
Selama perjalanan mereka tidak mengalami bahaya atau gangguan semacam apapun kecuali hal hal kecil seperti di penginapan terjadi keributan karena orang-orang yang suka cari keributan karena ketampanan dan kecantikan mereka di kalahkan oleh kedua sosok kecil yang tidak lain adalah Zhang Wei dan Zhang Ziyi.
Sesekali mereka berhenti untuk beristirahat untuk memulihkan tenaga kuda terbang. Sebenarnya kuda itu tidak perlu istirahat hanya saja Zhang Wei yang tidak terima. Dia tidak mau menyiksa kuda.
Yang walaupun Ayahandanya bilang kalau kuda terbang itu tidak perlu istirahat. Terbang selama dua minggu itu hanya masalah kecil untuknya.
Yang walaupun begitu Zhang Wei tetap tidak mau kuda cantik itu kelelahan.
1 Minggu 5 hari selama perjalanan dari Kekaisaran Zhang sampai kekaisaran Han mereka tempuh.
Berjuta-juta kilo jauhnya mereka tempuh karena kecepatan terbang kuda itu juga lah yang mempersingkat waktu.
Kalau mereka hanya mengandalkan ilmu peringan tubuh dan kereta kuda mungkin berbulan-bulan baru mereka sampai.
Kuda terbang memperlambat laju terbangnya karena akan mendarat di tepi hutan yang dekat dengan ibu kota kekaisaran Han. Sesuai instruksi dari Zhang Wei.
Kuda terbang yang di tumpangi oleh Zhang Wei mendarat dan berubah menjadi kereta kuda daratan.
Kuda terbang yang telah berubah kembali membawa tuannya untuk memasuki kota kekaisaran Han.
Sepanjang perjalanan Zhang Wei tidak berhenti-henti untuk menilai dan membedakan keadaan tiap-tiap daerah yang mereka lewati.
"Hmm keadaan tiap-tiap masing Kekaisaran memiliki keunikan tersendiri" gumam Zhang Wei.
Seperti biasa di masing-masing tempat akan ada pemeriksaan sebelum memasuki sebuah daerah baik itu wilayah kerajaan, kota ataupun kekaisaran.
Seperti sekarang ini kereta kuda yang di tumpangi Zhang Wei ikut mengantri walaupun rakyat kalangan bawah melihat kereta kuda yang terlihat mewah itu dan membuka jalan untuknya tetapi Zhang Wei tetap ikut mengantri.
Biar bagaimanapun dia harus mengantri sesuai dengan urutan yang dia dapat.
karena tidak ada pergerakan dari kereta kuda yang mengantri akhirnya para rakyat yang berada di depan kereta kuda itu melanjutkan mengantri.
Ketika antrian masih lama dan panjang tiba-tiba dari arah belakang terdapat suatu kereta kuda yang mewah tapi tidak semewah kereta kuda milik Kekaisaran Zhang.
Kereta kuda melaju dengan kecepatan sedang dan berteriak
__ADS_1
"Minggir berikan jalan kepada Tuan Muda Lu" teriak kusir itu.
Rakyat yang mengetahui pasti kereta kuda yang berada di belakang segera menyingkir kecuali satu kereta kuda mewah yang tetap pada posisinya.
Zhang Wei yang di dalam kereta mengintip di luar dan melihat kereta kuda itu. Dia mengernyit heran kenapa para rakyat harus menyingkir dan memberikan sedangkan kereta itu yang datang terakhir.
Zhang Wei masih terus mengamati kereta kuda itu yang mulai mendekati kereta kudanya.
"Heh apa kau tidak melihat kereta kuda milik keluarga Lu mau lewat? ucap kusir itu dengan nada ketus setelah turun dari kereta kuda itu karena kereta yang berada di depan mereka tidak menyingkir dari jalan.
Zhang Wei membuka lebih lebar jendela kereta kuda terbang dan orang-orang yang berada di luar kereta mengetahui kalau penghuni kereta kuda mewah itu adalah masih anak-anak.
Mereka hanya melihat Zhang Wei yang melihat ke luar sedangkan Zhang Ziyi duduk tenang di depan adiknya dan keberadaannya juga tersembunyi.
Orang-orang dapat melihat sedikit kedalaman kereta kuda itu dan terlihat jelas kalau ukiran dalam kereta kuda itu sangatlah mewah bahkan mengalahkan kemewahan kereta kuda milik Kaisar Han.
