
Setelah acara pembantaian itu akhirnya pesta berakhir, semua tamu undangan kembali ke kediamannya masing-masing.
Zhang Wei sudah kembali ke kamar yang menjadi kamarnya di Kekaisaran Wei, sekarang dia duduk dengan tangan kanan di atas meja ujung jarinya menyentuh kening tengah berpikir dengan semua yang terjadi hari ini di mulai dari dia mendapat penglihatan itu dan dengan kekuatan baru yang mendengar suara pikiran orang. Ah itu sungguh membuat dia sedikit kesal
Seperti inilah kira-kira penampilan Zhang Wei Author juga bingung bagaimana mengekspresikan nya gambar ini saya ambil dari Pinterest app by Loong soul Doll doll
Keesokan harinya
Semua tamu undangan sudah berkumpul akan kembali ke kerajaannya masing-masing termasuk keluarga kekaisaran Zhang meninggalkan tempat itu.
Selama beberapa hari mereka tempuh perjalanan kali ini, Zhang Wei tidak mau naik kereta kuda, sudah cukup dia duduk diam di kereta ketika datang di kerajaan Wei. Dia sudah tidak di ijinkan untuk naik kuda tapi dia tetap nekat dan mengancam kalau dia tidak akan pulang bersama mereka.
Jadilah sekarang Zhang Wei lomba pacu kuda dengan dua saudaranya dan bukan hanya itu dia meminta prajurit untuk mengejarnya dari belakang.
"Perhatian semuanya! Putri ini akan membuat suatu perlombaan. Siapa yang juara? akan mendapatkan hadiah dari Putri ini'. ucapnya santai di atas kuda
Para pengawal saling melirik satu sama lain, mereka berpikir kali ini aksi apa lagi yang akan di pertunjukan oleh Tuan Putri mereka yang satu ini. Karena setiap apa yang di lakukan oleh tuan putri mereka selalu di luar akal.
"Perlombaan apa Putri? ucap salah satu pengawal berani
"Bagaimana kalau kita lomba pacu kuda. Barangsiapa yang berhasil mendahului Putri ini? Boleh meminta apa saja pada Putri ini" ucap Zhang Wei mantap membuat mereka melongo, antusias, bingung, itulah ekspresi mereka.
"Tidak." ucap Kaisar Zhang tegas
"Ayah tidak mau kamu nanti kenapa-kenapa" ucap Kaisar Zhang menatap Zhang Wei tajam
"Ah Pak Tua. Putri Mu ini hanya bosan berjalan berhari-hari di atas kuda. Pokoknya Putri ini mau mengadakan lomba tanpa bantahan." ucap Zhang Wei dengan tegas
"Jangan kuatir dengan kereta kuda Ayahanda Kaisar. Putri ini akan melakukan sesuatu" sambung Zhang Wei lagi sambil melambaikan tangannya lalu munculah sinar biru meliputi seluruh kereta kuda.
"Nah sekarang beres. Pak tua tidak perlu kuatir dengan kereta kuda ini, mereka akan mengimbangi laju kuda kita" jelas Zhang Wei santai.
Kaisar Zhang hanya menghela nafas panjang, memang Putrinya yang satu ini selalu suka yang berbahaya kalau sudah memutuskan sesuatu tidak bisa di ganggu gugat.
__ADS_1
"Baiklah Ayahanda hanya bisa bilang hati-hati" putus Kaisar Zhang pada akhirnya
Zhang Wei tersenyum puas sambil mengacungkan dua jempolnya kepada Kaisar Zhang. Lalu dia beralih menatap kepada dua pangeran.
"Gege kalian tidak mau bergabung? ada hadiah menarik loh" ucap Zhang Wei sambil tersenyum misterius
Melihat senyum itu entah kenapa mereka merasakan hal yang tidak biasa akan terjadi.
"Baik siapa takut ππ" ucap Pangeran kedua Zhang Lin rupanya dia memiliki jiwa liar juga
"Baiklah" jawab singkat Putra Mahkota.
"Perhatian semuanya, saya akan menghitung mundur dari tiga sampai satu" ucap Zhang Wei menginstruksi.
Para pengawal segera bersiap untuk memacu kudanya.
"Tiga-dua-satu" ucap Zhang Wei menghitung mundur.
Setelah Zhang Wei mengucapkan angka satu semua pasukan sudah memacu kudanya untuk bisa mendahului Putri Zhang Wei.
Kaisar Zhang hanya mengikuti dari belakang.
Langkah derap kuda yang berlari memenuhi jalanan yang sepi, jalanan yang mereka lewati seperti arena pacu kuda.
