
Happy Reading 🌹🌹
Setelah kepergian Bintang dan Dokter Celine, segera kedua babysitter dan pengawal beranjak dari tempat untuk kembali ke mansion.
Selama perjalanan hanya ada suara tangis bayi dan nanyain dari babysitter yang menimang baby twins tersebut.
Brakk!!
Mobil yang di tumpangi oleh kedua bayi itu di tabrak dari arah belakang dengan kencang sehingga membuat penumpangnya terhuyung kedepan.
"Ada apa." Tanya babysitter Louise panik.
Mobil pengawal Jackson berhenti seketika di ikuti dengan mobil misterius yang menabraknya.
Cklek.
"Serahkan kedua bayi itu atau kalian mati." Baru saja sang sopir keluar sudah di todong senjata.
Kedua babysitter itu takut melihat keadaan di luar mobil, "Hiks, bagaimana ini. Bagaimana jika kita mati." Ucap Babysitter Louise.
"Sstt, tenanglah. Banyak pengawal bersama kita," Kata babysitter Mikayla yang menenangkan bayi cantik itu agar tidak menangis.
"Bagaimana jika pengawal kita kalah, bagaimana dengan bayi ini." Ucap Babysitter semakin menerka-nerka.
Di luar para pengawal sudah saling adu kekuatan, bahkan suara tembakan memekakkan telinga.
Terdengar suara pintu mobil. penumpang di gedor dengan keras oleh pria berbadan kekar, yang mana para babysitter itu tahu jika pria itu bukan salah satu pengawal dari Jackson.
Kedua babysitter semakin memeluk erat kedua bayi kembar itu, "Kita harus bagaimana sekarang." Ucap babysitter Louise semakin panik setelah melihat pria tadi ditarik dan di hajar oleh pengawal Jackson.
"Apa kamu kuat berlari?" Tanya babysitter Mikayla dengan wajah serius.
"Bisa, aku mantan atlet lari jarak jauh ketika SMA." Jawab babysitter Louise mantap.
"Dengarkan aku, kita akan pergi sejauh mungkin dari kota ini sebelum keadaan aman. Sekarang bawa uang dan juga asi Nyonya Bintang yang ada di kulkas itu. Kita akan lari sekencang mungkin jangan terpisah dari aku." Jelas babysitter Mikayla panjang lebar.
Babysitter Louise segera menyiapkan semuanya sama dengan babysitter Mikayla. Mereka tidak perduli meskipun mobil tersenghol dan di gedor oleh pria jahat itu.
"Kamu siap?"
"Siap!"
"Hitungan ketiga kita lari ke arah sana." Tunjuk babysitter Mikayla menuju persawahan jagung yang tinggi.
"Baik"
__ADS_1
"Satu... dua... tiga!!!"
Kedua babysitter tersebut lari sekencang mungkin, mereka sebelumnya sudah menggendong bayi kembar tersebut dengan kencang dan erat agar tidak terjatuh.
Mereka meloncat dan masuk kedalam kebun jagung dengan cepat, tidak embghiraukan kulit maupun wajah yang terkena daun jagung yang sedikit tajam dan gatal itu.
"Ke arah mana kita!" Teriak babysitter Louise.
"Lurus saja, kita akan menyetop truk jangan naik Bis." Jawab babysitter Mikayla.
Sedangkan di jalan raya, pengawal Jackson sudah terkapar dan terluka. Karena jumlah pengawal yang kalah dengan anak buah Dark.
"Mereka kabur!!" Seru seseorang yang melihat ke dalam mobil utama.
"Si*al, cepat cari mereka, mereka pasti belum jauh dari sini." Perintah ketua kepada anak buah lainnya.
Segera anak buah Dark berpencar mencari kedua babysitter dan bayi kembar itu. Jika sampai mereka gagal, mereka pasti akan di bunuh oleh Dark.
...**...
Kini kedua babysitter sudah mencapai jalan raya yang berada di sebrang jauh dari tempat kejadian.
Terlihat wajah yang penuh dengan peluh dan juga luka goresan dari daun-daun jagung dan ranting-ranting kering.
"Ayo sayang, minumlah. Maafkan kami membawa kalian kabur, kita akan kembali besok ya." Ucap kedua babysitter secara bergantian.
