
Duo bersaudara yang tidak mempunyai kegiatan segera menghampiri kamar Gege mereka.
Tanpa mengetuk pintu dulu Zhang Wei menendang pintu yang tidak bersalah itu dengan tidak bersalah sama sekali.
Orang yang berada di dalam yang sedang berdiskusi hampir tersedak air ludah sendiri.
"Gege" panggil Zhang Wei dan Zhang Ziyi bersamaan.
"Gege maaf tidak bermaksud untuk menendang pintu" ucap Zhang Ziyi pelan takut di marahi oleh Gege baru mereka.
Sedangkan pelaku hanya berdiri dengan ekspresi cueknya.
"Ada apa hm? tanya lembut Kaisar Iblis.
Tidak mungkin kan hanya masalah pintu dia memarahi dua adik manis.
Awalnya dia sedikit terkejut dengan bunyi pintu yang sangat keras tetapi setelah melihat duo makhluk kecil yang muncul.
Dia sudah menebak siapa pelakunya.
Kalau bilang Putri yang tidak mempunyai keanggunan seorang Putri di dunia kekaisaran ini adalah tidak lain pasti itu adalah Zhang Wei.
Yang bertindak sesuai dengan keinginan nya tanpa harus di kekang. Yang walaupun dia mendapat kebebasan seperti itu tetapi tidak bertindak sembarangan keluar dari norma manusia.
"Gege apa kau sibuk? tanya Zhang Wei
"Tidak ada apa? tanya Kaisar Iblis masih dengan nada lembut.
"Ayo kita keluar menonton pasar malam ibukota Gege" ucap Zhang Wei to the points
"Hm baiklah apa kalian tidak lelah? tanya Kaisar Iblis
"Tidak! jawab tegas keduanya
Mereka bertiga keluar dari kediaman dengan pakaian sederhana.
Mereka tidak menggunakan kereta kuda mereka berjalan kaki untuk menikmati udara malam itu juga karena kemauan Zhang Wei.
Disinilah mereka bertiga berdiri menonton orang yang berlalu lalang.
Zhang Wei yang melihat kerumunan banyak orang segera menghampiri.
"Gege ayo kesana" ucap Zhang Wei menarik tangan kedua orang dewasa itu.
Dua orang yang di tarik itu hanya mengikuti langkah kakinya.
Zhang Wei yang tidak dapat melihat kerumunan orang orang di depannya segera menghampiri Gege nya itu.
"Gege bisa aku naik di pundaknya Gege? aku tidak bisa melihat dari sini" ucap Zhang Wei menatap Kaisar Iblis dengan datar bahkan menatap lekat dua bola mata kaisar Iblis tanda bahwa tidak ada penolakan.
Rupanya jiwa kekanakan nya muncul tidak memikirkan umurnya dia yang sebenarnya.
__ADS_1
Seharusnya dia merasa risih untuk berbicara meminta naik di pundak orang.
Sepertinya dia malas untuk menerobos kerumunan orang.
Kaisar Iblis mau tidak mau harus menurunkan egonya demi adik kecilnya yang satu ini meminta permintaan yang tidak seharusnya tidak boleh.
"Apa Gege keberatan? Tanya Zhang Wei masih menatap lekat kedua bola mata sang kaisar Iblis
"Baiklah" pasrah Kaisar Iblis.
"huh kenapa harus memiliki adik yang mempunyai permintaan aneh. Ah wajah tampan ku ternoda" batin Kaisar Iblis menjerit
Kaisar Iblis berjongkok untuk membiarkan Zhang Wei naik kepundak nya.
Zhang Wei segera naik di pundak Kaisar Iblis.
Dengan tanpa berdosa Zhang Wei berdiri di pundak Kaisar Iblis sebenarnya posisi seperti ini sangat tidak sopan.
Tapi mau bagaimana lagi Kaisar Iblis harus menebalkan muka menghadapi permintaan aneh ini.
Karena kelakuan yang tidak biasa seperti itu membuat mereka menjadi pusat perhatian untuk sesaat.
Karena sekarang menjadi pusat perhatian terpaksa Kaisar Iblis harus menebalkan muka dengan memasang wajah datar bak tembok seolah tidak terpengaruh dengan tatapan aneh orang-orang padahal di hati nya berteriak histeris.
Bahkan Zhang Ziyi sendiri harus menutup muka untuk menetralkan rona Wajahnya yang memerah karena malu.
