PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Berlatih tata krama


__ADS_3

Seperti yang sudah di sepakati bersama kalau pelatihan masuk ke akademi tersohor itu akan di ajari oleh ketiga kakak mereka yang sudah mengecap pendidikan di akademi akademi tersebut.


Saat ini Zhang Wei tengah mempelajari tata krama masuk akademi itu, tes apa saja yang akan mereka hadapi semua di ajarkan kepada kedua orang itu. Orang yang bertolak belakang pendiriannya.


Yah kedua orang itu adalah putri kedua dan ketiga Kekaisaran yaitu Zhang Ziyi dan Zhang Wei. Kedua Putri ini memiliki kepribadian bertolak belakang.


Kalau Zhang Ziyi pembawaan ceria dan hangat berbeda dengan Zhang Wei kepribadian yang tidak bisa di tebak.


Kadang dingin dan datar tak tersentuh, kadang ceria seperti anak pada umumnya, membuat kakak-kakaknya sangat gemas untuk menjahilinya.


Seperti sekarang dia di minta untuk mempraktekkan tata krama yang sebenarnya itu tidak di praktekan di akademi. Ini hanya akal-akalan mereka saja untuk mengerjai Zhang Wei.


Karena Zhang Wei sangat risih dan tidak suka dengan semua yang berbau wanita seperti hanfu ataupun cara berjalan anggun ala wanita.


Oh dia merasa seperti banci yah karena memang dia itu jiwa laki-laki dan karena dia menempati tubuh wanita membuat dia mau tidak mau harus menerima sedikit sisi feminim nya.


Dia kadang merasa heran kenapa dia belajar ini seperti belajar tata krama seorang Putri?


Menurut sepengetahuan dia, Etika berjalan dan berhanfu yang benar itu tidak ada dalam pembelajaran sepertinya ada yang ganjil ini.


"Wah kayaknya ada yang tidak beres ini? " batin Zhang Wei melirik kakak-kakaknya seperti menghindari tatapan darinya.


"Hm benar seperti ada yang tidak beres ini" batin Zhang Wei meyakinkan diri.


"Gege Lin! Kalian tidak mengerjai ku kan? tanya Zhang Wei penuh selidik


"hah? tidak Meimei" ucap Zhang Lin pangeran kedua kaget dengan pertanyaan Zhang Wei, apalagi dengan tatapan matanya itu.


"Benar? tanya Zhang Wei memastikan karena dia belum puas jawaban yang dia terima.


Dia berjalan semakin dekat ke arah pangeran kedua.


"Sepertinya Gege menyembunyikan sesuatu dariku ucapnya meneliti wajah pangeran kedua.


Pangeran kedua yang di tatap seperti tersangka pembunuh yang tengah di interogasi membuat dia sedikit gugup.


Putri Zhang Fei yang melihat pangeran kedua gugup menanggapi pertanyaan Zhang Wei segera mendekat.


"Ada apa Meimei? tanya Zhang Fei

__ADS_1


"Jiejie tidak ada menyembunyikan sesuatu dariku kan? tanya Zhang Wei menatap wajah kakak perempuannya


"Menyembunyikan sesuatu? tanya ulang Zhang Fei dengan alis terangkat tanda dia bingung


"Jiejie tidak mengerjai ku kan? tanya Zhang Wei menatap lekat wajah kakak perempuannya yang menatap dia dengan tenang.


Sebenarnya Zhang Fei tengah gugup juga mendapati pertanyaan dan tatapan mata adiknya itu lekat menatapnya tapi dia menutupi dengan wajah datarnya karena pembawaan dia yang tenang dan datar.


"Buat apa kami mengerjai Meimei? tanya balik Zhang Fei mengelak dari pertanyaan adiknya


"Awas kalau kalian berani mengerjai ku! ucap Zhang Wei


"Gege dan Jiejie tahu kan kalau kalian ketahuan mengerjai ku akan terima hadiah bagus dari ku" ucap Zhang Wei dengan senyum manis dia melanjutkan apa yang tertunda tadi.


Mereka yang mendengar kata hadiah bagus memegang tengkuk mereka yang tiba-tiba merasa dingin.


Zhang Wei melakukan apa yang tengah mereka ajarkan kepada-nya tetapi di dalam hati dia mengutuk dan menunggu jam pelatihan itu selesai.


Putri Zhang Ziyi juga mengalami hal yang sama dengan apa yang di alami oleh Zhang Wei. Bagusnya dia sudah belajar hal seperti ini berbeda dengan Zhang Wei yang tidak pernah belajar dan tidak mau belajar.