Tapi kedua bayi itu terus menangis, mereka kehausan. Asi itu terlalu dingin tidak sesuai suhu yang seperti biasanya mereka minum.
"Aku akan kewarung sebentar." Pamit babysitter Louise kepada rekannya.
"Jangan lama-lama," Jawab babysitter Mikayla.
Sudah cukup lama babysitter Louise tidak kembali, "Kemana dia." Gumam babysitter Mikayla.
Kedua mata babysitter Mikayla melebar, terlihat pria-pria jahat tengah menyeret seorang wanita dengan baju yang sama sepertinya.
"Maaf sayang, kita harus berpisah dengan kembaranmu."
Segera babysitter Mikayla berlari menjauh dari sana, dia tidak ingin tertangkap dan juga membuat bayi cantik itu di culik oleh orang jahat.
"Lepaskan!! Lepaskan aku!!" Seru babysitter Louise kepada anak buah Dark.
"Tolong!!" Serunya lagi.
Tidak ada yang berani mendekat maupun menolongnya, karena anak buah Dark memberitahu jika wanita itu adalah anak dari bosnya yang kabur bersama anaknya.
__ADS_1
Sehingga membuat orang sekitar hanya mampu melihatnya dengan rasa iba tanpa bisa menolongnya.
...**...
"Bagaimana Jack." Tanya Rex yang sudah sampai di markas.
Ya, tadi Rex menyusul tidur bersama Celine. Rex yang terbangun lebih dahulu karena merasa lengket badannya ingin mandi.
Harus Rex urungkan melihat beberapa puluh panggilan yang masuk tidak terjawab di HP miliknya.
Rex segera menelfon anak buahnya menanyakan ada hal penting apa, Rex yang mendengarnya langsung berganti pakaian dan pergi meninggalkan apartemen tanpa berpamitan kepada Celine istrinya.
"Maaf Tuan mengganggu." Ucap anak buah Jackson yang baru saja datang.
"Bagaimana, dimana bayiku." Ucap Jackson tidak sabar.
"Tuan kami sudah meretas CCTV, mobil baby twins di tabrak oleh mobil misterius dari arah belakang setelah agak menjauh dari Rumah Sakit. Mereka terlihat aksi perkelahian bahkan saling menembak, tetapi bayi kembar dan babysitter tidak di temukan di tempat. Lihat Tuan, kedua babysitter berlari menuju kadang jagung dengan membawa tas yang saya yakini berisi perlengkapan bayi." Jawab anak buah Jackson panjang lebar.
Jackson dan Rex mengamati setiap detik CCTV tersebut, hingga akhirnya kedua babysitter menghilang di dalam kadang jagung yang tinggi.
"Siapa pelakunya." Tanya Rex.
"Dark" Jawab Jackson dengan tatapan membunuh.
Jackson segera bersiap-siap untuk datang ke markas Dark tetapi di tahan oleh Rex.
"Berhenti, mau apa kamu Jack." Ucap Rex yang menahan tangan Jackson.
"Akan aku bunuh bede*bah itu dengan tanganku sendiri." Ucap Jackson dengan tajam.
"Kamu tidak memiliki bukti apapun kecuali CCTV itu Jackson, kita harus memancingnya. Aku akan mendekati wanita ular itu Jack, aku yang akan membunuhnya untukmu. Lagipula kedua babysitter itu berlari menjauh dari sana, kita tidak tahu apakah bayi kembarmu berada di tangan Dark atau tidak." Ucap Rex panjang lebar.
"Bagaimana dengan kedua bayiku Rex, bagaimana!!!" Teriak Jackson frustasi.
"Tenanglah Jack, aku akan lebih agresif mendekati wanita Dark. Sekarang namun harus lebih kuat, ingat ada Bintang di sisimu." Jawab Rex dengan memeluk tubuh Jackson yang lebih besar darinya.
Jackson terdiam sesaat, "Bagaimana jika Mikayla sakit." Lirih Jackson dengan bibir bergetar.
"Aku yakin dia akan menjadi gadis yang kuat Jackson, dia bayi yang kuat." Ucap Rex yang sebenarnya juga mengkhawatirkan kedua bayi itu.
Jackson dan Rex hanya terdiam dengan rencana dan pikiran mereka masing-masing.
...**...
__ADS_1