Sedangkan sang pelaku hanya memasang ekspresi wajah bak patung es.
Dan mempunyai kelucuan tersendiri karena orang yang main tebak-tebakan itu terkadang saling beradu mulut karena mempertahankan jawaban mereka masing-masing.
Zhang Wei menikmati itu tanpa mempedulikan orang orang yang masih menatapnya aneh.
Tiba teka-teki yang berbunyi.
"Siapa yang paling bodoh?
Semua orang saling menatap untuk beberapa saat.
Kemudian mereka saling menunjuk kalau mereka bodoh membuat pertanyaan ini menjadi heboh.
Di saat mereka masih saling menunjuk tiba-tiba suara kecil muncul.
"Siapa yang paling bodoh adalah orang bodoh yang mengatakan bodoh" jawab santai orang itu
Semua mata menoleh ke arah sosok kecil yang masih berdiri bagai patung di atas tubuh seorang pemuda.
Yang menjawab itu adalah Zhang Wei.
"Ya siapa nama mu nak? tanya pria paruh baya yang memimpin permainan itu.
"Tanya pada Gege ku kalau dia menjawab berarti kalian boleh tahu siapa nama ku" ucap Zhang Wei
__ADS_1
Menyerahkan pertanyaan orang itu ke Kaisar Iblis.
Kaisar Iblis yang menopang berat badannya hanya menghela nafas.
Seperti biasa adiknya yang satu ini selalu tidak bisa di tebak. Apa salahnya jawab kenapa harus di alihkan pertanyaan itu.
Kaisar Iblis tidak ada menjawab pertanyaan itu melainkan memberikan pertanyaan.
"Bagaimana dengan jawabannya?
"Jawaban anak muda ini memang adalah jawabannya. Siapa yang mengatakan orang lain bodoh adalah dia yang paling bodoh. Jawaban yang sederhana tapi mempunyai makna yang luas" ucap pria paruh baya itu.
Orang orang yang memberikan jawaban tadi hanya mengangguk kepala mencerna maksud dari pertanyaan ini.
"Karena adik ini yang memberikan jawaban maka hadiah utama malam ini di berikan kepada adik ini" lanjut pria itu.
Pria paruh baya itu mengeluarkan sebuah suling giok putih yang sangat cantik terdapat ukiran naga di permukaan suling itu.
Zhang Wei tidak terlalu tertarik dengan suling itu melainkan dia tertarik dengan sebuah pedang yang berada di samping suling itu.
Semua orang menatap takjub dengan suling itu karena konon katanya suling itu adalah suling neraka milik dewa kematian.
"Paman bolehkah saya melihat pedang yang berada di samping suling itu? Tanya Zhang Wei sambil melompat turun dari pundak Kaisar Iblis tanpa perasaan.
"Hah? boleh " Pria paru baya itu sedikit terkejut karena pedang yang di maksud itu tidak bisa di buka bahkan dia sendiri tidak bisa memegang lama-lama pedang itu.
"Pedang ini berbahaya nak" ucap pria paruh baya itu kuatir tapi tetap mengijinkan Zhang Wei untuk memegang pedang itu.
Zhang Wei mengambil pedang itu dan menimang sebentar sebelum membukanya dari sarungnya.
Zhang Wei merasakan pedang itu ringan dan juga punya aura mistis terpancar dan mengalir perlahan ke dalam tubuhnya.
Tanpa terburu-buru Zhang Wei membuka pedang itu dari sarungnya. Ketika dia menarik pedang itu keluar bahkan tanpa tenaga sama sekali membuat pria paruh baya itu menatapnya dengan tidak percaya.
Pedang itu sangat mengkilap bahkan bisa bercermin lewat pantulan pedang itu.
Zhang Wei sangat menyukai pedang itu selain pedangnya cantik dan ringan. Pedang nya juga sangat cocok untuk kondisi badannya di umur yang masih remaja.
"Paman boleh aku menukar suling itu dengan pedang ini? tanya Zhang Wei
"Ah kau boleh membawa keduanya. Mungkin pedang ini memang berjodoh dengan mu belum ada yang bisa mengeluarkan dari sarungnya". Ucap pria paruh baya itu dengan menyerahkan dua kotak ke Zhang Wei
"Terimakasih banyak paman" ucap Zhang Wei gembira.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Apa kabar kalian?
Author kurang sehat akhir akhir ini
__ADS_1
Jangan lupa like dan Vote dari kakak readers dong β€οΈ