanya dapat memijat pelipisnya pelan, sungguh Dave kembali berulah seperti kehidupannya ketika di luar negeri.


Sedangkan Rose sudah belajar bersama rekan-rekannya di kelas. Terlihat gadis itu sesekali melihat HP nya berharap jika Dave menghubungi sekedar memberi kabar.


📩 Apa kakak baik-baik saja?


Akhirnya Rose mengalah dan menghubungi Dave terlebih dahulu. Detik, menit, jam tetapi tidak ada balasan dari Dave.


Terlihat Dave tengah di kantor bersama Rudi Ayahnya, berkat laporan dan bukti-bukti yang dia dapat dari asistennya Lin akhirnya Rudi memecat sekertaris anaknya dan di ganti dengan sekertaris laki-laki.


"Kenapa Ayah tidak pulang? Kemana juga sekertarisku yang lama," Ucap Dave menggerutu.


"Kamu disini bekerja Dave, bukan di tempat pela*curan. Apa kamu tidak malu, bagaimana jika karyawan tahu kelakuan beja*tmu dengan sekertarismu. Ayah tidak membutuhkan pemimpin sepertimu dan karyawan seperti sekertaris itu." Ucap Ayah Agung yang terlihat marah.


"Huh, Dave juga butuh hiburan Ayah. Bukan hanya melihat kertas dan angka seperti kumpulan semut hitam itu." Keluh Dave dengan menyenderkan kepalanya.


"Itu konsekuensi pekerjaan kita Dave, jika kamu hanya ingin bersenang-senang jadilah pengangguran tetapi jangan pernah meminta dan memakai fasilitas dari Ayah dan Mama." Jawab Agung dengan menatap tajam ke arah Dave.


"Ya.. ya... sudah Ayah bisa pulang. Sebentar lagi juga jam makan siang, sana pulang temani Mama." Usir Dave kepada Ayahnya.


"Tentu saja, Ayah menemani wanita yang Ayah cintai. Tidak seperti dirimu hanya tau bermain di atas ranjang." Omel Rudi kepada Dave.

__ADS_1


Rudi segera berdiri dan berjalan keluar dari ruangan Dave, Dave mendengus kesal. Tentu saja Dave tahu perasaan cinta karena dia pernah mencintai Putri sejak kecil.


Dave mengambil HP nya, terlihat banyak pesan dan panggilan dari Rose.


Dave segera menelfon Rose.


"Bisakah kamu ke sini?" Tanya Dave to the point.


"Baiklah Kak, kebetulan aku memang akan mengantarkanmu makan siang." Jawab Rose senang.


"Hem." Dave segera mematikan sambungan telfonnya.


Dave merebahkan tubuhnya di sofa, dia merasa sangat lelah karena semalam tidak mendapatkan pelepasan melainkan di seret oleh bodyguard Ayahnya.


Cukup lama, akhirnya Rose sampai di perusahaan Danuarta. Segera melangkahkan kakinya menuju meja resepsionis.


Terdengar suara tempat makan yang di letakkan di meja resepsionis, kedua resepsionis meneliti penampilan gadis yang ada di depannya.


"Cari siapa Nyonya?" Tanya sang resepsionis.


"Mbak, saya ingin bertemu Kak Dave." Jawab Rose dengan tersenyum.


"Apakah Nyonya sudah memiliki janji?" Tanya resepsionis lagi.


"Ah, maaf Nona. Karena penampilan Anda berbeda. Sehingga kami hampir tidak mengenali Anda." Jawab resepsionis menutupi rasa kagetnya.


"Apa aku semakin cantik? Bagaimana penampilanku?" Tanya Rose terlihat antusias menunggu jawaban dari kedua resepsionis tersebut.


Kedua resepsionis mengangkat kedua jempolnya di depan Rose.


"Mari Nona saya antar," Sang resepsionis mengantarkan Rose menuju lift.


Rose mengikuti langkah resepsionis meskipun terkadang ingin jatuh karena tidak terbiasa mengenakan sepatu hak tinggi.


"Aku memberikan sepuluh jempol kepada wanita yang betah mengenakan sepatu hak tinggi." Gumam Rose dalam hati.


"Nona kita sudah sampai, langsung masuk saja di ruangan Pak Dave."


Rose mengangguk dan membuka pintu ruangan Dave, terlihat pria yang membuatnya menunggu semalaman tertidur di atas sofa.


Rose menutup pintu ruangan Dave pelan agar tidak. mengganggu tidur sang empunya ruangan.


Dengan langkah pelan, Rose mendekat. Kotak makannya dia letakkan di atas meja dengan rasa selempangnya.

__ADS_1


Rose menundukkanntubuhnya agar dapat melihat wajah Dave lebih jelas, terlihat wajah yang tegas, hidung mancung, bulu mata lentik dan kulit bersih.


Dave yang merasa hembusan nafas seseorang menerpa wajahnya membuka matanya, cukup lama keduanya saling menatap dengan intes hingga akhirnya Rose berdiri untuk kesehatan jantungnya.


"Ekhm, maaf mengganggu tidur kakak." Ucap Rose kikuk dengan berjalan menuju sofa kosong untuk duduk.


Dave masih di posisinya, dia mengamati gerak gerik Rose dalam diam.


"Kak, makan dulu." Rose membuka kotak makannya dan menata masakannya di atas meja.


Dave bangun dan masih hanya diam,


"A.. ada apa kak? Apa kakak tidak suka makasannya?" Tanya Rose gugup.


"Tidak, duduklah." Dave mengambil kotak nasi dan mengambil lauk.


Dave mengakui jika masakan Rose sangat enak, bahkan masakan Mamanya kalah dengan masakan Rose.


"Kakak kemana semalam?" Rose memberanikan diri untuk bertanya kepada Dave.


"Club malam." Jawab Dave jujur.


Rose mengedipkan kedua matanya cepat, "Tapi, kakak memiliki janji denganku bukan." Ucap Rose menatap intens pria yang masih makan itu.


"Ah, aku lupa. Apa kamu menungguku?" Tanya Dave kepada Rose.


"Emm, tidak. Setelah menonton filmnya aku langsung pulang kak." Jawab Rose berbohong.


"Em, bagus." Ucap Dave tanpa meminta maaf maupun rasa bersalah.


Hal itu membuat Rose merasakan nyeri di hatinya. Terlihatbtangan gadis itu meremat tas yang tengah dia pangku guna menutupi paha mulusnya.


"Apa nanti malam kita bisa keluar?" Tanya Dave yang sudah selesai meminum air putih hingga tandas.


"Bi.. bisa bisa." Jawab Rose cepat.


"Baiklah, nanti kita bertemu di restoran X pukul tujuh malam. Berdandanlah yang cantik." Ucap Dave dengan menatap Rose.


Rose mengangguk dengan cepat, dia mengiyakan ucapan Dave.


...**...


MAAF YA, AKTOR SEDANG PERTEMUAN MGMP JADI TELAT UP.

__ADS_1



__ADS_2