PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Mengacuhkan keluarga kekaisaran


__ADS_3

Zhang Wei saat ini tengah menjelajahi alam mimpinya. Dia tidak tau saja kalau sang Kaisar tengah menunggu kedatangannya.


****


Di tempat kaisar,


Kasim Han telah kembali menyampaikan kabar kalau Zhang Wei tidak di temukan ada di kediamannya dan istana.


"Mohon ampun Yang Mulia! Hamba tidak menemukan keberadaan Putri Zhang Wei di kediamannya dan di istana" ucap Kasim Han sambil berlutut hormat.


"Beraninya dia meninggalkan istana tanpa meminta izin kepada Zhen" ucap kaisar marah.


"Baiklah kau boleh kembali" ucap kaisar


Kasim Han lalu mengundurkan diri setelah mendengar perintah.


Waktu sudah menunjukkan pukul tengah hari. Waktunya makan siang kaisar belum melihat kedatangan Zhang Wei untuk menemuinya.


"Kasim Han" panggil kaisar Zhang


"Hamba Yang Mulia?" ucap Kasim Han


"Pergi ke kediaman Putri Zhang Wei. Bawa dia kemari untuk menghadap Zhen. Bilang kepadanya kalau dia tidak menghadap akan mendapatkan hukuman." ucap kaisar Zhang memberi perintah.


"Baik Yang Mulia" ucap Kasim Han berlalu pergi ke kediaman Putri Zhang Wei.


Kediaman Putri Zhang Wei,


Zhang Wei tengah menyantap hidangan makan siangnya ketika Kasim Han sampai.


"Salam kepada Yang Mulia Putri" ucap Kasim Han


"Hm ada apa Kasim Han? tanya Zhang Wei


"Yang Mulia Putri di minta untuk menghadap Yang Mulia Kaisar segera" ucap Kasim Han


"Kenapa Kaisar tua itu tidak datang saja ke kediaman Putri ini? Kaisar yang perlu Putri ini kenapa harus putri ini yang menghadapnya? ucap Zhang Wei berbicara sendiri seolah pertanyaan itu di arahkan kepada Kasim Han.


" Kalau saya tidak datang apa yang pak tua itu lakukan? tanyanya lagi ke Kasim Han


"Mohon ampun Yang Mulia. Kaisar akan menghukum yang Mulia" ucap Kasim Han


"menurutmu Kasim Han? pak tua itu akan memberikan hukuman apa kepada Putri ini? tanya Zhang Wei


"Sepertinya Putri ini ingin mengetahui hukuman apa yang akan di berikan pak tua itu? ucap Zhang Wei


"Hamba mohon kemurahan hati Yang Mulia. Hamba akan menerima hukuman kalau Yang Mulia tidak memenuhi panggilan Yang Mulia kaisar" ucap Kasim Han dengan memohon


"Apa pedulinya Putri ini? ucap Zhang Wei santai membuat Kasim Han meringis ketakutan sungguh Tuan Putri yang satu ini sangat keras kepala.


"Hamba mohon Tuan Putri, kasihanilah hamba" ucap Kasim Han masih dalam berlutut.


Zhang Wei diam. Dia berpikir sejenak, kalau dia akan menghukum orang yang bersalah saja kepadanya.


"Baiklah Putri ini akan menghadap pak tua itu" ucap Zhang Wei membuat Kasim Han menjerit kesenangan


"Terimakasih Tuan Putri terimakasih" ucapnya berulang kali


"Hm ayo berangkat sekarang waktuku sangat berharga sebelum saya berubah pikiran" ucap Zhang Wei.

__ADS_1


Kasim Han dan Zhang Wei langsung menuju ke tempat kaisar. Dimana sudah ada Kaisar, Permaisuri, Selir agung, para pangeran dan putri.


Sampai di aula Zhang Wei tanpa basa-basi langsung bertanya kepada kaisar


"Ada apa Pak Tua memanggil putri ini? tanya Zhang Wei.


Kaisar dan yang lainnya melongo. Dia tanpa memberi salam langsung bertanya pada intinya.