Dan pada akhirnya mereka bertanya tanya siapa gerangan sosok kecil yang berada di depan mereka.
Tidak ada yang berani bertanya ataupun berkomentar mereka hanya diam menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Apakah Paman berbicara denganku? tanya Zhang Wei masih dengan nada santai karena dia tidak mau mencari masalah di negara orang.
"Kenapa saya harus menyingkir Paman? sedangkan saya sudah dari tadi sampai di sini dan mengantri. Paman seharusnya yang mengantri." ucap Zhang Wei dengan nada heran maksud orang di depannya ini.
"Apa kau tidak mengenali Tuan Muda Lu? Tuan Muda mau lewat jadi menyingkirlah" ucap kusir itu semakin kesal dengan bocah di depannya yang banyak bertanya.
"Tidak dan saya tidak mau tahu" ucap Zhang Wei sambil menggelengkan kepalanya dan malas tahu siapa orang yang berada di kereta di belakangnya.
Prinsip Zhang Wei yaitu mengikuti aturan ikut mengantri di belakang kenapa harus di beri jalan sedangkan kereta itu baru sampai langsung mau mendahului enak saja Zhang Wei tidak akan mengijinkan.
"Rupanya di beritahu secara baik-baik kau tidak mendengar maka jangan salahkan aku menggunakan kekerasan." Ucap kusir itu siap melayang kan tinjunya ke arah wajah Zhang Wei.
Sebelum itu terjadi Zhang Wei langsung keluar dari kereta.
Di luar orang-orang dapat melihat dengan jelas rupa seorang anak kecil yang berdiri di depan dengan tenang menghadapi kusir sekaligus pengawal dari kereta kuda milik keluarga Lu.
__ADS_1
"Jiejie kau tinggallah di dalam jangan keluar" ucap Zhang Wei kepada kakak perempuannya yang berada di dalam kereta sebelum meladeni semut yang ada di depannya.
Zhang Ziyi hanya mengangguk tidak menghentikan Zhang Wei karena dia percaya adiknya itu bisa menghadapi masalah tersebut.
Yang walaupun dia masih kuatir karena mereka ini berada di negara orang. Mau melarang tidak akan mampan karena dia sedikit hapal dengan karakter adiknya itu.
Kalau sudah bertindak tidak akan bisa di hentikan dan harus tuntas.
"Eits sabar Paman jangan main tangan" ucap Zhang Wei menangkap kepalan tangan dari pengawal itu dengan tangan nya yang mungil.
"Coba jelaskan kenapa saya harus menyingkir dari jalan hanya untuk kereta kuda itu lewat? tanya Zhang Wei
"Tuan Muda yang mau lewat adalah Tuan Muda Lu. Tuan Muda dari keluarga Lu keluarga bangsawan nomor satu di kekaisaran Han" ucap kusir itu dengan nada sombong
"Oh " Zhang Wei hanya beroh ria sambil kepalanya mengangguk mengerti.
"Yang walaupun dia adalah Tuan Muda yang sangat di hormati di kekaisaran ini bukan berarti seenaknya melewati orang yang sudah mengantri lebih dahulu." ucap Zhang Wei setelah sedikit menangkap maksud dari perkataan kusir di depannya.
Seorang pemuda yang berada di dalam kereta kuda yang tidak lain adalah kereta kuda milik keluarga Lu mendengar semua perdebatan itu.
Dia hanya diam dan duduk tenang mendengarkan kelanjutan perdebatan itu. Dia sedikit penasaran dengan sosok yang berani menantang ketika mendengar nama keluarganya di sebut.
Biasanya orang-orang akan menyingkir kalau sudah melihat kereta kuda milik keluarga Lu akan lewat karena kedudukan dan juga reputasi dari keluarga ini tidak bisa mereka singgung bahkan Kaisar sendiri menaruh hormat pada keluarga ini.
"Biarkan saya bertemu dengan tuanmu" ucap Zhang Wei langsung berjalan menuju kereta kuda yang di tumpangi oleh orang itu.
Kusir itu yang melihat Zhang Wei langsung jalan mengejar karena takut kena amukan dari tuan mudanya karena sudah berani mengijinkan orang lain menemuinya.
Hai hai sobat π
Kembali lagi dengan Author tertampan dan Cantik π
Apa kabar para readers?
Semoga dalam keadaan sehat semua
__ADS_1
Author juga sehat
Jangan lupa dukung kakak