PUTRI CANTIK DAN TAMPAN

PUTRI CANTIK DAN TAMPAN
Toko herbal


__ADS_3

Di istana kekaisaran Zhang


Semua orang sibuk mencari keberadaan Putri Zhang Wei yang belum kembali sedari kemarin.


Kakak-kakaknya yang pergi ke kediaman Zhang Wei untuk mengikuti latihan karena mereka tidak melihat kedatangan nya di tempat latihan.


Mereka yang mendapati Zhang Wei tidak ada di kediaman segera menghampiri Kaisar dan Permaisuri.


"Ayahanda" ucap mereka serentak melupakan hormat karena terburu-buru.


"Ada apa? Kenapa kalian seperti mau menyampaikan pesan penting? tanya Kaisar Zhang melihat raut wajah anak-anaknya yang tidak biasa.


"Ayahanda kami tidak menemukan keberadaan Meimei" ucap Putri pertama Zhang Fei.


Kaisar yang mendengar hal itu segera menebak siapa yang tidak ada. Karena semua ke empat anaknya ada di hadapannya tinggal Putri bungsu nya saja yang tidak ada.


"Kemana dia pergi? tanya Kaisar Zhang heran karena biasanya putri bungsunya itu selalu keluar dari istana tanpa sepengetahuan dan Kaisar mengetahui itu tapi kenapa mereka sekarang seperti kehilangan putri Zhang Wei selama beberapa hari.


"Sudah berapa lama adik kalian tidak berada di kediamannya? tanya Kaisar Zhang


"Sudah sedari kemarin Ayahanda" ucap mereka lagi.


Zhang Wei memang tidak mempunyai pelayan yang mengurus keperluan nya secara pribadi atau boleh di bilang pelayan pribadi yang selalu ada di samping.


Karena Zhang Wei memang tidak menginginkan pelayan cukup punya pengawal pribadi.


"Apa kalian sudah bertanya pada pengawal pribadinya? tanya Kaisar lagi


"Kami tidak menemukan keberadaan pengawalnya juga Ayahanda" ucap mereka lagi.


"Baiklah cepat kerahkan pengawal untuk mencari keberadaan adik kalian" ucap Kaisar Zhang tegas.


Dia heran dan juga kuatir tentang keadaan Putrinya itu. Cukup dulu dia kehilangan Putrinya sekarang dia tidak mau kehilangan lagi.


Biasanya Putri nya itu selalu keluar diam-diam dari istana tanpa sepengetahuan dan kalau dia keluar pagi akan pulang malam dan baru hari ini dia pergi selama dua hari membuat Kaisar Zhang tambah kuatir.


Hampir seluruh Pengawal di kerahkan untuk mencari keberadaannya.


Kaisar Zhang sendiri keluar dari istana dengan penyamaran tanpa pengawal.


Dia berjalan ke arah pasar ibukota, tempat yang sering di kunjungi oleh Zhang Wei, dia memasuki toko senjata dan juga toko pakaian tapi belum menemukan keberadaan seseorang yang di cari.

__ADS_1


Putri bungsunya itu suka sekali bermain di luar tanpa pengawalan untung orang orang tidak mengetahui bagaimana rupa Zhang Wei yang sebenarnya maka musuh yang menjadi musuh kekaisaran tidak mengincarnya.


Dia tahu Putrinya itu bisa menjaga dirinya sendiri tapi tetap saja sekuat apapun anaknya kekuatiran orang tua tidak akan pernah pudar.


Hampir semua toko telah dia masuki tapi belum juga menemukan keberadaan Zhang Wei.


"Di mana kamu nak? Jangan buat ayah mu ini kuatir? ucap Kaisar Zhang frustasi sendiri takut anaknya kenapa kenapa.


Di kala Kaisar Zhang frustasi sendiri tanpa sengaja ke dua bola matanya menangkap seluet seorang anak kecil laki-laki memasuki toko obat.


Kaisar Zhang yang melihat siluet itu segera masuk mengikuti langkahnya.


Dia mengikuti sosok itu secara diam-diam, dia mau mengetahui apa yang tengah dia lakukan.


Sosok yang di ikuti tidak mengetahui kalau ada orang yang mengikutinya dia sibuk mencari barang yang mungkin berguna untuk meningkatkan kultivasi pasukannya.


Sosok kecil itu yang tidak lain adalah Zhang Wei yang baru saja tiba kembali di kekaisaran Zhang memasuki toko obat untuk mencari pil yang mungkin berguna untuk meningkatkan kultivasi pasukannya kalau untuk dia sendiri sudah tidak di butuhkan.


Karena akan bagus jika mereka berkultivasi dengan menginduksi pil kalau dia dahulu Zhang Wei berkultivasi tidak menggunakan pil karena buah ajaib kembar delima adalah buah yang sangat langka membuat tubuhnya yang kena racun sembuh.


