
Kedua sosok yang bertukar serangan begitu menikmati pertarungan itu tanpa memperdulikan kekacauan dan keributan yang terjadi di bawah sana.
Kedua orang ini sama-sama menemukan lawan yang tangguh.
Dua orang baru menyudahi pertempuran itu hampir satu setengah jam.
"Ilmu beladiri yang tinggi" ucap si penyerang
"Anda terlalu memuji" ucap Zhang Wei menanggapi.
"Kalau saya mendengar dari orang lain akan kemungkinan kecil saya percaya tetapi karena saya menguji langsung jadi tidak ada alasan saya tidak percaya." ucap orang itu lagi.
"Saya anggap itu pujian" ucap Zhang Wei
Mereka kembali duduk di bawah gazebo yang hampir runtuh karena perbuatan mereka berdua.
"Tidak salah aku memilih mu" ucap pria itu
"Anda terlalu melebih-lebihkan nya" ucap Zhang Wei
"Perkenalkan nama saya Wu Xincheng" ucap Wu Xincheng yang tidak lain adalah kepala akademi.
"Saya yakin Anda sudah mengetahui nama saya" ucap Zhang Wei masih formal.
"Meimei kau tidak apa-apa? ucap Zhang Ziyi mendekat setelah pertempuran itu berakhir.
" Salam kepada kepala akademi" ucap Zhang Ziyi dengan hormat dan anggun.
Kepala akademi masih memperhatikan kedua kakak beradik ini. Kecantikan yang mereka miliki benar-benar bisa meruntuhkan sebuah kekaisaran.
Apalagi Zhang Wei di umur yang masih begitu belia sudah terpancar aura kecantikan dan ketampanan yang sangat kuat dan langka.
Zhang Ziyi juga sedikit terkejut ketika mengetahui orang yang tiba-tiba menyerang mereka adalah Kepala akademi.
"Bagaimana saya harus memanggil kalian? tanya Wu Xincheng
"Perkenalkan saya Lu Ziyi dan ini adikku Lu Zhang" ucap Zhang Ziyi
" Ya kalian pasti sudah mendengar dari tetua pertama kalau saya berencana mengangkat kalian menjadi murid ku" ucap Wu Xincheng
"Tapi sepertinya itu tidak di perlukan" ucap Wu Xincheng melirik Zhang Wei penuh makna.
Melihat lirikan mata itu tentu Zhang Wei juga mengerti karena belum semua orang mengetahui pasti kekuatannya bahkan kepala akademi sendiri belum menjangkau.
"Ya kami yang masih junior ini sangat membutuhkan bimbingan dari kepala akademi" ucap Zhang Wei.
"Dengan senang hati saya akan mengajarkan ilmu yang saya miliki untuk murid saya" balas Wu Xincheng.
__ADS_1
"Hormat kami kepada guru" ucap Zhang Wei dahulu
"Hormat Lu Ziyi kepada guru" ucap Zhang Ziyi.
"Hormat saya terima selamat datang" ucap Wu Xincheng membangunkan mereka dari posisi hormat.
Yang walaupun Zhang Wei mempunyai ilmu bela diri yang tinggi bukan berarti dia tidak akan mengalami kesulitan. Dia masih muda dan akan ada banyak hal yang perlu dia pelajari dari orang yang sudah senior.
Walaupun Zhang Wei di jaman modern sudah berumur dua puluh lima tahun tetapi di dunia ini dia baru beberapa bulan dan masih banyak tempat yang belum di ketahui nya dan itu tidak salah untuk dia mempunyai guru yang akan membimbing dia dan juga dia masih mempunyai kakak di samping yang selalu berada di sampingnya.
Akan sangat mengejutkan kalau orang lain mengetahui kalau dia bisa sama atau lebih dari kepala akademi.
Umur dia masih kecil dan masih butuh belajar banyak dan dukungan.
Setelah acara perkenalan yang lumayan lama itu baru mereka kembali ke tempat masing-masing.
"Hmm ilmu kultivasi yang lumayan tinggi dan orang ini sama misterius dengan Gege apakah mereka ada saling mengenal kah? yah kalau di lihat dari penampilan kepala akademi sama dengan Gege hanya bola mata yang berwarna hitam" gumam Zhang Wei ketika berbalik ke arah kediamannya.
"Gege" telepati Zhang Wei
Kaisar Iblis yang sementara mengadili seseorang menghentikan sejenak kegiatannya dan menjawab.
