
Zhang Wei melihat buku itu sebentar sebelum mempelajari nya.
Mantra-mantra yang berada di sana lumayan membuat kerutan di dahi Zhang Wei bertambah banyak.
Hampir satu jam dia mempelajari mantra-mantra itu untuk dia kuasai karena mantra yang terdapat dalam buku itu adalah mantra kuno membuat Zhang Wei sedikit kesulitan.
Zhang Wei mencoba memejamkan matanya untuk menyerap seluruh ilmu yang baru saja dia pelajari.
Zhang Wei memusatkan pikirannya kepada ilmu mantra yang muncul seperti partikel partikel kecil di dalam ruang batinnya.
Partikel-partikel itu terus melayang sebelum menyatu menjadi satu.
Setelah partikel berputar dan menyatu segera masuk ke dalam tubuh Zhang Wei.
Karena banyak nya partikel kecil itu berwarna warni membuat tubuh Zhang Wei mengeluarkan cahaya.
Cahaya seperti pelangi maklum itu adalah ilmu bahasa binatang kuno.
Dengan sekejap Zhang Wei mendengar suara serangga, cicak bahkan burung yang bertengger di pohon dekat Zhang Wei mempelajari bahasa binatang itu.
Zhang Wei mendengar dan mengerti perkataan mereka sungguh ini menjadi pelajaran yang sangat luar biasa untuk Zhang Wei.
Karena belum ada orang yang bisa bahasa binatang dan itu seperti dunia dongeng kalau pada masanya tapi sekarang dia mengalami sendiri membuat dia sedikit mempertanyakan keberadaan penulis time travel apakah para penulis itu adalah orang yang mengalami perpindahan di mensi? tentu ini hanya pemikiran Zhang Wei saja.
Setelah benar-benar yakin kalau dia sudah menguasai ilmu bahasa binatang itu Zhang Wei beralih ke arah pedang cantik yang terdapat ukiran naga biru dan sepasang burung Phoenix.
Di lihat dari gambar ketiga gambar itu saling menyatu.
"Pedang cantik Saya akan memberi mu nama Kanyurru dewa (Dewa keberuntungan) ya nama yang bagus" ucap Zhang Wei menimang nama yang baru saja dia cetus untuk sebuah pedang.
Pedang itu tidak bereaksi seperti menyukai nama itu.
"Tapi saya heran katanya kalian tidak bisa di mainkan kenapa saya bisa? bahkan tidak kelihatan kalau itu sangat sulit mengendalikan kalian" ucap Zhang Wei seolah mengobral dengan pedang yang berada di tangannya.
"Kalau begitu ayo kita coba dengan ke dasyatan sebuah pedang Legendaris Kanyurru Dewa" ucap Zhang Wei mencabut pedang itu dari sarungnya.
Zhang Wei memainkan gerakan yang dia pelajari dan sering dia gunakan di dunia bawah di masa modern.
Zhang Wei dengan gerakan lembut dan tegas secara bersamaan menari dengan asyiknya di bawah pohon beringin.
Zhang Wei berada di dalam ruang angkasa selama tujuh hari.
__ADS_1
Zhang Wei kembali ke dunia nyata sudah dini hari. Semua orang sudah masuk ke alam mimpi.
Zhang Wei belum menyadari kalau terjadi kehebohan karena ulahnya beberapa jam yang lalu.
Matahari sudah muncul dari tempat persembunyian nya satu sosok kecil masih tinggal di alam mimpi.
Mungkin karena kecapean karena beraktivitas sepanjang hari tanpa istirahat.
Belum ada satupun yang berani mengusik ketenangannya karena sudah di peringatkan oleh Zhang Ziyi kebiasaan tidur Zhang Wei untuk tidak di ganggu.
Seluruh orang kekaisaran Han masih membicarakan tentang kejadian kemarin malam.
Fenomena yang begitu langka. Berita ini menjadi berita hangat di ibukota kekaisaran.
Yang masih menjadi pertanyaan mereka adalah kemana para binatang itu berjalan itulah yang mereka tidak ketahui.
Matahari sudah di atas kepala tetapi sang sosok kecil belum juga bangun bahkan dia telah melewati makan siang.
