
Sekarang selat sunda benar-benar kacau perebutan kekuasaan ada di manapun.
Para perguruan beladiri baik dari aliran putih netral dan hitam saling memperebutkan daerah kekuasaan mereka masing-masing.
Seperti sekarang Putra Mahkota kerajaan Bintang harus berangkat untuk mengatasi pertempuran yang ada di perbatasan karena penyerangan para aliran hitam.
Yah para aliran hitam sedikit kesulitan untuk menyerang langsung Istana kerajaan Bintang. Bukan tanpa hal sebab karena di balik istana itu terdapat sebuah kekuatan dahsyat yang tidak bisa di hancurkan oleh siapapun.
Sekarang anggota kerajaan mendampingi kepergian putra mahkota. Termasuk Zhang Wei juga setelah mendapatkan sebagian ingatannya kalau dia tidak berasal dari dunia ini sedikit memudahkan dia untuk bergerak.
"Kami mengharapkan kepulangan mu Putraku" ucap permaisuri yang sedikit keberatan kepergian putra nya.
"Jaga ayahanda dan Ibunda adik kecil" ucap Surya Geni bercanda kepada adik perempuannya.
"Jangan kuatir kakak ingat kau harus pulang" ucap Zhang Wei ikut memberikan pelukan hangat untuk kakaknya.
Anggota kerajaan kembali masuk kedalam istana dan melakukan tugas masing-masing termasuk Zhang Wei juga kembali ke kediamannya.
Dan minta para pelayan untuk tidak masuk kedalam kamarnya tanpa seijin darinya.
Di perbatasan pertempuran sudah tidak dapat di elak lagi. Anggota kerajaan sudah banyak yang terluka karena ilmu hitam yang pihak lawan gunakan cukup membuat para prajurit terluka.
Ilmu ini melemahkan otot-otot mereka sehingga banyak dari mereka tidak bisa berdiri lagi.
"Kalian para prajurit kerajaan yang tidak berguna berani melawan ratu ini" ucap seorang wanita tua duduk di kursi yang di sediakan para bawahannya.
Yah dia adalah Ratu ular yang pandai bersilat lidah sesuai dengan namanya kalau setiap kata yang meluncur dari bibir akan sangat beracun bagi pendengar.
Semua prajurit sudah di taklukan tinggal menunggu ajal saja.
"Bunuh mereka semua jangan biarkan satupun lolos." ucap Ratu ular itu.
Semua dengan semangat membara mereka langsung melanjutkan aksi yang tertunda.
Dengan sekuat tenaga para prajurit yang sudah terluka itu berjuang sampai mati pun mereka harus berjuang.
Prajurit benar-benar terdesak apalagi tubuh mereka sudah di racun membuat pergerakan mereka terhambat.
Ketika anak buah ratu ular melancarkan aksi terakhir tiba-tiba sebuah kekuatan besar menghalangi dan menghantam mereka sehingga terpental cukup jauh dan mendapatkan luka parah bahkan ada yang langsung kehilangan nyawa.
"Yo akhirnya pangeran terhormat muncul juga" ucap ratu ular bangun dari duduknya.
Yah yang menangkal serangan tadi adalah Surya Geni melihat beberapa orang nya hampir kehilangan nyawa membuat dia emosi.
__ADS_1
"Saya tidak menyangka ratu ular menggunakan trik kotor seperti ini" ucap Surya Geni dengan sinis.
"Memang dalam dunia pertempuran tidak ada yang akan polos polos saja" ucap Ratu ular menanggapi.
"Sekarang saya penasaran dengan kemampuan pangeran Bintang yang di perbincangkan itu" ucap ratu ular langsung menyerang Surya Geni.
Dengan santai Surya Geni membalas segera pasukan dari kerajaan dengan pasukan ratu ular menyerang melihat kedua junjungan mereka telah bertarung.
Kedua orang itu terus meluncurkan serangan mereka membuat tempat pertempuran mereka hancur hanya kekuatan mereka berdua.
Sedangkan di kediaman Zhang Wei bermain di area belakang dengan membangun beberapa tempat latihan sesuai ingatan yang dia miliki.
Dia kembali melatih kemampuan yang dia miliki sesuai ingatan yang belum pulih sepenuhnya.
"Hmm aku merasa heran kenapa sampai terdampar di dunia ini? ucap Zhang Wei sambil bergelantungan seperti jemuran di bawah kedua tiang yang berjejer rapi seperti gawang sepak bola.