Bahkan di atas kuda Zhang Wei masih sempat bersenandung rupanya jiwa nakalnya bangkit.
Sepanjang perjalanan mereka banyak menemui hutan dan melewati beberapa desa. Para warga yang melihat banyaknya prajurit memacu kuda cepat mengejar seorang gadis kecil berpakaian serba putih tengah bersenandung indah menambah pesonanya dengan kuda besar hitam hampir menggulung tubuh kecilnya. Mereka kagum dengan penampilan gadis kecil itu sungguh keberanian yang luar biasa memacu kuda yang sangat besar dari ukuran tubuhnya.
Seperti inilah penampilan Zhang Wei gambar ini Author cari di pinterest bukan gambar author sendiri
Zhang Wei terus memacu kudanya hingga memasuki area hutan. Dia berhenti di sebuah pohon besar yang lebat daunnya karena matahari sudah kembali ke peraduannya.
Dia mengikat kudanya di bawah pohon itu, Kakak-kakaknya dan para pengawal belum kelihatan. Dia memilih naik di salah satu dahan pohon itu dan mencari kenyamanan untuk beristirahat sebentar.
__ADS_1
Tidak lama kemudian kedua kakaknya sudah menyusul. Kedua pangeran itu berhenti ketika melihat kuda Zhang Wei yang di ikat di bawah pohon rindang itu tapi tidak menemukan pemiliknya.
Lalu mereka turun dari kuda mereka masing-masing begitu juga Pengawal yang baru saja tiba melihat Tuan mereka berhenti.
Para pangeran itu mencari keberadaan Zhang Wei tapi tidak menemukan apa-apa. Muncullah rasa kuatir karena tidak menemukan keberadaan adik mereka
"Segera telusuri tempat ini, Putri Zhang Wei tidak di temukan" ucap Putra Mahkota dengan raut wajah kuatir takut terjadi apa-apa dengan Zhang Wei.
Orang yang di cari keberadaannya sudah memasuki alam mimpi. Dia tertidur ketika menunggu kedatangan mereka masih lama namanya dia ratu tidur yah tidur di mana saja asal ada tempat untuk mendaratkan badannya.
Semua orang panik mencari keberadaannya, mereka sudah menelusuri seluruh isi hutan tersebut tapi nihil. Mereka tidak menemukan jejak Zhang Wei sama sekali.
Ketika mereka sedang termenung memikirkan segala kemungkinan yang terjadi tiba-tiba mereka mendengar suara erangan orang baru bangun dari tidur. Seperti yang di aba-aba mereka serentak menengadah keatas kepala mereka dan terlihatlah seorang gadis yang merentangkan kedua tangannya masih pada posisi tertidur membelakangi tanah.
"Meimei Zhang Wei" ucap Zhang Lin pangeran ke dua itu dengan sangat lembut.
Mendengar suara yang sangat lembut dan terasa familiar membuat Zhang Wei menegang di tempat. Dia tahu maksud dari nada lembut ini. Bagi orang lain yang mendengar nada panggilan ini terlihat sangat lembut tapi tidak dengan Zhang Wei. Dia hapal dengan karakter kakaknya yang satu ini.
Dia mulai menunduk perlahan di bawah pohon dan terdapatlah Keluarganya yang menatap dia dengan datar. Wah dia merasakan hal yang luar biasa akan terjadi.
Dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dengan canggung lalu dia melompat turun kebawah.
"Kenapa kalian lama sekali? Apa kalian sudah menyerah untuk menyusul Putri ini? marah dahulu Zhang Wei sebelum Keluarganya itu mengintrogasi dirinya. Dia tidak mau menerima amukan mereka.
Kaisar dan yang lainnya hanya menghembuskan nafas kasar, seharusnya yang marah itu mereka kenapa dia yang marah itulah yang di pikirkan oleh mereka.
Niat untuk memarahi Zhang Wei terpaksa harus di buang jauh-jauh melihat yang di marahi malah marah dahulu.
"Kita istirahat disini karena hari sudah malam. Besok baru kita lanjutkan perjalanan" ucap pengawal pribadi Kaisar Zhang.
Para pengawal mulai memasang tenda untuk para Tuan mereka. Ada yang mencari makanan ada yang mencari kayu bakar dan kayu untuk buat tenda.
Setelah tenda masing-masing sudah berdiri mereka mulai beristirahat dan para pengawal bergantian berjaga.
Hay Hay Hay sobat π
__ADS_1
Author stuck ide. Ada yang bisa kasih saran mungkin para readers mohon tulis di kolom komentar
Jangan lupa Vote buat Author karena dukungan dari kalian sangat membantu saya dalam berkarya