"Dimana Meimei? gumam Zhang Ziyi menghawatirkan keadaan adiknya yang satu ini tumben dia belum keluar dari kamar bahkan melewati makan siang.
"Paman apa paman dapat melihat Meimei keluar dari kamarnya? tanya Zhang Ziyi kepada salah satu penjaga pintu kamar yang di tempati oleh Zhang Wei.
"Salam Nona pertama! Nona kedua belum keluar dari kamar sejak tadi pagi" ucap penjaga itu.
"Meimei" panggil Zhang Ziyi menggoyangkan salah satu kaki Zhang Wei yang masih terbungkus selimut.
Belum juga ada respon. Berulangkali Zhang Ziyi memanggil tetapi belum juga di jawab akhirnya Zhang Ziyi memegang dahi Zhang Wei ternyata sangat panas.
"Astaga Meimei! pekik Zhang Ziyi panik karena suhu tubuh Zhang Wei sangat panas.
"Gege Meimei panas tinggi" ucap Zhang Ziyi setelah sampai di kamar sang kakak Kaisar Iblis.
Mendengar kata sakit Kaisar Iblis langsung menuju kamar Zhang Wei. Dan terlihat seorang gadis kecil masih bersembunyi di bawah selimut.
Sang tangan kanan dengan sigap langsung mencari tabib begitu mengetahui kalau Putri bungsu sakit.
Tabib dengan tergesa-gesa datang karena sudah di beritahu sebelumnya kalau Putri yang sakit ini adalah adik dari Tuan Muda Lu.
Begitu tabib datang Kaisar Iblis memberikan sedikit ruang untuk memeriksa keadaan adiknya.
Tabib itu memeriksa dengan teliti dan serius. Setelah beberapa saat baru dia menghela nafas lega.
__ADS_1
"Bagaimana keadaannya tabib? tanya Kaisar Iblis
"Tuan keadaan Nona Kedua akan segera baik-baik saja setelah meminum obat dan istirahat secukupnya karena dia kelelahan" ucap tabib itu menjelaskan dengan hati-hati.
"Tuan hamba akan membuatkan obat untuk Nona kedua" ucap tabib itu pamit.
Begitu tabib berlalu Kaisar Iblis melihat wajah adik kecil nya yang begitu pucat.
Di saat dia sakit begini dia seperti anak-anak normal tetapi ketika dia sehat seperti Iblis dan Dewi kecil.
Wajah pucat yang terlihat sangat manis dan menggemaskan dengan bulu mata tebal bibir kecil dan hidung mancung seperti boneka Barbie.
Kaisar Iblis duduk di sebelah kanan Zhang Wei sedangkan Zhang Ziyi duduk di sebelah kiri. Mereka terlihat seperti menjaga seorang anak yang terbaring sakit.
Sedangkan di alam bawah sadar Zhang Wei tengah berdiri di lahar api yang sangat panas. Zhang Wei berdiri di atas sebuah sebuah tugu dengan satu kaki di angkat jadi Zhang Wei berdiri dengan satu kaki.
Latihan ini untuk melatih daya tahan tubuh dan juga kekuatan elemen apinya.
Latihan ini melatih kekuatan mental dan pikiran serta kekuatan spiritual Zhang Wei.
Memperdalam semua ilmu yang telah dia pelajari. Mengintrospeksi diri sendiri.
Dimana seseorang belajar untuk bisa mengenali diri sendiri. Apa yang di sukai dan tidak di sukai.
Latihan ini memerlukan keteguhan mental dan juga tekat.
Zhang Wei melatih latihan untuk bisa mengontrol emosi yang kadang meledak tidak sesuai kehendaknya.
Kaisar Iblis sedari tadi belum meninggalkan kamar Zhang Wei masih setia menunggu adiknya kembali sadar.
Kaisar Iblis dengan telaten mengompres dahi Zhang Wei yang masih belum menunjukkan kalau panas nya akan turun.
Dia terus memijit pelan jari-jari kecil adiknya. Sungguh dia sangat kuatir akan keadaan adiknya. Adiknya yang tidak pernah mengeluh akan sesuatu sekarang terbaring masih belum juga sadar membuat dia tidak meninggalkan tempat tidur Zhang Wei sedikitpun.
Oh Zhang Wei sakit tohπ₯
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Apa kabar kalian?
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kakak β€οΈ