PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Kelinci percobaan


__ADS_3

Zhang Wei dan Surya Geni memasuki desa itu setelah berhasil mengidentifikasi identitas palsu dari para penyerang.


"Sebaiknya kita melanjutkan perjalanan desa ini kurang aman" ucap Pangeran Bintang.


Kedua kakak beradik itu melakukan teleport dan kembali muncul di hutan yang mana hutan ini terdapat banyak penyamun.


Zhang Wei dan Surya Geni terus melompat dari satu pohon ke pohon yang lain.


Kedua kakak beradik itu terus melompat dari pohon ke pohon yang lain bahkan berlomba dengan para penghuni hutan seperti monyet dan tupai yang pandai melompat.


Taulah kekonyolan Zhang Wei sendiri yang hobi mempermainkan apapun yang ada di sekitarnya.


"Aish katanya tupai pandai melompat? buktinya sekarang monyet lebih pandai" astaga Zhang Wei memprovokasi kedua jenis binatang yang sama ras tetapi dalam bentuk berbeda.


hnguk hgukkk


titiiititt


Itu suara monyet dan tupai yang sepertinya membalas perkataan Zhang Wei.


"Ayolah kalian kalah dari saya" ucapnya lagi sambil terus melompat dari pohon ke pohon yang lain.


Surya Geni tidak tahu harus bereaksi seperti apa dengan tingkah konyol adiknya itu.


Bisa-bisanya dia mempermainkan kedua makhluk itu.


Cittttt


ngikkkkk


Kedua mahluk itu terus menyuarakan suara entah apa yang mereka katakan.


Bahkan mereka tidak menyadari di bawah sana ada bandit yang melihat kelakuan mereka.


Bahkan bandit yang masyarakat takuti menganga tak percaya melihat ada orang yang sengaja mengajak lomba sama yang ahlinya.


Segila-gila nya manusia mereka belum pernah bertemu dengan orang seperti ini.


"Apakah kalian melihat orang yang merusak rumah kalian di bawah sana? tanya Zhang Wei tiba-tiba membuat kedua mahluk itu menatap ke arah bawah sana.


Ke arah bandit yang membangun rumah merusak tanaman yang ada di hutan.


Ngikkkkk


Kera yang melihat itu geram banyak pepohonan yang rusak akibat perbuatan manusia tak bermoral di bawah.


"Ayo kita beri salam perkenalan dengan mereka" Zhang Wei terjun begitu saja di bawah.


Membuat beberapa bandit yang belum menyadari keberadaannya terjungkal.


"Halo semuanya" Zhang Wei mengangkat tangannya memberikan sapaan kepada para bandit.


Surya Geni sendiri memantau dari balik pohon melihat apa yang akan di lakukan oleh adiknya itu.


"Heh bocah boleh juga" ucap seorang bandit menatap Zhang Wei penuh minat karena postur tubuh Zhang Wei yang terlihat menggoda biarpun dia menggunakan pakaian longgar.

__ADS_1


"Heh mau saya congkel bola mata yang melotot itu? ucap Zhang Wei terhadap bandit itu.


"Bocah kau telah memasuki daerah terlarang dan_" ucapan bandit itu terpotong


"Terlalu banyak bacot" ucap Zhang Wei melemparkan sebuah kue bolu yang ukurannya besar membuat bandit itu tersedak dan mati di tempat tanpa perlawanan.


"Ops maaf padahal bercanda saja" ucap Zhang Wei dengan tidak berdosa.


"Kau telah membunuh teman Kami bocah rasakan ini' seorang bandit menyerang Zhang Wei.


"Teman-teman kemarilah waktunya kalian bermain" ucap Zhang Wei melompat di atas pohon yang tidak jauh dari Surya Geni.


Tiba-tiba ratusan hewan hutan terjun ada monyet yang menyerang mereka.


Para bandit itu terkejut dengan kedatangan para monyet.


Tiba-tiba suara gemuruh dari berbagai arah terdengar dan suara teriakan penghuni hutan terdengar. Seluruh tanah bergetar dengan langkah kaki mereka.


"Hahaha waktunya kalian bermain" Zhang Wei tertawa kencang di atas pohon sambil bersandar dengan nyaman.


Siapa suruh mereka menjadi bahan gabutan Zhang Wei.


"Hah lumayan menjadi tontonan seru" Zhang Wei sambil memetik buah yang tidak jauh dari hadapannya yang ternyata pohon yang dia duduki adalah pohon buah.


Di bawah sana hampir seluruh penghuni hutan hadir membuat para bandit itu kalang kabut. Mereka hanyalah bandit biasa yang memiliki ilmu beladiri cukup tinggi.


