
Hari ketiga adalah hari yang paling di tunggu oleh seluruh orang terlebih khusus untuk para calon murid.
Hari ketiga adalah hari penentuan terakhir apakah mereka di terima atau tidak.
Semua orang menyambut hari ke tiga dengan wajah yang berseri-seri.
Tes kali ini adalah tes memunculkan elemen apa yang akan di miliki oleh para calon murid.
Karena ini juga merupakan tes awal untuk memudahkan murid belajar kultivasi.
Kultivasi juga harus di sertai dengan bakat elemen.
Semua calon murid di minta untuk segera mencari posisi masing-masing dalam duduk posisi lotus.
Karena Zhang Wei sudah mengetahui kalau dia mempunyai dua elemen langka jadi dia memutuskan untuk mengeluarkan hanya dua elemen yaitu elemen api dan angin.
Setelah beberapa saat semua murid duduk dalam posisi lotus berbagai macam cahaya keluar dari dalam tubuh mereka.
Pemandangan ini sungguh indah karena banyaknya warna warni yang keluar dari dalam tubuh itu.
Para penguji juga tersenyum puas mereka sangat puas akan hasil tes tahun ini.
Banyak jenius muda yang terlahir itu menjadikan empat akademi beramai-ramai untuk mendapatkan para jenius itu.
Zhang Wei dan Zhang Ziyi memilih belajar di akademi Taiyang. Karena Zhang Wei mempunyai keistimewaan tersendiri tentu dia di jadikan murid inti oleh pendiri akademi dan tentu hal ini memudahkan mereka untuk bisa mempunyai akses di akademi dengan bebas.
Dalam hal ini mereka berdua adalah permata akademi karena secara tidak langsung mereka menjadi putri dari pendiri akademi yang misterius.
Hanya tetua tertentu yang mengetahui siapa dan bisa bertemu dengan pemilik akademi ini.
Awalnya Zhang Wei mendapatkan hak istimewa seperti ini bukan karakternya tetapi karena dia memikirkan hal lain akhirnya dia menyetujui tetapi masih memberikan syaratnya yaitu pihak akademi tidak mempunyai hak untuk mencampuri apa yang menjadi urusannya.
Dengan hal ini kalau dia bilang tidak ya tidak kalau bilaang ya ya.
Pihak akademi juga tidak mempermasalahkan hal ini dan langsung menyetujui syarat itu tanpa memikirkan hal itu untuk kedepannya.
Zhang Wei yang mendengar dan mendapat persetujuan itu tersenyum misterius.
Wah otak kecilnya yang penuh dengan kelicikan mulai beraksi rupanya.
"Selamat untuk para murid yang telah lolos menyelesaikan semua ujian masuk akademi. Dan yang belum berhasil jangan kecil hati masih ada kesempatan untuk kalian untuk tahun depan terus belajar" ucap sang pemimpin tes
"Untuk para murid baru silahkan datang ke akademi yang telah kalian pilih dalam dua hari lagi." lanjutnya lagi.
Zhang Wei dan Zhang Ziyi menemui kedua ketiga kakak mereka terlebih dahulu.
"Meimei kalian akan memilih akademi apa? Tanya antusias Pangeran kedua.
__ADS_1
Memang pangeran kedua adalah pangeran yang ceria tidak sama dengan ke empat saudaranya yang patung es berjalan.
Apalagi Putri pertama dan putri ke tiga mereka adalah dua sindikat kekaisaran Zhang yang memiliki kecantikan luar biasa tapi mematikan dengan sifat dingin dan cuek.
Kalau Putra Mahkota dan adiknya Zhang Ziyi masih mempunyai sifat hangat.
"Coba menebak sendiri?" ucap Zhang Ziyi
Zhang Wei hanya diam di tempat seperti patung tanpa ekspresi. Sepertinya sifat dinginnya ini kembali lagi.
"aih kenapa kalian hobi sekali mempermainkan kata-kata apa salahnya jawab saja" kesal pangeran kedua.
Dia boleh semangat tujuh delapan bertanya eh malah dapat kata menebak apa-apaan coba?
"Yah kalau Gege malas menebak ya sudah" ucap Zhang Wei setelah beberapa saat terdiam
"Aish kenapa saya harus mempunyai saudara patung es berjalan ya? gumam Zhang Lin pelan
"Apa yang Gege bilang? tanya Zhang Wei memiringkan kepalanya.
