PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Kultivasi


__ADS_3

Zhang Wei masih saja terus menarik udara di sekitarnya.


sudah berulangkali bunyi ledakan terus terdengar, Fei yang menyaksikan Tuannya hanya melongo tak percaya, Sungguh keberuntungan Tuannya luar biasa karena memiliki sesuatu yang tidak di miliki orang lain.


Setahun berlalu dalam ruang angkasa, sebulan di dunia nyata. Zhang Wei baru menyelesaikan Kultivasinya. Dia telah berhasil mengolah semua energi yang saling bertolak belakang di dalam tubuhnya. Tingkat kultivasi Zhang Wei tiada akhir yang artinya sekuat apapun musuhnya dia tidak akan mampu untuk menaklukkan Zhang Wei kecuali lawan dari Zhang Wei itu lebih pintar darinya. Tapi, itu akan sulit karena yang berada di dalam tubuh Zhang Wei adalah jiwa dari dunia yang sudah sangat maju. Jiwa yang tak tertandingi kejeniusan di jamannya.


🌟🌟 **Tingkat Kultivasi 🌟🌟


Merkurius (Awal, Tengah, Akhir)


Venus (Awal, Tengah, Akhir)


Bumi (Awal, Tengah, Akhir)


Mars (Awal, Tengah, Akhir)


Jupiter (Awal, Tengah, Akhir)


Saturnus (Awal, Tengah, Akhir)


Uranus (Awal, Tengah, Akhir)


Neptunus (Awal, Tengah, Akhir)


Pluto (Awal, Tengah, Akhir)


Dan paling akhir adalah Matahari (Tingkat ini tidak pernah ada yang mencapainya bahkan dewa sekalipun kecuali sang pencipta itu sendiri)


(mohon kebijakan dari para pembaca untuk tidak terlalu menanggapi tingkat kultivasi yang saya cantumkan karena ini hanya pandangan semata)


🌾🌾 Tingkat Alcemist🌾🌾


Merah


Jingga


Kuning


Hijau


Biru


Nila


Ungu


Putih


Hitam


semua tingkatan di atas tingkat 1-9


β˜„οΈβ˜„οΈ Tingkat Ahli Formasi β˜„οΈβ˜„οΈ


Junior


Senior


Master


Raja


Dewa


Legenda


βš”οΈβš”οΈ Tingkatan Senjata βš”οΈβš”οΈ


Perak

__ADS_1


Perunggu


Emas


Besi


Baja


Timah


Legenda


Seperti itulah tingkat kultivasi dan Alcemist yang di pakai di sini.


Setelah selesai Zhang Wei membersihkan diri dan memakai kembali pakaiannya yang dia pakai waktu keluar dari istana.


Hari ini Zhang Wei rencana akan keluar dan kembali ke Istana dan mengambil semua yang menjadi haknya.


" Fei berapa lama saya berkultivasi? tanyanya


"Satu tahun tuan" jawab Fei


"Berapa lama waktu di dunia nyata? tanyanya lagi


" Satu bulan tuan" jawab Fei lagi


"Berarti saya baru dua bulan di dunia ini" gumamnya pelan


" Fei Ayo kita keluar! Saya akan kembali ke istana untuk mengambil kembali yang menjadi hak saya" ucapnya lalu keluar bersama Fei dan muncul tepat dia masuk dulu.


Setelah mereka keluar, mereka kembali menelusuri hutan.


Kini mereka telah sampai di ibu kota kekaisaran. Untuk memasuki ibu kota harus melalui pemeriksaan identitas.


Memang ini adalah aturan untuk mengatur kedamaian ibu kota.


Hampir setengah jam Zhang Wei menunggu, kini tiba gilirannya untuk di periksa.


"Tunjukkan indetitas Mu" Pinta sang penjaga dengan tegas.


Zhang Wei mencari sesuatu di lengan bajunya dan ternyata giok identitas kekaisarannya masih tergantung di bajunya. Langsung saja dia tunjukkan, dia tidak tau kalau tindakannya akan menggemparkan ibu kota.


Para penjaga yang meminta giok identitas Zhang Wei diam menatap kosong. semua orang yang mengantri bingung melihat para penjaga diam seperti melihat hantu kepada sosok yang berdiri dengan tenang tanpa emosi di depan mereka.


Kepala pengawal yang baru tiba, menghampiri mereka dan bertanya,


"Hei apa yang kalian lakukan? kenapa kalian diam seperti melihat hantu? Tanya kepala pengawal dengan sedikit teriak.


Mendengar suara yang sedikit berteriak para penjaga tadi langsung tersentak dan menoleh kearah suara ternyata pemimpin mereka.


Salah satu penjaga langsung menuju ke kaisaran untuk memberitakan keberadaan Putri Zhang Wei.


Karena memang kabar kematian Zhang Wei sudah di ketahui oleh seluruh kekaisaran Zhang bahkan kekaisaran tetangga juga mengetahui kabar ini.


Salah satu penjaga yang meminta identitasnya tadi langsung bertanya.


"Siapa kau? Beraninya kau mengakui menjadi anggota keluarga kekaisaran". Tanya penjaga tadi dengan bentakan.


Sontak semua warga yang mendengar itu bertanya-tanya. Apa maksud dari penjaga itu? Apakah gadis yang berdiri di depan mereka itu anggota kerajaan? bagaimana mungkin? di lihat dari penampilannya seperti rakyat biasa saja. Itulah yang mereka pikirkan.