"Apa Kau tidak di ajarkan sopan santun Putri Zhang Wei? tanya kaisar Zhang tengah menahan emosi


"Apakah perlu saya memberi hormat kepadamu PAK TUA? teriak Zhang Wei tak mau kalah


"Saya tidak pernah ada yang mengajarkan untuk memberi hormat kepada siapapun. Kenapa saya harus memberi hormat kepadamu pak tua? Sedangkan saya tidak pernah di ajarkan tata krama" lanjutnya lagi sambil melontarkan pertanyaan.


Kaisar diam membisu tidak tau apa yang harus dia bicarakan. Memang apa yang di ucapkan putrinya adalah kenyataan. Dia tidak pernah di anggap ada.


"Berani sekali Kau menjawab Ayahanda" ucap pangeran ke dua pangeran Zhang Lin


"Apa perlu Putri ini memotong lidahmu itu yang tidak bisa diam? tanya Zhang Wei menatap datar pangeran ke dua


"Kalau perlu? dengan senang hati putri ini akan mengabulkannya." ucapnya lanjut


"Kau! "ucap Zhang Lin


"Apa? Kau mau mencoba? kemari biar saya melakukannya dengan pelan agar kau tidak kesakitan" ucap Zhang Wei lagi bikin orang tambah geram.


"Zhang Wei rupanya Zhen harus menghukum Mu. Pengawal bawa Zhang Wei dan Cambuk dia seratus kali" perintah Kaisar Zhang mutlak


Para pengawal segera mendekat untuk membawa Zhang Wei. Tapi,,


"Wah rupanya Kau Pak Tua mau mencoba hukumanku ya? ucap Zhang Wei


Para pengawal kebingungan harus mengikuti perintah siapa? dilain sisi mereka takut di hukum mati oleh kaisar di lain sisi mereka takut di potong kaki dan tangannya karena cacat itu lebih menyakitkan karena kehilangan anggota tubuh daripada mati.


Tidak ada satupun yang bergerak mendekat kepada Zhang Wei.


"Kenapa kalian diam? cepat tangkap Putri tak tau diri ini." ucap pangeran ke dua geram melihat pengawal hanya diam.


"Wah wah rupanya Kau harus benar di beri pelajaran Zhang Lin" ucap Zhang Wei emosi karena pangeran bodoh ini selalu membalas perkataannya


"Pengawal tangkap Pangeran ke dua" ucap Zhang Wei memberi perintah balik


Semua orang dalam aula itu geram beraninya Ia memberi perintah balik. Kaisar Zhang dengan mata merah menyala menatap horor kepada Zhang Wei.


"Kenapa kau Pak Tua menatap seperti itu kepada Putri ini? ." Tanya Zhang Wei


"Kau sudah berani sekali menjawab Zhen PUTRI ZHANG WEI. Pengawal tangkap Putri Zhang Wei dan beri dia hukuman pancung di ibukota biar seluruh rakyat tahu kalau ada yang melanggar perintahku hukumannya adalah MATI" Teriak Kaisar Zhang marah


"Oho Kau Pak Tua sudah melampaui batas memberi perintah. Maka Putri ini tak akan segan-segan menghukum


mu." Ucap Zhang Wei marah.


"Pengawal tangkap semua keluarga kekaisaran dan bawa mereka ke ibukota" ucap Zhang Wei sambil mengeluarkan Aura mengintimidasi dan menekan semua orang yang berada di aula.


Para pengawal dan pelayan sudah ada yang pingsan, Kaisar sendiri juga berlutut memuntahkan banyak darah, Para pengawal bayangan dari keluarga kekaisaran sudah pada pingsan semua.


Zhang Wei kembali menarik auranya. dan mengibaskan tangan membantu para pengawal dan pelayan agar sadar.


Setelah sadar pengawal dan pelayan tidak ada yang bisa berkomentar.

__ADS_1


"Pengawal tangkap semua anggota keluarga kekaisaran dan bawa mereka ke ibukota kecuali kaisar" ucap Zhang Wei


Para pengawal segera menjalankan perintah dan menangkap anggota keluarga kekaisaran. Mereka menolak untuk di bawa tapi para pengawal tetap menyeret mereka. pengawal lebih takut akan kena amukan Zhang Wei.