"Ah ti.. tidak ada hehe" ucap cepat Zhang Lin.
Dia tidak mau jadi sasaran mainan empuk adiknya yang satu itu.
"Oh benar ya? ucap Zhang Wei mulai berjalan perlahan mendekat
"Yah belum di apa-apain sudah lari" ucap Zhang Wei pelan melihat Zhang Lin sudah lari terlebih dahulu.
"Apa ada lagi yang Meimei rencanakan? Tanya Zhang Fei mendengar perkataan Zhang Wei yang terdengar pelan olehnya dengan tatapan curiga
"Tidak ada" jawab cepat Zhang Wei
"Jadi kalian akan memilih akademi apa? tanya Putra Mahkota
"Apa Gege tidak dengar tadi? untuk menebak? tanya Zhang Wei
"Ya sudahlah lupakan. Kalian mau menginap di mana? tanya Putra Mahkota mengalihkan pertanyaan.
"Kami mempunyai tempat tinggal sendiri Gege" ucap Zhang Ziyi
"Jadi Gege dan Jiejie tidak usah kuatir" ucap mereka serempak seperti di komando.
"Yah ya baiklah Meimei mau makan dulu atau mau langsung kembali" ucap Putra Mahkota
"Sebaiknya Gege dan Jiejie kembali terlebih dahulu" ucap Zhang Wei mengusir halus ke dua kakaknya
"Ya sudah kalian hati-hati jangan buat keonaran" ucap Zhang Fei meninggalkan mereka mengikuti Putra Mahkota.
__ADS_1
Kenapa mereka tidak terlalu mengkhawatirkan ke dua adik kecil mereka karena sudah percaya mereka. Apalagi Zhang Wei kalau sudah memasang muka tembok berarti tidak usah di paksa.
Zhang Wei dan Zhang Ziyi berjalan santai berdampingan. Hari melelahkan bagi Zhang Ziyi tapi hari membosankan bagi Zhang Wei.
Sebenarnya Zhang Wei tidak usah belajar tetapi karena rasa penasarannya yang tinggi soal dunia baru membuat dia mau mengikuti ujian seperti ini.
Dan juga mungkin nanti dia akan menemukan hal bagus.
Semua tes yang di lalui Zhang Wei seperti tes untuk anak sekolah dasar menurutnya.
Karena umurnya yang masih belia juga yang membuat dia sedikit tidak merasa malu.
Seandaikan dia di umur dia di dunia modern mengikuti tes seperti ini mau taruh di mana wajah tampannya.
Zhang Wei memikirkan hal apa yang cocok nanti dia lakukan ketika bosan di akademi sedangkan Zhang Ziyi memikirkan kalau dia nanti akan mempunyai banyak teman dan juga membayangkan bagaimana lokasi atau fasilitas akademi.
Perbedaan pikiran duo kakak beradik yang sangat jauh.
Duo kakak beradik sibuk dengan pikiran masing-masing. Hanya kaki mereka yang melangkah ke arah kediaman keluarga Lu.
Karena saking menikmati dunia mereka sendiri sehingga tidak menyadari seseorang yang masih menatap mereka dengan heran.
Bahkan dua Kakak beradik itu terus berjalan tanpa mempedulikan sekitar bahkan melewati sosok yang sudah berdiri sejak tadi dan menyapa mereka.
"Heh? ada apa dengan mereka? ucap orang itu.
"Meimei! teriak orang itu.
Karena teriakan nya yang menggema membuat mereka kembali dari dunia pikiran bahkan mengagetkan pengawal yang ada di kediaman itu.
Belum pernah mereka melihat Tuan mereka berteriak.
"Ah Gege bisa tidak kau jangan berteriak seperti itu? ucap kesal Zhang Wei karena sangat terkejut dengan teriakan Gege nya itu
"Maaf. Ada apa kenapa kalian tidak mendengarkan panggilan Gege? tanya Kaisar Iblis
"Hanya memikirkan sesuatu yang berguna" ucap asal Zhang Wei
"Ya sudah kalian segera membersihkan diri agar makan malam bersama" ucap Kaisar Iblis cepat menghindari amukan dari Iblis kecil Zhang Wei.
Hai hai hai sobat π
Author baru Come back nih π
Seperti biasa Author baru pulang kerja.
Jangan lupa like dan Vote dari kakak readers β€οΈ
__ADS_1