Begitu dia melihat jam kecil yang melingkar di pergelangan tangan kirinya menunjukkan waktu belajar telah selesai.


Bunyi dentangan jarum detik jam nya.


Begitu jarum detik jam itu berbunyi tanpa ba bi bu be Zhang Wei langsung meninggalkan tempat pelatihan itu membuat kakak-kakaknya tercengang dengan tepat waktunya. Padahal dia tengah belajar.


"Meimei pelajaran mu belum selesai" ucap Pangeran kedua heran dengan Zhang Wei yang tiba-tiba berhenti dan berjalan menjauh


"Waktu belajar ku sudah selesai Gege jadi aku harus pergi" ucap Zhang Wei melanjutkan perjalanan nya.


Setelah Zhang Wei pergi dan juga Putri kedua yang baru menyelesaikan belajarnya segera pergi untuk membersihkan diri di kediamannya.


Putra mahkota, pangeran kedua, dan Putri Zhang Fei segera pergi dari tempat itu juga setelah semua beres dengan alat pelatihan yang di gunakan oleh kedua Putri itu.


"Bagaimana dengan Putri Zhang Wei? tanya Kaisar Zhang penasaran dengan Putri nya yang satu itu


"Ah sepertinya tidak mudah untuk di bohongi Zhang Wei Ayahanda. Bahkan tadi kami hampir ketahuan" Jawab Zhang Lin


"Ayahanda sudah menebak kalian tidak akan bisa mengelak darinya" ucap Kaisar Zhang lagi

__ADS_1


"Sebaiknya kalian menghindari pertanyaan darinya" ucap Kaisar Zhang lagi


Yah pelatihan ini adalah bagian dari rencana mereka untuk mengajar Zhang Wei dalam tata krama seorang Putri bangsawan.


Melatih dia cara berjalan anggun dan menuangkan teh dan cara menyeduh teh semua dari hal-hal kecil mereka ajarkan.


Karena Zhang Wei selama ini tidak pernah mau belajar atau ikut kelas tata krama.


Zhang Wei yang sudah sampai di kediamannya berjalan dengan puas dan kesal, dia harus menunda kepergiannya ke kediaman para pengawal untuk melatih mereka.


Zhang Wei langsung menuju tempat permandian setelah meminta para pelayan menyiapkan air mandi untuknya.


Setelah mandi Zhang Wei menggunakan hanfu laki-laki yang dia miliki, dia akan mengunjungi toko pakaian terlebih dahulu dan akan melanjutkan perjalanannya ke arah kediaman para pengawal yang dia latih.


Setelah sampai di pasar ibukota, dia langsung melesat ke arah toko pakaian, dia hanya singgah sebentar menanyakan perjalanan toko nya, setelah semua selesai tidak ada kendala dengan toko itu baru dia melesat pergi ke pinggiran ibukota.


Begitu dia sampai di kediaman itu, dia dapat melihat para pengawal barunya tengah berlatih keras, bahkan tubuh mereka sudah ada luka-luka, peluh mereka mengalir deras membasahi seluruh badan mereka.


Mereka bertekad untuk menjadi lebih kuat dan tidak mau mengalah dari Tuan Muda mereka.


Mereka masih mengalami kesusahan dan masih agak sulit karena baru dua hari mereka latihan tapi agak sedikit lebih ringan dari pertama kali mereka mengikuti metode latihan seperti ini.


Karena keasyikan dan keseriusan dalam berlatih membuat mereka tidak menyadari keberadaan Zhang Wei yang tengah tersenyum lebar mendapati mereka berlatih dengan sangat keras.


Zhang Wei juga langsung bergabung dengan mereka.


Mendapati ada sosok yang tiba-tiba muncul dan bergabung membuat mereka menghentikan latihan sejenak untuk menyapa yang tidak lain adalah Tuan Muda mereka.


Zhang Wei langsung melambaikan tangan tanda dia untuk meminta mereka melanjutkan latihan tanpa mempedulikan dirinya.


Mereka melanjutkan latihan itu sama-sama.


Dengan keberadaan Tuan Muda mereka membuat semangat mereka tambah bergelora. Rasa sakit dan lelah yang mereka rasakan langsung di gantikan dengan semangat untuk lebih kuat lagi.


Hai hai sobat πŸ‘


Maaf Author lambat update hari ini


Jangan lupa like dan Vote kakak ❀️ terimaksih

__ADS_1


__ADS_2