Jika ada orang yang melihat kegiatan nya itu akan mengira dia gantung diri.
Sudah sepanjang hari Zhang Wei menggantung diri seperti itu tetapi belum juga menghentikan kegiatan nya itu.
******
Di sebuah warung makan beberapa orang yang terlihat seperti dari sebuah perguruan memasuki warung makan itu dan memukuli beberapa warga yang tidak memiliki kekuatan beladiri.
Segera beberapa warga yang mengetahui pasti siapa mereka segera menyingkir.
Hanya masih terdapat seorang pria paruh baya dan seorang anak kecil entah itu laki-laki ataupun perempuan tidak ada yang mengetahui pasti yang masih duduk tenang menikmati hidangan mereka.
Melihat masih ada dua manusia yang duduk dan tidak mengindahkan peringatan mereka sama sekali.
"Apa kalian tidak mendengar kalau kami mau makan di sini? lanjutnya lagi mendekati sosok kecil yang duduk tenang.
Anak kecil itu mana peduli dia sibuk dengan urusannya sendiri memakan kue terakhir yang dia pesan.
"Heh bocah apakah kau tidak mendengar? ucapnya dengan nada tinggi.
"Apakah kau berbicara denganku? tanya anak kecil itu dengan wajah polosnya.
"Cepat pergi dari sini kalau tidak mau di sakiti bocah" perintah orang itu lagi masih dengan sabar melayani bocah keras kepala itu.
"Kemana aku harus pergi paman? tanya polos anak itu lagi.
Membuat beberapa orang yang sudah pergi meringis mendengar kata-kata anak itu yang belum peka sama sekali.
__ADS_1
Brakkkkk
"Bocah rupanya kau harus di bunuh" ucap pria dewasa itu mendobrak meja makan.
"Astaga! pekik gadis itu kaget.
"Paman kau merusak mejanya! ucap anak itu lagi tidak memperhatikan wajah preman di depannya seluruh sudah tidak bisa di ajak kompromi.
Malah fokus anak itu pada meja yang terbelah dua membuat sosok pria paruh baya yang duduk tidak jauh darinya tersenyum tipis.
"Ahhh bocah tengik ini" teriak pemuda itu sambil melayangkan tangannya ke arah bocah kecil yang masih sibuk menyatukan meja yang terbelah itu.
Ketika tangan preman itu mau menyentuh pipi anak kecil itu tiba-tiba menunduk dan mengambil kayu kursi yang patah jadi pukulan pria dewasa itu meleset.
Dia kembali mengayunkan tangan kanannya untuk meninju anak itu kembali lagi-lagi anak itu memindahkan meja di sampingnya membuat pukulan itu kembali melesat.
"Wah rupanya kau pintar menghindar bocah! ucap preman itu mengayunkan pedangnya.
Anak itu masih belum menanggapi ocehan preman itu dia kembali sibuk memperbaiki meja yang sudah setengah jadi dia pasang.
Anak kecil itu bisa saja menghindari semua serangan dari preman itu tanpa sengaja membuat kursi dan meja yang terdapat di rumah makan itu yang menjadi sasaran empuk pedang milik preman itu.
Karena tidak mampan menggunakan kekuatan fisiknya preman itu menggunakan ilmu beladiri.
Sebuah cahaya merah keluar dari telapak tangannya kejadian yang sama terulang kembali lagi-lagi anak itu lolos dari serangan.
Dia terus meluncurkan semua kekuatan yang dia miliki dan menyerang bocah yang sok sibuk itu kali ini anak itu menghindar secara sengaja.
"Selesai! pekiknya girang sambil menghindari serangan dari preman yang sudah loyoh.
Meja yang terbelah tadi sudah kembali di perbaiki.
"Astaga kau merusak lagi mejanya? ucap anak itu melihat kursi dan meja yang berada di sekitar sudah hampir rusak semua.
"Paman apa salah meja dan kursi ini? tanyanya sambil berkacak pinggang melihat preman yang menonton dia tidak bisa berkata.
"Astaga ayolah bukan saatnya bercanda sekarang dia di kelilingi oleh para preman kejam tetapi masih santainya dia menanyakan sesuatu yang tidak masuk akal itu" batin author berteriak
Hai hai hai hai sobat π Author baru come back nih π₯°
Apa kabar kalian?
Sehat sehat sehat?
__ADS_1
Jangan lupa dukung ya