Kalau di hadapkan dengan situasi seperti ini akan berbeda cerita lagi.


"Aishh bagaimana bisa banyak penghuni hutan yang datang? Teriak seorang bandit sambil terus menghindar dari serangan buas binatang.


"Kalau begini terus kita yang akan mati konyol" ucap salah satunya.


Kan tidak etis sama sekali kalau bandit yang paling di takuti mati karena di serang binatang buas hahaha😂🥴.


"Ayo teman-teman waktunya kalian balas dendam" Teriak Zhang Wei dari atas pohon memanasi para mahkluk yang sementara beradu kekuatan.


"Apakah kau tidak ingin bermain dengan mereka? tanya Surya Geni.


Biasanya Zhang Wei paling semangat untuk mengerjai orang kalau di hadapkan dengan situasi seperti ini.


"Kalau ada yang bisa di gunakan kenapa harus melelahkan diri? Tanya balik Zhang Wei.


Dasar otak licik menggunakan tenaga lain dalam mengahadapi musuh.


Surya Geni hanya mengangguk mengerti.


Pertarungan antara dua makhluk hidup berbeda sedikit mengguncang area tersebut karena langkah kaki dan juga pukulan yang keras.


Para bandit itu berkumpul dan mengeluarkan tenaga dalam mereka tidak akan bisa menang melawan para binatang itu dengan kekuatan fisik saja.


Melihat itu Zhang Wei langsung turun tangan karena dia mengetahui penghuni hutan tidak ada yang memiliki kekuatan mistis bisa-bisa nanti dia akan di tangkap oleh oknum polisi atau hukum karena membiarkan hewan yang di lindungi di sakiti.


Tunggu? Polisi? aishh ini jaman dulu kala Zhang Wei bukan jaman modern.


Huakk huakkk

__ADS_1


Bunyi teriakan semangat para kera dan hewan lainnya.


Mungkin mereka risau dan juga bisa jadi mereka menantang.


"Wahai teman-teman kalian mundur biar aku yang menghadapi mereka" Teriak Zhang Wei langsung terjun di bawah sana.


Bersamaan dengan itu para bandit melemparkan serangan mereka.


Zhang Wei sendiri sudah meliputi dirinya dengan pelindung yang terbuat dari cahaya kebiruan.


"Hehe tunggu serangan balik dariku" ucap Zhang Wei dengan senyuman miringnya.


"Ting! jadilah" ucap Zhang Wei melemparkan kekuatan serangan yang lumayan kuat dari ujung jari telunjuknya.


Jadi serangan itu berbentuk seperti petir dan satu arah.


Dia hanya menyentuh mereka tanpa mendekat.


Melihat tubuh mereka yang tidak merasakan apa-apa membuat para bandit itu tertawa keras.


"Hahaha bocah kau mempermainkan kami? ucapan mengejek.


"Nikmatilah permainan dari Bocah ini" balas Zhang Wei dengan duduk tenang di atas punggung salah satu penghuni hutan.


Tidak lama kemudian para bandit itu berteriak kesakitan.


"Apa yang kau lakukan pada kami bocah? cepat hilangkan rasa perih ini" teriak mereka.


"Tidak ada Paman jangan asal menuduh. Saya hanya duduk diam sedari tadi disini" Jawab Zhang Wei karena memang dia hanya mempermainkan jari telunjuknya.


"Tapi kau menyakiti kami Bocah arghhhh" Teriakan pilu dari para bandit itu yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit lagi.


Bagaimana tidak sakit, Zhang Wei mengirimkan kekuatan uniknya yaitu kekuatan yang dia dapatkan dari duduknya di bawah pohon di kerajaan Bintang.


Kekuatan yang menyakiti lawan tanpa menyentuh cukup memainkan jari telunjuknya lawan itu akan merasakan penyiksaan di pembuluh darah.


Para bandit itu semakin lama semakin tipis keberadaan mereka sehingga akhirnya mereka semua telah tiada.


"Woah Saya tidak menyangka kalau daya hancur nya seperti ini"


"Yeah terimakasih sudah menjadi kelinci percobaan dari kekuatan baru" ucap Zhang Wei.


"Sampai kan salam ku pada Kaisar, Paman" ucapnya lagi.


"Aish Saya harus melanjutkan perjalanan kalian jagalah rumah kalian dengan baik" ucap Zhang Wei sebelum melompat ke arah pohon tempat Surya Geni menanti.


Para penghuni hutan hanya melihat kepergiannya.


Hahayy sobat semua author baru balik nih


Sudah lama menunggu ya? pasti dungs


Maafkan Author receh ini yang selalu mengingkari janji.


Selamat membaca jangan lupa memberikan wejangan ya.

__ADS_1


__ADS_2