Begitu juga Lou Li yang tidak menggunakan pil. Dia hanya berkultivasi di dalam ruang angkasa yang energi Qi spiritual nya sangat tebal dan mempunyai energi tak terbatas membuat orang yang berkultivasi di dalamnya tidak memerlukan bantuan apapun.


Yang walaupun begitu tidak mungkin Zhang Wei membawa semua pasukan nya untuk berkultivasi di dalam karena orang yang memiliki dunia kecil itu adalah orang-orang pilihan.


"Boleh saya bertemu dengan pemilik toko ini? ucap Zhang Wei kepada salah satu pelayan di situ.


"Maaf kalau boleh tahu ada apa Tuan Muda mau bertemu dengannya? ucap pelayan itu.


"Saya mau menjual beberapa helai herbal" ucap Zhang Wei lagi.


Pelayan itu tidak memandang rendah anak kecil yang berdiri di depannya karena aura yang di milikinya sangat berbeda seakan pel, yang itu di paksa untuk menunduk kepadanya.


"Baiklah Tuan Muda! Silahkan Tuan Muda duduk di sebelah sana" ucap pelayan itu sambil menuntun Zhang Wei duduk di kursi yang sudah tersedia di ruang itu.


Zhang Wei yang mendapat pelayanan seperti itu tersenyum tipis. Dia mengagumi dengan cara pelayanan pelayan yang berada di depannya seandainya semua pelayan mempunyai sikap seperti pelayan ini maka kemajuan setiap pengusaha akan meningkat karena pelayanan. Membayangkan hal ini membuat dia mengeram kesal akan kejadian di toko pakaian ketika dia masuk bersama para anak anak gembel yang sekarang toko itu menjadi miliknya.


Kaisar Zhang masih setia memperhatikan Zhang Wei dari tempat yang tidak terlalu jauh ataupun dekat. Kaisar Zhang sengaja mencari beberapa herbal atau pil supaya tidak di curigai keberadaannya.


Zhang Wei masih setia menunggu kedatangan pemilik toko itu sambil menerawang kejadian yang baru saja dia alami kenapa dia sampai berteleportasi ke kerajaan Zhou yang jauhnya tidak di anggap remeh.


Seorang pria berkisar umur 27 tahun menghampiri Zhang Wei.

__ADS_1


"Tuan Muda" ucap orang itu menyapa sosok kecil yang duduk dengan tenang tanpa merasakan kehadiran nya.


Pria itu memanggil ulang Zhang Wei sekali lagi menarik dari alam bawah sadarnya.


"Ah maafkan aku" ucap Zhang Wei tersentak.


"Tidak apa-apa! apa ada yang saya bisa bantu Tuan Muda? tanya Pria itu yang di kenal Meng Kuo


"Saya mau menjual beberapa barang kepada mu mungkin kau akan tertarik" ucap Zhang Wei


Mendengar beberapa barang membuat pemuda itu membawa Zhang Wei ke arah ruang Pribadi miliknya.


"Kalau saya boleh mengetahui barang apa itu Tuan Muda? ucap Meng Kuo


Zhang Wei langsung mengeluarkan beberapa herbal yang membuat ruang itu di penuhi dengan energi yang sangat padat.


Energi yang berasal dari herbal herbal itu.


"I..ni tidak mungkin" ucap Meng Kuo menggelengkan kepalanya tidak percaya bagaimana bisa herbal yang sangat langka berada di tangan anak muda ini?


Apakah dia tidak mengetahui kalau benda ini sangat berguna untuk segala macam bidang baik itu penyakit ataupun untuk kultivasi dan juga racun.


"Apakah ini bisa saya titipkan di kakak untuk di jadikan pil atau semacamnya? ucap Zhang Wei


"Ah ini barang yang sangat langka Tuan Muda. Apa Tuan Muda serius menitipkan herbal ini? tanya Meng Kuo seakan kurang percaya dengan perkataan Zhang Wei.


"Saya serius Paman bahkan saya mempunyai lebih itu hanya herbal yang tumbuh liar" ucap Zhang Wei santai.


Memang tanaman herbal itu yang tidak lain adalah tumbuhan mawar pelangi dan apel kristal dan sejenisnya.


Herbal herbal itu adalah tanaman liar yang memenuhi ruang angkasa milik Zhang Wei. Zhang Wei tidak menyangka kalau herbal itu adalah herbal yang sangat langka di dunia ini.


Mendengar jawaban santai dari Zhang Wei, Meng Kuo hanya bisa menghirup udara dalam diam.


Hai hai hai sobat πŸ‘


Author come back nih πŸ˜€


How are you guys?


Seperti yang berlalu **Author hanya mau bilang jangan lupa dukungan dari kakak readers dong

__ADS_1


Klik like, komentar dan Vote ❀️**


__ADS_2