PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Bermain tebak-tebakan


__ADS_3

Seorang gadis cantik yang duduk di depan meja rias sementara menyisir rambut panjang dan legam itu tiba-tiba di sekap tanpa mengetahui siapa orang yang melakukannya.


Tanpa suara dia di gendong seperti karung beras. Dia mau berteriak mulutnya sudah di tutup menggunakan kain dia hanya bisa pasrah semoga ada orang yang menolongnya nanti.


Gadis cantik itu terus bergumam meluncurkan segala doa. Karena kain penutup mulutnya sedikit bercampur dengan obat tidur membuat Gadis itu tidak bisa menahan kantuk.


Sebelum dia benar-benar terlelap samar-samar dia mendengar suara seorang remaja tengah mencegah kepergian para penculik.


Dia hanya berharap semoga anak itu bisa membantunya untuk lepas dari orang-orang ini.


Tapi ketika mendengar suara bahwa anak itu mencari orang tuanya membuat dia putus asa lagi.


Zhang Wei masih terus mendramatisir keadaan tetapi itu tidak berlangsung lama karena seseorang langsung menyerangnya karena melihat penampilan Zhang Wei yang tidak masuk akal.


"Bocah kau tidak bisa mengakali kami" ucapnya sambil menyerang Zhang Wei.


Zhang Wei hanya bisa menghela nafas panjang niatnya ingin berkenalan dengan baik malah niatnya tidak di terima.


Zhang Wei dengan cepat menangkis serangan yang hampir saja mengenai wajahnya yang cantik.


Dia paling tidak suka kalau ada orang yang menyerang wajahnya.


"Ckck berani wajah aku sedikit kena serangan Anda akan cepat bertemu raja Neraka" ucapnya kesal.


Dari waktu jaman modern dia paling tidak suka ada orang yang menyentuh wajahnya.


Zhang Wei dengan gerakan cepat melakukan penotokan di bagian leher para orang mencurigakan itu.


Setelah melakukan penotokan Zhang Wei dengan cepat beralih ke arah ketuanya dan melakukan gerakan cepat.


Setelah berhasil Zhang Wei membawa kabur kakak cantik yang sementara pingsan itu.


Di pinggiran danau Zhang Wei mendarat dengan sempurna.


Mengeluarkan sesuatu dari ruang angkasa miliknya dan membentangkan sebuah karpet besar untuk di tiduri oleh wanita yang masih pingsan di punggung nya.


"Hufttt lumayan menguras tenaga" ucapnya setelah berulang kali menarik nafas.


Zhang Wei memperhatikan wanita yang tertidur di depannya dan memindai seluruh tubuh wanita itu kecuali daerah terlarang untuk memastikan bahwa tidak ada sesuatu yang aneh di tubuh wanita itu.


Zhang Wei beralih kearah leher dan di balik telinga itu terdapat tanda titik yang masih hidup.


Dengan segera Zhang Wei memeriksa dan memastikan tanda itu bergerak dan benar saja tanda kecil itu sering berpindah tempat.


"Aish rupanya tanda ini yang menyebabkan nya deman" gumam Zhang Wei menatap lurus tanda itu.

__ADS_1


"Tuan! Tanda itu memiliki sisi kegelapan dan Suci yang membuatnya bertolak belakang hingga tanda itu sering berpindah tempat." suara dari benak Zhang Wei muncul.


"Terus apa yang mesti di lakukan" ucap Zhang Wei


" Tuan memiliki elemen yang sedikit mirip dengan wanita itu." saut suara itu lagi.


"Ah oke aku mengerti" ucapnya sambil memperbaiki posisi duduk Zhang Wei dan melakukan gerakan seperti orang yang bermeditasi.


Memejamkan matanya dan fokus untuk mengeluarkan elemen yang serupa yang dimiliki oleh wanita dewasa di depannya.


Cahaya kebiruan menyelimuti ujung jari telunjuk milik Zhang Wei dan tidak menunda waktu lama bagi Zhang Wei langsung mengarahkan jarinya ke arah dahi wanita itu.


Pertama masih ada perlawanan dari simbol di leher tapi karena kekuatan elemen yang di miliki oleh Zhang Wei murni membuat nya terpaksa menunduk pada kekuatan besar.


Setelah berhasil Zhang Wei kembali membuka mata dan langsung melanjutkan perjalanan menuju rumah tabib yang tidak berada jauh dari danau tempat Ia berhenti tadi.


Untuk memeriksa lebih lanjut keadaan wanita itu. Zhang Wei menitipkan pesan kepada tabib kalau dia akan pergi dan kalau wanita itu sudah bangun tidak usah menceritakan tentang dirinya yang menolong.