Di ibukota seluruh rakyat kekaisaran Zhang telah berkumpul untuk menyaksikan hukuman pancung untuk Putri Zhang Wei. Banyak yang menyayangkan kecantikan Zhang Wei. Mereka tidak tau saja kalau yang akan di hukum adalah anggota keluarga kekaisaran.


Tidak lama kemudian muncul para prajurit yang menyeret anggota keluarga kekaisaran.


Rakyat bingung kenapa yang di seret adalah anggota keluarga kekaisaran? Dimana Putri Zhang Wei? itulah pertanyaan yang ada di benak mereka.


Selang beberapa saat Zhang Wei tiba dan berjalan pelan ke arah gantungan yang sudah tersedia. Para prajurit segera membuka jalan untuknya. Disampingnya ada kaisar yang hanya diam.


"Pengawal gantung mereka terbalik" perintah Zhang Wei. Para pengawal segera melaksanakan.


Sekarang Semua sudah tergantung terbalik.


"Pasang target di belakang mereka masing-masing. Putri ini akan melatih kemampuan memanah" ucap Zhang Wei membuat mereka menatap ngeri. Bagaimana mungkin Putri Zhang Wei ini menjadikan mereka bahan uji coba.


Setelah semua sudah selesai. Dia mulai mengeluarkan busurnya yang dari dunia modern. Orang-orang yang melihat busur itu kagum karena bentuk busurnya yang unik dan terasa asing bagi mereka.


Zhang Wei menoleh ke arah Kaisar Zhang yang menatapnya diam.


"Pak Tua! duduk diam di situ dan menonton ya kehebatan memanah Tuan Putri ini" ucapnya santai. Kaisar hanya diam dan melihat.


Zhang Wei mulai mengarahkan anak panahnya ke arah pangeran ke dua. Semua orang diam dengan tegang menonton Zhang Wei yang mulai melepaskan anak panah. Pangeran ke dua menutup matanya erat-erat dia tidak berani bersuara sedikitpun.


wush......... tak


Bunyi anak panah yang meluncur lancar ke arah target yang ada di belakang Pangeran kedua. Dan anak panah itu tertancap sempurna di tengah target.


krik krik krik


Semua hening dan tidak lama kemudian helaan nafas lega terdengar. Belum beberapa detik mereka lega terlihat lagi Zhang Wei mengarahkan Belatinya membuat mereka menahan nafas lagi.


Tak...


Bunyi belati yang tertancap tepat di samping anak panah itu. Acara itu terus di lanjutkan oleh Zhang Wei kepada yang lain yang tergantung terbalik.


Setelah Zhang Wei puas dengan pelatihannya dia menyuruh Pengawal untuk melepaskan mereka.


"Pengawal lepaskan ikatan mereka. Putri ini sudah puas berlatih. Terimakasih kalian sudah menjadi target yang baik" . ucapnya sambil berlalu pergi tapi,,,


"Kalian harus bersyukur karena Putri ini baik hati membiarkan kalian masih menikmati hari esok tapi tidak ada untuk lain waktu. Dan kalian juga harus berterimakasih kepada Putri ini karena kalian menjadi target latihan yang pertama. Banyak yang mengantri untuk menjadi target latihan putri ini" ucap Zhang Wei santai seolah perkataannya itu undian berhadiah.


Para rakyat hanya menatap tak percaya akan keinginan unik Tuan Putri mereka yang satu ini.


"Dan kalian semua dengar! Kalian akan mengalami hal yang sama jika terdapat melawan perintah keluarga kekaisaran. Akan tetapi kalau Anggota keluarga kekaisaran menindas para rakyat maka kalian berhak untuk melawan atau melaporkan kepada Putri ini" ucapnya lagi melanjutkan perjalanannya


Dengan sigap para pengawal melepaskan ikatan mereka dan menuntun kembali ke istana. Para rakyat juga telah bubar.


Mereka menanamkan peringatan ini kedalam lubuk hati mereka agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi.


****


Di istana semua penghuni istana kembali ke kediamannya masing-masing. Sungguh hari ini hari terburuk yang pernah mereka lalui.


Begitu juga Zhang Wei telah kembali ke kediamannya dan beristirahat. Kejadian tadi lumayan menguras tenaganya dan pikiran.


Nanti di lanjutkan lagi ya ♥️

__ADS_1


__ADS_2