PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Chapter 88


__ADS_3

Zhang Wei dan beberapa murid yang menyamar itu pergi ke arah restoran mewah.


Kali ini Zhang Wei berjalan menuju ke sana untuk mengisi perutnya yang sudah merasa lapar karena sepanjang hari berkeliling dan hanya makan buah-buahan.


Kebetulan kali ini dia mendapat mangsa empuk untuk korupsi kenapa harus di lewatkan? dengan begini dia akan mendapatkan koin kembali setelah koin yang dia korupsi dari para pembunuh telah Ia berikan kepada paman yang terluka.


"Makanan enak I am coming" ucap girang Zhang Wei di dalam hati.


Dia sudah tertawa iblis di dalam telah bertemu banyak orang bodoh. Ternyata sangat berguna kembali ke masa kecil aksi nakalnya lebih berguna di sini.


"Ah dunia masa depan sepertinya saya akan menjadi pameran terbaik di dunia masa lalu ini" batin Zhang Wei berteriak semangat.


Kemanapun dia melangkah akan selalu bertemu rejeki. Memang rejeki anak nakal akan selalu ada.


"Kakak bolehkah aku makan di warung makan itu? ucap Zhang Wei pura-pura memelas.


"Ya ayo masuk"


"Asyik makanan enak saya datang" ucap Zhang Wei girang layaknya anak kecil mendapatkan hadiah penghargaan.


Zhang Wei dan beberapa murid akademi Taiyang imitasi itu memasuki warung makan itu dan ada beberapa orang yang makan di situ juga.


Zhang Wei tanpa mempedulikan sekitar lagi langsung memesan makanan paling mahal dan enak dan alhasil semua makanan tertata di dua meja.


Murid akademi Taiyang palsu itu hanya menghela nafas dingin melihat banyaknya makanan dan hanya seorang anak kecil yang makan makanan itu.


Zhang Wei makan dengan tidak ada sopan santun dan tata krama sama sekali.


Dia makan dengan menunduk tanpa mengajak manusia seperti patung yang berdiri di depannya.


Setelah menghabiskan semua makanan yang berada di atas meja dan dengan tidak sopan dia bersendawa keras.


"Kakak makanan nya sangat enak boleh kah aku membungkus untuk ibu ku lagi? tanya Zhang Wei


Mau tak mau patung hidup yang berdiri di depannya harus mengiyakan agar mereka benar-benar bisa membawa anak kecil ini.


Setelah mereka membayar tagihan dan makanan untuk ibu bohongan Zhang Wei di bungkus mereka ke luar dari restoran dan menuju keluar dari desa dan berjalan ke pinggir hutan.


Disana mereka dapat melihat sebuah gubuk yang sudah sangat tidak layak di huni.

__ADS_1


Zhang Wei mengetuk pintu gubuk itu dan tidak lama terdengar suara dari dalam yang menyuruh mereka masuk.


Zhang Wei yang membuka pintu dan di ikuti oleh mereka dari belakang.


Dan di atas tempat tidur terdapat seorang wanita paruh baya yang berbaring di atas tempat tidur dan terlihat sangat lemas dan pucat.


"Nak kamu datang? ucap wanita baya itu melihat Zhang Wei yang berjalan mendekat.


"Ini aku bawakan makanan buat ibu" ucap Zhang Wei menyerahkan bubur ayam yang masih hangat dan menuangkan ke dalam mangkuk.


Zhang Wei menyuapi wanita paruh baya itu dengan telaten dan murid akademi palsu itu hanya diam seperti patung pajangan yang masih bernafas.


"Bu perkenalkan mereka adalah murid akademi Taiyang. Mereka mau mengajak ku untuk belajar di akademi Taiyang" ucap Zhang Wei.


Dan salah satu murid perempuan maju dan menceritakan bahwa mereka akan membawa Zhang Wei untuk belajar bersama mereka untuk biaya di sana akan di tanggung oleh akademi. Mereka hanya membutuhkan ijin dari dia.


"Kalau ini saya hanya bisa mendukung dia untuk belajar semua keputusan ada di tangannya" ucap wanita itu mengambil dalam peran yang di mainkan oleh Zhang Wei.