Zhang Wei hanya menatap datar pada penjaga itu dan bertanya,


"Apakah saya memang tidak pantas menjadi anggota kekaisaran? Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa token yang saya berikan tidak membuktikan? tanya Zhang Wei jeda,


"Apakah Token itu palsu? coba kau perhatikan ada nama saya yang tercetak di situ? ujarnya lagi.


Penjaga itu langsung memeriksa dan benar token itu tidak bisa di rekayasa dan benar memang milik anggota keluarga kekaisaran.


"Token ini memang benar milik keluarga kekaisaran" gumam penjaga itu pelan dan masih di dengar oleh Zhang Wei

__ADS_1


"Jadi apa masalahnya? tanya Zhang Wei kesal karena sudah capek berdiri di tambah banyak mata kurang ajar yang menatapnya penuh minat. Memang kecantikan Zhang Wei yang bercampur tampan itu di tambah wajah datar dan dinginnya memiliki keistimewaan tersendiri.


"Putri Zhang Wei sudah meninggal sejak 2 bulan lalu. Dan kenapa kau memiliki Token ini? tanya penjaga itu belum mempercayai


" Siapa yang memberitakan kabar bohong itu bahwa saya sudah meninggal? Apa mayat Putri Zhang Wei di temukan? tanya Zhang Wei menuntut.


Sontak semua warga dan para penjaga yang ada di situ diam dan membenarkan ucapan Zhang Wei. Karena memang mereka tidak melihat mayat Putri Zhang Wei dan hanya mendengar kabar kehilangan Zhang Wei saja dan di nyatakan meninggal. Kalau memang putri yang berdiri di depan mereka ini putri Zhang Wei berarti kecantikannya mengalahkan Putri Zhang Fei Putri pertama kekaisaran Zhang yang di juluki Putri tercantik di benua ini.


Ternyata Putri yang tidak pernah terdengar kabar keberadaannya memiliki kecantikan yang luar biasa.


Semua warga mulai membicarakan kecantikan yang di miliki oleh Putri Zhang Wei.


"Apa saya sudah bisa masuk sekarang" tanya Zhang Wei dengan nada dingin. Para penjaga tidak bertanya lagi dan mempersilahkan dia untuk masuk.


Zhang Wei kemudian masuk dan memperhatikan keramaian kota ternyata jaman kerajaan juga tidak buruk. Para warga yang berpapasan dengannya menunduk hormat dan memberikan dia jalan. Mereka tidak berani memprovokasi yang walaupun keberadaannya tidak terlalu di pedulikan oleh anggota keluarga kekaisaran. Zhang Wei terus berkeliling sebelum dia kembali ke istana.


🌟 Di tempat kaisar 🌟


Penjaga tadi yang di minta untuk melaporkan keberadaan Zhang Wei telah tiba di pintu gerbang istana.


"Ada keperluan apa kau kemari? tanya salah satu penjaga


"Saya membawa kabar penting dan harus segera di sampaikan kepada kaisar" jawab penjaga itu tadi. Salah satu penjaga gerbang langsung pergi ke ruang pertemuan sang kaisar.


"Mohon maaf Yang Mulia! di depan gerbang ada penjaga dari ibu kota mau menghadap Yang Mulia" ucap penjaga itu masih dalam berlutut


"Ada apa dia kemari" tanya kaisar Zhang


"Menjawab Yang Mulia, penjaga itu mau menyampaikan kabar penting" jawab penjaga itu lagi


"Baiklah biarkan dia masuk" jawab kaisar Zhang penasaran kabar apa yang akan disampaikan penjaga itu.


"Hamba pamit undur Yang Mulia" ucap penjaga lagi sambil bangkit berdiri ketika kaisar sudah menjawab dengan deheman.


Para pejabat yang ada di aula pertemuan itu hanya diam.


Tidak lama kemudian penjaga yang dari ibu kota itu masuk menghadap.


" Salam kepada Yang Mulia, semoga di beri kesehatan sampai seribu tahun" salamnya sambil berlutut hormat


"Hmm ada kabar apa yang kau bawa? tanya kaisar Zhang


" Mohon ampun Yang Mulia! Kabar yang hamba bawa mengenai keberadaan Tuan Putri Zhang Wei" jelas penjaga itu


"Ada apa dengan Putri Zhang Wei? tanya kaisar Zhang dengan bingung. begitu juga dengan yang ada di aula


"Tadi di pintu gerbang ibu kota ada yang mengaku sebagai Tuan Putri Zhang Wei" jawab penjaga itu lagi


"Apa kau yakin dia Putri Zhang Wei? dia sudah dua bulan menghilang dan dinyatakan meninggal" tanya kaisar Zhang


"Benar Yang Mulia. Dia membawa Token milik Putri Zhang Wei" jawab penjaga itu


"Di mana dia sekarang? tanya kaisar


"Masih di ibukota Yang Mulia" jawab penjaga itu


"Oh bagus kalau dia sudah pulang" jawab kaisar Zhang santai seolah itu hanya kabar biasa


" Baiklah kau boleh kembali" lanjut kaisar lagi


"Hamba mohon pamit undur diri Yang Mulia" ucap penjaga itu pamit.


Para pejabat yang berada di ruang pertemuan mulai bertanya-tanya. Bukannya Putri Zhang Wei sudah meninggal? itulah yang ada di benak mereka tidak berani bertanya.


Kaisar Zhang langsung melanjutkan pertemuan mereka seolah tidak mempedulikan kabar keberadaan putrinya.


"Baiklah kita lanjutkan pembahasan tadi" ucapnya. mereka kembali melanjutkan pertemuan mereka.


Nanti saya lanjut lagi ya β™₯️

__ADS_1


__ADS_2