Tabib juga tidak banyak kata langsung menyetujui permintaan Zhang Wei di tambah bayaran yang di berikan untuknya juga sangat tinggi.


Zhang Wei langsung balik ke arah penginapan untuk menutup kecurigaan dari pangeran Bintang karena sedikit lagi akan fajar.


Zhang Wei melanjutkan tidurnya seperti tidak terjadi apa-apa.


Segera seluruh prajurit menggeledah rumah warga dan tidak luput penginapan termasuk penginapan yang di tinggali oleh Zhang Wei.


Zhang Wei dan Pangeran bintang melanjutkan perjalanan mereka tanpa menghiraukan kabar yang mengguncang kota itu.


"Apakah kau melakukan sesuatu tadi malam? tanya pangeran Bintang kepada Zhang Wei yang berjalan santai di samping nya.


"Hah? Zhang Wei cengo


"Lupakanlah" ucap pangeran Bintang kembali melanjutkan perjalanan karena masih beberapa desa yang mereka lewati.


Di desa berikut nya yang mereka temukan sangat lah sepi seperti tidak ada kehidupan sama sekali.


"Aneh kok Desa ini sangat sepi? ucap Zhang Wei.


"Sepertinya ada yang tidak beres sebaiknya tetap waspada aku merasakan ada beberapa pasang mata tertuju pada kita" ucap Pangeran bintang mengedarkan pandangannya ke seluruh pojok rumah warga.


Benar saja tidak memakan waktu lama begitu Zhang Wei dan Pangeran Bintang menginjakkan kaki ke perbatasan jalan masuk rumah warga beberapa anak panah yang berasal dari berbagai sisi menyerang mereka.


Untung keduanya memiliki refleks yang baik sehingga anak-anak panah itu tidak melukai mereka.


Keduanya segera memasang kewaspadaan apalagi mereka belum mengetahui seberapa tingkat kekuatan orang yang menyerang.

__ADS_1


"Jangan jauh-jauh dariku" ucap Pangeran Bintang menarik tangan kecil Zhang Wei ke belakang tubuhnya.


Walaupun Zhang Wei memiliki ilmu Kanuragan tetapi bagi Pangeran Bintang adiknya itu masih butuh perlindungannya.


"Hoh rupanya mereka ingin bermain tebak-tebakan? Ucap Zhang Wei dengan senyum miring.


Otak liciknya mulai menyusun strategi.


"Baiklah mari kita bermain tebak-tebakan" ucap Zhang Wei mengukir sesuatu di atas tanah.


Bahkan Pangeran Bintang heran melihat kelakuan adiknya yang sibuk mengukir itu.


"Apa yang ingin kau lakukan? Tanya Surya Geni masih melihat sekeliling.


"Diam di situ Kak jangan bergerak. Aku ingin bermain tebak-tebakan dengan mereka" ucap Zhang Wei.


"Wahai para teman-teman yang lagi bergerilya dan tidak memiliki kerjaan kemarilah waktunya kalian meregangkan otot-otot yang sudah kaku" ucap Zhang Wei seperti mengajak orang bercerita.


Surya Geni kembali pening melihat kelakuan adiknya yang sedikit aneh.


Tiba-tiba energi angin tak kasat mata melewati kedua kakak beradik itu.


"Sudahi gibah kalian! Aku memiliki permintaan untuk memanggil para cecunguk yang mau bermain petak umpet kepadaku" ucap Zhang Wei.


Bahkan tidak makan beberapa waktu tiba-tiba beberapa orang berjatuhan di samping Zhang Wei dan Surya Geni dengan keadaan yang sedikit tidak baik.


Tiap orang memiliki anak panah yang menancap di tenggorokan mereka.


"Kalian melakukan pekerjaan dengan baik kembalilah aku akan memberikan kalian sesuatu yang baik nanti" ucap Zhang Wei.


Keadaan yang sedikit berat tadi langsung kembali ke suasana sebelumnya agak sedikit lebih santai.


"Kakak periksalah mereka berasal dari mana? ucap Zhang Wei membiarkan Pangeran Bintang melakukan tugasnya.


"Begini kan tidak perlu mengeluarkan tenaga banyak" ucap Zhang Wei puas dengan hasil karyanya.


Hahayyy Sobat Author


Lama tidak berjumpa ya para readers.


Maafkan Author yang lelet ini membuat kalian sedikit kecewa.


Author akan usahakan update normal seperti sebelumnya 😊


Terimakasih sudah mengunjungi dan membaca. Author dengan secepatnya akan mengirim Zhang Wei kembali ke dunia dia berasal,πŸ˜€

__ADS_1


__ADS_2