Awalnya wanita itu sedikit terkejut dengan kedatangan Zhang Wei dan di tambah dia dengan sebutan "Bu". Apalagi meminta ijin untuk membiarkan Zhang Wei belajar di akademi Taiyang.


Dari sini dia dapat menyimpulkan bahwa ada yang kurang beres tetapi melihat tatapan tenang Zhang Wei jadi wanita itu ikut mengambil bagian.


"Ya belajar dengan baik ya Nak" ucap wanita itu memegang bahu Zhang Wei.


"Kami tidak akan mengecewakan anda" ucap salah satu murid itu.


Dan mereka saling melirik satu sama lainnya dan menyeringai.


"kalau begitu kami akan membawa dia setelah membawa anda ke tabib untuk berobat" ucap murid wanita itu lagi.


"Ah? wanita itu sedikit terkejut ketika mendengar kata tabib.


"Terimakasih" ucap wanita itu dengan tatapan penuh terimakasih.


Zhang Wei dan yang lainnya membawa wanita itu ke rumah tabib setelah pemeriksaan dan pengobatan selesai mereka kembali ke gubuk itu dan Zhang Wei masih memeras murid murid itu dengan alasan ketika sakit ibunya kambuh dan tidak mempunyai koin siapa yang akan mencari dan membawa ibunya ke tabib.


Karena tipu muslihat Zhang Wei yang kuat terpaksa murid-murid itu memberikan koin ke pada wanita itu.


Zhang Wei mendekati wanita itu dan membisikkan suatu kata kepadanya.

__ADS_1


Wanita itu menerima koin emas yang di berikan kepadanya dan mengangguk mengerti kepada Zhang Wei.


"Pergilah dengan mereka! Dan jangan lupa untuk berkunjung ketika mendapat libur" ucap wanita itu masih mendalami perannya.


Zhang Wei berbalik dan berkata.


"Ayo kakak kita pergi" ucap Zhang Wei


Zhang Wei meninggalkan gubuk itu dengan yang lainnya.


Setelah melihat kepergian Zhang Wei wanita itu meninggalkan gubuk itu juga segera dan pergi sesuai arahan Zhang Wei.


Wanita itu adalah salah satu wanita yang di selamatkan Zhang Wei ketika pertama kali tiba di akademi wanita dan teman-teman sebayanya tengah di hadang beberapa perampok ketika kembali dari ladang.


Wanita itu hanya hidup sebatang kara dan tinggal di gubuk itu. Zhang Wei selalu singgah ketika keluar dari akademi dan berkeliaran dari luar.


Zhang Wei mengetahui kalau bibi itu sakit karena dia masih singgah tadi sebelum berkeliling ke desa-desa terdekat.


Wanita itu hanya sakit kelelahan istirahat untuk beberapa hari juga akan pulih dan Zhang Wei hanya memberikan beberapa koin emas untuk berobat ke tabib.


Kebetulan Zhang Wei ketemu mangsa tak di undang ya kesempatan emas untuk Zhang Wei dan gudang rejeki untuk bibi itu.


Dengan cara begini Zhang Wei dapat menolong bibi itu lebih banyak.


Bibi itu tidak mau menerima banyak bantuan dari Zhang Wei karena Zhang Wei masih muda dan akan banyak menggunakan koin jadi dia hanya khusus menerima untuk biaya berobat saja karena di paksa Zhang Wei juga.


"Kakak apakah akademi Taiyang itu masih jauh? ucap Zhang Wei berjalan santai di samping mereka.


"Sebentar lagi kita akan sampai" jawab wanita yang berjalan di dekatnya.


"Apakah akademi Taiyang luas? apakah ada banyak murid? ucap Zhang Wei asal


"Kakak apakah aku benar-benar akan dapat makan makanan enak? ucap Zhang Wei.


Sosok nya yang sekarang seperti anak kecil yang mempunyai rasa penasaran tinggi ketika mendengar sesuatu yang terlihat luar biasa.


Hai hai hai sobat πŸ‘ Author baru come back nih πŸ˜€


Apa kabar kalian?

__ADS_1


Jangan lupa untuk like dan komentar kakak readers ya Terimakasih πŸ™


__ADS_2