"Hm?
"Apakah Gege sibuk" tanya Zhang Wei basa-basi
"Saya mau ketemu Gege sebentar. Gege berada di mana? tanya Zhang Wei
Sedangkan pengawal kaisar iblis bingung mendapati Tuan mereka terdiam seperti melamun tetapi mereka tahu kalau itu adalah telepati tetapi dengan siapa?
"Di kediaman" ucap Kaisar Iblis
Begitu mendengar perkataan kakaknya Zhang Wei langsung menghilang dari kediamannya dan muncul di depan kediaman Bangsawan Lu.
Para pengawal yang melihat kedatangan Nona Muda kedua mereka tentu saja kaget.
"Nona Muda kedua" ucap mereka membungkuk hormat.
"Paman saya mau ketemu Gege" ucap Zhang Wei.
Para pengawal segera membuka jalan untuk Zhang Wei.
"Gege" ucap Zhang Wei begitu sampai di kamar Kaisar Iblis tanpa pemberitahuan
"Apakah Gege sudah dapat kakak ipar? usil Zhang Wei mendapati kakaknya hanya berdiri membelakangi pintu.
"Meimei bagaimana kabarmu? ucap Kaisar Iblis mendapati sosok kecil yang baru dua hari pergi dari kediaman ini.
__ADS_1
"Saya dan Jiejie baik" ucap Zhang Wei
"Pasti ada berita penting sehingga kau langsung datang ke sini" ucap Kaisar Iblis.
"Apakah Gege mengetahui siapa kepala akademi Taiyang? tanya Zhang Wei memicing curiga sama kakaknya
"Tidak. Apa ada masalah? tanya Kaisar Iblis
Padahal dia sudah menebak pertanyaan ini akan di lontarkan oleh adiknya yang kecil ini. Dia sudah mengetahui pasti kelebihan kedua adiknya.
Zhang Wei selalu bersikap kekanak-kanakan terkadang kalau serius dia mengalahkan aura orang dewasa dan sangat cerdas tidak bisa di tipu.
Sedangkan Zhang Ziyi Dewasa dan polos.
Perbedaan karakter yang sedikit jauh.
"Hmm percuma saya bertanya nanti saya akan mencari tahu sendiri" ucap Zhang Wei langsung menghilang.
Ekspresi wajah Kaisar Iblis yang masih tersenyum sedikit dingin tetapi itu hanya sebentar dan kembali lagi ke mode es.
Tentu dia mengerti maksud perkataan adiknya tetapi belum saatnya adiknya itu mengetahui nanti ketika tiba saatnya semua akan di perjelas.
"Sepertinya Gege menyembunyikan sesuatu akan saya mengetahui cepat atau lambat". Ucap Zhang Wei setelah tiba kembali di akademi Taiyang.
Di kediaman sebelah yang berada di kediaman kepala akademi. Seorang pria masih setia dengan tempat yang selalu dia kunjungi memandangi sebuah gelang giok hijau di tangannya dengan penuh rasa rindu dan sayang.
"Aku telah menemukannya dan akan menjaganya baik-baik untuk mu" ucap orang itu mengelus lembut gelang itu seperti kalau dia mengelus nya secara kasar akan patah.
Zhang Wei kembali berkunjung ke ruang angkasa mengelilingi ladang obatnya. Mungkin dia bisa menemukan tanaman yang dia butuhkan.
Sudah ada banyak pohon buah yang berbuah seperti nya dia akan panen.
"Ah panen buah buat jus kebetulan cuaca panas" ucap Zhang Wei melupakan tujuan utama ketika melihat begitu banyak pohon yang berbuah.
Ada Apel, stroberi dan jeruk yang sudah benar-benar buahnya meledak masak.
Ada banyak jenis buah yang lain berbuah dan masak tetapi tidak sebanyak ketiga jenis buah tadi.
Dengan hati yang gembira dia memanen buah bersama seekor kelinci yang berada di pundaknya yang dia temui di ladang obatnya sedang memakan wortel.
Kelinci ini adalah salah satu binatang roh yang berada di ruang angkasa milik Zhang Wei jadi jangan heran ketika kelinci itu melihat Tuannya langsung menempel layaknya perangko.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Apa kabar kalian?
__ADS_1
Jangan lupa dukung kakak dengan cara Like π Vote β€οΈ kritik dan saran π sangat di butuhkan oleh kakak Author terimakasih π